Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Boneka Suami, Kebenaran Pahit Terkuak

Boneka Suami, Kebenaran Pahit Terkuak

Pasca membela diri dari pelecehan ayah mertuanya hingga koma, istri malang ini mendapati suaminya, Rangga, berpura-pura menjadi pelindung. Namun, sebuah pesan rahasia mengungkap fakta keji bahwa ia hanyalah umpan dalam rencana warisan asuransi. Rangga sengaja membiarkan ayahnya menyerang sang istri demi menyingkirkan orang tuanya tanpa mengotori tangan sendiri. Kini, api dendam membara; sang istri bersumpah akan merebut segalanya dan menjebloskan Rangga ke penjara.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tiba-tiba, lift berhenti. Pintu terbuka dengan desir pelan. Aku memutar tubuh, pura-pura mencari jalan keluar, tapi sebenarnya ingin melihat. Siapa dia? Siapa yang berani-beraninya? Rasa panas menyeruak ke wajahku, bercampur dengan getaran aneh di perut.

Mataku menangkap sosok di belakangku. Seorang pria tinggi, dengan setelan jas mahal yang kusut di beberapa bagian. Wajahnya... Tidak mungkin. Jantungku serasa berhenti berdetak.

Tjahjo Hartono. Ayah mertuaku.

Pria yang baru kemarin lusa menelepon Rangga, memberitahu bahwa ia akan menginap di rumah kami selama beberapa hari karena rumahnya sedang direnovasi. Pria yang akan datang besok pagi.

Aku menatapnya, bibirku sedikit terbuka karena terkejut. Tjahjo, ayah dari suamiku sendiri, baru saja... menyentuhku? Di lift yang penuh sesak ini?

Tjahjo tampak tidak menyadariku. Matanya menyapu keramaian, seolah mencari sesuatu. Atau mungkin, ia memang tidak peduli. Ia hanya melihat seorang wanita, mangsa yang empuk di tengah keramaian. Ia tidak melihat menantunya. Aku yakin ia tak mengenaliku.

Di matanya, aku hanyalah salah satu perempuan yang lewat, salah satu targetnya yang bisa ia mainkan. Aku tahu reputasi Tjahjo. Kaya raya, berkuasa, dan memiliki selera yang buruk pada wanita. Tapi aku tidak pernah berpikir ia bisa seberani itu.

Aku melihat pantulan Tjahjo di pintu lift yang mengkilap. Senyum kecil tersungging di bibirnya. Senyum kemenangan, kepuasan. Tangannya, yang tadi menyentuhku, bergerak perlahan, seolah masih merasakan tekstur kulitku.

Tiba-tiba, Tjahjo merapatkan tubuhnya lagi padaku. Lebih dekat dari yang seharusnya. Bahunya mendorong bahuku, pinggulnya menempel pada pinggulku. Aku merasakan setiap lekuk tubuhnya, setiap tekanan yang diberikannya.

Senyumnya melebar. Matanya tertutup sesaat, seolah menikmati setiap detik sentuhan tak senonoh ini. Aku bisa melihatnya dari pantulan. Jijik, kesal, tapi... desahan kecil nyaris keluar dari bibirku.

Aku menggigit bibir bawahku, berusaha menahannya. Aku tidak boleh mengeluarkan suara apa pun. Jika dia tahu ini aku, jika orang lain tahu... Semuanya akan hancur.

Haruskah aku melawan? Menepis tangannya, berteriak, memanggil keamanan? Tapi apa gunanya? Malu akan lebih besar. Atau haruskah aku berpura-pura tidak terjadi apa-apa? Menjaga rahasia ini agar tidak ada yang terluka, terutama Rangga.

Tangan Tjahjo bergerak lagi, lebih berani. Kali ini, ia mencoba menyelipkan jemarinya ke sela-sela bokongku, tepat di bawah kain celanaku. Jantungku berdebar kencang. Ini sudah terlalu jauh.

Aku tidak bisa membiarkannya. Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi. Tapi jika aku melawan, ia akan mengenalku. Dan Rangga akan mengetahuinya. Situasinya akan menjadi jauh lebih buruk.

Aku harus berpura-pura. Berpura-pura tidak mengenalnya, berpura-pura tidak tahu apa yang sedang terjadi. Seolah-olah ini adalah sentuhan acak dari orang asing di lift yang padat.

Aku tahu aku akan bertemu dengannya lagi besok. Di rumahku sendiri. Sebagai ayah mertuaku. Bagaimana aku bisa menghadapi semua ini? Bagaimana aku bisa berpura-pura semua ini tidak pernah terjadi?

Aku ingin melawan. Aku ingin mendorongnya pergi. Tapi tubuhku seperti terperangkap. Aku harus menjaga martabatku, martabat Rangga.

Tangan Tjahjo akhirnya berhasil masuk. Jemarinya yang kasar menyentuh kulitku, naik turun perlahan. Sensasi itu, meskipun menjijikkan, juga... menggoda.

Aku merasakan getaran di seluruh tubuhku. Bukan hanya karena jijik, tapi juga karena respons yang tak kuinginkan. Tubuhku, yang tadinya kaku, kini sedikit melengkung ke belakang.

Sialan. Aku nyaris mengerang. Sentuhan Tjahjo, meskipun menjijikkan, adalah sentuhan seorang ahli. Jemarinya tahu persis apa yang harus dilakukan, di mana harus menyentuh. Ia bukan pemula.

Ia mengusap berulang kali, perlahan, dengan ritme yang memabukkan. Rasanya seperti sebuah tantangan, sebuah permainan yang mematikan.

Aku merasakan diriku basah. Panas menjalari tubuhku. Aku membenci diriku sendiri karena bereaksi seperti ini. Aku membenci diriku karena menikmati sebagian kecil dari pelecehan ini.

Tjahjo merasakan respons tubuhku. Jemarinya semakin berani, semakin dalam. Aku tahu apa yang ia inginkan. Aku tahu apa yang akan ia lakukan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah Tiri yang Aku Idam-Idamkan
9.0
Banyak yang menganggap kasih sayang ayah tiri takkan pernah setara dengan ayah kandung. Namun, bagiku anggapan itu keliru. Sejak ibuku menikah kembali, aku justru menemukan figur pelindung yang sangat mencintaiku pada sosok ayah tiri. Hubungan hangat ini membuatku mempertanyakan keberadaan ayah kandungku sendiri. Apakah pria yang memiliki ikatan darah denganku itu mampu memberikan perhatian dan ketulusan yang sama luar biasanya seperti ini?
Sampul Novel Gara-Gara Cinta Satu Malam
8.0
Dikhianati sang kekasih membuat Ellena Cameron nekat menyerahkan kesuciannya pada pria asing demi membalas dendam pada takdir. Namun, saat ia ingin melupakan malam itu, pria tersebut justru muncul kembali dan menjungkirbalikkan dunianya. William Asahavey Hamilton, konglomerat yang jenuh dipaksa menikah oleh kakeknya, terpikat oleh keberanian Ellena yang dianggapnya unik. Meski terbiasa dikelilingi wanita, eksistensi gadis mungil itu kini menjadi pusat perhatiannya.
Sampul Novel Hasrat Terlarang Dalam Keluarga
9.1
Dalam jalinan hubungan keluarga yang seharusnya penuh kasih, muncul sebuah gejolak perasaan yang tidak semestinya. Kisah ini mengajak pembaca untuk merenungkan batas-batas emosi dan moralitas saat keinginan hati mulai melanggar norma yang ada. Di tengah konflik batin yang mendalam, setiap tokoh harus menghadapi konsekuensi dari perasaan mereka. Sebuah narasi romansa modern yang menantang nurani tentang cinta yang tumbuh di tempat yang salah.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Kakakku Bukan Kakakku
9.0
Dipertemukan dengan lingkungan pertemanan saudaranya membawa konsekuensi tak terduga bagi seorang gadis muda. Dalam kisah modern ini, ia terjebak dalam situasi intimidatif bersama tiga teman sekelas kakaknya yang berasal dari sekolah olahraga. Kekuatan fisik mereka yang dominan membuatnya tak berdaya ketika mereka mengonfrontasi dan memperlakukannya dengan keras. Menghadapi dominasi dan tekanan dari para pemuda tersebut, ia harus bertahan di tengah situasi mendesak yang menguji batas kekuatannya.
Sampul Novel Kehidupan Edo yang Menakjubkan
9.1
Novel modern Kehidupan Edo yang Menakjubkan menyoroti perjuangan emosional dalam sebuah keluarga. Kakak ipar sang protagonis sangat mendambakan kehadiran seorang anak dalam hidupnya, namun impian tersebut tak kunjung terwujud karena ia kesulitan untuk hamil. Didorong oleh rasa kepedulian yang mendalam, sang protagonis merasa terpanggil dan sangat ingin membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi kakak iparnya tersebut. Kisah romansa ini berfokus pada dinamika hubungan dan keputusan besar demi mewujudkan harapan baru.