
Azalea
Bab 2
“ di... diaaa uda punya cewe raa “ ucap Lea lalu memeluk Rara, ia menangis dipelukan sahabat nya itu.
“ siapa yang lu maksud ha, dia? Bukannya dia uda menikah” tanya Rara bingung, karena setau rara saat ini Lea tidak lagi punya kekasih setelah berpisah dengan amar. Apalagi ketika mendengar kabar amar menikah, Lea bener bener acuh dan ga perduli lagi tentang cowo. Lea trauma, bagi lea semua cowo sama aja gaada bedanya semuanya sama sama brengsek.
Lea tidak menjawab pertanyaan Rara, ia masih setia menangis dipelukan sahabat nya itu. Rara paham akan keadaan Lea, ia membiarkan sahabat nya itu terus menangis untuk melampiaskan semua amarahnya. Nanti kalau udah tenang juga Lea bakal cerita.
Setelah Lea puas menangis Lea pun melepas pelukannya , Lea duduk menatap Rara dengan tatapan sendu. Iya bingung harus mulai dari mana.
“ Ra aku suka sama cowo yang berhasil membuat aku penasaran dengannya, disaat dimana hatiku masih sangat hancur, disaat aku tidak lagi ingin merasakan jatuh cinta Ra, disaat dimana aku ingin sendiri dengan kesendirianku sampai tiba dimana nanti aku bener bener nerima lelaki untuk kembali hadir dalam kehidupanku dan pastinya dalam ikatan yang halal bukan yang Cuma mau main main doang. Tta.. tapi dia berhasil membuatku penasaran dan jatuh cinta hanya dengan tatapannya yang seperti mengisyaratkan sesuatu, senyumannya yang indah dan begitu berarti. Aku penasaran dan makin penasaran akan sosoknya yang sangat misterius dan dingin kek kutub utara, bahkan Lo tau Ra setiap kali aku ga sengaja berpapasan dengannya dijalan atau didalem umi, jantung ku rasanya kek mau copot, dan ada perasaan aneh yang bahkan aku ga ngerti kenapa. Apalagi ketika hari dimana aku ingin pulang dan menunggu jemputan travel yang aku pesan. Dia ada disana, menatapku dan tersenyum manis, seperti ia ingin berkata sesuatu padaku. Tapi bodohnya aku mengabaikan nya tanpa mau tau apa yang sebenarnya terjadi, dan sejak hari itu setiap hari bayangan dia dihari itu terus menggangguku. Bahkan aku berfikir dia menyukaiku, dengan PD nya aku yakin dia menyukaiku Ra. Tapi kau tau, semalem aku memberanikan diri untuk nonton live nya, dia ngelive bersama dengan cewe dan di live nya dia menyebut nama cewe, dia bertanya akan keberadaan cewe itu kepada cewe yang live sama dia. Itu pasti cewenya, ia gamungkin nanya keberadaan cewe itu kalau bukan siapa siapanya kan ra. Aku kaget, aku bener bener ga habis fikir sama jalan pikiranku sendiri, aku terlalu mudah menyimpulkan bahwa dia menyukaiku hanya karena dia sering menatapku ketika tak sengaja bertemu, dan tersenyum manis ketika melihatku. Aku terlalu kepedean ra, harusnya saat itu aku balas menatapnya dan membalas senyumannya bukan malah membalas dengan perasaan dan berfikir dia menyukaiku. Padahal nyatanya setelah kepergian ku dari sana, dia tak pernah ngirim pesan setidaknya untuk berbadan basi, atau ngefollow Instagram aku. Itu semua tidak ia lakukan, bukankah katanya kalau cowok bener bener suka tuh effort nya besar, bahkan rela menemui cewenya sejauh apapun jaraknya. Tapi lihatlah tak sedikit pun dia lakuin ke aku, jangankan berusaha menemuiku, membalas pesanku waktu itu saja tidak. Dengan mudahnya aku menyimpulkan dia menyukaiku, bodoh ya Ra aku hiks hiks hiks dan menyakitkannya lagi Ra, semalem aku ngefollow dia dan kamu tau apa responnya? Dia ngeblokir Ig aku Ra hiks hiks hiks.” aku kembali menangisi diriku yang begitu bodoh dan kepedean. Malu rasanya aku berfikir seperti itu, siapa aku sampai berani berfikir begitu.
“ aku tau apa yang kamu rasain le, tapi udah gapapa yang sudah terjadi biarlah. Jangan difikirkan, masih banyak kok cowo diluar sana yang mau sama kamu. Lagian wajar kali kamu berfikir begitu, emang dasar cowok nya aja tuh yang brengsek. Mungkin saat itu dia penasaran le sama kamu makanya dia seperti itu, dan setelah kamu pergi mungkin dia bingung mau ngelanjutin atau berhenti. Pasalnya le, kalau semisal dia tetap ngelanjutin rasa penasarannya ke kamu, belum tentu kan dia siap buat LDR. Apalagi sikap kamu yang acuh ke dia, itu tambah bikin dia over thinking le, kalau secara langsung aja kamu cuek kayak gitu, gimana lewat pesan, bisa bisa chatnya kamu baca doang atau parahnya lagi kamu biarin, kan jadinya dia serba bingung. Dan soal cewe yang ia sebut di live mungkin bisa jadi benar mereka ada sesuatu, tapi kemungkinan tidak ada apa apa hanya teman saja. Pasalnya cowo kadang suka nanya nanya gitu, hanya untuk berbasa basi. Udah lah kalau emang kalian ditakdirkan pasti Allah persatukan, mau kamu diujung dunia juga bakal bersatu, mau kamu sama dia sekarang punya pasangan masing masing pun juga akan bersatu kalau udah jodohnya. Udah jangan sedih, fokus aja sekarang sama impian kamu, sama pendidikan kamu okk, ga penting mikirin cowo buang buang waktu. “ ucap Rara lalu kembali memeluk lea.
“ terus kenapa harus sampe blokir Ig aku ra hiks hiks hiks.” Tanyaku ke rara.
“ mungkin dia cuma gamau kamu tau aktivitas dia le, makanya dia ngeblokir kamu” ucap Rara menenangkan ku.
“ tapi kenapa harus blokir segala, cukup gausah diterima permintaan pertemanan juga gapapa kok. Lagian juga akunnya di privat juga” ucapku kecewa dan kesal.
“ ya aku gatau le kalau itu, kan aku bukan dia. Udah udah gausah lah dipikirkan, biarin aja dia mau ngapain. Sekarang kamu fokus aja sama mimpi mimpi kamu, capek mikirin cinta cintaan tuh” ucap Rara.
“ iya iya Ra, makasih ya Ra, kamu emang sahabat terbaikku “ ucap Lea sembari membalas memeluk Rara.
“ oh ya btw siapa namanya le “ tanya Rara sembari melepas pelukannya
“ namanya arhan “ ucap Lea
“ ooo, kenapa kamu bisa kenal dia” tanya Rara penasaran
“ dia gus dipesantren aku.” ucap Lea pelan, karena sebenarnya ia malu . Akan kebenaran dia menyukai gusnya sendiri, padahal siapa Lea dengan beraninya menyukai nya. Tapi sudah lah hati tak pernah perduli dengan siapa ia mencinta.
“ oalahhh, bagus tuh le. Sesuai mimpimu kan, buat punya pesantren. Kan dengan kamu nikah dengan dia, nanti kamu punya kesempatan kan buat belajar bagaimana mengelola dan mendirikan pesantren sama orang tuanya. Pasti dia juga penghafal Al-Quran, iya kan? Pas tuhh. Udah aku dukung deh kamu sama dia, aku doain le semoga kamu sama arhan berjodoh, aminnn “ ucap Rara antusias.
“ huhh ngawur kamu, mana ada konsepnya kaya gini. Itu pesantren milik Abi dan uminya, bukan milik dia. Lagian aku ga berharap buat jadi menantu kyai, soalnya berat tau. Ya kalau pun iya ya ga nolak juga si, hehe “ ucap Lea malu
“ dasar kau le, aminn deh aku doain yang terbaik buat kamu sama arhan “ ucap Rara dan lalu mereka berdua tertawa bersama
“ aminn, makasih ya Ra. Udah ah aku gamau bahas dia, nanti malah aku makin kepedean lagi. “ ucap Lea lalu fokus sama ponselnya.
“ le tahun baru kamu jadi ke jogja?” tanya Rara memastikan.
“ jadi Ra.” Ucapku pelan.
“ siapa aja?” tanya Rara.
“ biasa keluarga besar.” Ucapku singkat dan kembali memainkan ponselku.
“ o gitu.” Ucap Rara singkat.
“ kenapa gitu Ra?” tanyaku penasaran.
“ gapapa tadinya mau ajak kamu pergi, sekalian shoping tapi kamu udah ada agenda sendiri yaudah deh gajadi, kapan kapan aja.” Ucap Rara kecewa.
“ iya maaf ya, next time deh nanti kita pergi.” Ucapku.
“ Iya Sans aja.” Ucap Rara santai.
Anda Mungkin Juga Suka





