Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Belang si Janda Kembang

Belang si Janda Kembang

Lima tahun membina rumah tangga, Amy dan Tesla belum juga dikaruniai buah hati. Amy telah berupaya maksimal melalui medis hingga terapi spiritual demi mewujudkan impiannya. Namun, tekanan besar datang dari ibu mertuanya, Dialin, yang sangat mendambakan cucu. Dialin bahkan nekat menjodohkan Tesla dengan Arem, seorang janda muda di lingkungan mereka. Kini, Amy terjebak dalam dilema besar: merelakan suaminya berpoligami atau memilih jalan perceraian yang menyakitkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku tarik napas pelan dan aku hembuskan secara perlahan, tidak ada guna berdebat dengan mama hanya akan menimbulkan sakit di kepala. Aku berlalu menuju dapur, meninggalkan mama seolah tidak terjadi apa-apa. Aku simpan buah yang tadi aku beli lalu aku masuk ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian, aku harus bergegas sebelum sore beranjak dan berganti malam, menu makan malam harus sudah tersaji sebelum Tesla pulang.

"Mama tidur di sini?" tanyaku pada wanita itu.

Tampak dia sedang membuat segelas kopi--minuman favoritnya, sudah biasa mama membuat sendiri minuman untuknya bila berkunjung ke rumah kami. Kata mama kopi buatanku tidak sesuai seleranya. Tidak mengapa, aku sama sekali tidak tersinggung. Malah sebaliknya, aku senang. Dengan begitu, aku tidak perlu repot bila mama datang.

"Enggak, Mama cuma singgah. Habis nganterin anak teman pindahan," jawabnya ditingkahi suara klinting sendok, yang beradu dengan gelas kopi.

Aku diam saja karena fokus mengeluarkan aneka bahan masakan dari kulkas, rencananya aku akan memasak dimsum udang--makanan kesukaan suami tersayang.

"Kalau begitu tunggu Tesla pulang saja, biar nanti diantar," ujarku.

"Kesorean, Papamu sudah di jalan kok dari kantor langsung jemput Mama kemari," jawab mama sebelum menyesap pelan kopi panasnya.

Mama menikmati kopinya di beranda belakang rumah, aneka tanaman bumbu dapur seperti: kunyit, serai, lengkuas, dan cabai. Menjadi pemandangan, yang selalu membuatnya kagum padaku. Mama pernah berkata: Andai rahimku sesubur tanaman yang kutanam, lima tahun pernikahan mungkin telah berbuah lima anak yang menggemaskan. Yah mama benar seharusnya aku sudah memiliki lima anak, andaikan anak-ana itu seperti boneka, atau tubuhnya bisa dibentuk dari adonan terigu. Namun, sepertinya mama lupa bahwa seorang anak, tidak jadi hanya dengan ritual seks saja.

Seorang anak hadir adalah atas izin dan kuasa Tuhan, Tuhanlah yang berhak menentukan. Siapa yang akan diuji dengan hadirnya seorang anak, siapa pula yang akan diuji dengan tidak hadirnya seorang anak. Ada orang yang tiba-tiba hamil hanya karena diperkosa, sementara aku yang berhasil menjaga kesucian hingga ke pelaminan, nyatanya belum juga hamil, meski setiap malam melakukan ritual seks dengan lelaki yang halal. Semua itu tentu atas kehendak-Nya, tugasku adalah berusaha dan terus berbaik sangka. Jika memang Tuhan percaya, suatu saat aku pasti hamil juga.

Setengah jam berlalu, saat aku tengah asik meracik bumbu terdengar sapaan salam di pintu. Papah mertuaku datang untuk menjemput istrinya, setelah sedikit berbasa-basi mama dan papah pun pamit pergi.

***

Pukul 21.30 WIB. Tesla belum juga tiba di rumah. Sebenarnya tadi dia sudah menghubungi aku dan mengatakan kalau masih ada, yang harus dia kerjakan di luar sana. Firasatku mengatakan Tesla kini sedang berada di rumah mamanya, biasanya memang begitu. Aku tidak mempermasalahkan, bukankah wajar seorang anak mengunjungi orang tuanya?

Mengapa aku tidak diajak?

Mungkin ada hal penting yang harus mereka bicarakan, bukan karena aku tidak boleh tahu tapi karena memang bukan hal urgen, yang aku harus segera tahu. Biasanya nanti Tesla akan bicara padaku, meminta pendapatku, baru setelah itu dibicarakan lagi bersama, untuk mempertimbangkan usul dariku. Karenanya aku tidak pernah cemburu, bila Tesla mengunjungi orang tuanya tanpa aku.

"Assalamualaikum," sapa Tesla di ambang pintu kamar.

Akhirnya, sosok yang aku pikirkan itu berdiri nyata di depan mata. Senyumnya bak tetes hujan yang membasah keringnya tanah, di musim kemarau.

"Waalaikumsalam. Sayang, kamu sudah pulang? Maaf ya, Amy gak dengar," sesalku sambil menghampiri dan menyalami tangannya.

Sejak kami pindah ke rumah sendiri, Tesla selalu membawa kunci cadangan. Alasannya sederhana tapi membuat aku berbunga-bunga.

"Aku kan sering pulang malam, kasihan kamu kalau harus bangun hanya untuk membukakan pintu," begitu alasannya.

Sementara Tesla berganti pakaian, aku ke dapur untuk memanaskan dimsum yang aku buat sore tadi. Entah apakah dia sudah makan atau belum, tugasku adalah menyiapkan.

"Sayang, aku sudah makan di rumah Mama, sini temani aku istirahat!" ajaknya. Benarkan dugaanku dia mampir ke rumah mamanya.

Aku membaringkan badan di sebelah Tesla. Kusandarkan kepala pada lengannya wangi aroma sabun yang menguar dari tubuhnya, membuat aku sedikit bergairah. Entahlah, mengapa aku selalu bergairah. Bukan karena besarnya keinginan untuk hamil saja, bagiku seks adalah kebutuhan yang selalu wajib dipenuhi Tesla untukku.

"Sayang, besok malam bisa pulang lebih awal?" tanyaku pelan.

"Hem … sepertinya bisa. Besok enggak terlalu banyak kelas," jawabnya, setelah terlebih dulu mengecup puncak kepalaku.

"Mau ke mana?" tanyanya, dengan tatapan menggoda.

"Dokter Dira, beliau minta kita datang berdua," jelasku.

dr. Dira, Sp.Og, dia adalah dokter kandungan tempat aku berkonsultasi. Selama ini memang hanya aku, yang menemui beliau. Sementara Tesla memang belum pernah diperiksa.

"Dokternya Wanita? Apa tidak masalah aku diperiksa olehnya?" tanya Tesla cemas.

Tesla memang selalu cemas bila berurusan dengan medis, dan tenaga medisnya seorang wanita. Sampai saat itu aku masih berpikir suamiku seorang, yang suci dan sangat menjaga diri dari orang, yang bukan mahramnya. Namun suatu hari nanti anggapanku akan berubah seiring kenyataan, yang nanti kutemukan didepan mata.

"Gak apa, Sayang. Hanya tanya jawab saja, tidak disentuh-sentuh kok," pujukku.

"Baiklah tapi benar ya, hanya tanya jawab," tekannya.

Aku mengangguk dan tersenyum mesra padanya, Tesla mendekatkan bibirnya ke bibirku, dan sedetik kemudian kami tenggelam dalam permainan, yang menggairahkan. Permainan, yang pasti menjadi impian oleh setiap manusia normal. Permainan, yang halal dilakukan jika terikat pernikahan. Permainan, yang haram bila dilakukan dengan orang, yang bukan pasangan sah. Akan semakin haram bila dilakukan dengan cara berganti-ganti pasangan.

Aku bersyukur, karena mengenal permainan ini setelah aku menikah dengan Tesla. Permainan ini memang sungguh nikmat wajar saja banyak,yang terjerumus melakukannya padahal belum menikah. Aku ingat, beberapa orang temanku terpaksa putus sekolah karena katanya mereka hamil diluar nikah, akibat pacaran dan mungkin tergoda mencoba permainan, yang memacu gejolak gairah.

Semasa kuliah tidak sedikit juga temanku yang terjerumus ke dalam seks bebas, I

ironisnya alasan mereka beragam. Mulai dari menyenangkan hati sang pacar, sampai dengan untuk mendapatkan uang. Apapun tujuan mereka, alasannya pasti sama. Bermula dari coba-coba, menjadi ketagihan, dan menjadi kebiasaan. Itu jugalah alasan mengapa dulu aku tidak mau pacaran, jujur saja aku takut bila harus berciuman karena menurut cerita teman-temanku yang pacaran, mereka melakukan ciuman. Aku tidak mau begitu, aku takut ketagihan, takut menjadi terbiasa, dan aku takut terjebak pada bisikan setan.

"Pacarmu akan merajuk, bila kamu tidak mau dicium. Apa bedanya teman sama pacar, kalau cuma jalan-jalan dan makan? Menjadi pacar itu dapat lebih dari apa yang didapatkan teman," papar mereka.

Ketika aku bertanya, "Apakah harus berciuman bila kita pacaran?"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LXJ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LXJ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alena dan Andrio (Sekuel Dendam Anak Tiri)
8.9
Alena sempat meyakini bahwa membangun kehidupan rumah tangga bersama Andrio akan selalu dipenuhi kebahagiaan tanpa celah. Namun, realita pernikahan mereka ternyata jauh lebih rumit dan penuh rintangan dari yang ia duga. Meski berbagai konflik dan lika-liku tajam terus menguji kekuatan cinta mereka, Alena tetap bertekad mempertahankan sang suami. Inilah perjalanan romantis penuh haru yang membuktikan bahwa Andrio akan selalu menjadi milik Alena selamanya.
Sampul Novel Berselingkuh dengan calon suami adik ipar
9.0
Amel terjebak dalam pernikahan hambar bersama Andre, pria kasar yang tak pernah menghargainya. Di tengah rasa frustrasi, wanita 24 tahun ini justru menjalin hubungan gelap dengan Arman, calon suami dari adik iparnya, Bella. Bagi Amel, Arman adalah pelarian sempurna dari derita batin dan finansial. Meski bertahun-tahun tak terendus, rahasia mereka terancam saat Andre tiba-tiba ingin berubah. Akankah Amel memilih setia pada penebusan Andre atau tetap bersama selingkuhannya?
Sampul Novel Bertukar Pasangan
8.4
Pertemuan tak sengaja di kapal pesiar memicu ketertarikan terlarang antara dua pasangan muda. Marc dan Valerie merasa terpikat oleh Dylan dan Laura, begitu pula sebaliknya. Didorong rasa penasaran yang memuncak, Dylan mengusulkan ide gila kepada istrinya untuk bertukar pasangan selama satu hari. Keputusan berisiko ini membawa mereka ke dalam hubungan dewasa yang penuh gairah. Akankah eksperimen ini berakhir begitu saja, atau justru mengungkap misteri kehidupan baru?
Sampul Novel CEO in My Bed
8.6
Mahesa, pria kaya yang skeptis terhadap cinta akibat masa lalu kelam, mengajukan tawaran gila kepada Athalia. Ia berjanji membiayai pengobatan adik Athalia asalkan gadis itu bersedia menjadi teman tidurnya selama satu bulan. Di tengah tuntutan dingin sang CEO yang kerap merendahkan wanita, Athalia bertahan dengan ketulusan hatinya. Akankah pengabdian dan kasih sayang Athalia mampu meruntuhkan dinding keangkuhan Mahesa dan membuatnya percaya pada cinta?
Sampul Novel Hidden Baby Girl
9.1
Laras memutuskan pergi menjauh saat David menyuruhnya melenyapkan janin di rahimnya. Namun, pelarian itu tak lantas membawa ketenangan karena bayangan masa lalu terus mengejarnya. Bertahun-tahun berlalu, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang telah berubah total. Akankah mereka memilih bersatu demi sang buah hati, atau justru tetap pada jalan masing-masing meski benih cinta sebenarnya masih tersimpan rapat di dalam lubuk hati mereka?
Sampul Novel Kamu Menidurinya
9.6
Kepercayaan Alia hancur saat memergoki Fahmi berselingkuh dengan seorang psikiater bernama Misella. Dalam kemarahan besar, Alia melabrak mereka dan menuntut penjelasan atas pengkhianatan tersebut. Meski Fahmi bersikeras bahwa hubungan itu hanya kesalahpahaman tanpa kontak fisik, Alia sudah mengetahui kebenaran pahit di balik pertemuan rutin mereka. Baginya, perselingkuhan adalah pilihan sadar, bukan sekadar khilaf yang bisa dimaafkan begitu saja.