Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bangkit Dari Kematian

Bangkit Dari Kematian

Keharmonisan rumah tangga Rianti dan Randi kini terancam oleh kemunculan kembali Monica. Membawa dendam masa lalu, Monica merasa pengorbanannya tak dihargai setelah Randi lebih memilih menikahi Rianti. Ia datang menagih janji pernikahan yang diklaim pernah diucapkan Randi, meski Randi keras membantah komitmen tersebut. Di tengah konflik dan misteri janji masa lalu ini, sanggupkah Rianti berjuang mempertahankan keutuhan pernikahannya dari gangguan sang mantan?
Bab
Bagikan

Bab 2

“ Gak, Tante. Mang mereka kenapa?” balik bertanya pada tante Tati yang memandangnya.

“Ah, papa, kirain Risa kenal sama mereka!” lanjut Tante Tati. 

“ Kalian duduk dulu ya, aku masuk sebentar ada sesuatu yang ingin aku berikan pada Maya!” kata tante Tati sambil berlalu.

Risa merasa ada yang ganjil dengan pertanyaan - pertanyaan Tante Tati padanya. Seperti ada makna dan maksud dibalik pertanyaan itu. Siapa ketiga nama yang disebut oleh Tante Tati. Baginya nama itu asing dan ketiga gadis itu tidak pernah dikenalnya.

Kembali muncul pertanyaan - pertanyaan di benak Risa. Hingga matanya tertuju pada sebuah foto yang terpajang di atas lemari hias.

“Merasa penasaran saat dia melihat foto itu, dari kejauhan dia melihat dirinya pada potret itu. Hanya pada orang yang ada dipotret itu sedikit agak gemuk darinya.

Risa pun mendekati potret itu dan memandangnya. 

“ Astaga, siapa dia, kenapa Risa seolah melihat potretnya sendiri.Lalu apakah yang tiga itu gadis yang disebut oleh Tante Tati?” pertanyaan berkecamuk didalam hatinya.

Maya yang melihat sahabatnya seperti kaget dan termenung memandangi potret itu, mendekati Risa.

“Kamu lihat Risa, gadis yang ada di potret itu?” tanya Maya padanya.

“Dialah Bunga, sahabat Vira anak Tante Tati!” ungkap Maya padanya.

“ Gadis itu sangat mirip denganmu, bahkan nyaris tak ada perbedaan kan?” tanya Maya pada sahabatnya itu yang seakan tak percaya dengan apa yang dilihat.

Apa mungkin diatas dunia ini ada orang lahir dikeluarga yang berbeda namun punya wajah yang sama. Bahkan seperti anak kembar nyaris tidak perbedaan.

Sekarang Risa tahu mengapa Maya mengajaknya ke rumah Tante Tati. Karena Foto itu.

Gadis yang ada di dalam foto itulah yang menyebabkan Maya mengajaknya.

Dari dalam Tante Tati datang dan mendapati Risa dan Maya sedang memandangi foto yang ada diatas lemari hiasnya.

“ Kamu sudah lihat ya Risa!” Tante Tati membuka suara.

“ Tadinya tante juga tidak percaya saat Maya cerita tentang kamu, sampai dia memperlihatkan foto kamu ke tante!”

“Mustahil diatas dunia ini ada orang yang sama persis. Bahkan anak kembar pun pasti akan ada perbedaan” Tapi bagaikan buah pinang dibelah dua” tutur Tante Tati.

“ Dan sampai hari ini aku melihat kamu sendiri!” Tante Tati melanjutkan ucapannya.

“Ya, ini tidak mungkin!” gumam Risa didalam hatinya.

“ Tapi apa yang kulihat ini, seakan nyata Tante!” ucapnya pada Tante Tati.

“ Tante siapa sebenarnya gadis yang mirip dengan saya di dalam foto itu?” tanya Risa.

“ Dia,Bunga sahabat Vira!” jawabnya sambil terus memperhatikan wajah Risa yang heran.

Permainan apa yang akan terjadi,

mengapa ini harus terjadi padaku,

Engkau, hadirkan aku keatas dunia,

Dengan segala anugerah yang Engkau berikan padaku,

Namun dibalik semua itu ada teka teki yang mungkin harus aku pecahkan sendiri.

Biasanya Risa bersama dengan Maya jika pulang kuliah, dengan naik angkot. Tapi kali ini Dia terpaksa pulang sendiri lantara Maya harus ke Perpustakaan Wilayah mencari referensi buat naskah drama yang dibuatnya.

 Di Atas angkot, Risa duduk di bangku paling dalam, di hadapannya seorang ibu paruh baya terus memperhatikannya.

Seakan ada sesuatu yang dicari pada wajah gadis itu.

“ Bunga..!” ibu itu mengucapkan nama.

“ Maaf bu, ibu kenapa?” tanya Risa pada ibu itu yang terus memandanginya. 

“ Eh, maaf nak. Gak papa!”ucap ibu itu pada Risa yang merasa aneh.

“ Tidak mungkin yang dihadapanku Bunga. Bunga sudah lama meninggal dunia!” gumamnya.

Risa sempat mendengar meninggal dunia. Tapi di tidak ingin mahu tahu, apa maksud ucapan ibu itu yang sesekali melirik dan memperhatikan dirinya.

“Kiri..bang!” teriak ibu itu yang ternyata sudah sampai ditempat tujuannya.

Sebelum turun, ibu kembali mengucapkan kata Bunga sambil melihat kepada Risa lalu tersenyum.

Sepanjang perjalanan Risa melamun, memikirkan sebuah nama yang pernah didengarnya.

Siapa Bunga, dan siapa ibu itu yang memanggilnya Bunga sebelum turun dari angkot.

“ Assalamualaikum!” Risna mengucapkan salam sambil menuju ke dapur.

“ Waalaikumsalam, eh anak ibu yang cantik sudah pulang!” balas ibunya yang menoleh kebelakang melihat Risna.

“ Ibuku yang cantik, bidadari surgaku, muach muach!” Risna memeluk ibunya sambil mencium  pipi ibunya.

Sungguh sangat bahagia mereka berdua. Siapapun yang melihatnya pasti akan cemburu. kedekatan antara ibu dan anak begitu sempurna

“Pasti anak ibu ini lapar ya?’ tanya ibunya

“Risa kan selalu lapar kalau belum makan masakan ibuku ini!” sambung Risa sambil menuju meja makan.

Dibukanya tudung saja yang didalamnya berisi lauk kesukaannya. Tahu sambal dan sayur tumis kangkung.

Dia pun tanpa basa mengambil piring dan mengisinya nasi dan lauk pauk. Disantapnya makanan itu dengan lahapnya.

Ibunya hanya geleng - geleng kepala melihat tingkah anak gadisnya itu.

“ Risa, kalau sudah makan, kamu istirahat saja. Pasti kamu capek!” kata ibunya dari dalam dapur.

“ Iya bu.” Ayah belum pulang bu?” tanya Risa.

“ Belum, mungkin agak malam, ayahmu pulang dari kantor, ada urusan kantor yang harus diselesaikan!” kata ibunya.

 jika suatu saat ketika kau menggigil

dalam remangnya jalinan kasih

bukan hal yang mustahil

jika jiwamu tak mudah tuk disentuh

cinta butuh pengorbanan

cinta tak hanya diam

cinta tak butuh jawaban

karena cinta adalah kehidupan

Risa tak pernah habis pikir kenapa Tante Tati, ibu yang bersamanya diatas angkot menyebutnya sebagai Bunga. Siapa sebenarnya Bunga ?.

Di dalam kamarnya, di melamun dengan kejadian - kejadian yang dialaminya beberapa hari ini.

Di rumah Tante Tati dan diatas angkot.

" Siapa sebenarnya Bunga?" batinnya bertanya.

Ada apa dengan Bunga. Membuatnya ingin tahu dan penasaran tentang Bunga.

" Ris, tunggu aku dong!" Maya memanggilnya yang berlari kecil menuju kearahnya.

"Gimana, hari kita jalan - jalan yuk ke mall!" ajak Maya sahabatnya yang berjalan di sampingnya.

"Boleh!" jawab Risa singkat.

Oo, iya May ada sesuatu yang ingin aku tanyakan!" ujar Risa pada sahabatnya itu

"Apa tuh, Ris!"

"Soal kejadian tempo hari di rumah Tante Tati!" Siapa sih Bunga yang disebut oleh Tanti. Aku jadi penasaran ingin tahu" Dan mengapa Tante Tati bilang aku ini mirip banget sama si Bunga!" tuturnya pada Maya.

" Hmm, nanti saya bawa kamu ke seseorang yang lebih tahu tentang siapa Bunga!" kata Maya.

Risa dan Maya mengambil Prodi yang sama di Universitas Hasanuddin Makassar.

Mereka sebenarnya tetangga di kampung hingga akhirnya Risa pindah ke kota lantaran Ayahnya pindah tugas karena terangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil di kantor Dinas Pendapatan Daerah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ah! Mantap Mas Ramli
8.6
Demi menghidupi tiga anaknya, Ramli bekerja pada pasangan CEO kaya yang belum dikaruniai keturunan setelah lima tahun menikah. Terdesak kebutuhan ekonomi, duda asal desa ini menerima tawaran fantastis dari sang majikan untuk menghamili istrinya, Vina. Hubungan terlarang yang awalnya demi uang ini berubah menjadi kenyamanan mendalam bagi Vina, terutama setelah ia mengetahui pengkhianatan suaminya yang berselingkuh. Di tengah konflik yang kian rumit, rahasia besar mengenai jati diri Ramli yang sebenarnya pun mulai terkuak.
Sampul Novel AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!
7.8
Selama ini aku rela menyokong finansial Mas Arya, bahkan menghidupi ibu dan adiknya saat gajinya tak mencukupi. Namun, pengkhianatannya dengan menikah lagi menjadi titik balik bagiku untuk berhenti peduli. Kini, biarlah ia memikul beban keluarga itu sendirian agar menyadari peranku yang selama ini ia remehkan. Aku enggan terus terjebak dalam pernikahan beracun ini. Masa depanku masih panjang, dan aku berhak mencari kebahagiaan tanpa dirinya lagi.
Sampul Novel Dewa Perang Terbaik
8.9
Daniel adalah sang Dewa Perang yang disegani. Dahulu, saat masa remaja yang sulit dan penuh kelaparan, seorang gadis kecil memberikan sekeping biskuit yang sangat berarti baginya. Kini, demi membalas budi atas kebaikan tersebut, Daniel memutuskan kembali ke kota asalnya. Ia bertekad melindungi sosok yang pernah menolongnya itu, yang sekarang telah tumbuh dewasa menjadi seorang wanita muda dengan paras yang sangat cantik jelita.
Sampul Novel Ikuti Saja Mau-Nya
9.5
Sering kali manusia merasa bahwa takdir yang digariskan Tuhan terasa tidak adil. Namun, kisah ini menyoroti perjalanan seorang hamba yang memilih untuk menjalani setiap skenario hidup tanpa keluhan berlebih. Dengan keyakinan penuh, ia percaya bahwa waktu akan membuktikan bahwa setiap keputusan Sang Pencipta adalah jalan terbaik. Melalui ketaatan dan kesabaran, ia membuktikan bahwa rencana Ilahi selalu membawa hikmah mendalam bagi hamba yang mau berserah diri.
Sampul Novel Impian yang akan terwujud
8.7
Dalam kisah dewasa muda yang inspiratif ini, aku memegang teguh keyakinan bahwa kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil akhirnya. Meskipun rintangan berat terus menghadang di setiap langkah, semangatku tidak akan pernah padam. Aku bertekad untuk terus memperjuangkan segala impian yang ingin kucapai tanpa ada niat untuk menyerah sedikit pun. Bagiku, tidak ada kata mundur dalam mengejar masa depan, karena setiap usaha pasti membawa keberhasilan.
Sampul Novel Kelakuan Papa Mertua
9.6
Kehidupan Riana mendadak kacau saat ia dipaksa menanggung konsekuensi atas tindakan sembrono papa mertuanya. Di tengah tekanan tersebut, ia mulai mencium gelagat aneh dari orang tuanya sendiri yang seolah mendukung situasi ini. Riana pun terjebak dalam teka-teki besar mengenai niat terselubung di balik sikap mereka. Apakah ada persekongkolan rahasia yang sengaja dirancang untuk menjebaknya? Kini ia harus mencari tahu kebenaran di balik drama ini.