Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel ASI untuk Pak Guru

ASI untuk Pak Guru

Jenara Atmisly adalah siswi berprestasi yang mengidap galaktorea, sebuah kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI meski belum pernah hamil. Suatu hari, rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan hingga ia terpaksa meminta bantuan gurunya di sekolah. Kejadian tak terduga di ruang guru tersebut lantas mengubah segalanya. Berawal dari rahasia medis yang memalukan, hubungan mereka berkembang menjadi jalinan asmara yang rumit dan penuh risiko.
Bab
Bagikan

Bab 3

Jenara tiba di rumahnya, pikirannya benar- benar kacau karena pak Edward.

“Kau sudah pulang?” Jenara mengangkat kepalanya, saudari tirinya tampak berdiri di ambang pintu.

“Kakak, ada apa?” tanya Jenara dengan bingung.

“Cepat ganti baju dan bantu para maid untuk masak besar, nanti malam akan ada makan malam dengan keluarga Salamos. Kak Zeline akan dijodohkan dengan pewaris tunggal keluarga Salamos, jadi jangan kecewakan mereka dengan hidangan yang kurang sempurna,” kata Ula dengan nada sinisnya.

Jenara menghela napas gusar, “Bukankah ada banyak maid di mansion, kenapa aku harus membantu mereka, mereka bisa menyelesaikan pekerjaannya sendiri, aku sedang sibuk menyiapkan ujian, jadi aku tidak bisa membantu mereka.”

Jenara hendak masuk namun Ula mendorong bahunya dengan keras, “Kau berani membantahku? Lakukan perintahku atau aku akan mengadukanmu pada papa.”

“Adukan saja, siapa takut, kamu kira kau pemilik mansion ini? Kalian hanya menumpang di rumahku. Bersikaplah selayaknya tamu yang datang ke rumah orang. Kau bukan putri papaku, bukan juga saudariku, jangan bersikap seolah kau seorang putri,” marah Jenara yang kesal dengan sikap kakak tirinya tersebut.

Ula tersenyum dengan sumbang mendengar hal itu, “Berani sekali kau bicara seperti itu padaku.”

Ula sontak langsung melayangkan tamparan keras pada Jenara.

“Itu balasan untuk orang yang tidak bisa berbicara dengan baik,” kata Ula dengan penuh penekanan.

Ula melihat mobil papanya memasuki pelataran mansion membuatnya langsung berpura- pura jatuh di lantai.

Jenara berdecih seraya memalingkan wajahnya ke samping, muak dengan drama yang Ula buat.

“Ula, ada apa denganmu sayang?” tanya Atmis begitu melihat Ula terjerembab di lantai.

“Ula sayang, apa yang terjadi denganmu?” Weli dengan dramatis langsung membantu putrinya untuk bangun.

“Aku hanya mengatakan pada Jenara, untuk membantu maid yang sedikit kewalahan karena masak besar, tapi Jenara malah mendorongku dan mengatakan jika aku tidak pantas tinggal di sini apalagi memerintahnya,” adu Ula dengan pandainya dia bersilat lidah.

Plak

Jenara tertegun bukan main, Weli dan Ula pun juga terkejut dengan hal itu.

Bagaimana bisa Atmis menampar putrinya sendiri dan begitu percaya dengan cerita Ula?

“Kamu benar- benar keterlaluan, bisa- bisanya kamu bicara seperti itu pada kakakmu. Dia kakakmu, dia saudarimu, kenapa kamu berkata seperti itu? Dia hanya memintamu untuk membantu para maid, apa ada yang salah dengan itu?” tanya Atmis dengan marah.

Jenara mengusap pipinya dengan mata yang berkaca- kaca.

“Aku hanya mengatakan kenapa harus aku, bukankah banyak maid di mansion? Jenara juga punya kesibukan pa, Jenara harus belajar buat persiapan ujian, jika bisa kakak, kenapa aku? Lagian kakak juga tidak melakukan kegiatan apapun,” kata Jenara membantah dan membela dirinya.

Atmis hendak melayangkan tamparannya lagi namun Weli menahannya.

“Udah mas, jangan sakiti Jenara, biarkan saja. Namanya juga anak- anak,” kata Weli bersikap layaknya ibu yang baik dan adil dengan anak- anaknya.

“Bersyukurlah kau memiliki mama tiri sebaik Weli, entah apa jadinya jika aku menikah selain Weli, kau mungkin bisa habis olehnya,” Jenara meremas kuat roknya.

Sebelum masuk ke dalam mansion, Atmis kembali menyempatkan untuk berbicara pada Jenara, “Setelah ini bantu maid untuk masak persiapan nanti malam. Dan nanti malam, jangan munculkan dirimu di makan malam keluarga Salamos. Aku malu punya putri pembangkang sepertimu.”

Jenara menahan air matanya sebisa mungkin mendengar ucapan papanya, kenapa rasanya begitu menyesakkan dada dan terasa amat sakit.

Atmis langsung masuk ke dalam mansion membuat Weli menghembuskan napas lega.

“Aduh, maaf ya, kamu jadi kena tampar sama papa kamu karena putriku,” kata Weli dengan penuh drama.

Ula yang mendengar hal itu hanya terkikik geli, “Aduh maaf ya, tadinya cuma mau drama, eh enggak tahunya papa beneran marah sama kamu. Maaf ya, jadi kamu yang kena tampar.”

Jenara meremas kuat roknya menatap tajam mereka.

Plak

Ula terkejut bukan main kala Jenara menampar mamanya.

“Kau kira hanya kau yang bisa drama? Aku juga bisa. Jangan kau kira kau hanya seorang pelakor di sini kau bisa berkuasa, aku akan melakukan apapun untuk merebut apa yang menjadi milikku, jangan kira aku takut karena keberadaanmu, aku juga bisa membalikkan keadaan sesuai kemauanku,” kata Jenara dengan berani.

Ula yang melihat keberanian Jenara sontak ikut melayangkan tangannya.

Brak

Jenara dengan kasar mendorong Ula hingga punggungnya menabrak pintu.

“Tadi kau jatuh sebelum kudorong kan, ini balasannya atas tamparan papa tadi,” kata Jenara dengan berani di mana ia langsung lewat sengaja menginjak kaki Ula.

“Aduh mama sakit,” ringis Ula merintih kesakitan karena injakan sepatu Jenara.

Weli langsung membantu Ula untuk berdiri seraya memicingkan matanya dengan tajam pada Jenara.

“Awas saja kamu, besok atau nanti, aku akan membuatmu menangis dan kelaparan,” gumam Weli dengan penuh dendam.

***

Malam hari telah tiba, maid dan Jenara sibuk mempersiapkan makan malam dan beberapa desert untuk keluarga Salamos.

“Pa mereka datang,” kata Zeline membuat Atmis dan Weli langsung berjalan ke depan.

Namun sebelum itu Atmis menatap Jenara, “Cepat masuk kamarmu dan jangan keluar sebelum mereka pulang.”

Jenara langsung melepas apronnya dan pergi ke lantai atas dengan sesuka hati.

Ula dan Zeline yang melihat hal itu hanya tersenyum penuh kemenangan, mereka lalu berjalan ke depan untuk menyambut keluarga Salamos.

“Mereka benar- benar keterlaluan, membuat nona Jenara memasak seharian dan menyuruhnya diam di kamar,” gumam maid yang merasa iba dengan Jenara.

“Mak lampir itu benar- benar keterlaluan. Kita harus memberinya pelajaran besok,” usul maid satunya yang diangguki setuju oleh lainnya.

Makan malam pun berlangsung, di mana mereka asyik membicarakan tentang perkenalan Zeline dan Edward.

Edward yang merasa bosan dan jenuh, hanya diam enggak ikut mengobrol dengan papanya dan Atmis.

“Bukalah mulutmu dan katakan sesuatu, jangan hanya diam dan tolah- toleh ke kanan dan ke kiri,” omel Yala yang geram dengan sikap putranya.

“Ngomong apa? Bukankah papa sudah banyak bicara?” Yala langsung mencubit pinggang putranya saking gemasnya.

“Punya putra sepertimu benar- benar membuatku darah tinggi,” kata Yala dengan pasrah.

Edward hanya bisa mengusap pinggangnya menahan sakit.

“Jadi bagaimana menurut kalian berdua, kalian mau tukar cincin dulu atau langsung menikah?” tanya Salamos pada putranya dan Zeline.

Edward menghirup dalam napasnya dan berkata, “Saya masih belum siap untuk menikah sekarang, jadi jika tuan Atmis tidak keberatan, saya ingin kita tukar cincin lebih dulu. Bukankah Zeline juga baru saja selesai menempuh S1 nya? Pasti masih butuh melakukan beberapa kegiatan dan pekerjaan yang ia inginkan, bukan begitu Zeline?” tanya Edward pada Zeline.

Zeline dengan mantap mengangguk di mana rona merah di pipinya membuat Edward merasa geli dan jijik sendiri.

Yala yang mendengar jawaban putranya, mengetatkan rahangnya dengan kuat seraya bergumam, “Sekalinya bicara malah menghancurkan semuanya. Tahu gitu kau diam saja sejak tadi biar mama yang jawab.”

Edward mengulum bibirnya menahan senyum mendengar ucapan mamanya barusan.

“Saya ke belakang sebentar,” pamit Edward yang langsung beranjak dari kursinya dan pergi ke belakang.

Saat keluar dari kamar mandi, tiba- tiba seseorang menabraknya membuat Edward terkejut.

“Bapak!”

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FMU" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FMU
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cabe-cabean Kekasih Vice President
7.8
Pertemuan tak sengaja di kelab malam membawa Alexander Richard pada Soraya, gadis berusia 19 tahun yang imut dan jujur. Meski awalnya hanya menganggap hubungan ini main-main karena jarak usia delapan belas tahun, sang Vice President justru jatuh cinta terlalu dalam. Namun, rahasia masa lalu Soraya ternyata berkaitan dengan luka lama Alexander. Kini, ia harus berjuang menghadapi trauma besar demi mempertahankan cintanya pada gadis yang sangat memikat hatinya itu.
Sampul Novel Elegant Revenge
8.5
Dikhianati sang suami yang menjalin kasih dengan cinta pertamanya membuat Aira terpuruk dalam rasa bersalah. Namun, kehadiran sosok pendukung menyadarkannya bahwa ia hanyalah korban penipuan Awan dan Amanda. Dengan tekad bulat, Aira merancang aksi balas dendam elegan dibantu oleh mereka yang muak pada perselingkuhan tersebut. Di tengah konflik ini, Galang hadir membawa kekaguman tulus. Mampukah Galang membuktikan dirinya layak mengganti posisi Awan di hati Aira?
Sampul Novel Hasrat Terlarang Dalam Keluarga
9.1
Dalam jalinan hubungan keluarga yang seharusnya penuh kasih, muncul sebuah gejolak perasaan yang tidak semestinya. Kisah ini mengajak pembaca untuk merenungkan batas-batas emosi dan moralitas saat keinginan hati mulai melanggar norma yang ada. Di tengah konflik batin yang mendalam, setiap tokoh harus menghadapi konsekuensi dari perasaan mereka. Sebuah narasi romansa modern yang menantang nurani tentang cinta yang tumbuh di tempat yang salah.
Sampul Novel Kau Akan Mencariku, Saat Dia Menghilang
8.4
Cantika Putri menjalani kehidupan pernikahan yang harmonis bersama Ardi Permana. Hubungan mereka dibangun di atas fondasi cinta yang tulus, di mana Ardi sangat mengagumi pesona fisik dan kesempurnaan sang istri. Sementara itu, narasi lain mengikuti sosok miliarder ternama, Reza Dirgantara. Sang konglomerat tengah menjalin hubungan asmara dengan Luna Amara, seorang gadis desa yang memiliki paras cantik namun tetap mempertahankan kesederhanaan dalam dirinya.
Sampul Novel Mengambil Alih Identitas Kakakku
9.1
Kematian tragis sang kakak kembar di usia delapan belas tahun meninggalkan luka mendalam sekaligus dendam membara. Setelah dinodai di hotel tersembunyi hingga tewas, reputasinya dihancurkan oleh Ginny, sahabat yang berkhianat dengan menyebarkan foto-foto kejadian tersebut. Tidak tinggal diam, sang adik mengambil alih identitasnya dan melakukan aksi pembalasan sadis dengan merusak wajah Ginny. Di tengah genangan darah, ia bersumpah bahwa siapa pun yang menyakiti kakaknya tidak akan pernah lolos dari hukuman.
Sampul Novel Menikahi Bu Manajer
9.3
Prastu tidak menyangka pertemuannya dengan Erika Hana di trotoar akan mengubah hidupnya. Erika adalah manajer sukses di industri makanan yang ternyata terikat takdir lama dengan Prastu. Akibat janji yang dibuat oleh orang tua mereka di masa lalu, keduanya kini terjebak dalam ikatan pertunangan paksa. Tanpa adanya landasan cinta, mereka harus menjalani hubungan formal ini demi memenuhi wasiat keluarga di tengah kehidupan modern yang rumit.