Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Berpisah Karena Game Online

Berpisah Karena Game Online

Kehidupan rumah tangga Rani hancur berantakan akibat kegemaran sang suami bermain game online. Tak pernah terbayangkan olehnya bahwa hobi tersebut menjadi pemicu keretakan hubungan mereka yang semula harmonis. Kenyataan pahit harus dihadapi Rani saat ia mengetahui suaminya telah mengkhianati komitmen pernikahan mereka. Lewat dunia virtual itu, sang suami tega berselingkuh hingga akhirnya Rani terpaksa memilih jalan perpisahan yang menyakitkan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Satu tahun yang lalu ...

"Aku dipecat, Rani. Aku kehilangan pekerjaan!" ucap Mas Rudy sambil memberikan surat PHK dari tempatnya dia bekerja. Ia nampak lemas. Raut wajahnya cemberut. "Aku dipecat karena ada PHK besar-besaran di perusahaanku."

Pemecatan Mas Rudy merupakan hal yang kami takutkan sejak awal kami menikah. Sebab, kami sudah mendengar wacana akan ada PHK besar-besaran karena gelombang TKA yang masuk ke Indonesia waktu itu.

Sebenarnya, Mas Rudy adalah orang baik sebelum dirinya dipecat. Dia adalah sosok pria yang sangat bertanggung jawab dan patuh terhadap ibu mertua. Dia juga termasuk pria yang begitu lemah lembut. Bahkan, dia tak pernah meninggalkan ibadah sekalipun. Itulah mengapa, saat dia melamarku, tak ada keraguan sedikit pun di hatiku.

Akan tetapi, semuanya pun mendadak berubah di saat dirinya sudah dipecat dan kami tak memiliki penghasilan sama sekali karenanya.

Beberapa bulan di awal, kami hanya mengandalkan uang pesangon dari perusahaan Mas Rudy yang tak seberapa. Namun, rasanya uang itu tak cukup. Kami mengalihkan ke jualan, tetapi dagangan kami sepi dan berakhir ditutup.

Hingga suatu ketika, Mas Rudy bertemu dengan temannya saat masih bekerja dulu. Entah, apa yang sedang mereka bicarakan sampai-sampai Mas Rudy mulai mengabaikan kehadiranku.

Semenjak itu, Mas Rudy selalu pulang larut malam. Bahkan, pernah dia tak pulang selama dua hari saat aku hendak melahirkan. Bahkan, telepon ibu mertua tak pernah diangkat dan pesanku tak pernah dibalas. Waktu itu, aku benar-benar merasa sendiri karena orang-orang yang harusnya berada di dekatku tak ada di sampingku.

Untungnya, waktu itu aku punya seorang teman yang mau meminjami aku uang untuk lahiran. Bahkan, dialah yang menungguku melahirkan di puskemas. Dia jugalah yang begitu senang karena kelahiran puteraku.

Hari demi hari pun kami lalui. Kehidupan kami semakin susah. Aku jarang makan demi menghemat pengeluaran, bahkan tubuhku langsung turun drastis karena tingkat stress yang kualami waktu awal-awal melahirkan. Karenanya, ASI-ku sampai kering dan menyebabkan Radit terus menangis. Untungnya, waktu itu temanku yang memberikanku pinjaman datang dan kembali memberikan pinjaman kepadaku. Dan akhirnya, keadaan Radit kembali pulih usai diberi susu formula.

Sementara itu, Mas Rudy terus fokus dengan ponselnya yang terisi game online. Dia bahkan mulai berkata kasar seperti anj*ing, bangs*at, dan masih banyak kata kasar lainnya yang membuat telingaku sakit. Dia juga sering sekali berteriak di saat jam tidur dan membuat Radit selalu terbangun karena mendengar suara teriakannya.

Hingga, suatu hari aku meminta izin kepada Mas Rudy agar aku diizinkan bekerja mengingat keadaan ekonomi kami semakin sulit. Ditambah, Mas Rudy juga tak pernah kunjung dipanggil meski dirinya sudah menyebar surat lamaran sejak pertama dirinya dipecat.

"Mas, aku izin mau kerja lagi."

Mas Rudy yang fokus dengan game di ponselnya tak menjawab diriku. Lalu tiba-tiba, dia berteriak. "Tol*l! Aku kalah mulu dari tadi." Ia kemudian menoleh ke arahku. Lalu, menatapku dengan tatapan tajam. "Apa katamu tadi?"

"Aku izin mau kerja lagi, Mas."

"Kau gila? Kau kan ada Radit. Kalau kau kerja, siapa yang ngurus Radit dan rumah ini, Beg*k?" ucap Mas Radit yang sudah sering menamaiku dengan sebutan beg*k, t*lol, dan sejenisnya.

"Untuk sementara, aku minta tolong Mas Rudy yang jaga Radit sampai Mas Rudy dapat kerja," ucapku. "Tapi, kalau urusan rumah kayak masak, cuci, nyapu, tetap aku lakukan sebelum aku jalan kerja."

Raut wajah Mas Rudy langsung berubah masam. "Enak aja! Ogah!"

"Tapi, Mas, kalau kita gak segera cari kerja, kita dapat uang buat beli makan dan beli keperluan Radit dari mana?" tanyaku.

"Ya, pokoknya aku gak mau."

Aku pun waktu bahkan sampai memohon-mohon. "Tolonglah, Mas."

Namun, tetap saja, Mas Rudy tak mengizinkanku.

Akan tetapi, aku tak mendengar ucapan Mas Rudy dan lebih memilih menjadi istri durhaka. Urusan perut di atas segalanya. Aku bisa menahan lapar berhari-hari, tetapi aku tak akan tega kalau sampai melihat anakku kelaparan lagi.

Karenanya, Mas Rudy mulai melakukan KDRT kepadaku saat mendengar aku berhasil diterima kerja di tempat laundry.

Kami juga sering bertengkar karena hal itu dan sering mengungkit pekerjaanku.

"Kenapa kau tak bilang kalau kau bekerja hah?" tanya Mas Rudy yang langsung mengunci pintu rumah usai aku ketahuan bekerja di tempat laundry. Mas Rudy bahkan sampai membawa Radit juga yang aku titipkan kepada tetanggaku dengan upah lima ribu per hari. Kemudian, dia segera memberikan Radit kepadaku.

Aku pun langsung memeluk Radit dan mendekapnya. "Kenapa aku harus bilang kepadamu, Mas? Sementara, kehidupan kita sudah sangat kesusahan. Ditambah, kau sendiri tak mau berusaha mencari kerja. Kalau aku tak bekerja, mau dapat dari mana uang buat makan dan beli susu buat Radit?"

"Aku bukannya tak mau cari kerja, Rani!" teriaknya hingga membuat Radit yang berada di pelukanku menangis. "Tapi aku belum dapat panggilan kerja. Kau paham tidak dengan posisiku?"

"Aku selalu paham, Mas, tapi Mas Rudy sendiri tak pernah paham dengan diriku," ucapku yang mulai mendebat ucapan Mas Rudy. "Aku juga kerja seperti ini karena untuk membiayai kehidupan kita, Mas. Bukan yang lain."

"Halah! Terserahlah apa katamu! Aku capek debat sama kamu terus! Tiap aku ngomong, pasti kamu lawan aku!" Mas Rudy langsung pergi detik itu juga dari hadapanku.

Malamnya, Mas Rudy mendiaman diriku. Tak ada sepatah kata yang terucap dari bibirnya. Bahkan, makanan yang kusiapkan untuknya sampai tak dimakan. Ia bahkan tak tidur di ranjang yang sama denganku.

Esoknya ....

"Aku tak masalah kalau kerja. Aku pun tak masalah kalau aku jaga Radit," ucap Mas Rudy tiba-tiba. "Aku juga mau mengurus rumah sampai aku dapat kerja."

Aku yang sedang menyiapkan sarapan untuk Mas Rudy langsung sumringah mendengar ucapan Mas Rudy.

"Tapi ... ini semua gak gratis," ucap Mas Rudy. "Kau harus tetap membayarku. Kau kira, ngurus anak dan rumah gratis? Semua harus serba bayar."

Aku pun tak bisa menolak. Aku terpaksa menerimanya. Asal, aku tetap bisa bekerja.

Semenjak itu, aku mulai giat bekerja. Aku bahkan mengambil full shift agar bayaranku juga full.

Namun, aku justru merasa seperti dimanfaatkan oleh Mas Rudy. Ia selalu meminta uang kepadaku setiap tiga atau empat hari. Dia bahkan tak pernah lagi menyebar surat lamaran dan lebih banyak menghabiskan waktu bermain game. Bahkan, dia juga sampai membuat popok Radit penuh karena tak diganti sejak pagi. Dia juga bahkan tak memberi Radit makan.

Aku pun murka. Setiap pulang, aku selalu bertengkar hebat dengan Mas Rudy dan membuat diriku makin muak.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bujang Kaya Jadi Budak Cinta
9.4
Erhan adalah bujangan kaya yang ramah namun ceroboh dalam urusan asmara. Ia sering memicu konflik keluarga karena terang-terangan menggoda kekasih para sepupunya agar berpaling padanya. Namun, tantangan sesungguhnya muncul saat ia jatuh hati pada seorang wanita dingin yang sinis terhadap pernikahan dan cinta. Kini, Erhan harus berjuang keras membuktikan ketulusannya. Mampukah sang miliarder meyakinkan wanita itu bahwa ia telah menjadi budak cinta sejatinya?
Sampul Novel Moments And Memories
9.6
Evelina adalah siswi cerdas nan jelita yang sulit membuka hati. Ia kembali bertemu Nox Cyril, pemuda kaya raya yang menyimpan trauma masa kecil, namun Evelina justru melupakan sosoknya. Rumitnya romansa mereka kian pelik saat Lucas sang model ternama, Frans si pakar IT, dan Owen sang pewaris medis raksasa hadir di hidupnya. Akankah memori masa lalu Evelina pulih? Mampukah perasaan yang terpendam tersampaikan di tengah bayang-bayang rahasia lama mereka?
Sampul Novel Pelarianku: Pernikahan Kontrak
7.9
Lima tahun mendampingi Adrian membangun kejayaan, aku sadar hanya menjadi bayangan Annika, mantan kekasihnya. Adrian berulang kali mengabaikan nyawaku demi wanita itu, membuktikan bahwa aku hanyalah pengganti yang bisa dibuang. Lelah terjebak dalam sangkar kebohongan, aku memutuskan pergi saat dia kembali memilih Annika di kapal pesiar. Demi kebebasan, aku mengambil alih posisi adiknya untuk menikahi seorang pria misterius yang cacat.
Sampul Novel Pelayan Ranjang Maduku
9.6
Kalila adalah wanita karier sukses yang selama dua tahun rela menyokong gaya hidup mewah keluarga Arkan, suaminya. Meski sering diperingatkan sahabatnya bahwa ia hanya dimanfaatkan, Kalila tetap bertahan atas nama cinta. Namun, kesabarannya habis saat pengorbanannya tak lagi dihargai. Ia pun memilih bersikap dingin dan memutus semua dukungan finansial bagi mertua serta adik iparnya. Kini, Kalila bertekad berhenti menjadi tumpuan bagi mereka yang tidak tahu berterima kasih.
Sampul Novel Rahasia Hati Sang Pewaris
8.0
Siti, gadis desa yang gigih, tak sengaja bertemu Reza, putra mahkota bisnis perhotelan yang menutupi jati dirinya. Perbedaan kasta memicu ketegangan hebat di antara mereka, namun takdir justru menyeret keduanya ke dalam pusaran misteri kelam yang berbahaya. Di tengah kepungan dusta dan ancaman nyata, mampukah perasaan tulus mereka bertahan? Inilah kisah perjuangan cinta melawan rahasia besar di balik kemegahan harta dan kasta sosial yang memisahkan.
Sampul Novel Satu Malam Bersama Bos
7.9
Dikhianati sang kekasih membuat Kirana terpuruk hingga ia tak sengaja melewati malam tak terlupakan bersama Adrian, pria asing yang ternyata bos barunya di kantor. Kini, Kirana terjebak dalam dilema antara profesionalisme kerja dan tarikan perasaan yang kuat. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang menyakitkan dan rahasia besar mereka, mampukah hubungan keduanya bertahan menghadapi ketatnya dunia bisnis serta luka hati yang belum sepenuhnya sembuh?