Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ayah yang Salah Untuk Anakku

Ayah yang Salah Untuk Anakku

Tragedi mematikan menimpa seorang bocah dalam novel modern Ayah yang Salah Untuk Anakku. Akibat tidak sengaja menjatuhkan air panas pada kekasih ayahnya, sang anak dihukum dengan dipotong setengah telapak tangannya. Akibat rasa sakit hebat, ia terjatuh ke danau hingga tenggelam. Panggilan darurat sang ibu diabaikan suaminya dengan dingin. Keterlambatan ini membuat nyawa sang anak melayang, menyisakan ketidakpercayaan dan penyesalan pada diri sang ayah saat melihat jasadnya.
Bab
Bagikan

Bab 4

Shawn menatapku dengan ketidakpedulian saat melihat penderitaanku, malah terlihat sangat tidak sabar, "Cukup, jangan berpura-pura lagi! Hanya sebuah gambar."

Hanya sebuah gambar ....

Itu adalah harapan terindah Zayn, satu-satunya kenangan terakhir yang dia tinggalkan untukku. Namun sekarang, semuanya lenyap ....

Shawn tidak peduli dan malah melemparkan surat cerai ke wajahku, "Bicarakan hal yang penting."

Aku menatapnya dengan putus asa, "Kamu mau apa sebenarnya?"

Dia mengernyit dan tersenyum sinis, "Kenapa? Sudah ketemu orang baru? Jadi sekarang kamu mau bicara soal perceraian?"

Tanpa ekspresi, aku menjawab, "Shawn, jangan asal bicara."

Dia menatapku dengan penuh ejekan, "Kupikir kamu cuma pura-pura pendarahan, ternyata benar-benar keguguran! Anak itu bukan anakku, 'kan?"

Mataku membelalak tak percaya, "Shawn, kamu keterlaluan!"

Dengan tawa dingin, dia membuka surat cerai itu dengan nada bicara yang jengkel, "Siapa yang akan mengasuh Zayn? Operasinya sudah selesai, 'kan? Hanya penyambungan telapak tangan, seharusnya mudah."

"Kamu nggak beri tahu dia kalau aku datang hari ini? Kalau dia berniat mengelola Grup Tanuwijaya, hal mendasar seperti ini saja dia nggak bisa? Bahkan nggak datang untuk menemuiku?"

Rasa sakit yang luar biasa menghantam dadaku dan rasa mual menyebar di tenggorokanku. Dalam keputusasaan, aku berkata, "Dia nggak bisa datang ... dan nggak akan pernah bisa memanggilmu Ayah lagi."

Dahi Shawn mengerut dalam. Aku mengucapkan dengan tegas, "Dia sudah meninggal."

"Dia ... sudah ... meninggal!"

Keheningan yang mencekam melanda ruang rumah sakit. Shawn berdiri di sana, raut wajahnya mulai menunjukkan tanda kebingungan.

Namun, Christine tiba-tiba menuding, "Kak Kayla, aku mengerti kalau kamu nggak rela menyerahkan hak asuh, tapi nggak perlu membuat kebohongan seperti ini dan mengutuk anakmu sendiri, 'kan? Itu anak kandungmu juga!" Dia sengaja menekankan kata "anak kandung".

Seketika, ekspresi Shawn tampak bingung dan muram. "Kayla!" Dalam kemarahannya, dia mengangkat tangan dan menamparku keras.

"Kamu nggak rela membiarkan Zayn bersamaku karena takut rahasiamu akan terbongkar, bukan?!"

"Apa maksudmu?" Wajahku memucat dan tampak bingung, "Terbongkar apanya?"

"Zayn bukan anakku!"

Kata-katanya menghantam pikiranku. Aku terperangah sesaat. Amarahku membeludak dan berteriak, "Apa katamu?!"

"Kamu sudah mengandung anak sialan itu saat menikah denganku! Entah anak siapa dia sebenarnya! Aku hanya jadi korban Keluarga Tanaka yang mencari kambing hitam!"

Dengan pandangan penuh kebencian, Shawn menatapku dan menekankan setiap katanya, "Terus terang saja, andai dia benar-benar sudah mati, aku hanya merasa lega! Garis keturunan Keluarga Tanuwijaya nggak perlu dikotori darah anak nggak jelas seperti itu!"

Aku merasakan sakit yang luar biasa di dadaku, lalu tertawa dengan putus asa, "Jadi selama ini, kamu nggak pernah menganggap Zayn anakmu ...."

Aku kehilangan kendali dan menerjang ke depan. Setelah memungut jarum infus yang tergeletak di lantai, aku menancapkannya ke punggung tangan Christine. "Christine, dasar perempuan jalang! Kubunuh kamu!"

Emosiku telah hancur sepenuhnya. Jarum itu kutusukkan lagi dan lagi ke tubuh Christine, membuatnya menjerit kesakitan, sampai aku merasakan dorongan kuat yang melemparkanku ke belakang.

"Buk!" Tubuhku menghantam ujung ranjang hingga kesakitan.

"Kamu gila!" Shawn berdiri di depan Christine, menatapku dengan ekspresi tak percaya. "Kayla, percaya nggak aku nggak akan segan-segan melapor polisi sekarang juga?!"

"Laporkan saja!" Aku tertawa sinis, "Kamu sudah bunuh anakmu sendiri tapi masih belum puas juga. Sekarang, kamu mau bunuh aku juga, 'kan?! Apa kamu pikir, dengaan membunuhku dan anakmu bisa membuatmu menikah dengan Christine, ya?!"

Melihat kondisiku yang kehilangan kendali, dia terus menggeleng. "Kamu benar-benar sudah gila!"

Tanpa ragu, aku menerjang ke arahnya dan menggigit lehernya dengan kuat sambil menggumamkan kata-kata yang nyaris tak terdengar, "Kamu bilang aku gila? Kalau begitu, biarkan aku jadi gila! Orang gila yang membunuh nggak perlu dipenjara!"

Shawn berusaha melepaskan diri, tapi aku tetap menancapkan gigiku hingga merobek sepotong daging dari lehernya! Aku meludahkannya hingga darah membasahi bibirku saat aku tertawa pedih.

Sambil menahan rasa sakit yang membuatnya berkeringat dingin, Shawn memegangi lehernya. Aku tertawa dan berteriak, "Sakit, ya? Rasa sakit itu nggak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit Zayn saat telapak tangannya dipotong hidup-hidup!"

"Rasa sakit itu bahkan nggak mendekati bagaimana Zayn yang meregang nyawa saat tenggelam dan kehabisan napas."

Wajah Shawn menjadi muram. Secepat mungkin, dia mengangkat telepon dan menekan nomor dengan tergesa-gesa. "Aku akan panggil Zayn sekarang juga. Biar dia lihat sendiri betapa gilanya ibunya ini!"

Telepon hanya berdering dua kali sebelum dijawab.

"Bawa Zayn ke sini sekarang!" perintah Shawn pada asistennya dengan nada dingin. "Cepat!"

Suara asisten itu terdengar gemetar, "Pak Shawn ... ini ... agak sulit ...."

"Kenapa? Apa operasinya belum selesai atau efek anestesinya belum hilang?" Shawn marah besar, "Nggak peduli dia sudah sadar atau belum, seret dia ke sini! Sekarang juga!"

"Bukan begitu ...." Asisten itu tertawa getir, "Tuan Muda ... dia sudah meninggal."

"Apa?!" Wajah Shawn yang penuh kemarahan tiba-tiba membeku, terpaku dalam keterkejutan.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B41658" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B41658
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ENIGMA: When We Are
8.1
Elang Albimanyu adalah pemuda dari keluarga broken home yang mendambakan kehangatan sebuah rumah. Baginya, rumah bukan sekadar bangunan, melainkan kasih sayang tulus. Di tengah pencariannya, ia jatuh hati pada Sabiru Anantasya, sang wakil ketua OSIS yang masih terjebak bayang masa lalu. Meski sering dibuat kesal oleh sikap judes Sabiru, Elang tetap berjuang. Di antara rumitnya perasaan dan tanggung jawab organisasi, mampukah cinta Elang mengubah segalanya bagi Sabiru?
Sampul Novel Istri Yang Kesepian
9.3
Mengusung genre romance modern dengan sentuhan misteri yang menegangkan, novel Istri Yang Kesepian mengisahkan lika-liku rumah tangga yang penuh dengan tanda tanya. Kehidupan sang istri seketika berubah ketika dia menyadari bahwa suaminya menyimpan sebuah rahasia gelap yang tak terkatakan. Alih-alih menyelesaikan masalah tersebut bersama, sang suami justru mengambil keputusan mengejutkan dengan meminta bantuan dari pria lain demi istrinya. Hubungan rumit ini memicu konflik batin dan rahasia yang perlahan mulai terkuak.
Sampul Novel Jatuh Dalam Pesona Playboy
8.0
Claire Wilson ingin mengejar karier setelah lulus kuliah, namun sang ayah justru menjodohkannya dengan anak rekan bisnis. Menolak rencana itu, Claire bertemu Jayden Kim, model tampan asal Korea yang dikenal sebagai playboy kelas kakap. Mereka pun menjalin hubungan tanpa status yang singkat namun mendalam bagi Claire. Saat kontrak kerja Jayden di New York berakhir, ia memilih pergi demi prinsipnya yang anti cinta. Mampukah Claire meluluhkan hati pria yang alergi komitmen itu?
Sampul Novel Ketika Rencana Jahatmu Kembali Kepadamu
8.7
Maura Laksmi, gadis polos berumur 21 tahun, bekerja sebagai pelayan di kediaman mewah keluarga Santoso. Namun, hidupnya hancur saat Ravel Santoso melampiaskan rasa sakit hatinya akibat dikhianati tunangan kepadanya dalam sebuah insiden kelam. Trauma mendalam membuat Maura melarikan diri ke rumah kakeknya. Keadaan kian pelik saat ia menyadari dirinya tengah mengandung. Kini, Maura terjebak dilema besar antara menuntut pertanggungjawaban Ravel atau menanggung beban itu sendiri.
Sampul Novel Nenek 70 Tahun yang Dihujat Dunia Maya
9.0
Demi membelikan tas sekolah baru untuk cucunya, seorang nenek berusia tujuh puluh tahun rela berjuang menjajakan bacang di pinggir jalan. Namun, langkah tulusnya terhenti saat ia bertemu dengan seorang jurnalis wanita berparas menawan. Berniat membagikan dagangannya dengan ramah, sang nenek justru terjebak dalam fitnah kejam keesokan harinya. Jagat maya digegerkan oleh berita viral yang menuduh lansia malang ini menjual bacang beracun dan mencoba menyuap wartawan demi menutupi kedoknya.
Sampul Novel Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris
8.4
Fernanda sering diremehkan sebagai gadis desa yang kasar setelah kembali ke keluarganya. Namun, ia hanya menanggapi ejekan itu dengan santai. Situasi memanas saat Cristian, pria yang rasional, dikabarkan hilang akal karena mencintainya. Fernanda tidak tinggal diam saat kekasihnya difitnah. Perlahan, identitas aslinya sebagai desainer hebat, gamer genius, pelukis ternama, hingga pengusaha sukses terungkap. Ternyata, selama ini dialah yang membodohi mereka semua.