
Budak di atas Ranjang - Season 2
Bab 2
"Budak di atas Ranjang"
Author by Natalie Ernison
...
Hari pernikahan bagi Jordan Belle seharusnya menjadi momen yang sangat membahagiakan. Selepas dari segala perjuangan mereka agar dapat bersama dalam sebuah ikatan janji pernikahan. Namun, siapa sangka, jika hari yang seharusnya menjadi kebahagiaan bagi mereka pun tidak berlangsung lama.
Ketika dalam perjalanan menuju sebuah tempat untuk berbulan madu, mobil sport mewah yang Jordan dan Belle tumpangi harus mengalami nasib tragis. Mereka mengalami kecelakaan hebat yang sungguh tak terduga. Lebih parahnya lagi, mereka hanya berdua dan masih mengenakan gaun juga jas pengantin.
Tak hanya Jordan dan Belle saja... kedua orang tua Jordan yaitu Mr. Heron dan Mrs. Heron mengalami kejadian yang sangat tragis.
Penginapan yang berada di pesisir pantai mengalami ledakan hebat, dan membuat penginapan mereka terbakar. Beruntung, keduanya cepat di evakuasi, walau pun masih tidak tahu, apakah akan terselamatkan atau justru wafat.
***
"Jordan!" Teriak Belle, ketika ada sebuah mobil tiba-tiba berada di hadapan mereka, dan anehnya Jordan tidak dapat mengendalikan setir dengan baik. Ketika hendak menginjak rem, rem tersebut tak berfungsi dengan baik hingga akhirnya Jordan pun membanting setir dan mobil mereka menubruk pagar jembatan.
Area jalan terlihat cukup sepi dan sepertinya kecelakaan ini sudah direncakan oleh seseorang yang dengan sengaja ingin mencelakai Jordan bersama Belle.
Seorang pria yang membawa mobil di depan mobil milik Jordan dan Belle pun melangkah keluar.
"Boss, aku sudah menyelesaikan misi." Ucap si pria, yang sedang menggenggam sebuah ponsel sembari berbicara dengan seseorang.
"Oke. Selanjutnya, bereskan dengan rapi." Balas seseorang yang sedang berbicara dengan pria tersebut.
Nasib Jordan dan Belle sungguh naas. Area jalan itu memang tidaklah ramai, dikarenakan mereka baru saja keluar pulau dan berniat ingin pergi untuk berbulan madu.
***
Kota N-Y.
"Apa yang terjadi, tidak mungkin..." ucap Jackson yang terlihat sangat syok, ketika mendengar berita tragis menimpa kedua orang tuanya, dan juga Jordan Belle.
"What happen?" Tanya Joans yang terlihat heran pada ekspresi Jackson.
Jackson terlihat sangat murung dan ia pun menangis sedih.
"Jackson! What happen?" Joans terus bertanya, dan menggoyang bahu Jackson.
"Ayah dan ibu mengalami terror, dan membuat penginapan mereka terbakar karena sebuah ledakan." Ucap Jackson dengan wajah yang sangat terpukul.
"Apa..." Joans terlihat tidak percaya akan apa yang baru saja ia dengar dari Jackson.
Keduanya langsung kembali dari pulau tempat Jordan dan Belle mengadakan pesta pernikahan. Sementara ayah dan ibu mereka masih memilih untuk menikmati suasana pulau di sekitar area tersebut.
Mereka pun mendapat kabar tersebut ketika malam hari, dan saat itu Joans kebetulan sedang bersama saudara laki-lakinya, Jackson.
"Di mana ayah dan ibu saat ini?" Tanya Joans yang sudah tak bisa menahan diri untuk segera melihat kondisi ayah dan ibu mereka.
"Ayah dan ibu berada di rumah sakit utama di pusat kota." Ucap Jackson, kemudian mereka pun bergegas untuk pergi ke rumah sakit utama yang berada di pusat kota N-Y.
***
Dalam keadaan yang resah dan gundah.. Jackson dan Joans akhirnya tiba di rumah sakit di pusat kota N-Y.
"Atas nama, T. Jodhy Heron dan Mrs. Heron (istri)." Ucap salah seorang dokter yang menangani Mr. Heron dan Mrs.Heron.
"Kami adalah putra dari, Mr. Jodhy Heron dan Mrs. Heron." Ucap Jackson berdiri di depan.
"Hanya keajaibanlah yang dapat menyelematkan nyawa dari Tuan dan Nyonya Heron." Ucap sang dokter.
"Apakah kondisi kedua orang tua kami sangat buruk, dokter?" Tanya Joans yang terlihat sangat terpukul.
Dokter pun mengangguk sendu, sembari menepuk bahu Joans dan juga Jackson.
"Jackson, aku harus segera kembali ke Paris. Sungguh maaf, aku tidak bisa melewatkan pekerjaan ini. Bisakah, kau jaga ayah dan ibu?" ucap Joans, yang sebenarnya tidak tega meninggalkan keluarganya dalam kondisi seperti saat ini.
"Baiklah, aku akan menjaga ayah dan ibu. Kau, berhati-hatilah dalam perjalanan." Ucap Jackson, lalu kembali duduk untuk menunggu kabar terbaru dari dokter mengenai kondisi kedua orang tuanya.
.
.
Tak menjelang lama setelahnya, datanglah beberapa orang bawahan dari Jordan menemui Jackson.
"Selamat malam, tuan Jackson." Ucap salah seorang pimpinan dari para bawahan Jordan.
"Ah, ya?" jawab Jackson membalas.
"Kami membawa kabar buruk tuan." ucapnya.
"Kabar buruk?" Jackson menyerngitkan dahinya.
"Tuan Jordan dan Nyonya Belle mengalami kecelakaan hebat di area luar pulau."
"What? Berita macam apa lagi ini?" Jackson seakan tak percaya, ketika mendengar berita buruk kedua dari saudara laki-lakinya bersama ipar perempuannya.
"Nyonya Belle sedang berada di rumah sakit ini juga tuan, baru saja tiba." Ucapnya dengan nada terbata-bata.
"Lalu, bagaimana dengan Jordan, saudaraku?" Jacskon bangkit berdiri menghadap bawahan dari Jordan.
"Tubuh Tuan Jordan menghilang, dan di duga hanyut dalam aliar sungai yang deras di bawah jembatan." Ucapnya dengan wajah murung.
"Kau jangan bercanda?" Jackson mencengkeram leher baju milik pria tersebut.
"Sungguh, tuan. Tim evakuasi sedang berusaha mencari Tuan Jordan dan masih belum dapat ditemukan karena kondisi malam hari."
"Tidak mungkin!" Jackson sangat terpukul, berita ini cukup menyesakan baginya.
Jackson bergegas untuk mencari keberadaan dari Belle.
Lalu, bagaimanakah dengan keadaan Jordan?
Siapa sebenarnya dalang dibalik semua musibah yang menimpa keluarga Heron ini?
***
Anda Mungkin Juga Suka





