Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bos Setan Idaman

Bos Setan Idaman

Kehidupan Dita berubah drastis setelah takdir mempertemukannya dengan Raga, sosok pria misterius yang ternyata merupakan jelmaan setan. Meski Raga dikenal sangat pendiam dan irit bicara, ia kerap menunjukkan sisi manis yang tak terduga kepada Dita. Ketegangan muncul saat sang bos tiba-tiba menyatakan perasaan cintanya secara terang-terangan. Dita yang terkejut menganggap pengakuan itu hanyalah bualan belaka, meski kini nasibnya terikat pada pria tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dita sedang asik rebahan di atas kasur yang tidak seberapa luas itu, dia merasakan tubuhnya pegal-pegal belakangan ini meski sebenarnya dia tidak melakukan apa-apa.

Terhitung sudah beberapa hari sejak kejadian di perusahaan tempat Diana bekerja. Usai perkara itu, dia jadi sedikit kehilangan minatnya untuk mencari kerja.

“Elah siapa lagi sih?” gumamnya saat mendengar suara dering ponsel miliknya.

Melihat nama sahabatnya terpampang di sana, dia memilih untuk mengabaikannya. Sepertinya dia sedang memasuki fase malas diganggu.

Ponselnya kembali berdering keras, mau tidak mau dia bangkit dari posisi rebahannya lalu meraih benda yang sejak tadi menimbulkan suara itu.

Kali ini bukan nama Diana yang terpampang di sana. Alisnya sontak mengernyit bingung, ini siapa begitu pikirnya.

“Halo,” sapa Dita dengan suara sopan.

“Dengan Mba Pramidita Candramaya?”

Alis Dita semakin berkerut mendengar suara pria yang menghubunginya. Terlalu formal, tidak biasanya ada manusia yang berbicara seformal ini dengannya.

“Iya dengan saya sendiri, maaf ini siapa yah?” tanya balik Dita cukup penasaran.

“Saya Dimas mbak, HRD dari perusahaan Budiman Corp ingin menginformasikan bahwa Mbak Pramidita Candramaya lolos ke tahap berikutnya. Dimohon kesediaannya untuk mengikuti interview besok. Nanti akan saya kirimkan jadwal dan persyaratan lengkapnya.” Pria di seberang sana menjelaskan dengan begitu hati-hati.

Bukannya segera merespon, Dita justru terbengong. Merasa bingung dan linglung dengan apa yang baru saja di dengarnya.

“Perusahaan Budiman, Budiman, emang gue pernah daftar di perusahaan itu yah? Perusahaan Budiman yang mana sih, gue lupa astaga.” Dita terus membatin. Saking banyaknya perusahaan tempatnya melamar, dia sampai lupa.

“Mbak?” panggil Dimas membuat Dita langsung tersadar.

“Eh iya pak, terima kasih atas informasinya. Saya senang sekali mendengar kabar baik dari anda.”

Setelah itu, panggilan berakhir, menyisakan Dita yang masih dirundung kebingungan. Untuk masalah kecerdasan, Dita memiliki kemampuan di atas rata-rata, namun untuk masalah ingat mengingat dia sangat payah.

“Perusahaan Budiman, Budiman.” Dia kembali mengingat-ingat.

Matanya langsung membola sesaat setelah sekelabat ingatan muncul di kepalanya.

“Gila sih, masa. Yang benar. Perusahaan itu kan yah.”

Tangannya kembali memencet layar ponsel, mencari nama Diana dan segera menghubunginya.

“Halo! Dari mana aja lu! Gue telponin dari tadi malah gak dijawab-jawab. Udah ngerasa sepenting presiden lu?” Angkat Diana di dering pertama. Sepertinya sudah menunggu sejak tadi kabar dari sahabatnya.

Dita memutar bola matanya dengan malas. “Gak usah ngomel dulu, gue mau nanya nih.”

Terdengar helaan napas dari seberang sana, sepertinya Diana sedang berusaha mengendalikan emosi menghadapi sahabatnya yang super santai ini.

“Mau nanya apa? Gak usah nanyain yang susah-susah, gue malas mikir.”

“Perusahaan Budiman Corp itu, perusahaan tempat lu kerja kan?” tanya Dita yakin.

“Ngapain lu nanyain itu?” terbesit nada curiga dari cara Diana bertanya.

Kali ini giliran Dita menghela napas. Apa tidak bisa dipermudah saja, kenapa harus berbelit-belit seperti ini.

“Yah jawab aja sih,” kesal Dita.

Terdengar suara kekehan dari Diana. “Iya, perusahaan tempat gue bekerja itu Budiman Corp.”

“Oh My ....” Dita memekik kaget.

Meski sebelumnya dia juga sudah menebak, tapi tetap saja dia merasa kaget. Tidak menyangka. Sungguh, ini kejutan paling luar biasa tahun ini.

“Kenapa sih?”

“Gue tadi dihubungin sama HRD lu, katanya lolos ke tahap berikutnya. Besok di suruh interview.” Dita tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya.

“Demi apa lu!” Diana ikut memekik tidak percaya.

Padahal baru tahap interview tapi mereka berdua sudah segirang ini, maklum saja sih perusahaan itu merupakan salah satu perusahaan incaran banyak orang karena gajinya yang menggiurkan.

“Iya gue seriusan.”

“Bukannya kemarin lu cerita kalau diusir pak Raga?” bingung Diana.

“Lah emang diusir. Gak tau juga sih gue, intinya besok gue mau interview. Doain gue biar lancar. Capek banget loh cari-cari kerja.” Dita menggantungkan banyak harapan saat ini.

Mereka mengakhiri percakapan lewat telpon, Dita bergerak bangkit dari kasur. Kali ini dia sudah cukup semangat untuk kembali menjalani kehidupannya.

***

Dita berdiri dengan gugup. Beberapa hari lalu dia juga berdiri di depan ruangan ini tapi dengan perasaan yang tidak segugup ini.

“Selanjutnya,” ujar wanita yang baru saja keluar dengan wajah lesunya.

Melihat ekspresi wanita itu membuat Dita menelan ludahnya dengan susah payah. Kini gilirannya yang masuk ke dalam ruangan di depannya.

“Bismillah lulus,” bisiknya pada diri sendiri.

Yang pertama dilihat oleh Dita saat membuka pintu adalah dua sosok pria yang duduk saling bersisian. Sekali lagi dia berusaha meredakan rasa gugupnya dengan menelan air ludahnya.

“Gila sih, mukanya kenapa pada cakep-cakep semua sih,” gumamnya melamun.

“Mau sampai kapan kamu melamun seperti orang bodoh di situ!” sentak suara yang membuat Dita terkaget.

Wajah yang tadi tampak melongo berganti pucat, dia berjalan masuk sambil menatap bergantian kedua wajah pria di depannya. Mencoba untuk mencari tahu yang manakah pemilik suara yang hampir membuat jantungnya copot.

“Pasti si bos banci ini,” batinnya sambil mendengus malas melihat wajah songong dan angkuh pria di depannya.

“Ada apa dengan ekspresi itu?” tanya Raga lagi.

Dimas yang duduk di samping Raga lagi-lagi hanya berusaha membekap mulutnya menahan tawa. Dia sudah sangat cocok dengan kandidat di depannya, hanya saja dia perlu melihat bagaimana kemampuan Dita.

Dita hanya cengengesan, maunya sih ikut menyentak tapi apa mau di kata, dia butuh pekerjaan dan sialnya pria arogan di depannya adalah sang penguasa di sini.

“Silahkan duduk!” pinta Dimas dengan senyum manis.

“Ya Tuhan manis banget,” batin Dita terpukau melihat senyum manis Dimas. “Kalau yang satu juga ganteng pol sih tapi yah mines akhlak aja.” Lanjutnya tentu saja masih membatin sembari melirik sekilas pada wajah Raga.

“Ada apa di wajah saya?” tanya Raga sensi. “Sudah sana keluar, lagi pula kenapa bisa kamu sampai ikut interview begini?” sinisnya menatap Dita lalu beralih menatap Dimas yang hanya cengengesan sambil mengacungkan jempolnya.

Sebenarnya Dimas tertarik setelah membaca CV milik Dita, jadi bukan semata-mata karena dia menginginkan Dita menjadi partnernya menyiksa Raga.

Dita yang mendengar itu hanya mampu meringis tidak enak. Mungkin memang dia yang terlalu tidak sopan.

“Maaf pak,” cicit Dita menimbulkan senyum puas di bibir Raga yang merasa berhasil menundukkan wanita menyebalkan di depannya.

“Menarik,” ujar Raga dengan senyum miring andalannya.

“Hah?” bingung Dimas yang samar-samar mendengar Raga mengatakan sesuatu. “Lu ngomong apa bang?”

Raga hanya diam, tidak menggubris sama sekali ucapan Dimas. Mata tajamnya fokus menatap wanita yang juga tampak berani membalas tatapannya. Baru kali ini dia bertemu wanita yang berani terang-terangan memutar bola mata malas di depannya.

“Menarik,” ujarnya lagi masih dengan senyum liciknya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cerita 21+
8.8
Khusus pembaca dewasa, bersiaplah menyelami kumpulan kisah romansa fantasi yang penuh kejutan tak terduga. Narasi ini dirancang untuk membawa Anda hanyut ke dalam berbagai skenario imajinatif yang mendebarkan dan luar biasa. Setiap bab menyajikan pengalaman unik yang akan memicu fantasi terdalam, menghadirkan suasana intens bagi mereka yang mencari pelarian naratif yang memikat. Pastikan Anda cukup umur sebelum mulai membaca rangkaian cerita ini.
Sampul Novel KAHINA
8.1
Tahun 1982, Laksmi menemukan kenyataan pahit saat putrinya, Kahina, tewas mengenaskan di tangan wanita tua gila. Tragedi ini menjadi kunci pembuka rahasia kelam keluarga Laksmi yang terkubur sejak era kolonial. Melalui perjalanan raga sukma ke tahun 1881, terungkap keterlibatan leluhurnya dengan sekte pemuja setan dan konspirasi Logi Persahabatan. Dari zaman VOC hingga pandemi 2021, jaringan kriminal ini terus bergerak dalam bayang-bayang sejarah Indonesia yang penuh darah.
Sampul Novel Luna Tak Terikat
8.0
Lima tahun memimpin suku, Kaitlin masih menjaga kesuciannya. Saat kakaknya, Rosalyn, kembali tanpa anak, Phillip Elliott tiba-tiba meminta pewaris. Namun, Kaitlin hancur saat mendengar rencana rahasia Phillip: dia hanya dianggap sebagai rahim pengganti demi posisi Rosalyn. Merasa dikhianati, Kaitlin memutuskan hubungan dan kembali ke orang tua angkatnya. Anehnya, Phillip yang dingin justru berbalik memohon padanya untuk kembali dengan penuh keputusasaan.
Sampul Novel Makanan Menjijikkan Dari Mertua
8.0
Kehidupan rumah tangga seorang pria berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam. Ia terjebak dalam lingkaran keluarga penuh rahasia gelap, di mana istri dan mertuanya ternyata penganut ilmu hitam yang keji. Konflik memuncak saat sang tokoh utama tidak lagi memiliki pilihan selain menghadapi tekanan luar biasa. Ia dipaksa oleh orang-orang terdekatnya itu untuk mengabdi dan bersekutu dengan iblis demi memenuhi ambisi mistis mereka yang sangat mengerikan.
Sampul Novel Mengandung Anak Tuan Serigala
8.6
Fang Yi Lan, mahasiswi kedokteran jenius, hancur saat memergoki kekasihnya berselingkuh dengan adik tirinya. Alih-alih dibela, ia justru dipaksa sang ayah menikahi pria hidung belang. Yi Lan kabur dan bertemu pria tampan yang terluka parah. Saat pingsan, pria itu berubah menjadi serigala hitam. Meski takut, naluri medis Yi Lan mendorongnya menolong. Namun, pria itu justru menandai lehernya dan menyerang Yi Lan secara paksa demi mendapatkan keturunan.
Sampul Novel Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent
8.5
Dijual oleh ayahnya sendiri, Sofia justru disiksa Alpha Vincent dalam gudang kumuh. Fitnah kejam Isabel membuat Sofia dijebloskan ke penjara perak hingga kulitnya melepuh. Puncaknya, Vincent memberikan kalung warisan ibu Sofia kepada Isabel sebagai mainan anjing. Di tengah penderitaan itu, Sofia bangkit sebagai White Wolf yang langka. Ia memutus ikatan Mate dengan Vincent, membiarkannya meraung kesakitan, lalu pergi mencari takdir baru di Pack yang lebih kuat.