Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Balada Sang Pemuas

Balada Sang Pemuas

Dibalik kepatuhan pada norma dan tata susila, Andre dan Nadia menyimpan rahasia tentang fantasi seksual yang liar. Kehidupan pernikahan mereka menjadi panggung eksplorasi imajinasi yang selama ini terbelenggu oleh aturan sosial. Kisah ini mengungkap sisi terdalam manusia saat mencoba membebaskan hasrat terpendam tanpa melanggar batasan moral. Sebuah perjalanan intim tentang bagaimana seseorang mengejar kepuasan sejati dan mewujudkan dambaannya yang paling personal.
Bab
Bagikan

Bab 2

Andre kini sudah duduk santai di depan di rumahnya. Sesekali menatap Nadia, istrinya yang tengah menyiapkan makan malam mereka.

“Ada-ada saja permintaan Pak Egar itu, komentar dan sikapnya selalu saja bikin orang emosi,” keluh Nadia istrinya sambil meletakkan piring berisi ikan nila yang baru digorengnya.

“Ada apalagi dengan Pak Egar. Dia masih sering menggodamu?” Andre memandangi tubuh semampai yang berjalan menuju freezer di sampingnya. Tubuh Nadia masih terbilang langsing dengan pinggul yang bertaut serasi dengan bongkahan pantat montok yang selalu bergetar mengiringi tiap langkah kakinya.

“Sungguh aku gak relaaa!” Bibir Andre mendesah pelan ketika teringat obrolan di kantornya tadi siang. Bagaimana mungkin dirinya membiarkan tubuh indah istrinya ditunggangi oleh lelaki lain atau bahkan teman-teman sekantornya.

“Apa? Bicaramu selalu saja pelan, bagaimana mungkin aku bisa mendengar, Ndre?” tanya Nadia.

“Oh, tidak. Aku hanya memanggilmu.” Andre memeluk istrinya dari belakang, membaui rambut tergerai yang masih sedikit basah. Tangannya mengelus lembut bongkahan pantat Nadia yang selalu saja membuatnya bergaiirah.

Telah sering Andre ingin mencoba lubang bagian belakang yang ada di tengah-tengah pantat istrinya itu. Tapi Nadia selalu menolaknya dengan berbagai macam alasan. Jijik, jorok, takut sakit, dan puluhan alasan lainnya.

“Sayang, aku masih terlalu capek hari ini. Aku tidak yakin dapat melayanimu malam ini. Bahkan mungkin aku akan langsung tertidur ketika menyentuh kasur,” keluh Nadia saat Andre meremasi pantat dan payu daranya.

“Hahaha, tenang sayang. Aku hanya ingin menawarkan sebuah liburan kepadamu. Apakah kamu bisa mengambil cuti untuk beberapa hari ke depan? Bukankah kamu belum mengambil cutimu tahun ini?” Andre mencoba mengingat-ingat, bahkan pada saat perkawinan mereka tiga bulan yang lalu, Nadia tidak dapat mengambil jatah cutinya. Semua gara-gara ulah Pak Egar, manager personalia salah satu bank swasta tempat Nadia bekerja.

“Liburan? Kemana? Kapan?” Wajah Nadia langsung berbinar. Mungkin inilah kesempatan untuk sesaat melepas semua rutinitas yang melelahkannya. “Aku yakin kali ini pasti bisa mendapatkan jatah cutiku!” sambungnya cepat, seakan takut suaminya menarik kembali tawaran yang sangat menggiurkannya itu.

“Besok lusa, kantorku mengadakan liburan ke salah satu villa di pesisir pantai. Rasanya sangat sayang bila kita melewatkan kesempatan itu. Hitung-hitung kita berbulan madu dengan gratis,” ucap Andre dengan senyum yang sedikit dipaksakan.

“Bersama rombongan kantormu?” tanya Nadia lengkap dengan dahinya yang mengkerut.

Nadia memang telah lama ingin berlibur dan berbulan madu. Tapi hanya berdua dengan suaminya. Dia sangat ingin mencoba beberapa busananya yang menantang. Berbagai busana yang memperlihatkan keindahan lekuk tubuhnya dalam berbagai balutan. Sengaja dia membelinya untuk bulan madu. Tapi..

Andre membaca rona kecewa pada wajah cantik itu.

“Kamu boleh mengenakan apapun yang kamu mau. Bahkan kamu boleh melakukan apa saja di sana.” Andre bingung sendiri dengan kalimat yang dilontarkannya. Kenapa dia justru begitu takut Nadia tidak bisa ikut dalam liburan kantornya kali ini.

“Tapi aku malu, di sana banyak teman-temanmu,” sergah Nadia ragu.

“Kenapa harus malu? Mereka hanya teman-teman sekantorku, bahkan beberapa dari mereka sudah pernah menginap di rumah kita. Ayolah sayang!” rayu Andre yang jantungnya mulai dag-dig-dug. Tak bisa dibayangkan jika Nadia benar-benar tak bisa ikut dalam permainan gila yang telah disusun Ricko dan disepakati bersama.

“Tapi, apakah nanti aku boleh mengenakan hadiah yang diberikan Angel pada saat perkawinan kita?” Nadia bertanya dengan pelan, takut mengundang kemarahan suaminya.

“Hadiah dari Angel?” tanya Andre sambil mencoba mengingat-ingat hadiah apa yang telah diberikan oleh staff yang menjadi istri simpanan atasannya itu.

‘Oh, dua lembar pakaian renang one Piece dan two piece, kenapa pula Angel menghadiahkan pakaian semacam itu di acara pernikahannya?’ Andre mengumpat dalam hati.

Dia sudah sangat yakin, jika istrinya mengenakan pakaian itu, maka tak ubah dirinya dengan sangat sengaja menjajakan dan mempersilakan tubuh istrinya untuk dijamah dan dilahap habis-habisan oleh semua teman-temannya.

“Ya, mungkin kamu bisa menggunakan salah satunya. Dan menurutku one piece tidak terlalu jelek untukmu,” timpal Andre cepat.

One piece adalah pilihan terbaik dari yang terburuk. Andre bahkan merinding ketika Nadia menyambut usulnya dengan wajah yang sumringah dan tersenyum bahagia.

Ruangan makan itu seketika menjadi senyap. Pasangan suami istri muda itu sibuk dengan pemikiran dan imajinasi masing-masing.

Tidak ada lagi percakapan serius hingga mereka selesai makan dan beranjak ke tempat tidur untuk menenangkan dan menyimpan semua imajinasi yang sempat memenuhi ruang kosong dalam diri mereka.

Pagi itu Andre melahap roti selai kacang dengan perasaan yang sedikit malas. Matanya terus memandangi tubuh Nadia yang dibalut seragam biru muda dengan list putih di setiap sisinya. Sungguh tubuh yang mempesona. Apalagi seragam itu melekat ketat di tubuh istrinya. Sangat wajar bila banyak lelaki yang tergoda dan menggodanya. Tidak terkecuali tua bangka Egar!

Tapi, heeyy, kenapa Nadia mengenakan seragam yang lebih ketat dari hari-hari biasanya? Tidak salah lagi. Itu adalah seragam yang telah lama dikeluhkannya karena sudah terlalu kecil untuk membalut tubuhnya yang semakin montok. Seragam itu bahkan telah lama tidak dia pakai untuk berangkat ke kantornya.

Rok span yang sudah terlalu kecil itu berhasil mencetak dengan indah segitiga celana dalam yang membalut bongkahan pantatnya yang padat. Lebih tinggi beberapa sentimeter dari rok yang biasa dikenakannya.

“Sebenarnya aku tidak yakin bisa mendapatkan cuti untuk liburan besok.” Suara Nadia mengagetkan lamunan Andre.

“Memangnya kenapa, Sayang?” tanya Andre sedikit gelagapan.

“Ya, kamu tahu sendiri bagaimana sikap dan tingkah laku Pak Egar. Aku tidak mau dia mengambil kesempatan atas permohonan cutiku nanti,” ucap Nadia sambil mengangkat roknya lebih tinggi saat mengenakan stockingnya. Andre bahkan dapat melihat celana dalam yang dikenakan istrinya. Dan dengan sangat cepat birahi Andre meletup dan terbakar.

“Ayolah Sayang, aku rasa kamu bisa sedikit menggoda Pak Egar untuk mendapatkan izin itu. Dan aku yakin kamu dapat melakukannya dengan sempurna.” Kalimat itu mengalir dari mulut Andre dengan dada yang bergemuruh.

Paha jenjang yang mulus terpampang di depannya, siapa yang tidak tergiur bila kaki indah itu melenggang dengan seksinya. Andre bingung dengan perasaan yang menyesak di dadanya. Entah kenapa dia kini justru ingin sekali memamerkan keindahan yang telah dia miliki itu kepada teman-temannya.

“Baiklah sayang. Semoga aku bisa melakukannya. Tapi kamu harus tahu, aku melakukan semua ini semata-mata hanya untuk kita. Ya, lebih tepatnya untukmu!” ucap Nadia yang telah siap dengan sepatu hak tingginya. Jemari lentiknya mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di samping televisi.

Andre kembali tertegun. Larutan dalam imajinasi liarnya. Andai saja dia tak punya, ingin rasanya membuntuti istrinya dan mengintip apa yang akan dilakukan istrinya pada atasannya itu.

Sudah cukup lama Andre mendengar tua bangka itu selalu menggoda dan sangat menginginkan istrinya. Nadia selalu bertahan dan tak pernah memberikan ruang buat atasnya itu untuk menggoda, padahal Andre sudah sangat sering memberinya izin. Andrenalin Andre selalu terbakar setiap kali membayangkan istrinya digoda lelaki lain.

“Pak Egar pasti akan terpana hari ini. Istriku bahkan sengaja memakai pakaiannya yang hampir saja tidak mampu memuat pantat dan buah dadanya.” Andre mendesah membayangkan wajah Pak Egar yang terkesima dan akhirnya dia pun berlari ke kamar mandi untuk menidurkan juniornya yang selalu cepat berdiri setiap kali berimajinasi.

^^^

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bertemu Karena Jodoh
8.2
Nasyira terbiasa menikmati kemewahan sebagai putri orang kaya, namun roda kehidupan berputar drastis saat hartanya ludes seketika. Nasib malang menimpa keluarganya ketika sang papa dinyatakan bangkrut total. Kehancuran finansial ini bukan tanpa alasan, melainkan akibat pengkhianatan keji yang dilakukan oleh adik kandung papanya sendiri. Kini, Nasyira harus menghadapi realita pahit setelah orang terdekat menghancurkan seluruh kejayaan mereka.
Sampul Novel Calon tunanganku yang direbut adik angkatku
8.2
Setelah bereinkarnasi, aku tidak lagi menjadi gadis lemah yang bisa ditindas. Saat Maudy, anak angkat di keluargaku, mencoba merebut Felix dan mempermalukanku di hari pemotretan pernikahan, aku memilih untuk melawan. Dengan keberanian baru, aku menamparnya dan mempertanyakan haknya atas calon tunanganku serta posisinya di Grup Setiawan. Kisah pengkhianatan, cinta, dan pembalasan dendam ini penuh dengan intrik keluarga kaya yang menuntut keadilan.
Sampul Novel CEO 1 Miliar Won
9.5
Kim Liu, pengacara muda yang selalu berbakti, terpaksa menyetujui perjodohan demi ibunya yang sakit parah. Ia menikah dengan Jung Jisung, CEO TJ Group yang kaya namun trauma akibat penculikan masa kecil. Meski awalnya dingin dan penuh rumor, Jisung perlahan luluh oleh ketulusan Liu. Namun, pernikahan rahasia mereka diguncang oleh kebencian ibu mertua, gangguan mantan kekasih Liu, serta intrik Song Minseo yang ambisius. Bisakah cinta tumbuh di tengah rahasia dan tekanan harta?
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Sampai Di Pelaminan
8.3
Lima tahun berpacaran tidak menjamin kebahagiaan bagi protagonis wanita setelah kekasihnya, seorang pengacara, membatalkan pernikahan mereka hingga 52 kali demi membantu seorang gadis magang. Mulai dari insiden salah formulir hingga konflik di tempat kerja, sang kekasih selalu memprioritaskan gadis tersebut dan meninggalkan pasangannya menanggung malu. Lelah terus diabaikan, ia akhirnya menyerah, memilih putus, dan pergi meninggalkan Kota Alia. Keputusan hengkang ini seketika membuat mantan kekasihnya menyesal dan mencarinya dengan histeris ke mana-mana.
Sampul Novel DARK LOVE
8.2
Aluna tumbuh besar di keluarga Dewantara bersama Albert setelah ditinggal orang tuanya. Ikatan persaudaraan mereka berubah menjadi cinta terlarang yang membuat Albert pergi menghilang. Saat Aluna mulai menata hidup dan berencana menikah dengan Mark yang penuh kelembutan, Albert tiba-tiba kembali. Ia membawa penjelasan masa lalu sekaligus rahasia mengejutkan mengenai sosok Mark. Kini, Aluna terjebak dalam dilema antara masa lalu dan masa depannya.
Sampul Novel Ditinggalkan 66 Kali, Kini Aku Pergi
9.4
Tujuh tahun berpacaran tidak menjamin kebahagiaan. Andrew, seorang dokter bedah, tega membatalkan pernikahan mereka sebanyak 66 kali demi menolong Selena, seorang yatim piatu. Dari insiden salah suntik hingga anjing sakit, Andrew selalu pergi meninggalkan pengantinnya di pelaminan, bahkan saat ibu sang kekasih terkena serangan jantung. Meski sempat memohon maaf, Andrew kembali mengulangi kesalahannya. Sadar dirinya tak pernah menjadi prioritas, sang wanita akhirnya menyerah, memilih pergi selamanya, dan bergabung dengan tim dokter lintas batas internasional.