
Budak di atas Ranjang - Season 2
Bab 3
"Budak di atas Ranjang"
Author by Natalie Ernison
.
.
Jackson pun tiba tepat di depan ruangan rawat milik Belle.
”Apakah tuan kerabat dari Nona Izabelle Vedroe?” tanya salah seorang dokter yang khusus menangani Belle.
”Yah. Aku adalah orang terdekat dari Nona Izabelle,” jawab Jackson.
”Nona Izabelle telah melewati masa kritis, dan beruntung tidak terlampau parah.”
”Itu adalah berita yang sangat menggembirakan.” Balas Jackson, dan hendak memasuki ruangan rawat tempat Belle berada.
Tak butuh waktu yang cukup lama, Belle segera dipindahkan ke ruangan rawat VIP.
...
”Izabelle, kuharap, kau segera sadar dan pulih. Aku, Jackson, akan selalu ada di sisimu.” Ucap Jackson, tepat di telinga Belle yang sedang terbaring tak berdaya dengan semua peralatan medis yang melekat di sekujur tubuhnya.
Jackson terlihat menatap Belle dengan tatapan tajam dan penuh keinginan terselubung.
Apakah yang sebenarnya terjadi pada Jackson, mengapa Jackson seakan bahagia, ketika berada di sisi Belle.
Jackson bahkan terlihat tidak terlalu memikirkan keberadaan Jordan saat ini.
Benarkah seperti itu, ataukah hanya dugaan sementara? Atau sebenarnya, Jackson hanya berusaha agar tetap tegar?
~
~
~
Knock...Knock...Knock...
Seseorang mengetuk pintu ruangan inap tempat Belle berada.
”Permisi Tuan Jackson, maaf mengganggu Tuan. Ini adalah berkas pernikahan Tuan muda Jordan dan Nona Izabelle.” Ucap salah seorang kepercayaan keluarga Heron.
”Bagaimana mungkin ini bisa terjadi... Jadi, pernikahan Jordan dan Belle tidak sah?” tanya Jackson yanh seakan terkejut, namun terdapat senyuman tipis tertoreh di bibirnya ketika menunduk sejenak. Seakan-akan Jackson dipenuhi misteri yang tak terungkapkan. Namun, pada kenyataannya Jackson hanya tersenyum dalam rasa sedih mendalamnya.
Hmm, jangan berpikir berlebihan dulu tentang Jackson. Jackson hanya sedang terpukul.
”Benar Tuan. Pastor yang melaksanakan janji pernikahan adalah orang yang tidak berwenang.” Ucap Mr. Stevanus.
”Orang yang tidak berwenang? Dalam artian, itu bukan Pastor sungguhan?” tanya Jackson lagi.
”Benar Tuan. Sehingga, pernikahan Tuan muda Jordan bersama Nona Belle dinyatakan tidak sah, dan mereka sama sekali tidak bisa dikatakan sebagai pasangan suami istri.” Tegas Mr. Stevanus lagi.
”What the hell...” ucap Jackson, dengan menunjukkan wajah sedihnya.
”Maafkan aku tuan, sebagai anak laki-laki pertama, Tuan tentu memiliki tanggung jawab besar padat semua saudara laki-laki anda, tuan. Bahkan, saat ini Tuan besar dan Nyonya besar pun masih kritis dan koma. Tuan pasti menanggung beban yang sangat berat.” Ucap Mr. Stevanus yang terlihat sangat bersedih.
Sudah belasan bahkan menjelang puluhan tahun lamanya, Mr. Stevanus sudah melayani keluarga Heron dengan sangat setia. Ia tentu tahu, seluk beluk keluarga besar Heron. Terutama, Jackson yang dikenal dengan tindakan bijaksana dan dewasanya ssbagai putra pertama keluarga Heron.
”Ini sudah menjadi tanggung jawabku sebagai putra pertama di dalam keluarga ini.” Ucap Jacksok dengam tatapan sendu.
”Agar meringankan beban tuan, maka biarkanlah kami fokus untuk menjaga Tuan besar dan Nyonya besar. Tuan cukup menjaga Nona Belle. Bagaimana pun juga, Nona Belle tidak memiliki siapapun lagi, apalagi Tuan muda Jordan pun masih dalam proses evakuasi.” Ucap Mr. Stevanus.
”Paman Stev!” Jackson memanggil Mr. Stevanus, ketika hendak melangkah keluar.
”Yah, Tuan Jackson?”
”Tolong jaga ayah dan ibu. Aku akan bergantian pergi ke tempat perawatan ayah dan ibu.”
”Baik tuan. Mohon agar tetap menjaga stamina dan pola makan. Koki, akan tetap membawakan masakan untuk anda.” Ucap Mr. Stevanus, lalu melangkah keluar.
.
.
.
Waktu terus berlalu, dan tak terasa sudah empat minggu atau satu bulan lamanya Belle berada di rumah sakit dengan kondisi yang masih koma tak sadarkan diri. Sementara, Mr. Heron dan Mrs. Heron pun juga masih dalam kondisi yang dan cukup parah dikarenakan luka bakar.
Satu bulan kemudian...
°
°
°
Jackson dengan setia menemani Belle, dan Jackson benar-benar telaten dalam mengurus Belle maupun kedua orangtuanya.
Hari ini, Belle ditemani oleh dua pelayanan dan dua bodyguard yang terus berjaga di luar ruangan tempat Belle dirawat saat ini.
”Nona Belle!” Teriak spontan kedua pelayan, ketika melihat Belle perlahan-lahan mulai sadarkan diri.
”Hei, tahan suaramu." Ucap satu pelayan yang berjaga.
”Tuan Jackson pasti sangat senang mengetahui hal ini...” Ucap mereka refleks.
Mereka seolah mendukung Jackson, dikarenakan Jackson yang selalu berada di sisi Belle.
”Sudah berapa lama aku berada di tempat ini?” tanya Belle yang masih merasa sangat lemas.
”Ah, sudah empat minggu lamanya, Nona.” Ucap para pelayan tersebut.
”Di mana suamiku, Tuan Jordan?” tanya Belle cemas.
Kedua pelayan terdiam sejenak. Bagaimana tidak! Mereka sudah mengetahui kenyataan sebenarnya, bahwa Jordan dan Belle belum sah menjadi pasangan suami istri.
”Nona, lebih baik Nona tenang terlebih dahulu. Untuk segalanya, hanya Tuan Jackson yang berhak bicara. Kami tidak dapat mengatakan sesuatu yang diluar wewenang kami.”
Belle menyentuh area kepalanya dan berusaha mengingat kejadian tragis yang menimpa dirinya bersama Jordan.
Ingatan tentang kecelakaan hebat itu pun muncul dan seakan mengatakan bahwa nyawa mereka tak akan selamat. Namun, kini keajaibanlah yang telah menyelamatkan mereka. Meskipun, Belle belum mengetahui kondisi dari Jordan.
~
~
Menjelang malam...
Jackson akhirnya tiba di dalam ruangannya Belle berada, terlihat jelas wajah lega dan bahagia Jackson. Meskipun, Jackson harus berlelah-lelah sembari mengurus seluruh pekerjaan dan mengurus keluarganya.
”Tuan Jackson,” ucap Belle dengan kedua mata berkaca-kaca.
”Apa kau sudah siap mendengar fakta sebenarnya?” tanya Jackson, sementara kedua pelayan melangkah keluar. Mereka tidak diperkenankan untuk menguping pembicaraan dari para Tuan mereka.
”Yah. Tuan. Apapun itu, aku siap.” Belle sudah mulai merasakan rasa sesak di dadanya, seakan ia mampu menebak kenyataan sebenarnya.
”Saat menerima kabar kecelakaan kalian, hanya kaulah yanh ditemukan berada di sana. Sementara, Jordan diduga terbawa hanyut oleh derasnya arus sungai. Sungguh maaf, karena hingga saat ini tubuh Jordan tidak dapat ditemukan dan dinyatakan hilang.” Ucap Jackson dengan berderai air mata.
Tentu saja, satu bulan adalah waktu yang cukup lama. Kalaupun ditemukan, tentu saja tubuh Jordan, kemungkinan sudah menjadi tulang belulang.
Belle menangis tanpa suara dan berusaha agar tetap tegar menghadapi kesedihan ini.
”Pernikahan kalian sebenarnya tidak sah secara agama bahkan negara...--” Jackson pu menjelaskan kenyataan sebenarnya dari apa yang sebenarnya terjadi pada Jordan dan Belle.
Tidak dapat disangkali, ada begitu banyak musuh yang menginginkan kejatuhan bahkan kehancuran keluarga Heron. Sehingga, ada beribu cara untuk membuat keluarga Heron terjatuh.
”Sejak awal memilih untuk bersama, aku pun sudah harus siap akan kemungkinan terjadi, apapun itu. Namun, aku sungguh tidak menyangka, jika kenyataan ini sangat menyakitkan...” ucap Belle dengan air mata yang terus mengalir deras.
Jackson tak kuasa melihat kondisi sedih Belle, namun di sisi lain juga, Jackson tidak ingin terlihat seperti pria yang mengambil kesempatan dalam kesedihan orang lain.
Belle terus menangis hingga tergugu. Semua impian besar akan kehidupan bahagia bersama pria yang sangat dicintainya pun pupus dan harus Belle kubur dalam.
Rasa trauma akan percintaan ini pun akan terus membuai Belle.
Lalu, bagaimana dengan keberadaan Jordan sebenarnya? Apakah Jordan sungguh menghilang, ataukah ada oknum yang sedang merahasiakan keberadaan Jordan, si boss mafia tampan multi talenta...
****
Anda Mungkin Juga Suka





