Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bastard My Stepfather

Bastard My Stepfather

Dave Eshan Mahendra akhirnya menyerah pada pernikahan enam tahunnya dengan Dara Caroline. Di balik perselingkuhan istrinya, Dave ternyata memendam rasa pada putri tirinya, Clara. Kabar perceraian ini mengejutkan Clara yang ceria hingga ia mendatangi kantor Dave. Tak disangka, Dave justru menyatakan cinta padanya. Setelah bimbang cukup lama, Clara menerima perasaan itu. Namun, hubungan rahasia ini membawa Clara pada fakta tersembunyi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Selesai,” ucap Clara ketika selesai mengoleskan liptint di bibirnya. Manik matanya menatap kaca rias, mengamati penampilannya yang terlihat biasa. Hanya riasan tipis dan juga rambut dibiarkan tergerai. Dia hanya memberikan jepit kecil di pinggir, berusaha menahan agar rambutnya tidak ke depan.

Clara Caroline mengulas senyum manis ketika melihat tampilannya kali ini. benar-benar jauh dari kata glamour. Hanya kaos yang dipadukan dengan kemeja yang dibiarkan terbuka dan androk jeans diatas lutut, membuat kaki jenjangnya terlihat dengan jelas. Jika dibandingkan dengan dirinya yang merupakan anak tunggal dari seorang pemilik perusahaan besar, penampilan Clara kali ini sangatlah biasa, tetapi tidak mengurangi kecantikannya sama sekali.

Clara menarik napas dalam dan membuang perlahan. Dia mulai bangkit dan meraih sepatu kets di dekatnya. Dengan tenang, dia mengenakan dan langsung meraih tas yang tergeletak di meja belajar. Kakinya melangkah riang, menuju ke arah pintu kamar.

Clara masih terus bersenandung. Paginya memang selalu ceria dan penuh kebahagiaan. Bahkan dia merasa jika keluarganya begitu sempurna. Kedua orang tua yang begitu menyayanginya dan selalu memberikan perhatian untuknya. Meski keduanya sibuk bekerja, mereka tidak pernah lupa memberikan perhatian, sekecil apa pun itu dengan Clara. Terlebih menyadari jika papanya adalah papa tiri, tetapi menyayangi dirinya layaknya seorang anak kandung dan Clara bersyukur dengan itu. Tuhan memberikan semua kebahagiaan yang dia butuhkan.

Clara yang sudah berada di lantai dasar langsung menuju ke arah ruang makan. Kosong. Kedua orang tuanya belum turun di bawah. Hal yang tidak biasa karena biasanya keduanya sudah duduk dan menunggu dirinya. Namun, Clara tidak menaruh curiga sama sekali.

“Selamat pagi, Nona,” sapa seorang wanita dengan pakaian sederhana.

Clara yang baru akan duduk langsung tersenyum lebar dan menatap ke asal suara. “Pagi, Bi Nadia,” kata Clara.

“Hari ini Mama dan Papa belum keluar, Bi?” tanya Clara sembari meraih roti di depannya.

Bi Nadia yang mendengar terdiam. Dia baru akan membuka mulut dan mengatakan sesuatu ketika manik matanya melihat seorang wanita menuruni anak tangga. Suara ketukan sepatu terdengar dengan cukup jelas, membuat ruangan yang sempat hening kembali bersuara.

“Kalau begitu bibi ke dapur lagi ya, Nona,” ucap Bi Nadia dan mendapat anggukan dari arah Clara.

Hening. Clara hanya diam, melanjutkan makannya sembari menunggu sang mama yang masih melangkah ke arahnya. Hingga tidak beberapa lama, wanita rambut sebahu duduk di depan Clara dan tersenyum lebar.

“Pagi, Ma,” sapa Clara.

“Pagi juga, Sayang,” sahut Dara—mama Clara.

Clara mulai mengalihkan pandangan, menatap ke arah lain karena sang mama hanya datang sendiri. Manik matanya masih mengamati tangga, menantikan seseorang yang lain. Namun, lama dia menunggu, tidak ada yang terlihat sama sekali, membuat Clara kembali menatap sang mama dengan penuh tanya.

“Mama sendiri? Papa gak ikut sarapan?” tanya Clara, bingung karena biasanya kedua orang tuanya tersebut keluar secara bersamaan.

Dara yang baru saja menyantap makanannya menghentikan dan menatap putrinya lekat. “Dia sudah tidak di sini. Jadi, jangan tanyakan dia lagi,” jawab Dara, terdengar tegas dan penuh wibawa.

Namun, Clara yang masih penasaran mengabaikannya dan kembali bertanya, “Kenapa?”

“Karena mama dan papa akan berpisah. Kami sudah mengajukannya ke pengadilan,” jawab Dara, terkesan enteng dan tanpa beban.

Sedangkan Clara yang mendengar langsung terdiam dengan raut wajah kaku. Jantungnya seakan berhenti berdetak ketika mendengarnya. Keluarga yang selama ini terasa sempurna dan memberikan kebahagiaan untuknya hancur seketika. Hingga dia menatap ke arah sang mama, menelan saliva pelan dan menatap lekat.

“Kenapa kalian berpisah?” Clara masih penasaran, kenapa kedua orang tuanya harus berpisah? Padahal sang mama dan papa terlihat benar-benar harmonis selama ini. Tidak pernah terjadi pertengkaran sama sekali, membuat Clara benar-benar terkejut ketika mendengar kabar perceraian keduanya.

“Sudah tidak ada kecocokan dalam hubungan kami, Clara. Jadi, itu sebabnya kami memutuskan untuk bercerai. Lagi pula, hubungan yang dipaksakan juga tidak akan berakhir dengan baik,” jawab Dara, membuat Clara semakin terdiam.

***

Seorang pria dengan tubuh tegap dan rahang tegas tengah melangkahkan kaki. Raut wajahnya terlihat begitu tenang, tidak terlihat ekspresi sama sekali. Manik matanya masih fokus dengan jalanan di depannya. Beberapa karyawan yang melintas pun langsung menundukkan kepala, memberikan hormat, tetapi hal tersebut tidak menarik perhatian seorang Dave Eshan Mahendra—seorang pemimpin perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi.

“Dave.”

Dave yang mendengar panggilan tersebut langsung menghentikan langkah. Dia mulai mengalihkan pandangan, menatap ke asal suara, menatap seorang wanita dengan rambut sepundak yang tengah menatap ke arahnya.

“Tadi pagi aku ke apartemen kamu, Dave. Tapi sayangnya kamu gak ada,” ucap wanita tersebut ketika sudah sampai di depan Dave. Bibirnya mengulas senyum lebar, menatap pria di depannya lekat.

“Untuk apa kamu ke sini, Hayu?” Dave malah balik bertanya dan menatap lekat.

Hayu Ginela. Wanita tersebut semakin mengulas senyum lebar, membuat kedua sudut matanya semakin tertarik dan menampilkan senyum yang cukup manis. Ditambah dengan piawai Hayu yang begitu lembut, membuatnya tampak semakin sempurna. Sifat dewasanya menjadi nilai plus untuk penampilan wanita tersebut.

“Aku rasa kita tidak ada urusan kali ini,” imbuh Dave ketika tidak juga mendapat jawaban.

Hayu yang mendengar langsung mendesah kasar. Dia mulai melangkahkan kaki, menuju ke arah Dave. Tanpa aba-aba, dia langsung mendekap tubuh Dave dan meletakan kepala di ceruk leher pria tersebut.

“Aku merindukan kamu, Dave,” ucap Hayu, mengabaikan tubuh Dave yang sempat menegang. Hingga dia melepaskan dekapan dan menatap ke arah Dave lekat.

“Dave, kamu tidak merindukanku?” tanya Hayu dengan tatapan lekat dan tangan dikalungkan di leher Dave.

Namun, tidak ada jawaban sama sekali. Dave hanya diam, mengamati tingkah sahabatnya lekat. Sudah lama dia tidak bertemu dengan Hayu, membuatnya cukup heran melihat tingkah sahabatnya tersebut. Biasanya Hayu terkenal kalem dan tidak seagresif seperti saat ini.

Padahal baru satu tahun yang lalu aku bertemu dengan dia, tetapi sudah banyak perubahan dengannya, batin Dave, masih mengamati tingkah Hayu.

Hayu yang tidak juga mendapat jawaban langsung berdecak kecil dan menghentakkan kaki. “Aku padahal begitu berharap kamu merindukan aku karena kita sudah lama tidak bertemu, Dave,” ucap Hayu, memasang raut wajah kesal.

“Sebenarnya apa yang terjadi, Hay?” Bukan merespon ucapan Hayu, Dave malah bertanya hal lain, membuat wanita tersebut diam dan menatap lekat.

“Kalau ada yang mau kamu ceritakan, kamu bisa bercerita denganku,” ucap Dave serius.

“Jadi, ini alasan kenapa Papa dan Mama akan berpisah?”

Dave yang mendengar celetukan tersebut langsung menatap ke asal suara. Kedua matanya langsung melebar ketika melihat Clara sudah berada di depannya, menatap lekat dengan raut wajah datar.

“Clara,” gumam Dev, terkejut dengan kehadiran putri tirinya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Benci dan Cinta
8.3
Kematian tragis menyingkap kepalsuan dalam hubungan yang dibangun dengan pengorbanan. Di novel modern misteri Antara Benci dan Cinta, seorang wanita menghabiskan kekayaan dan energinya demi mengorbitkan sang kekasih yang terikat kontrak pacaran tiga tahun. Alih-alih membalas budi, pria itu berpaling pada wanita lain dan menyebutnya sekadar batu loncatan yang tidak menarik. Namun, setelah nyawa sang wanita melayang, penyesalan atau kegilaan misterius justru merasuki pria yang kini memeluk jasadnya.
Sampul Novel Bahagiaku Bukan Denganmu
7.9
Akibat pertengkaran hebat, Imron menceraikan Humaira demi menikahi Laras yang dianggapnya lebih menawan. Namun, penyesalan datang saat Laras terbukti gagal mengurus rumah tangga. Di balik itu, Laras menyimpan rahasia kelam yang mengancam masa depan mereka. Saat Imron bertemu kembali dengan Humaira yang kini tampil lebih memikat, niat untuk rujuk pun muncul. Akankah Imron bertahan dalam kepalsuan Laras atau berhasil mengejar kembali cinta masa lalunya?
Sampul Novel Bos Posesifku
9.5
Richard Lewis awalnya meremehkan Viola, sekretaris barunya yang cantik namun ternyata sangat cerdas dan tangguh. Terpikat oleh pesonanya, Richard berupaya keras memenangkan hati Viola meski sang wanita masih menutup diri akibat trauma pengkhianatan masa lalu. Lewat sikap posesif dan aturan ketat, Richard mencoba membuktikan kesungguhannya. Namun, Viola tetap bergeming. Akankah Richard berhasil meluluhkan Viola di tengah persaingan dengan dua pria lainnya?
Sampul Novel Can You See Me?
8.6
Rallin Natasha dikenal sebagai siswi populer di SMA Grand Nusa yang tampak selalu ceria. Namun, di balik senyumnya, ia menyimpan luka akibat kebencian keluarga atas kesalahan yang tidak ia perbuat. Kehilangan sosok berharga dan perjuangan mengejar cinta yang tak terbalas menambah beban hidupnya. Di tengah penderitaan yang disembunyikan dari dunia, Rallin merasa lelah dan mulai mempertanyakan apakah ia bisa segera pulang ke pelukan Tuhan.
Sampul Novel Gelora Panas Sekretaris Seksi
8.4
Pasca dikhianati dan ditinggal kekasihnya, Kayla bertekad membalas dendam kepada Miranda yang menjadi pemicu perpisahannya dengan Bisma. Di tengah luka hati, ia melamar sebagai sekretaris pribadi Jason, seorang pria tampan yang langsung terpikat oleh pesona fisik dan kecantikan Kayla. Demi ambisinya, Kayla berjanji memberikan kepuasan yang jauh melampaui apa pun yang pernah Jason dapatkan dari Miranda sebelumnya dalam hubungan profesional yang provokatif.
Sampul Novel ISTRI YANG DIDUAKAN
8.3
Andini adalah sosok istri yang nyaris sempurna dengan paras cantik dan sifat mandiri. Namun, keharmonisan rumah tangganya hancur saat sang suami menuntutnya menjadi wanita yang lebih religius. Karena Andini enggan mengenakan jilbab, suaminya merasa ia bukan ratu yang ideal. Alasan inilah yang memicu sang suami untuk mencari selir dan menikah lagi dengan wanita lain yang dianggap lebih sholehah, meninggalkan Andini dalam luka pengkhianatan yang dalam.