Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Api Cemburu Ladyboy

Api Cemburu Ladyboy

Apa jadinya saat Diandra, gadis tomboy pecinta motor, dipaksa bertunangan dengan Handoko? Di balik kekayaannya, Handoko menyimpan obsesi unik untuk tampil anggun menyerupai ibunya. Meski ia berniat berubah, kehadiran Diandra justru memicu konflik besar yang mengancam hubungan mereka hingga di ambang kehancuran. Di tengah gejolak emosi dan rintangan yang ada, mampukah benih cinta yang mulai tumbuh menyatukan dua kepribadian yang sangat bertolak belakang ini?
Bab
Bagikan

Bab 1

Pukul sembilan malam, Rumah Hari Hutomo sudah nampak sepi. Hanya satu lampu kamar yang masih menyala terang.

Nampak seseorang memakai korset dengan lincah. Umumnya wanita sedikit kesulitan saat memakai korset. Tetapi tidak bagi seseorang yang sedang memakai korset itu.

Korset yang di pakainya sedikit berbeda dengan yang biasa terpajang di toko pakaian dalam. Pada bagian bawah korset, ada sebuah kain tambahan yang di kaitkan pada bagian belakang tubuh yang melewati celah kedua paha.

Selesai memakai korset kemudian memakai kaos oblong berwarna hitam dan celana jeans.

Kemudian mengambil sebuah ransel diatas tempat tidurnya. Memasukkan sepatu hak tinggi, rambut palsu, rok mini, atasan terbuka berwarna hitam, tas wanita, dompet, dua bungkus rokok, lipstik dan parfum.

"Oh ya, ponsel dan kunci belum. Ah itu dia," ucapnya, lalu meraih benda pipih itu dan sebuah kunci mobil.

Seseorang itu kembali memeriksa barang bawaannya. Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, dirinya segera memakai masker dan sepatu kets. Kemudian mengendap-endap menuju pintu utama rumahnya lalu segera keluar dan menuju mobilnya.

Setelah menghidupkan mesin mobilnya, seorang petugas keamanan rumah itu segera membuka pagar. Mobil pun segera berlalu meninggalkan rumah itu.

Lima belas menit kemudian, mobil itu memasuki area parkir sebuah diskotik ternama di kota itu. Nampak seseorang sedang mengganti pakaiannya di dalam mobil. Setelah selesai keluar dari mobilnya kemudian menekan tombol pengunci pada kunci.

Nampak seorang berpakaian rok mini dan atasan sangat terbuka berwarna hitam. Memakai sepatu hak tinggi berwarna merah dan mengenakan sebuah tas kecil berwarna senada dengan sepatunya.

Kini, wanita itu sudah sampai di area pub. Terdengar suara musik yang memekakkan telinga.

Wanita itu duduk dengan anggun, memesan segelas minuman lalu mulai menyulut api rokoknya.

Tak membutuhkan waktu lama, nampak seorang pria berbadan tambun menghampirinya.

"Halo baby, lama sekali. Aku sampai bosan menunggu," ujar lelaki bertubuh tambun sambil memeluk pinggang wanita itu.

"Masa menunggu sebentar saja mengeluh. Memangnya sudah menunggu berapa lama Sayang?" tanya wanita itu.

Kemudian lelaki itu menjawab bahwa dirinya sudah menunggu selama lima menit. Wanita itu pun mencubit gemas perut buncit lelaki itu.

Dua puluh menit kemudian, mereka sudah menikmati musik yang memekakkan telinga itu.

Mereka berpelukan dengan sangat mesra. Sesekali wanita itu menggoyangkan tubuhnya erotis, memancing gairah jantan seorang lelaki.

Satu jam setelahnya mereka berdua keluar dari tempat itu. Mereka menuju parkiran yang terhubung dengan pintu belakang sebuah hotel yang memang satu bangunan dengan diskotik itu.

Sesampainya di kamar, mereka berdua nampak mabuk. Lelaki tambun itu mulai menggerayangi tubuh wanita itu, lalu mencium dengan rakus.

Wanita itu mendorong tubuh lelaki itu dengan gerakan manja dan menggemaskan. Kemudian meminta lelaki itu untuk tetap di tempat tidur, lalu mengambil sebotol air mineral di atas meja di depan tempat tidur.

Tanpa di sadari, wanita itu memasukkan sesuatu kedalam air mineral itu mengguncangnya beberapa kali. Lalu menyerahkan kepada lelaki itu.

Lelaki itupun menerima air yang di berikan wanita itu, lalu menarik tubuh sang wanita ke dalam pelukannya. Wanita itupun mulai menggeliatkan tubuhnya, memancing gairah.

"Baby, uang jajan sudah di transfer. Mari kita bersenang-senang," ucapnya sambil mengigit kecil telinga wanita itu.

Tiba-tiba saja lelaki tambun itu ambruk, tertidur tepatnya. Wanita itu melucuti seluruh pakaian lelaki tambun itu lalu menyerakkannya di lantai. Seolah-olah sudah terjadi pergumulan panas.

Dua jam berlalu, wanita itu bangun dari tidurnya lalu mengguncang pelan bahu lelaki itu.

Lelaki tambun itu tidak merespon dan nampak masih terlelap. Wanita itu menuju kamar mandi, membersihkan tubuhnya.

"Waduh gawat. Sudah jam setengah empat subuh," ucapnya.

Bergegas dirinya memakai sepatunya dan tergesa-gesa menuju lift yang menuju ke area parkir itu.

Sesampainya dimobil, wanita itu memakai kembali pakaian yang sempat di tanggalkannya. Lalu menghapus lipstik dari bibirnya, mencopot bulu mata dan rambut palsunya kemudian menyusunnya di dalam tas ranselnya.

Di pastikan semua sudah rapi, wanita itu melajukan mobilnya. Menuju sebuah rumah yang nampak mewah itu.

Kembali seorang petugas membuka pintu pagar. Mobil itu berhenti sejenak, orang di balik kemudi memberikan dua lembar uang pecahan seratus ribu, kepada petugas keamanan rumahnya itu.

Dengan mengendap-endap, kembali menuju kamarnya. Tas ransel itu di sembunyikan di salah satu lemari dan menguncinya.

Kemudian menuju kamar mandi, membersihkan semua riasan diwajahnya. Hingga yang tersisa hanyalah seraut wajah tampan dengan kumis tipis menghias bibirnya yang sedikit tebal itu.

Lelaki itu mengganti pakaian dalamnya dengan pakaian layaknya lelaki. Lalu menyimpan korsetnya ke dalam lemari di mana ranselnya berada dan menguncinya kembali.

Dirinya kini memandang sekeliling kamarnya. Memastikan tidak ada yang tertinggal serta nampak mencurigakan. Setelah merasa aman, kemudian mematikan lampu lalu merebahkan tubuhnya yang lelah itu dan terlelap.

Terdengar suara pintu diketuk. Tidak ada jawaban, pintu kamar pun di buka perlahan. Nampak seorang wanita cantik berusia paruh baya masuk ke dalam kamar.

"Anak ini, sudah jam segini belum bangun juga. Mungkin dia termasuk bangun jam segitu kali ya," gumamnya.

Wanita itu pun mulai memandang berkeliling. Kamar itu nampak rapi dan bersih.

Beberapa pigura terpajang rapi. Kursi dan meja kecil di sudut ruangan pun nampak apik.

Tidak ada pakaian yang terletak sembarangan. Kaos oblong menggantung, bahkan handuk yang dilempar di sembarang tempat.

Seorang pelayan pun datang dari arah belakang wanita cantik yang penampilan elegan itu.

"Maaf Nyonya, Tuan sudah menunggu di meja makan," ujar wanita itu.

Wanita itu pun mengangguk pelan. Kemudian meminta pelayan itu untuk membangunkan anak lelakinya itu.

Wanita cantik itu pun keluar kamar. Pelayan wanita itu pun membangunkan majikannya itu dengan hati-hati.

Tak lama, tubuh lelaki itu menggeliat. Mengerjapkan matanya, lalu bangkit menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.

Tiga puluh menit kemudian, lelaki itu pun keluar kamar. Lalu berjalan menapaki anak tangga menuju lantai satu.

"Selamat pagi Ma, Pa," ucapnya riang.

Seorang lelaki berumur lima puluh tahun pun meliriknya, tidak menjawab sepatah katapun.

"Nyenyak sekali tidur mu Nak. Mama sampai tidak tega membangunkan. Kamu nampak lelah, padahal tidak melakukan aktivitas yang berat. Apa kamu sakit?" tanya wanita itu.

Handoko hanya menggelengkan kepala, lalu menjawab pertanyaan wanita yang sudah melahirkannya itu.

"Handoko baik-baik saja Ma, tenang saja," ujarnya menenangkan ibunya itu.

"Han, kakakmu Julia akan kembali dari luar negeri besok. Apakah kamu udah memikirkan tawaran Papa?" tanya Hari Hutomo, ayah Handoko.

"Han akan pikirkan Pa. Beri waktu tiga bulan, agar bisa memikirkan cara menyesuaikan diri," jawab Handoko.

Waktu sarapan pun usai. Handoko mengantar kedua orang tuanya sampai ke depan pintu. Tak lama, mobil yang dikendarai mereka pun menghilang dari pandangan.

Hari Utomo dan Willa Sartika adalah dewan direksi. Pemilik sebuah perusahaan yang bernama Boulevard. Mereka adalah sepasang suami istri yang disiplin serta pekerja keras.

Perusahaan yang memiliki nama besar. Yang berkembang dan memiliki banyak cabang itu adalah bukti kerja keras mereka. Mereka berdua bahu membahu merintis perusahaan itu dari nol.

Mereka memiliki dua orang anak. Yang pertama adalah Julia Utomo dan si bungsu mereka adalah Handoko Utomo.

"Bi Surti, gimana? Aman pakaianku? Apa Mama mulai curiga?" tanya Handoko kepada pelayannya itu.

"Aman, Den. Nyonya sepertinya sedikit mulai curiga. Apakah aden lupa kalau Nyonya itu cerdas?" jawab Bi Surti.

"Apa yang membuat Mama mulai curiga kepadamu?" tanya seorang wanita.

Suara itu, datang dari arah belakang mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Be Your Pet
9.2
Demi membiayai pengobatan sang ibu di rumah sakit, Erick yang berusia dua puluh tahun terpaksa mengambil keputusan drastis. Ia setuju menjadi 'peliharaan' bagi Jason, seorang pria penyuka sesama jenis dengan kecenderungan BDSM yang sangat dominan. Kehidupan Erick pun berubah drastis saat ia terjebak dalam dinamika penuh kekerasan, kata-kata kasar, dan penghinaan. Mampukah Erick bertahan dalam hubungan ekstrem yang penuh dengan konten dewasa ini demi sosok ibunya?
Sampul Novel Bukan Sugar Baby
8.8
Tachi Gumama, seorang mucikari, merasa terhina saat Padrone Ricco menolak tawaran pelacur andalannya. Padahal, Padrone dikenal sebagai miliarder Manhattan yang sangat setia kepada istrinya, mendiang Nyonya Deceduto Ricco. Penolakan ini memicu kecurigaan Tachi bahwa pria kaya tersebut sebenarnya menyembunyikan seorang gadis simpanan. Benarkah sosok suami sempurna ini memiliki rahasia gelap di balik kesetiaannya, ataukah tuduhan Tachi hanyalah sebuah kekeliruan?
Sampul Novel CINTA DAN PENGORBANAN
9.2
Vanezha Dynazka, atau Nezha, harus berjuang sendirian setelah ditinggal wafat neneknya saat sedang mencari sang ibu. Hidupnya yang kelam berubah ketika kecelakaan mempertemukannya dengan sosok Aretha. Namun, Nezha terjebak dilema memilukan antara mempertahankan perasaan atau melepaskan cintanya demi membalas budi. Saat rahasia besar mulai terkuak, mampukah ia bertahan menghadapi badai takdir yang mengancam kebahagiaannya?
Sampul Novel Godaan si Petani Tampan
8.8
Mengikuti program nasional tahun 1970-an ke pedesaan membawa babak baru dalam hidupku. Di sana, ketertarikanku justru tertuju pada Adri, seorang petani lokal yang maskulin dan berotot. Keberanian memanjat jendela kamarnya di suatu malam menjadi awal dari hubungan intim kami yang tak terduga. Di sela-sela kesibukan menggarap ladang, kami menjalin asmara rahasia yang membara. Dari sudut pegunungan sepi hingga tempat terpencil di desa, kami mengukir jejak cinta yang mendalam berdua.
Sampul Novel Kontrak Cinta Terlarang
8.8
Dua tahun membina rumah tangga, Celine harus menelan kenyataan pahit bahwa Alister, suaminya, adalah seorang penyuka sesama jenis. Tekanan keluarga untuk segera memiliki keturunan membuat Alister nekat menyewa pria bernama Jonathan demi menghamili istrinya melalui pernikahan kontrak. Terjebak dalam rencana gila sang suami, Celine kini menghadapi dilema moral yang hebat. Mampukah ia menjalani skenario terlarang ini demi sebuah ekspektasi keluarga yang semu?
Sampul Novel Mantan Gay Kaum Pelangi
8.9
Kehilangan sosok ayah membuat Leo tersesat hingga terjerumus ke dunia hitam demi mencari kasih sayang. Trauma masa lalu membawanya terjebak dalam lingkaran cinta terlarang yang kelam. Namun, sebuah hidayah muncul dan memicu niatnya untuk berhijrah karena takut akan dosa. Meski tekadnya kuat, berbagai godaan masa lalu terus datang menguji iman. Mampukah Leo tetap istiqomah, meninggalkan identitas lamanya, serta menjalani hidup normal dengan membina keluarga?