
BECOME YOURS
Bab 2
Jujur saja, Lydon menikmati setiap efek yang diberikan oleh wanita asing yang saat ini berada di bawah tindihan tubuhnya itu. Dahsyat.
Bibir wanita itu terasa lembut dan manis, bercampur dengan rasa red wine yang mewah.
Lidahnya bergerak dengan lihai. Menyelinap masuk ke dalam mulut Lydon yang dengan senang hati memberikan akses.
Ini bukan pertama sekalinya ia menerima ciuman dari seorang wanita. Namun,wanita ini terasa lain baginya. Terasa sangat nikmat. Entah bagaimana ia dapat menjelaskan itu semua.
Lydon merasakan darahnya kembali berdesir. Mengirimkan gelitik nikmat dalam kemelut Gairah yang mulai memuncak. Ia pun tidak mampu menahan diri untuk tidak membalas ciuman dahsyat memabukkan yang baru saja diterimanya.
'Ya Tuhan! Anak muda jaman sekarang sangat agresif. Apakah wanita ini sudah cukup umur untuk melakukan ini semua?' batin Lydon kembali bertanya sambil mempertahankan sisa-sisa kewarasannya. Ia berusaha menguasai diri yang hampir lepas kendali.
Jika dilanjutkan, ia tidak yakin bahwa mereka akan berakhir tanpa saling melucuti pakaian masing-masing.
Ini tentu saja bukan pengalaman pertama baginya. Walau Lydon juga terbiasa menolak dengan mudah setiap wanita yang datang menggoda. Bagi Lydon, jika ia yang menginginkan, maka dirinya lah yang akan datang.
Namun, entah mengapa kali ini terasa lain. Ada sesuatu pada wanita ini yang memberikan efek berbeda pada diri seorang Lydon. Ia menginginkan wanita ini dengan cara yang tidak dapat ia mengerti. Apakah ini karena efek minuman keras yang ia konsumsi tadi?
Entahlah.
Alih-alih menghentikan apa yang telah dimulai wanita asing yang mabuk itu, ia malah membiarkan dirinya terhanyut dalam gelora panas yang menyelimuti jiwa dan raga mereka.
'Damn! Lagi pula wanita ini sendiri yang menggoda dan menarikku untuk melakukan ini.' pikir Lydon mencari pembenaran sambil terus melanjutkan apa yang telah mereka mulai. Membiarkan dirinya bebas menikmati apa yang disuguhkan untuknya.
Tangan Lydon tidak tinggal diam kali ini. Ia mulai bergerilya menjelajahi setiap jengkal tubuh mulus di dalam dekapannya itu.
Gairah Lydon semakin terbakar saat lenguhan kenikmatan terlepas dari bibir ranum yang baru saja ia lepas itu. Bibir yang kini menjadi semakin merah dan basah akibat lumatan bertubi bibirnya.
Wanita itu mengangkat tubuhnya tinggi, kepalanya ditekan ke atas, memamerkan lebarnya yang putih dan jenjang.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu, Lydon segera mendaratkan bibirnya di sana. Memberikan kecupan-kecupan panas yang meninggalkan jejak-jenak merah. Seakan dirinya sedang meninggalkan jejak kepemilikan.
Sementara itu, tangannya kembali meremas pinggul ramping sang wanita di balik rok gaun yang kini sudah terangkat ke atas.
Dengan sekali sentakan tidak sabar, Lydon juga melepaskan celana dalamnya yang sejak di helideck tadi sudah menggodanya. Lalu tangannya yang besar membuka kaki sang wanita, dan memposisikan tubuhnya sendiri di antaranya.
Tangan Lydon tidak bisa berhalenti di sana saja. Ia menarik tubuh wanita itu hingga kini mereka saling duduk dalam posisi yang berhadapan. Lalu menarik gaun itu melewati kepalanya. Sebelum akhirnya kembali melanjutkan ciuman panas mereka.
Di saat yang bersamaan, Lydon jeut ga mulai menanggalkan satu persatu pakaiannya sendiri. Hingga kini mereka telanjang bulat.
Tidak ada lagi yang menjadi penghalang di antara keduanya.
Lydon kembali mendorong tubuh mungil yang liat dan liar itu ke atas tempat tidur. Melepaskan tautan bibir mereka untuk menatap wajah manis dan cantik di bawah tindihan tubuhnya itu.
"Siapa kau sebenarnya, hmm?" gumam Lydon pelan.
Tidak ada jawaban. Wanita itu malah melepaskan lenguhan penuh rasa nikmat lainnya. Matanya terpejam seakan sedang menikmati kenikmatan luar biasa itu. Ekspresi yang sangat luar biasa. Seakan Lydon tidak akan pernah bosan untuk menatapnya.
"Shit! Semua ini adalah keinginanmu! Kau mengerti?" geram Lydon sambil langsung mengulum kembali bibir indah merekah itu. Ia sa sekali tidak menunggu jawaban.
Untuk apa? Bahkan jika wanita itu menolak, ia tidak yakin mampu menghentikan semua ini.
Bibir Lydon turun ke bawah dan mulai mempermainkan dua puncak dada kemerahan milik sang wanita. Menjilat, mengusap, mengulum, lalu menggigit kecil. Sebelum akhirnya kembali membenamkannya ke dalam kuliman panjang dan panas.
"Aaahhh ..." Lenguhan indah dari bibir Rayya kembali membuat gairah Lydon membara.
Mulutnya berpindah dari satu bukit ke bukit yang lain. Terus seperti itu hingga dirinya puas bermain di sana, dan mulai membawa bibirnya semakin ke bawah. Menyusuri perut rata sang wanita.
Lydon menjilati pusar Rayya sekilas, dan tersenyum tipis saat mendapati wanita itu kembali menggelinjang nikmat. Desahan demi desahan terus terdengar. Sungguh, Lydon menyukainya. Sekaan itu adalah alunan musik yang sangat indah .
Ingin memberikan efek lebih dahsyat, Lydon pun tidak sedang untuk menurunkan bibirnya lebih ke bawah. Pada muara hasrat yang paling inti.
Ia melesakkan bibir ke sana, dan memainkan lidahnya dengan lihai.
Lenguhan panjang itu kembali terdengar. Diiringi dengan gerakan tubuh sang wanita yang semakin liar. Namun, tentu saja Lydon tidak berhenti di sana. Kini saatnya ia menuntaskan apa yang telah mereka mulai.
Lydon mengambil posisinya sambil membentangkan paha wanita di bawah tindihan tubuhnya itu semakin lebar. Lalu dalam sekali sentakan kuat, ia menyatukan tubuh mereka.
"Akh!" pekikan dari bibir ranum itu tidak terdengar nikmat.
Di tengah jalan, gerakan Lydon terhenti. Pekikan rasa sakit dari wanita itu membuatnya tercenung.
"What ...?" Lydon bergumam bingung.
'Benarkah? Benarkah wanita ini masih ... tapi, mana mungkin?' ia terus bertanya di dalam hati.
Namun, pergelutan panas mereka sudah terlalu jauh. Bagaimana pun ia harus menyelesaikannya. Dan Lydon bukan tipe lelaki yang mau menahan diri.
Ia tidak pernah menjadi sosok yang penyabar. Dan kali ini pun tidak!
Ia kembali menggerakkan pinggulnya maju mundur. Memasuki dan menarik kembali keperkasaannya dari dalam liang kenikmatan yang telah disuguhkan padanya.
Ritme awal yang pelan dan lembut, lalu berubah semakin cepat dan liar. Semuanya terjadi dengan begitu saja. Pekikan, lenguhan, serta desahan dari bibir indah itu pun kini mulai kembali terdengar indah. Bukti bahwa wanita itu juga menikmati permainan mereka.
Hingga akhirnya lenguhan panjang dari keduanya berpadu dalam irama yang saling bersahutan. Menyatakan bahwa keduanya telah mencapai puncak kenikmatan. Mereka merengkuh surga dunia bersamaan.
Semua terjadi begitu alami.
Dinding-dinding kamar serta deruan ombak yang diikuti dengan hujan deras di luar sana menjadi saksi apa yang mereka lakukan malam itu.
Dua anak manusia telah bersatu dalam hubungan tanpa ikatan.
One night stand!
Hal yang tidak seharusnya terjadi, malah terjadi.
'Ya, Tuhan. Jika ini mimpi, maka ini adalah mimpi ternikmat yang pernah aku rasakan.' pikir Lydon sambil memandangi wajah indah di bawahnya. Lalu ia menggeser tubuhnya ke samping, dan lelaki itu pun jatuh terlelap. Mengikuti wanita asing yang sejak tadi sudah mendengkur lembut di sampingnya.
Anda Mungkin Juga Suka





