Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Berpaling Darimu

Berpaling Darimu

Aris mencoba sabar menghadapi sikap dingin Bella di tengah hubungan rahasia mereka yang terhalang restu. Perseteruan abadi antar keluarga memaksa keduanya bersembunyi, namun Bella justru semakin abai. Di titik jenuhnya, Aris justru menemukan kehangatan dari sosok Ana. Perhatian tulus yang diberikan Ana perlahan mulai mengikis perasaan Aris pada Bella, hingga hatinya kini beralih sepenuhnya pada wanita lain yang lebih menghargai kehadirannya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Ya pak' Jawab Ana sopan.

Setelah tiba di dekat majikannya itu.

"Duduklah!" Peritah Aris.

Sembari mengisyaratkan tangannya agar gadis itu duduk di sofa yang ada di sampingnya itu.

"Baik pak" Sahut Ana.

Lalu duduk di sofa yang di maksud oleh majikannya itu.

"Ana, mungkin semenjak kedatangan Elios tempo hari, dan juga keluargaku ke sini hari ini aku yakin sekali kalau di benakmu kau pasti terus-terusan bertanya, mengapa bisa mereka selalu mengejek dan mengiramu kekasihku bukan?" Tanya Aris.

Matanya menatap ke arah gadis itu

"liiiiya pak' Sahut Ana membenarkan.

Wajahnya tampak memerah saat mengakui itu.

"Awalnya kami memang tidak akan pernah memberitahu pada siapapun selain orang-orang yang hanya menjadi kepercayaan kami, tapi berhubung kau juga terlibat di dalam masalah ini, jadi aku memutuskan untuk memberitahu kebenarannya padamu" Ujar Aris menjelaskan.

Ana sempat kebingungan dengan maksud pria itu, tapi Ana tetap duduk manis dan mendengarkan dengan baik apa yang akan di katakan oleh pria itu selanjutnya.

Sebelum Aris meneruskan ucapannya,

Aris terlebih dahulu menarik nafasnya lalu membuangnya kembali, karena ini pertama kalinya dia menceritakan hal pribadinya kepada orang lain.

"Aku dan Bella hanya menikah Siri, bahkan di saat awal pernikahan kami sampai saat ini, kedua belah pihak keluarga kami tidak tahu menahu soal itu, mungkin kau sempat tak percaya dengan ucapanku, tapi itulah kernyataannya, aku memang sengaja menceritakan ini padamu, alasannya hanya karena aku ingin agar kedepannya kau tetap tutup mulut dan tidak menanyakan apa-apa kepada semua kerabatku kalau sewaktu-waktu mereka berbuat hal yang sama lagi, aku harap kau dapat memaklumi mereka, kau tak usah melakukan apa-apa, kau hanya cukup diam menanggapi ucapan mereka semua" Pesan Aris.

"Walaupun saat ini status kami memang sudah bukan suami istri lagi, akan tetapi aku tetap tidak mau kalau berita ini sampai tersebar ke khalayak dunia luar, jadi aku harap kau bisa menyimpan rahasia ini rapat-rapat dari orang lain, kau bisa bukan?"Tanya Aris penuh harap.

".iya pak, Ana jamin, Ana akan berusaha semaksimal mungkin untuk tetap menjaga rahasia bapak, jadi bapak tak perlu khawatir tentang ini"' Sahut Ana seraya tersenyum ke arah pria itu.

Jujur saja Ana sempat terkejut saat mengetahui kalau kedua majikannya itu hanya menikah Siri, mengapa bisa keduanya hanya menikah siri, memangnya ada masalah apa dengan keluarga mereka? begitu pikir Ana.

Tapi Ana memilih untuk membungkam mulutnya dari pada harus menanyai soal kehidupan majikannya itu secara mendetail.

"Aku percaya padamu! kalau begitu sekarang kau boleh kembali ke kamarmu, aku hanya ingin memberitahumu soal itu,"

Ujar Aris menjelaskan.

"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu' Jawab Ana sopan. Lalu berdiri dari duduknya meninggalkan ruang tamu.

******

Entah mengapa semenjak Ana mengetahui kalau kedua majikannya itu sudah bercerai rasanya Ana benar-benar sudah menjadi canggung pada majikannya itu, pedahal dulunya Ana tak pernah merasa secanggung ini walaupun di rumah hanya ada mereka berdua.

"Ana bersiaplah secepatnya! aku akan sekalian mengantarmu ke sekolah terlebih dahulu sebelum ke kantorku hari ini,"

Pesan Aris pada gadis itu sebelum dia meninggalkan meja makan.

"Baik pak' Sahut Ana.

Ana pun langsung cepat-cepat membereskan piring kotor yang ada di atas meja lalu menyucinya.

Setelah menyelesaikan pekerjaan dapurnya barulah Ana bergegas pergi ke kamarnya.

Sesudah penampilannya tertata rapi,

Ana pun langsung buru-buru keluar dari kamarnya.

Di lihatnya majikannya itu sudah menunggu di ruang tamu, saat Aris melihat Ana sudah ada di sana, Aris pun langsung buru-buru keluar rumahnya berjalan ke arah mobilnya yang ada di garasi.

"Masuklah!" Perintah Aris.

Sesudah pintu Mobilnya sengaja ia buka dari dalam, demi mempersilahkan gadis itu agar duduk di sampingnya.

"Apa tak apa-apa kalau Ana duduk bersebelaham dengan bapak?" Batin

Ana. Dia sempat termangu karena pria itu menyuruhnya untuk duduk di depan.

"Tunggu apa lagi? ayo masuk!" Ujar Aris lagi saat melihat gadis itu masih mematung di luar.

"Aah baiklah' Sahut Ana akhirnya. Lalu duduk di samping majikannya itu.

Setelah itu Aris pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

"Cantik sekali gadis ini hari ini, Gumam Aris dalam hati.

Tanpa sadar bibirnya membentuk senyuman tipis saat melihat gadis itu.

Sementara Ana hanya diam mematung di tempatnya, saat ini tubuhnya terasa gemetaran, entah mengapa setelah status majikannya itu sudah menjadi duda rasanya Ana canggung sekali berdekatan dengannya, bahkan duduk bersebelahan seperti ini saja jantungnya langsung deg-deg an seperti sehabis berlari maraton.

Sepanjang perjalanan keduanya hanya diam membisu, sampai akhirnya mobil Aris sudah terparkir di halaman sekolahnya.

"Saya turun dulu pak' Pamit Ana.

"Terimakasih sudah mengantarkan saya ke sekolah" Lanjutnya lagi seraya ingin bergegas keluar mobil.

"Ana tunggu dulu!"

"Kenapa pak?" Sahut Ana seraya menolehkan wajahnya pada pria itu.

"Ini ambilah! untuk keperluanmu sehari-hari" Ujar Aris seraya memberikan uang ratusan ribu beberapa lembar kepada gadis itu.

"Ah tak apa pak, tak usah' Tolak Ana.

"'Ambil saja! bukankah uangmu kemarin hilang? kalau kau tak punya uang kau akan kelaparan seharian di sekolah, lagi pula bukankah mulai hari ini kau mulai mengikuti Bimbel sehabis pulang sekolah?"

"Tapi pak, Ana tak bisa menerimanya, bapak sudah terlalu banyak membantu Ana."

"Baiklah kalau kau masih keberatan menerima uangku, anggap saja uang ini sebagai pinjamanmu padaku, jadi saat kau gajian nanti aku akan memotongnya, bagaimana?"

Ana pun langsung berpikir kembali, kalau di pikir-pikir apa kata majikannya itu ada benarnya juga, tanpa uang bagaimana dia akan berbelanja, lagi pula Uang tunjangan yang biasa di berikan oleh majikannya itu kemarinnya juga sempat Ana tolak, karena dia masih mempunyai uang sisa yang cukup berkat bonus dari majikannya itu.

"Baiklah, Ujar Ana akhirnya seraya mengambil uang itu dari tangan pria itu.

Setelah Aris melihat gadis itu sudah memasuki gerbang sekolahnya, Aris pun langsung melajukan mobilnya kembali menuju ke Kantornya.

"Hey aku baru saja melihatmu keluar dari sebuah mobil yang sangat mewah, apakah itu mobil majikanmu?" Tegur Sheri saat melihat sahabatnya itu sudah memasuki gerbang sekolah, Sheri pun langsung berlarian menghampirinya.

"Ya, Sahut Ana datar seraya tetap meneruskan perjalanannya ke kelas.

"Wah majikanmu baik sekali, sampai ke sekolah pun kau di antarkan olehnya, aku jadi penasaran ingin bertemu dengan majikanmu itu" Ujar Sheri seraya mengetuk-ngetuk kepalanya sambil membayangkan rupa majikan sahabatnya itu.

"Udah ah! mending kita piket dulu, mumpung lonceng belum berbunyi, Ujar

Ana memperingatkan.

"Ahhh iya aku lupa,' Sahut Sheri seraya langsung mempercepat langkah kakinya untuk menyaingi sahabatnya itu.

******

Sepanjang perjalanan Aris menuju

Kantornya bibirnya terus saja menyunggingkan sebuah senyuman, bahkan mulutnya juga sekali-kali menyenandungkan sebuah lagu.

"Sepertinya hari ini moodku tengah bagus sekali, mungkin gara-gara Rey memberitahuku kalau beberapa hari ini produk perusahaanku mulai merajalela di pasaran yang ada di Indonesia, senang sekali rasanya akhirnya semua kerja kerasku selama ini mulai membuahkan hasil, Batin Aris.

Setibanya di Kantor.

"Pagi pak direktur?"

Sapa satpam kantornya Aris saat melihat direkturnya itu tengah berjalan mendekat ke arahnya ingin memasuki Kantornya.

"Pagi" Sahut Aris seraya tetap terus menerus tersenyum.

"Wah ada apa ini dengan pak direktur? dia barusan saja menyahut sapaanku, bahkan senyuman yang lebar" Gumam satpam itu seraya menatap ke arah direkturnya dengan bibirnya juga ikut meyunggingkan sebuah tatapan tak percaya.

Sesampainya di dalam kantor.

Hal yang sama juga terjadi lagi, setiap semua karyawan Aris yang kebetulan berpas-pas an dengannya itu, juga melakukan hal yang sama persis seperti yang di perbuat oleh satpam itu, bahkan karena saking tidak percayanya mereka dengan penglihatan dan juga pendengarannya, semua karyawan kantornya itu, sampai harus menyakiti salah satu bagian tubuhnya agar mereka bisa terbangun dari mimpi konyolnya itu, tapi di saat mereka melakukan tindakan bodoh itu mereka merasakan kesakitan, akhirnya mereka pun benar-benar yakin kalau semua yang mereka alami saat ini adalah kenyataan, bukan sebuah mimpi tidur belaka.

Sepeninggal Aris.

"Wah apakah Mood pak direktur tengah baik hari ini? bahkan dia juga menjawab sapaan kita, Bisik-bisik para karyawannya.

"Ya, aku sampai tak habis pikir laki-laki berwajah datar dan cuek sepertinya bisa melakukan hal yang sangat langka seperti tadinya' Sahut yang lainnya.

"Hahaahhh apa kalian tak tahu? pak direktur sebentar lagi akan menyebar undangan"Ujar Wisnu menyela para temannya itu.

"Menyebar undangan? memangnya kau tahu dari mana?" Ujar semua karyawati yang ada di situ berbarengan.

Jujur saja mereka sempat merasa patah hati saat mengetahui laki-laki yang diam-diam mereka idam-idam kan itu akan segera menikah.

"Tentu saja aku tahu, kalau kalian tak percaya akan ucapanku tak apa' Sahut

Wisnu acuh seraya langsung pergi menuju ke Toilet untuk memberitahu seseorang.

Sementara para wanita itu hanya saling melemparkan pandangan satu sama lain saat mendengar ucapan ngawurnya Wisnu itu. mereka masih tak percaya dengan kata-kata pria itu, karena mereka tahu sendiri Aris itu orangnya bagaimana.

Tut... panggilan terhubung.

"Hallo." Sahut Rika dari seberang sana.

"lbu ada berita baik hari ini Ujar Wisnu memberitahu penuh antusias.

"*Apa itu?"

"Pak Aris pagi ini bersikap begitu ramah pada semua karyawan kantor, bahkan muka datarnya itu selalu di hiasi dengan senyuman*" Ujar Wisnu bercerita.

"Wah benarkah? ini benar-benar kabar yang sangat membahagiakan, akhirnya

Anak tunggalku satu-satunya itu lembaran hidupnya yang baru akan segera dimulai senang sekali rasanya mendengar kabar bahagia ini darimu' Sahut Rika.

Sudah lama Rika tak pernah melihat senyuman anaknya itu, gara-gara pasca pernikahannya dan Bellena tidak mereka restui, bahkan Rika sampai mati-matian mencarikan calon istri untuk anaknya itu, tapi semuanya ditolak secara mentah-mentah oleh pria datar itu.

"Ya, saya hanya ingin memberitahu ibu soal itu, kalau begitu teleponnya akan saya akhiri dulu" Ujar Wisnu meminta izin.

"Ya" Sahut Rika.

Tak lama setelah itu telepon pun sudah berakhir.

.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belang si Janda Kembang
8.5
Lima tahun membina rumah tangga, Amy dan Tesla belum juga dikaruniai buah hati. Amy telah berupaya maksimal melalui medis hingga terapi spiritual demi mewujudkan impiannya. Namun, tekanan besar datang dari ibu mertuanya, Dialin, yang sangat mendambakan cucu. Dialin bahkan nekat menjodohkan Tesla dengan Arem, seorang janda muda di lingkungan mereka. Kini, Amy terjebak dalam dilema besar: merelakan suaminya berpoligami atau memilih jalan perceraian yang menyakitkan.
Sampul Novel Bertukar Pasangan
8.4
Pertemuan tak sengaja di kapal pesiar memicu ketertarikan terlarang antara dua pasangan muda. Marc dan Valerie merasa terpikat oleh Dylan dan Laura, begitu pula sebaliknya. Didorong rasa penasaran yang memuncak, Dylan mengusulkan ide gila kepada istrinya untuk bertukar pasangan selama satu hari. Keputusan berisiko ini membawa mereka ke dalam hubungan dewasa yang penuh gairah. Akankah eksperimen ini berakhir begitu saja, atau justru mengungkap misteri kehidupan baru?
Sampul Novel CEO itu Tunanganku
8.8
Dua dekade berlalu, Melisa masih menanti cinta masa kecilnya hingga hatinya mati rasa. Saat mencoba membuka hati, ia justru terjebak pria oportunis. Di sisi lain, Rommy kembali dari perantauan sebagai sosok perkasa namun membawa luka lama. Meski Rommy datang melamar, Melisa justru menolak tanpa tahu mereka telah dijodohkan sejak kecil. Di tengah cobaan yang bertubi-tubi, mampukah rahasia perjodohan itu menyatukan kembali takdir cinta mereka yang sempat terputus?
Sampul Novel Hasrat Wanita Desa
8.7
Dalam novel modern Hasrat Wanita Desa, Erfan adalah seorang pemuda yang dikirim oleh keluarganya untuk mengemban tugas penting: memimpin cabang perusahaan di wilayah pedesaan. Mengira tugasnya akan biasa saja, Erfan justru dihadapkan pada situasi tak terduga. Desa tersebut ternyata dipenuhi oleh deretan wanita cantik nan menggoda. Kehadiran mereka yang memikat terus menguji pertahanan diri Erfan, membuatnya terjebak dalam pusaran godaan yang sulit ia kendalikan.
Sampul Novel Jangan Ada Dusta di Antara Kita
8.6
Demi memulai hidup baru tanpa jejak, Gina membulatkan tekad untuk melenyapkan seluruh informasi mengenai identitas aslinya. Keputusan krusial ini diambil agar tidak ada satu orang pun di masa lalunya yang mampu melacak keberadaannya lagi. Meskipun sempat membuat pihak operator terkejut, permintaan penghapusan data tersebut tetap diproses. Kini, Gina harus menunggu dengan sabar selama dua minggu hingga seluruh prosedur pembersihan identitasnya selesai sepenuhnya demi mewujudkan pelarian misteriusnya.
Sampul Novel Janur Kuning di Rumah Tanteku
9.5
Ningsih tak menyangka wanita yang mengasuhnya adalah selingkuhan sang ayah. Di hari pernikahannya, Ningsih tiba-tiba raib hingga posisinya digantikan oleh Febi, putri kandung tantenya. Setahun berlalu, Ningsih kembali dan mendapati sepupunya telah menjadi istri Rey. Meski sudah beristri, Rey yang masih mencintai Ningsih berniat menjalin kasih kembali. Kini, Febi harus menghadapi dilema besar saat orang ketiga hadir di tengah rumah tangga paksa mereka.