Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Birahi Anak Tiri

Birahi Anak Tiri

Nikmati keseruan tanpa tanding dalam kisah romansa modern yang penuh dengan dinamika tak terduga. Narasi ini menjanjikan berbagai kejutan menarik yang mungkin belum pernah Anda temukan dalam karya fiksi lainnya. Setiap bab dirancang untuk memberikan pengalaman membaca yang unik, membawa pembaca menelusuri alur cerita yang segar dan penuh intrik. Jangan lewatkan setiap momen mengejutkan yang tersaji dalam jalinan hubungan yang kompleks dan penuh gairah.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku pun bangkit dari kursi ku. Menatap wajah kakak tiri ku yang sebenarnya cantik itu. Dan baru sekarang aku memperhatikan kecantikannya.

”Mbak serius?” tanya ku.

Mbak Ayu memegang pergelangan tanganku. Lalu mengajak duduk di sofa ruang belajar itu.

“Serius Sam… aku penasaran… karena teman-teman ku sudah pada sering merasakannya. Cuma aku sendiri yang belum pernah. Sam mau kan menghilangkan rasa penasaran ku?” Mbak Ayu memegang tanganku erat-erat.

“Mau sih mau Mbak. Tapi takut… “

“Takut apa?”

“Takut ketahuan sama Papa dan Mama… pasti mereka marah sekali nanti… “

“Ya jangan sampai mereka tahu dong. Jadikan rahasia kita berdua aja.”

Saat itu Mbak Ayu mengenakan daster katun berwarna abu-abu polos. Dan tiba-tiba saja daster itu disingkapkan sampai perutnya. Membuat ku tersentak lagi. Karena kakak tiri ku itu tidak mengenakan celana dalam. Sehingga aku bisa langsung melihat kemaluannya yang… aaaah… jantung ku berdebar-debar dibuatnya… !

“Mbak….” hanya itu yang terlontar dari mulut ku. Dengan perasaan gugup tak menentu.

“Ayo jilatin, Sam. Please….” pinta Mbak Ayu dengan nada memohon.

“Tapi Mbak… menurut buku yang pernah kupelajari, tidak boleh langsung menyentuh kemaluan. Harus ciuman dulu… harus mainkan buah dada dulu dan sebagainya.”

“Ya udah… ikuti aja petunjuk yang pernah kamu pelajari itu.”

“Di sini?”

“Menurutmu harus di mana? Di sini atau di kamar ku atau di kamarmu?”

“Biar akunya pede, di kamar ku aja Mbak.”

“Ayo,” Mbak Ayu bangkit dari sofa, lalu melangkah duluan ke dalam kamar ku.

Setelah berada di dalam kamar, kututup dan kukuncikan pintu kamar ku, lalu menghampiri kakak tiri ku yang sudah duluan duduk di pinggiran tempat tidur ku.

“Mau sambil nonton bokep sebagai penuntun kita?” tanya ku sambil membuka lipatan laptop ku dan meletakkannya di atas tempat tidur ku, menyandar ke dinding.

“Iya… itu penting Sam. Biar jangan ngawur,” sahutnya.

Aku tercenung sejenak. Mengingat-ingat video yang berisi oral sex sebagai foreplay. Lalu kuambil flashdisk silver dan kupasangkan di laptop yang sudah kuaktifkan. Sesaat kemudian layar laptop ku mulai menayangkan adegan sepasang orang bule yang bersetubuh. Keduanya sudah telanjang bulat di kebun apel. Di atas hamparan kasur tipis.

“Wah… langsung pada telanjang gitu ya. Berarti kita juga harus telanjang seperti mereka?” tanya Mbak Ayu sambil menelungkup dengan wajah menghadap ke arah layar laptop ku.

“Mungkin memang harus begitu Mbak,” sahut ku.

“Kamu juga harus telanjang dong,” ucap Mbak Ayu sambil menepuk punggung ku.

“Aku sih gak usah telanjang. Kan Mbak cuma ingin dioral. Bukan mau bersetubuh. Jadi aku hanya akan menggunakan tangan dan mulut… jadi gak usah telanjang kan? “

“Nggak fair dong ah. Seperti di film itu kan sama-sama telanjang.”

“Mereka nantinya bersetubuh Mbak. Wajar aja kalau sama-sama telanjang.”

“Pokoknya kamu harus telanjang juga ah. Biar aku gak risih telanjang sendirian,” ucap Mbak Ayu sambil menurunkan celana trainingku sampai terlepas dari kaki ku. Baju kausku pun ditanggalkannya, sehingga aku tinggal mengenakan celana dalam saja. Pada saat itulah Mbak Ayu melepaskan dasternya, sehingga langsung jadi telanjang bulat. Ternyata ia bukan hanya tidak bercelana dalam. Sepasang buah dada montoknya pun tidak berbeha.

Aku tertegun. Memperhatikan sekujur tubuh kakak tiri ku dari ujung kaki sampai ke ujung rambutnya. Tubuh yang tinggi montok, dengan sepasang buah dada yang gede dan bokong yang semok pula. Sementara kulitnya yang putih bersih, begitu mulusnya, tak terlihat noda setitik pun.

Memang sangat berbeda kalau kubandingkan dengan Mbak Ita. Kalau Mbak Ayu berperawakan tinggi montok, Mbak Ita tergolong tinggi semampai.

“Aku sudah boleh menyentuh bagian-bagian penting di tubuh Mbak?” tanya ku ragu.

“Iya… anggap aja aku ini cewek di dalam film itu. Dan kamu cowoknya. Jangan canggung-canggung,” sahut Mbak Ayu sambil merebahkan diri kembali di atas tempat tidur ku.

“Padahal kita ini saudara, ya Mbak.”

“Saudara lain ayah beda ibu. Hihihiiii… kita kan sebenarnya cuma terbawa oleh papamu dan mama ku. Kamu ini jadi adikku. Padahal kita tidak ada hubungan darah. Ayolah… jangan buang-buang waktu Sam.”

Aku melirik ke layar laptop ku. Si cowok tampak sedang mengemut pentil buah dada ceweknya, sementara tangan si cowok sedang menggerayangi kemaluan si cewek.

Dengan jantung berdebar-debar aku pun bermaksud untuk mengikuti adegan di layar laptop ku. Merayap ke atas tubuh telanjang kakak tiri ku, Dan langsung memagut pentil buah dada Mbak Ayu, sementara tanganku mulai mengusap-usap kemaluannya yang bersih dari rambut.

Tapi sebelum kumulai mengemut pentil buah dadanya, Mbak Ayu berkata setengah berbisik.

”Cium bibir ku dulu Sam… “

Aku iktui keinginannya. Kupagut bibir Mbak Ayu, yang disambut dengan juluran lidahnya. Kusedot-sedot lidah kakak tiri ku itu. Lalu kami saling lumat dengan gairah yang makin lama makin menghangat.

Tadinya aku ingin melakukan seperti yang ditayangkan di layar laptop ku, menggerayangi kemaluan Mbak Ayu sambil mengemut pentil buah dadanya. Tapi adegan di layar laptop ku sudah bergerak lebih jauh. Wajah si cowok sudah berada di depan kemaluan ceweknya. Lalu mulai mengoral cewek itu.

Menyaksikan adegan itu aku pun berubah pikiran.

Wajah ku melorot turun ke perut Mbak Ayu. Menjilati pusar perutnya sesaat. Lalu turun lagi, sehingga wajah ku langsung berhadapan dengan kemaluan kakak tiri ku.

Aku terlongong sesaat di depan kemaluan yang sangat bersih dari rambut itu. Bentuknya tembem pula. Jujur… kalau memperturutkan nafsu, ingin saja kujebloskan batang kemaluan ku ke dalam celah yang sedang kungangakan ini. Namun aku mati-matian mengontrol diri ku sendiri, agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Mbak Ayu sendiri tampak ingin mengikuti adegan di layar laptop ku. Kedua tangannya menarik sepasang pahanya ke atas dan dikangkangkan selebar mungkin. Sementara ujung lidah ku sudah mendarat di permukaan kemaluannya yang sedang aku kangkangkan dengan kedua tanganku ini.

Lidah ku pun mulai beraksi. Menjilati bagian yang berwarna pink dan mengkilap basah itu. Mbak Ayu pun mulai menahan-nahan napasnya. Entah apa yang sedang dirasakannya. Sementara rintihan-rintihan nya mulai terdengar, meski cuma perlahan sekali.

”Iya Saaam… iyaaa… ooooh…. ini enak sekali Saaam… ooooooh….. ooooh…..”

Namun aku pun sebenarnya sudah mulai sulit mengatur napas ku sendiri. Karena semua yang aku hadapi ini benar-benar membangkitkan gejolak nafsu birahi ku.

Meski begitu, aku masih tetap berusaha mengontrol diri ku sendiri. Menjaga agar jangan sampai terjadi sesuatu yang melampaui batas. Meski membuat ku tersiksa.

Dan aku semakin giat menjilati kemaluan Mbak Ayu. Bahkan setelah kutemukan cltorisnya, aku pun memusatkan jilatan ku ke arah daging kecil itu. Sementara kedua tanganku terjulur ke arah dada kakak tiri ku. Dan mulai meremas sepasang buah dadanya dengan lembut.

Terasa paha Mbak Ayu mulai mengejang-ngejang. Sementara rintihan-rintihannya mulai terdengar meski seperti ditahan, mungkin agar jangan terlalu keras.

”Saaaam… ooooh… ini lebih enak lagi Saaam…. iyaaaa. jilatin terus daging kecilnya Saaam… dudududuuuuh… enak sekali Saaam….”

Mbak Ayu merintih terus sambil berkelojotan. Kedua tangannya terkadang meremas-remas kain seprai, terkadang mencengkram sepasang bahu ku dan terkadang juga meremas-remas rambut ku sampai kusut masai.

Makin lama, raungan histeris Mbak Ayu makin tidak terkendalikan lagi. Seandainya Papa, Mama dan saudara-saudara ku sedang berada di rumah, pastilah akan heboh mendengar suara rintihan Mbak Ayu yang makin lama makin keras ini.

“Iyaaaa Saaaam…. ini enak sekali Saaam…. jilatin terus daging kecilnya Saaaam… iyaaaaaa…. iyaaaa…. ooooooh Saaaam… ini luar biasa enaknya Saaam….”

Mbak Ayu semakin histeris, sementara aku pun semakin sulit mengendalikan diri. Karena membayangkan betapa nikmatnya kalau rudal ku dimasukkan ke dalam kemaluan kakak tiri ku yang sudah basah sekali ini.

Namun aku tetap mati-matian mempertahankan nafsuku sendiri. Jangan sampai melakukan sesuatu yang kusesali di kemudian hari.

Setelah belasan menit aku menjilati kemaluan kakak tiri ku, akhirnya dia berkelojotan dengan napas tak beraturan. Lalu ia mengejang sambil menahan napasnya… perutnya pun terangkat dan terdengar rintihannya.

”Oooooh… Saaam… ini… ini seperti ada yang mau keluar…. ooooh…. Saaaaaaam….”

Aku pun merasakan sesuatu yang lain. Kemaluan Mbak Ayu terasa berkedut-kedut. Mungkin ia sedang menikmati orgasmenya.

Dugaanku tidak meleset. Sesaat kemudian Mbak Ayu mendorong kepala ku sambil berkata.

”Jauhkan dulu mulutmu dari vaginaku Sam… ooooh….”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Seroja
8.2
Seroja Wijaya adalah kembang desa rupawan anak petani di tanah Sunda. Meski banyak pria desa hingga kota ingin meminangnya, ia selalu menolak demi menunda pernikahan. Suatu hari, sang abah menjodohkannya dengan juragan sayur dari kampung tetangga. Sayangnya, pernikahan itu berakhir cerai karena Seroja hanya merasa kecewa. Di tengah luka, ia bertemu Alzidan, teman masa kecil yang sempat pindah ke kota. Pertemuan itu membawa mereka ke pelaminan dan hidup bahagia.
Sampul Novel Dinikahi Suami Majikan
9.6
Kehidupan Laili berubah drastis saat ia terpaksa melepas masa mudanya demi sebuah ikatan pernikahan yang tak terduga. Sosok pria berambut putih yang selama ini ia hormati sebagai majikan dan dipanggil 'Tuan', kini telah sah menjadi suaminya melalui akad secara agama. Tanpa pernah membayangkan nasib ini sebelumnya, Laili kini harus menjalani realita baru sebagai istri dari pria yang dulu ia layani, membawa konflik batin di tengah status sosial mereka.
Sampul Novel DIONESA
8.9
Kehidupan Sasa berubah total saat pindah ke sekolah baru dan harus duduk sebangku dengan Dion, siswa dingin yang anti-sosial. Di saat yang sama, Sasa terpukul mengetahui ayahnya memiliki kekasih baru. Melihat Sasa yang terus murung, Dion yang semula tertutup perlahan mulai peduli dan membuka diri. Kedekatan ini menumbuhkan rasa nyaman di antara mereka hingga rahasia pribadi Dion terungkap, memicu benih cinta yang mulai terpendam di hati masing-masing.
Sampul Novel Gadis buta Milik CEO
8.8
Dunia Laras mendadak gelap setelah insiden tragis merenggut penglihatannya. Mantan mahasiswi ceria ini kini hidup menderita akibat perundungan penggemar fanatik Damar, CEO yang dulu ia cintai. Damar sempat menjauh demi kebaikan Laras, namun keputusannya justru berujung kehancuran bagi sang gadis. Kini, Damar kembali dengan penyesalan mendalam. Ia bertekad menebus kesalahan masa lalu dan berharap Laras mampu melihat ketulusan hatinya di balik kegelapan abadi.
Sampul Novel Hot Game
9.5
Kisah romansa modern ini menyajikan narasi khusus dewasa dengan kategori usia 21 tahun ke atas. Alur ceritanya berfokus pada dinamika hubungan yang intens dan penuh gairah, mengeksplorasi sisi emosional serta fisik dari para karakternya secara mendalam. Pembaca akan dibawa menyelami konflik percintaan yang matang, di mana setiap interaksi dirancang untuk audiens dewasa yang mencari cerita cinta dengan nuansa yang lebih berani dan juga provokatif.
Sampul Novel ISTRI YANG DIDUAKAN
8.3
Andini adalah sosok istri yang nyaris sempurna dengan paras cantik dan sifat mandiri. Namun, keharmonisan rumah tangganya hancur saat sang suami menuntutnya menjadi wanita yang lebih religius. Karena Andini enggan mengenakan jilbab, suaminya merasa ia bukan ratu yang ideal. Alasan inilah yang memicu sang suami untuk mencari selir dan menikah lagi dengan wanita lain yang dianggap lebih sholehah, meninggalkan Andini dalam luka pengkhianatan yang dalam.