Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Beautiful Pain

Beautiful Pain

Hati Audrey hanya terpaku pada Xander, pria dingin yang terus memberikan luka mendalam padanya. Meski berulang kali diabaikan dan ditolak secara kasar, Audrey tetap teguh memperjuangkan perasaannya tanpa rasa menyerah. Namun, ketegarannya runtuh saat menyadari kenyataan pahit bahwa Xander mencintai wanita lain. Terjebak dalam kehancuran dan rasa pedih, Audrey kini harus menghadapi kekecewaan besar. Akankah ia mampu bertahan di tengah cinta yang menyakitkan ini?
Bab
Bagikan

Bab 1

Sebuh pesta ulang tahun meriah dihadiri ribuan tamu undangan tampak begitu memukau. Dekorasi indah pesta ulang tahun itu sangat indah. Lampu kristal dan taburan bunga lily layaknya seperti berada di pesta ulang tahun putri raja. Para wartawan pun turut hadir mengabadikan moment ulang tahun sosok wanita yang sangat cantik yang sejak tadi menyambut para tamu undangan. Tak memungkiri banyak mata yang melihat sosok wanita cantik itu. Gaun berwarna gold dengan model royal gown sukses membuat sosok wanita cantik itu seperti seorang putri raja.

Skyla Audrey Russel—putri sang billionaire asal Italia itu terkenal selalu hidup dalam kemewahan. Tak tanggung-tanggung hanya demi pesta ulang tahun yang ke 23, Audrey mnegeluarkan uang jutaan dollar. Tapi apa pedulinya bagi Audrey? Uang bukanlah masalah. Bahkan hotel di mana Audrey berulang tahun saja adalah hotel mewah milik keluarga sang ibu. Ya, Audrey memang kerap dijuluki wanita yang sempurna. Tidak ada satu pun hal kekurangan yang dimiliki Audrey. Dan tak sedikit banyak yang iri pada kehidupan Audrey.

“Ma, Xander ada di mana? Kenapa sampai sekarang Xander belum juga datang? Dia ingat ulang tahunku atau tidak?” Audrey menjauh dari kerumunan para tamu undangan. Wanita itu menghampiri kedua orang tuanya yang tengah mengobrol dengan kedua orang tua Xander—tunangannya. Sejak tadi Audrey menunggu Xander datang ke pesta ulang tahunnya, tapi hingga detik ini Xander belum juga datang. Sungguh, Audrey ingin sekali tunangannya datang lebih awal tapi sayangnya Audrey harus menelan kekecewaan karena Xander tak kunjung datang.

“Audrey, sabarlah, Sayang. Pasti Xander akan segera datang.” Miranda—ibu Audrey memberikan nasihat pada Audrey agar jauh lebih bisa bersabar.

“Tenanglah, Princess. Xander mungkin sedang berada di jalan.” Athes—ayah Audrey mengelus pipi Audrey, menenangkan putrinya itu untuk tidak cemas terutama di saat pesta ulang tahun putri kesayangannya itu.

Audrey menghela napas kasar. Tak dipungkiri raut wajah Audrey begitu kecewa. Ini bukan pertama kali Xander datang terlambat di pesta ulang tahunnya. Bisa dikatakan setiap kali Audrey mengadakan pesta ulang tahun; maka Xander akan selalu datang terlambat. Bahkan Xander biasanya datang disaat pesta hampir berakhir. Alasannya? Jelas aja Xander akan mengatakan sibuk dengan pekerjaan. Walau weekend sekalipun, Xander akan tetap bekerja. Lagi dan lagi, Audrey harus bisa jauh bersabar menghadapi Xander. Rasa cinta yang terlalu kuat membuat Audrey seakan tak memedulikan apa pun.

“Marco di mana putra kita? Kenapa lama sekali?” Angela—ibu Xander berbicara pelan pada sang suami. Bukan hanya Audrey saja yang kesal karena Xander belum datang tapi Angela juga kesal. Padahal sebelumnya Angela sudah mengingatkan putranya itu untuk tidak datang terlambat di pesta ulang tahun Audrey.

“Ck! Anak itu memang benar-benar keterlaluan,” geram Marco emosi.

“Marco, mungkin saja Xander terjebak macet atau mungkin ada pekerjaan penting yang tidak bisa Xander hindari,” sambung Miranda yang berusaha bersikap bijak.

“Aku akan menghubungi putraku.” Marco mengeluarkan ponselnya dari balik jas, lalu menghubungi nomor putranya itu. Marco tidak bisa menunggu terlalu lama. Apa yang dilakukan Xander sudah keterlaluan. Marco tidak mungkin hanya diam dalam hal seperti ini.

Saat Marco tengah menghubungi putranya; tatapannya tak sengaja mengikuti tatapan semua orang—yang teralih pada sosok pria bertubuh tinggi tegap memasuki ballroom hotel. Tampak senyuman di wajah Audrey terlukis melihat sosok pria tampan yang terbalut jas berwarna hitam. Aura dingin dan tegas begitu memesona. Sorot mata yang tegas itu selalu membuat Audrey tersihir.

“Xander!” Audrey langsung menghamburkan tubuhnya ke tubuh Xander. Sayangnya pelukan Audrey itu tak terbalas. Xander bergeming kala Audrey memeluknya.

“Kau dari mana saja, Xander? Kenapa kau baru datang sekarang?” seru Marco seraya mematikan ponselnya yang tadi tengah menghubungi putranya itu. Tatapan mata Marco menatap Xander penuh tuntutan.

“Xander, kau dari mana, Sayang? Mommy sudah memintamu untuk tidak datang terlambat. Tapi kenapa kau datang terlambat, Nak?” tegur Angela menatap putranya itu.

“Maaf, ada meeting yang tidak bisa aku hindari.” Xander menjawab dengan nada dingin.

Xander Foster—tunangan Audrey itu memang terkenal sangat sibuk. Sebagai salah satu pengusaha muda ternama di Roma, Xander nyaris tak memiliki waktu untuk bersama dengan Audrey. Pria berdarah Amerika dan Italia itu memang selalu mengutamakan pekerjaannya ketimbang Audrey. Terbukti pekerjaan Xander lebih penting ketimbang ulang tahun Audrey.

“Kenapa kau selalu saja beralasan pekerjaan, Xander?” sembur Marco emosi.

“Paman Marco, aku mohon jangan memarahi Xander lagi. Terpenting Xander sudah datang, Paman. Aku mengerti kalau Xander sibuk dengan pekerjaannya, Paman,” jawab Audrey pelan dan lembut meminta Marco untuk tidak lagi marah pada Xander.

Well, jika ditanya tentang cinta Audrey pada Xander; maka luasnya samudera pun kalah dengan besarnya cinta Audrey pada Xander. Meski ribuan kali Xander mengecewakan Audrey rasanya Audrey tidak akan mungkin meninggalkan Xander. Kesabaran Audrey melebihi wanita mana pun yang ada di dunia ini. Seperti saat ini meski kesal sekalipun tapi Audrey akan berusaha mengerti Xander.

“Marco, apa yang dikatakan Audrey benar. Tidak usah diperpanjang lagi. Yang penting Xander sudah datang,” sambung Miranda berusaha bersikap bijak.

Marco akhirnya diam tak ingin memperpanjang masalah. Marco menyadari dia tak ingin merusak moment ulang tahun Audrey. Ditambah sejak tadi pun sorot kamera teralih ke arah Xander dan Audrey. Itu yang membuat Marco memilih untuk tak lagi mempermasalahkan Xander yang datang terlambat.

“Xander, lain kali kau harus meluangkan waktumu lebih banyak untuk Audrey. Kau boleh sibuk dengan pekerjaanmu tapi kau harus bisa membedakan mana prioritas utama,” tegur Athes pada Xander.

Xander terdiam kala mendengar ucapan Athes yang menyebut-nyebut tentang ‘Prioritas’, ingin rasanya Xander menjawab dengan tegas ucapan Athes. Tetapi Xander menyadari jawabannya akan tetap percuma. Pada akhirnya Xander tahu dirinya akan kembali dipaksa.

“Maaf. Lain kali aku akan berusaha datang tepat waktu.” Hanya kalimat itu yang bisa Xander ucapkan. Nada bicaranya tegas, dingin, dan matang.

Audrey tersenyum menatap Xander begitu lembut dan hangat. Sejak tadi wanita itu terus memeluk lengan Xander, seolah tak ingin Xander berjauhan darinya.

“Athes, lebih baik kita umumkan sekarang saja. Xander sudah ada di sini,” sambung Angela tak sabar.

Athes menganggukan kepalanya menyetujui ucapan Angela. Lantas Athes menatap para tamu undangan sekaligus para wartawan yang sejak tadi tidak henti menyorotkan kamera ke arahnya.

“Para tamu undangan, terima kasih sudah hadir dalam pesta ulang tahun putriku. Aku ingin memberikan kabar bahagia pada kalian. Tepatnya dua minggu lagi putriku akan menikah dengan Xander Foster.” Athes berucap dengan suara tegas dan lantang.

Suara tepuk tangan riuh terdengar kala mendengar ucapan Athes. Tampak semua keluarga turut bahagia. Terutama Audrey yang semakin memeluk lengan Xander. Audrey memancarkan wajah yang begitu bahagia. Namun, sayangnya tidak dengan Xander. Sejak di mana Athes mengumumkan pernikahannya dan Audrey; raut wajah Xander pun berubah. Sorot mata Xander menajam menahan amarah.

“Aku harus pergi.” Xander melepaskan tangan Audrey yang tengah memeluk lengannya itu. Pria itu langsung melangkah pergi dari ballroom hotel. Audrey terkejut kala Xander pergi. Pun Athes, Miranda, Marco, dan Angela juga terkejut melihat Xander yang pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun.

“Xander, tunggu aku.” Audrey berlari menyusul Xander. Awalnya Marco ingin juga menyusul tapi Angela menahan. Begitu pun dengan Athes yang ingin menemui Xander tapi Miranda menahan. Baik Angela dan Miranda ingin Xander dan Audrey berbicara berdua demi kelangsungan hubungan mereka.

“Xander!” Audrey berhasil menangkap lengan Xander kala pria itu menuju belakang hotel. Tempat di mana tak ada satu pun wartawan ataupun tamu undangan. Sepertinya Xander memang sengaja ingin jauh dari kerumunan.

Xander mengembiskan napas kasar. Pria itu bergeming memunggungi Audrey. Detik selanjutnya, Xander membalikan badannya menatap Audrey dengan tatapan dingin dan tajam.

“Kenapa ayahmu mengumumkan kalau dua minggu lagi kita menikah, hah? Bukankah aku sudah bilang padamu kalau aku belum mau menikah?” seru Xander meninggikan suaranya.

Audrey terdiam melihat amarah Xander. Audrey tahu sejak dulu Xander belum mau untuk diajak menikah. Padahal dirinya dan Xander sudah bertunangan tujuh tahun lamanya. Tapi sampai sekarang Xander menginginkan pernikahan mereka.

“Xander, aku tidak tahu. Selama ini bukannya Papaku dan Paman Marco akan mengatur tentang hubungan kita?” ucap Audrey pelan. Sungguh, Audrey sama sekali tidak tahu tentang pernikahan yang diadakan dua minggu lagi. Selama ini Audrey menunggu sampai Xander siap untuk menikah. Tapi sepertinya ayahnya dan ayah Xander-lah yang mengatur semua ini. Bisa dikatakan sejak di mana Audrey dan Xander dijodohkan, hubungan mereka memang kerap atas campur tangan kedua orang tua mereka. Tentu Audrey hanya menurut karena memang Audrey mencintai Xander tapi lain halnya dengan Xander yang selalu berontak jika diatur oleh keluarga.

Xander tersenyum sinis mendengar ucapan Audrey. “Sampai kapan kau hanya diam saja ketika diatur-atur, Audrey! Kau bukan lagi remaja! Usaimu sudah 23 tahun, Audrey! Harusnya kau bisa mengambil sikap! Jangan selalu mau diatur oleh keluargamu!” serunya menahan geraman emosi yang terbendung dalam diri.

Mata Audrey berkaca-kaca menatap Xander yang begitu marah. “Aku mau diatur karena aku mencintaimu, Xander. Aku terlalu mencintaimu. Aku ingin selalu ada di dekatmu. Kita juga sudah tujuh tahun bertunangan. Bukankah itu sudah waktu yang lama? Apa lagi yang membuatmu ragu, Xander?” tanyanya lirih.

Ya, Audrey dan Xander dijodohkan sejak mereka kecil. Harusnya tak ada lagi yang membuat Xander menjadi ragu tapi entah kenapa Xander malah terus-terusan menunda pernikahan mereka. Padahal Audrey ingin sekali segera resmi menjadi istri Xander—pria yang menjadi cinta pertamanya dan Audrey berharap Xander-lah cinta terakhirnya.

Xander kembali mengembuskan napas kasar. Emosi dalam dirinya mengumpul menjadi satu. Kemarahan pria itu terlihat begitu jelas. Sorot mata Xander semakin terhunus tajam. Bahkan pria itu tak memedulikan mata Audrey yang berkaca-kaca nyaris mengeluarkan air mata.

“Sejak awal yang menginginkan perjodohan sialan ini adalah dirimu bukan aku. Jika saja kau menghentikan perjodohan ini; maka sudah lama aku terbebas darimu.” Xander berkata sarkas dan langsung melangkahkan kaki meninggalkan Audrey—yang mulai menjatuhkan air mata membasahi pipi.

***

-To Be Continued

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bersama Kita Bangkit Dari Abu
8.0
Dalam kondisi hamil tua, mobilku ditabrak truk secara sengaja. Saat sekarat, aku menghubungi suamiku, Kian, namun ia justru mengabaikanku demi keluhan sakit kepala Florence. Pengkhianatan itu berujung tragis: bayi kami tewas dan kakakku kehilangan karier pianisnya selamanya. Kini, duka berubah menjadi amarah yang membara. Kian menganggap kami sampah, namun ia tak sadar bahwa kami akan bangkit dari kehancuran ini untuk menuntut balas atas semua penderitaan kami.
Sampul Novel Mamaku yang Cantik dan Pengagum Misteriusnya
8.0
Pasca dikhianati dan dijebak dalam cinta satu malam, Alisa kembali ke kotanya membawa anak kembar. Ia bekerja di bawah Marvin, CEO brilian yang ternyata menjalani kehidupan ganda sebagai Primus untuk menyembunyikan jati dirinya. Takdir menjadi rumit saat Alisa menyadari Primus adalah pria dari masa lalunya. Kini ia terjepit di antara dua identitas pria yang sama. Akankah rahasia Marvin terbongkar? Bagaimana reaksi sang CEO saat tahu ia sudah memiliki dua anak?
Sampul Novel My Mysterious Husband
9.7
Elsa Anindita menutup pintu hatinya rapat-rapat setelah dua kali gagal menikah. Di tengah keputusasaan, ia menerima tawaran pernikahan kontrak dari Alvaro, seorang pria difabel yang sebenarnya adalah CEO sukses yang tengah menyamar. Elsa setuju terikat janji suci demi mahar 500 juta rupiah. Namun, rahasia besar menyelimuti hubungan mereka. Siapa sangka, Alvaro adalah Dika, masa lalu yang dulu meninggalkannya di pelaminan. Akankah benih cinta tumbuh kembali?
Sampul Novel OBSESI DAN KEINGINAN
9.1
Andy Alf adalah CEO perfeksionis yang terobsesi pada keteraturan. Di sisi lain, Camille yang rendah hati bekerja di perusahaan Andy demi membiayai pengobatan kanker ibunya. Meski Andy sudah bertunangan dengan wanita cantik, ia justru terobsesi pada Camille hingga melakukan tindakan nekat. Hubungan mereka pun berubah menjadi romansa beracun yang penuh keterikatan emosional ekstrem. Di ambang kegilaan, mampukah keduanya bersatu setelah melewati ribuan perpisahan?
Sampul Novel PETUALANGAN KE KOTA PARIS
8.8
Pasca perceraian, seorang wanita muda memutuskan terbang ke Paris demi memulihkan jati dirinya yang hilang. Di tengah keindahan kota tersebut, ia bertemu seniman tampan yang mengubah pandangan hidupnya secara drastis. Hubungan mereka berkembang menjadi romansa yang sangat intens, dibalut dengan eksplorasi dunia seni yang mendalam. Perjalanan ini menjadi titik balik baginya untuk menemukan kembali gairah serta semangat hidup yang sempat redup di masa lalu.
Sampul Novel Rumah Tanggaku Hancur Karena Ibu Mertua
9.5
Demi melindungi kehormatan suaminya, Zahra rela berkorban dengan mengaku mandul setelah lima tahun membina rumah tangga. Namun, pengakuan palsu ini justru memicu kebencian di hati Fatimah, sang ibu mertua. Hilang rasa hormat, Fatimah kini bertekad menghancurkan pernikahan mereka dengan menjodohkan Roni kepada wanita lain. Tekanan besar muncul saat Roni dipaksa menceraikan Zahra, menguji kesetiaan di tengah campur tangan keluarga yang beracun.