Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel BERONDONG PERKASA

BERONDONG PERKASA

Danny Sasmita sering mengintip tetangga barunya, Camelia, menggunakan teropong. Suatu hari, ia bergegas menolong Camelia yang histeris karena kecoak. Namun, warga salah paham hingga memaksa mereka menikah meski terpaut usia jauh. Di tengah tekanan sosial dan tanda tanya mengenai status Camelia, mantan tunangannya muncul kembali setelah dua tahun berpisah. Kini Camelia terjebak dalam dilema antara suami mudanya atau pria dari masa lalu yang datang kembali.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Saya terima nikah dan kawinnya Camelia Wulandari Binti Almarhum Iman Santoso dengan mas kawin cincin emas tiga gram dibayar tunai!" ucap Danny Sasmita dalam pakaian setelan jas hitam pinjaman papanya menjabat erat tangan penghulu yang menikahkan dia malam itu.

"Bagaimana saksi? Apakah sah?" tanya penghulu berkacamata bening seraya menoleh ke sisi kanan dan kiri meja di tengah ruang tamu.

"SAH!"

"SAH!"

Papa Danny menepuk-nepuk punggung putera nomor duanya tersebut. Kakak laki-laki Danny masih kuliah di Perth dan justru belum berniat menikah. Situasi mendesak karena tekanan para warga lingkungan mengharuskan pernikahan kilat ini terjadi. "Dan, bagaimana pun kamu sudah jadi kepala rumah tangga sekarang, jadilah suami yang baik dan bertanggung jawab ya. Jangan sakiti istri kamu baik secara verbal maupun fisik, nanti Papa marah kalau kamu begitu!" pesan Pak Haryono Sasmita.

Sembari mendekati Danny dan papanya, Pak RT pun berkata, "Selamat menempuh hidup baru ya, Mas Danny. Berhubung sudah malam, saya dan rekan-rekan warga kampung sini ingin pamit pulang. Permisi!"

Pemuda yang baru saja dinikahkan paksa itu hanya bisa tersenyum tipis disertai helaan napas berat. "Baik, Pak RT. Maaf nggak bisa menjamu para tamu sekalian karena acaranya mendadak!" jawab Danny sopan sembari mengantarkan tamu-tamu tersebut sampai ke teras depan.

Nyonya Rina Sasmita menyusul Danny lalu berkata, "Dan, kamu sudah sah jadi suami Camelia. Sebenarnya, Mama juga masih merasa gundah. Menantu Mama itu masih belum sadar dari pingsannya, sana kamu tengok di kamar tidurmu saja. Jelaskan dengan hati-hati tentang pernikahan kalian ini. Mama nggak berani berharap banyak, lakukan saja dulu, oke?"

Danny pun mengangguk, dia tak jauh berbeda dengan mamanya, sama-sama gundah. Bisa jadi Camelia menolak keras pernikahan tersebut dan itu wajar. Siapa pula yang mau dinikahkan paksa oleh warga kampung? Sebagian besar kesalahan juga Danny penyebabnya.

Pintu kamar tidur ala bujangan itu dibuka lalu ditutup dan dikunci dari dalam oleh Danny. Dia melayangkan pandangannya ke atas tempat tidurnya. Masih berbalut handuk sang pengantin wanita yang tadi dia nikahi barusan.

Dengan perlahan Danny duduk di tepi ranjang seraya memperhatikan wajah ayu yang damai itu lekat-lekat. Sebersit senyuman terukir di bibir Danny, dia tahu bagian terberatnya ketika Camelia terbangun dan dia harus menjelaskan tentang pernikahan mereka.

Jam dinding telah menunjukkan pukul 23.15 WIB. Sudah hampir tengah malam, dia pun lelah menghadapi para warga kampung tadi. Mereka ngotot menuduhnya telah berbuat maksiat bersama Camelia, seribu satu alasan tak ada satu pun yang diterima. Menikah adalah harga mati konsekuensi kesalah pahaman yang terjadi di rumah wanita itu.

"Hoamph! Ngantuk banget deh, tidur dulu lah!" gumam Danny setelah menguap lebar. Dia mencopot setelan jas pinjaman papanya lalu membersihkan badan di kamar mandi. Setelahnya barulah dia membaringkan diri di sisi kosong tempat tidur berukuran queen size itu. Tak lupa Danny menyelimuti tubuh molek yang takut dia sentuh itu dengan bed cover bergambar Spiderman miliknya.

Lama sekali Danny menunggu Camelia tersadar. Namun, dia kalah oleh rasa kantuk yang melanda. Malam seolah-olah berlalu cepat seperti terbang sejenak membawa dirinya ke alam mimpi. Tidur nyenyak Danny harus berakhir tatkala dia dikejutkan oleh jeritan histeris wanita yang memekakkan gendang telinganya.

"KYAAAA!"

"BUK BUK BUK!" Camelia memukuli badan Danny yang terbaring di bawah selimut yang sama hanya berbalut celana boxer saja menggunakan bantal yang tadinya dia pakai.

"Ampun ... ampun!" Danny berusaha menangkap bantal lalu melemparkan benda itu ke lantai.

"Dasar biadab! Apa yang kamu lakukan sama aku, Mas?!" tuntut Camelia berurai air mata disertai tatapan penuh kebencian.

"Tolong tenang dulu, Sayang!" ucap Danny jengah dalam situasi serba salah itu.

"Gimana mau tenang?! Aku nggak pakai baju begini dan kamu-kamu tidur sekasur sama aku!" Camelia beringsut menjauh seraya menarik selimut yang menutupi tubuhnya. Dia tadinya berbalut handuk dan justru terlepas di atas seprei karena bergerak-gerak saat tertidur tadi.

Danny menggaruk-garuk kepala bingung bagaimana menjelaskan situasi sesungguhnya. "Lia-aku ngaku memang salah. Tapi dengerin dulu!" ucap Danny berusaha menenangkan wanita yang telah sah jadi istrinya itu.

"Cepat katakan sebelum aku teriak!" tukas Camelia jutek. Dia tidak bisa menerima dirinya dinodai pemuda ABG yang berusia jauh di bawah usianya.

Danny menghela napas lalu berbicara dengan suara stabil. Jangan sampai Camelia salah paham, pikirnya. "Pertama-tama, aku harus jelaskan kalau semalam kamu pingsan di dapur setelah melihat kecoak. Apa kamu masih ingat kalau aku yang memeluk kamu agar nggak ketakutan?" ujarnya yang ditanggapi anggukan perlahan ragu-ragu oleh Camelia

"Lalu kenapa aku di sini?" tanya Camelia seraya mengedarkan mata ke sekeliling ruangan, "ini kamarmu 'kan?"

"Iya. Aku lanjutin dulu ya ngomongnya, Lia Sayang!" balas Danny berusaha sabar.

"Jangan panggil 'sayang', kamu bukan pacarku atau apa pun!" protes Camelia sengit.

"Tapi, kita sudah jadi suami istri semalam karena Pak RT dan warga kampung mendesak aku menikahimu malam itu juga. Aku sudah menjalani proses ijab kabul di hadapan penghulu, Lia!" Danny berusaha menjelaskan singkat dan padat. Tatapan mata mereka bertemu dalam emosi yang bercampur aduk.

"Nggak-kamu pasti bohong!" Camelia menolak penjelasan Danny seketika lalu berkata dengan nada kasar, "aku mau pulang, pinjami aku pakaian yang layak dikenakan!"

"Rumahmu sekarang di sini bersamaku, Lia. Aku akan ajak kamu menemui papa mamaku yang turut hadir dalam proses ijab kabul semalam. Mereka maklum kita harus nikah kilat karena demi menjaga nama baikmu sebagai seorang wanita di lingkungan trmpat tinggal kita!" bujuk Danny. Dia berusaha meraih tangan Camelia, tapi segera ditepis kasar.

"Aku nggak bisa jadi istrimu kalaupun apa yang kamu katakan tadi benar adanya. Ini namanya nikah paksa. Kita tuh di zaman modern, Mas Danny. Kamu juga baru saja lulus SMA ... ini gila!" seru Camelia seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Ya sudah, kita temui Pak RT saja!" Danny pun menyerah lalu memilih bangkit dari tepi ranjang. Dia melangkah gontai menuju ke lemari baju lalu mengambil sebuah kemeja biru muda dan celana pendek. "Apa mau pinjam celana dalamku juga?" tanya pemuda itu canggung seraya menatap istri barunya yang cantik.

"Nggak usah. Nanti malah melorot, badanku kecil!" jawab Camelia dengan wajah tersipu malu.

Danny terkekeh lalu berdehem seraya menyerahkan dua lembar pakaian miliknya ke tangan Camelia. "Aku tunggu di luar ya, Lia!" ucapnya lembut.

"Makasih, Mas." Camelia menatap punggung pemuda itu yang bidang dan berotot. Dia pun menghela napas ketika pintu kamar tertutup rapat.

Danny berganti baju bersih yang masih tergantung di jemuran halaman belakang. Sebuah kaos dan celana selutut. Dia berniat menemui Pak RT bersama Camelia, seandainya memang wanita itu menolak pernikahan paksa tadi malam dan hal tersebut bisa dibatalkan maka Danny sudah legowo menerima keputusan terbaik untuk mereka berdua yang sama-sama tak siap berumah tangga.

Sebuah tepukan di bahu membuat Danny terlonjak sedikit lalu menoleh. Sosok itu sekali pun nampak murung tetap terlihat sangat cantik di matanya. 'Kuharap pernikahan ini nggak perlu dibatalkan!' lirih Danny dalam hati kecilnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 18 Kali Gagal Nikah
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga tanpa ikatan resmi membuat tokoh utama novel modern 18 Kali Gagal Nikah ini lelah. Suaminya, seorang pilot, telah 18 kali membatalkan pendaftaran pernikahan mereka di Kantor Catatan Sipil demi menolong murid perempuannya. Mulai dari ditinggal seharian hingga diturunkan di pinggir jalan, semua ia lalui sebelum akhirnya memutuskan pergi jauh ke Doma. Namun, kepergiannya justru membuat sang suami panik dan nekat menyusulnya demi memperbaiki hubungan mereka.
Sampul Novel Bad Duda
9.2
Edeline dihantui trauma mendalam yang membuatnya takut bersentuhan dengan pria. Namun, takdir membawanya menjadi dokter magang di rumah sakit milik Elvis Dalton, seorang duda arogan yang dikenal kejam. Meski awalnya saling membenci, benih kebutuhan mulai tumbuh di antara mereka. Keduanya adalah jiwa yang terluka oleh masa lalu dan penyesalan. Akankah pertemuan ini menyatukan kepingan puzzle hidup mereka, ataukah semesta justru memisahkan dua insan yang penuh luka ini?
Sampul Novel I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku
8.9
Alan, wanita kutu buku, terjebak pernikahan tanpa cinta dengan CEO arogan, Gavin Wildberg. Gavin justru menjalin hubungan gelap dengan adik angkat Alan, Aluna. Derita Alan memuncak saat ibu mertuanya mengusir dan memaksanya bercerai karena dianggap buruk rupa. Di titik terendah saat ingin mengakhiri hidup, seorang pria menyelamatkannya dan mengungkap identitas asli Alan. Kini, sebagai pewaris takhta konglomerat, Alan kembali untuk menuntut balas pada mereka.
Sampul Novel Jaring Kebohongan Suami Miliarderku
9.6
Sebagai istri miliarder teknologi bernama Kian, aku adalah penenang jiwanya. Namun, ia justru memberikan dana medis adikku kepada selingkuhannya demi suaka kucing. Saat kecelakaan tragis merenggut nyawa adikku, Kian membiarkanku terluka demi wanita itu. Puncak pengkhianatan terungkap saat aku ingin bercerai; pernikahan kami ternyata palsu dan penuh tipu daya. Kini, aku menghubungi pria dari masa laluku untuk membalas dendam dan menghancurkan kerajaan Kian.
Sampul Novel Ketika Dunia Hancur, Ia Memilih Wanita Lain
8.9
Dunia Calla hancur saat putrinya kritis di ICU. Di tengah kesendiriannya menggenggam tangan si kecil yang kian dingin, suaminya, Ares, justru menghilang. Ares lebih memilih menjemput cinta pertamanya, Lyanna, yang baru kembali. Saat napas sang buah hati berakhir, Calla meratap dalam sunyi sementara Ares asyik berpesta dan berdansa memeluk Lyanna. Tanpa sadar, kebahagiaan semu itu harus dibayar mahal dengan kehilangan keluarga dan kepercayaan Calla selamanya.
Sampul Novel KETUA OSIS
8.6
Budaya diskriminasi terhadap siswa beasiswa di sekolah elit Taruna Bangsa membuat Eva Nur Shafaah, sang ketua OSIS, kehilangan harga diri di mata murid lain. Hidupnya kian pelik saat ia berselisih dengan Artanabil Hibrizi, pemimpin geng Kompeni sekaligus cucu pemilik sekolah yang sangat berkuasa. Arta memaksa Eva menjadi babunya tanpa perlawanan. Di tengah hubungan toxic ini, ketulusan Eva diuji oleh sikap brengsek Arta dalam dinamika remaja yang keras.