
Azalea
Bab 3
Pagi ini lea siap siap pergi ke jogja bersama keluarga besarnya. Rencana mereka berangkat habis subuh biar tidak terlalu sore sampainya karena pasti jalanan macet banget karena masih tahun baru.
Sebenarnya Lea males banget ikut, tapi karena lea gaada acara pergi dan Lea males juga kalau harus dirumah sendirian, jadi terpaksa lea ikut.
Disepanjang perjalanan seperti biasa Lea pasti tidur, bukan tidak mau menikmati perjalanan, Cuma Lea suka pusing kalau diperjalanan tapi untungnya Lea ga sampe mabuk perjalanan yang sampe mual mual gitu.
Destinasi pertama mereka di kiai langgeng di Magelang, tujuan buat nyenengin bocil bocil karena disana banyak sekali wahana permainan seperti di Dufan Jakarta, Wisata Bahari Lamongan ( WBL ) juga trans studio bandung. Cuma wahana permainan nya ga se ekstrim di Dufan Jakarta maupun ditrans studio bandung, lebih mirip wisata bahari Lamongan (WBL) sih.
Puas di kiai langgeng, mereka lanjut ke pantai Parangtritis Yogyakarta.
Sesampainya disana Lea yang pertama langsung lari kepantai dan mencari tempat yang agak sepi dan berteriak sekencang-kencangnya itulah kebiasaan lea kalau kepantai tapi Lea lupa kalau ini tahun baru, jadi semua tempat di pantai Parangtritis ramai dan ombaknya juga besar. Alhasil Lea hanya maen air ditepi pantai dan menikmati terjangan ombak yang besar. Lea sedikit kecewa karena menurut lea teriak di tepi pantai tuh vibes nya enak banget ditambah dengan aroma air pantai serta semilir angin pantai yang sejuk. Gemercik ombak serta pemandangan langit senja yang begitu indah menambah kesan yang mendalam, duduk termenung ditepi pantai sambil menangis itu hal yang sangat menyenangkan buat seorang Lea. Tapi karena pantai sangat ramai oleh wisatawan, jadi Lea tidak bisa melakukan kebiasaannya kalau dipantai.
Bagi Lea Pantai tuh begitu menenangkan apalagi ketika lagi galau dan patah hati dan gunung begitu menyenangkan apalagi ketika lagi suntuk, capek, stress sama beban hidup juga kerjaan yang menumpuk, kayak semua beban langsung hilang ketika sudah berada dipuncak gunung, serta menambah rasa syukur kita kepada Allah, terhadap ciptaan Allah yang sangat indah ini.
Puas main dipantai tujuan terakhir yaitu di Malioboro karena disana kita bisa kulineran juga bisa belanja apapun disana, apalagi suasana malam di Jogja tuh vibes nya keren parahh. Apalagi kopi arang nya uhh, mantep puoll.
Puas berkeliling Malioboro mereka memutuskan pulang karena esok harinya sudah mulai berangkat sekolah.
***
“ le, kamu jadi mau ke bandung lagi?” tanya Rara, karena Lea sempat cerita kalau ia mau kembali ke bandung.
“ iya Ra, rencana Minggu ini “ ucap Lea lalu kembali menatap ponselnya.
“ kamu yakin le, kenapa ga nunggu nanti aja habis lebaran, terus gimana sama kerjaan kamu disini hmm. Lagian baru juga kamu balik beberapa bulan yang lalu masa harus berangkat la We gi, kamu tega le ninggalin aku mulu” ucap Rara cemberut, habis ia kesal dengan keputusan Lea yang akan kembali ke bandung.
“ aku yakin Ra, dari sekian banyak tempat yang pernah aku kunjungi Cuma bandung yang berhasil membuat aku berat meninggalkan tempat itu. Rasa nyaman dan ketenangan, aku mendapatkan nya disana Ra. Bukan aku tak nyaman dengan tempat kelahiran ku disini, aku hanya tak merasakan sebuah kenyamanan yang aku rasakan disini. Aku punya rumah tapi seperti tak punya rumah, keluarga yang seharusnya menjadi rumah untuk ku tapi mereka tak ada saat aku butuh rumahku. Mungkin emang dari segi uang aku tercukupi, tapi bukan itu yang aku butuhkan ra, ku harap kamu ngerti. Di Bandung aku bebas menjadi diriku sendiri tanpa ada yang menghakimi, aku bebas pakai baju apapun, bebas pakai kaos kaki tanpa perlu ada yang nanya "kenapa kamu pakai kaos kaki, emang ga gerah", aku muak Ra, aku capek, disana aku bebas explore apapun tanpa takut celaan. Aku bebas membuat aturan untuk diriku sendiri. Aku bebas tanpa ada yang mencela masa laluku, Itu alasan kenapa aku memilih Bandung Ra, semoga kamu paham “ ucap Lea menjelaskan isi hatinya, ya selama ini Lea tertekan dengan keadaan ini. Bukan lea tak bersyukur tapi ini kenyataan, Lea slalu dituntut ini dan itu tanpa memperdulikan bagaimana perasaan Lea. Mereka emang tidak gagal mendidik Lea namun mereka gagal memahami perasaan Lea. Mau bagaimanapun dan sampai kapanpun Lea akan slalu sayang sama mereka.
“ iya le aku paham, apapun keputusan mau aku doain yang terbaik le. Semoga dimanapun kamu berada Allah slalu menemani dan melindungi kamu le, tapi apa harus minggu ini, apa gabisa habis lebaran sekalian “ ucap Rara.
“ keputusan aku udah bulat Ra, Minggu ini aku bakal berangkat ke Bandung.” Ucap aku tegas.
“ Yaudah kalau itu keputusan kamu, semoga dimana pun kamu berada Allah selalu bersamamu.” Ucap Rara pasrah.
“ aminnn makasih ya Ra, semoga doa yang terbaik kembali ke kamu Ra “ ucap Lea lalu kembali menatap ponselnya tatkala ia mendengar notifikasi pesan masuk, Lea melotot tatkala ia melihat siapa yang mengirim ia pesan.
“ le, kenapa kamu melotot gitu, kamu liatin apa di le “ tanya Rara penasaran, yang tak di respon Lea sama sekali. Lea masih dengan posisi sama menatap ponselnya.
“ le liatin apa sii” tanya Rara kembali dan langsung mengambil ponsel Lea begitu saja, pasalnya Lea Cuma diam dan engga menjawab Rara. Ia pun ikut kaget ketika ia menatap ponsel Lea.
“ le ini beneran, dia nge chat kamu le seriuss. Atau ini orang lain yang kebetulan namanya sama“ tanya Rara nyerorcos yang hanya diangguki sang pemilik ponsel.
“ wah wahh kayaknya emang lu sama dia jodoh deh le “ ucap Rara bahagia.
“ ngawur kalau ngomong kamu Ra, tapi ini beneran dia ga sih, kan nomor dia udah aku blokir barengan waktu dia ngeblokir Ig aku“ ucap Lea sinis.
“ kamu blokir nomor dia?” tanya Rara memastikan.
“ iya.” Ucap Lea singkat.
“ huh dasar kamu ya le, gamau kalah.” Ucap Rara gahabis pikir sama tingkah laku temannya yang super duper aneh. Katanya cinta tapi baru diblokir Ig nya langsung balas blokir nomornya, padahal chatan juga kaga.
“ masa bodo.” Ucap Lea songong.
“ yaudah si paling nomor temennya tapi seneng kan hmm.” tanya rara menggoda.
“ apaan si udah deh diem” ucap Lea salting.
“ udah buruan bales tuh mas crushnya, siapa tadi namanya, ehmmm oh iya, Arhan. Udah cepetan bales tuh si arhannya, gausah sok jual mahal lagi. Nanti dia sama cewe lain nangissss “ ucap Rara kembali meledek sahabat nya ituu
“ diemmmm ra, iya iya aku bales “ ucap Lea lalu kembali menatap ponselnya dan kembali membaca pesan dari nomor tak dikenal itu.
Anda Mungkin Juga Suka





