Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Api Cemburu Ladyboy

Api Cemburu Ladyboy

Apa jadinya saat Diandra, gadis tomboy pecinta motor, dipaksa bertunangan dengan Handoko? Di balik kekayaannya, Handoko menyimpan obsesi unik untuk tampil anggun menyerupai ibunya. Meski ia berniat berubah, kehadiran Diandra justru memicu konflik besar yang mengancam hubungan mereka hingga di ambang kehancuran. Di tengah gejolak emosi dan rintangan yang ada, mampukah benih cinta yang mulai tumbuh menyatukan dua kepribadian yang sangat bertolak belakang ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Handoko dan Bi Surti pun melihat ke arah sumber suara itu. "Kakak? Kata Papa besok baru datang," ujar Handoko, sambil memeluk kakaknya itu.

"Kejutan," ujar Julia. Kemudian mengajak adiknya untuk duduk di tempat tidur.

Bi Surti pun keluar, lalu tak lama, sudah membawa segelas air putih untuk Julia.

"Kamu masih belum berubah Dek?" tanya Julia.

Handoko hanya diam, lalu merebahkan dirinya. Kepalanya di letakkan di paha kakaknya itu.

"Hentikan obsesimu mengagumi Mama berlebihan adikku sayang. Kau tahu, di luar sana pasti ada yang seperti Mama. Yang layak untuk kau cintai," ujar Julia, sambil mengelus kepala adiknya itu.

"Apa ... Ada gadis yang seperti Mama kak?" tanya Handoko.

Julia terkekeh mendapat pertanyaan dari adik bungsunya itu.

"Sama persis mungkin tidak. Tetapi sikap, sifat, gerak tubuh, hobi, selera makan, kasih sayang, cinta, mungkin seperti Mama," kata Julia.

Julia sudah sangat lama menyadari kelainan kepada adiknya itu. Cara berjalan, dan gaya bicaranya seperti perempuan. Namun, alat kelaminnya tumbuh normal. Julia pernah memeriksakan fisik adiknya itu secara menyeluruh.

Alasan itulah, yang membuat Julia belajar dengan keras agar bisa menjadi dokter. Agar bisa membantu adiknya itu kembali kepada takdir yang seharusnya.

Sering ibu mereka memergoki Handoko yang gemulai itu. Namun Julia menutupinya, dengan alasan sedang meniru seseorang di sekolahnya.

Julia selalu membantu mengingatkan Handoko. Jika adiknya mulai terlihat gemulai, maka, Julia akan memberi kode. Entah dengan mendehem, batuk, atau menjatuhkan sesuatu.

Julia bahkan memaksa Handoko untuk kuliah di kampus yang sama dengannya. Tentu saja tujuannya agar menyelamatkan nya dari perundungan.

"Kak, apa aku masih bisa kembali normal?" tanya Handoko.

Julia tersenyum. Dirinya sudah meneliti hingga jauh ke luar negeri demi adiknya itu.

"Tentu bisa. Kamu ga tertarik berhubungan dengan lelaki kan?" tanya Julia.

"Dih enggak lah. Ini si Otong masih waras Kak, enak aja," jawab Handoko.

Mereka bertiga pun terkekeh. Bi Surti memang tidak keluar kamar karena Julia memang memintanya demikian.

"Udah berapa banyak lelaki mesum yang kamu "peras" dek?" tanya Julia.

Handoko pun menunjukkan saldo rekeningnya dengan bangga. Julia terbelalak membaca saldo itu. Ternyata banyak sekali.

"Kak, beristirahatlah dulu. Nanti sore kita ke salon ya. Ini aku mau cek laporan keuangan perusahaan dulu," ujar Handoko.

Julia pun mengangguk setuju. Kemudian keluar kamar adiknya itu. Bi Surti pun mengambil tas ransel milik Handoko dan membawanya ke dalam kamar Julia. Memang seperti itu kesepakatan antara kakak beradik itu.

Sesampainya di kamar, Julia langsung merebahkan dirinya. Lalu terlelap karena lelah perjalanan yang memakan waktu belasan jam itu.

Bi Surti pun keluar dari kamar dan menutup pintu dengan perlahan. Nampak tiga buah koper berukuran besar sudah berjejer di depan kamar Julia.

Bi Surti tidak memasukkan koper-koper itu ke dalam kamar Julia karena takut menganggu tidurnya. Wanita berusia lima puluh tujuh tahun itupun kembali menuju dapur dan mulai memasak.

Karena Julia sudah pulang, maka Bi Surti memasak makanan kesukaan Julia. Dibantu oleh juru masak yang lain.

Bi Surti adalah pengasuh handoko dari bayi. Wanita itu menyayangi Handoko karena dirinya mendambakan seorang anak lelaki.

Wanita itu diceraikan oleh suaminya dengan alasan, tidak bisa melahirkan anak lelaki. Padahal, penentu jenis kelamin bayi, ada pada gen yang disumbangkan oleh suami.

Minimnya edukasi tentang hal itu, maka membuat banyak rumah tangga yang menjadi rusak. Bi Surti memiliki dua orang anak perempuan, kini kedua anaknya sudah menikah dan memiliki kehidupan yang sangat layak. Wanita itu tetap memilih bekerja, untuk mengisi hari tuanya.

Pukul satu siang, makanan sudah tertata rapi dan terhidang di meja makan. Terdengar suara kendaraan roda empat berhenti kemudian terdengar suara derap langkah yang menuju meja makan.

"Selamat siang Tuan, Nyonya," sapa Bi Surti.

"Siang Bi. Handoko masih tidur?" tanya Willa Sartika.

Bi Surti pun menjawab jika Handoko sedang memeriksa laporan keuangan perusahaan di kamarnya.

Hari Hutomo meminta Bi Surti untuk memanggil Handoko untuk makan siang bersama.

Bi Surti pun menuju kamar Handoko. Wanita itu mengetuk pintu kamar Handoko. Tak lama pintu kamar pun terbuka. Lalu mengatakan jika orang tuanya sudah menunggu di meja makan. Kemudian dirinya menuju kamar Julia, dan mengatakan hal yang sama.

Julia pun menuju kamar mandi. Membersihkan tubuh dan mengganti pakaiannya, lalu menuju meja makan.

Denting sendok yang beradu dengan piring pun terdengar. Willa dan Hari tidak menyadari jika Julia berjalan menuju arah mereka. Mereka menikmati makanan di piringnya masing-masing tanpa berbicara satu sama lain.

"Apakah kalian tidak mengajakku makan siang?" tanya Julia.

Willa menoleh, kemudian meletakkan sendoknya dan berdiri. Julia setengah berlari menuju arah ibunya lalu memeluknya.

Hari tak kalah senang melihat anak sulungnya itu. Hari sangat menyayangi Julia, hampir semua permintaannya akan dituruti.

"My princess ... Sayangnya Papa," ujar Hari.

Julia pun memeluk ayahnya itu, kemudian bergelayut di lehernya. Layaknya seorang anak kecil yang manja.

"Katanya besok pulangnya. Taunya udah nongol aja. Bagaimana kabarmu?" ujar Willa.

Julia pun menjawab jika dirinya baik-baik saja. Tak lupa menjelaskan, bahwa dirinya memang sengaja mempercepat kepulangannya satu hari. Ingin memberi kejutan kepada mereka semua.

Mereka kembali melanjutkan makan siang yang tertunda.

Hari dan Willa masuk ke dalam kamar dan beristirahat. Sementara Julia menuju kamar Handoko, adiknya.

"Masih sibuk periksa laporan keuangan?" tanya Julia.

Nampak Handoko sedang serius menatap layar laptopnya.

"Iya Kak. Papa mulai mendesak agar aku menggantikannya," jawab Handoko, tanpa menoleh.

Julia pun mengatakan bahwa dirinya tidak bisa menemani adiknya itu ke salon. Karena akan menemui Adrian, kekasihnya.

"Ga papa kak. Aku juga ga bisa ke salon. Kerjaan dari Papa masih numpuk nih," ujar Handoko.

"Ya sudah. Kalau begitu kakak pergi dulu ya. Kalau Mama mencariku, katakan bahwa aku di cafe Adrian," pesan Julia, sambil keluar kamar adiknya itu.

Julia kembali ke kamarnya. Memasukkan tiga buah koper yang berada di luar kamarnya. Kemudian memanggil Bi Surti untuk membantunya menyusun pakaian di lemari.

Selagi Bi Surti menyusun bajunya, Julia pun memilih beberapa baju untuk dipakai saat keluar nanti. Bi Surti bercerita jika kini Handoko lebih sering keluar malam.

"Aku juga mau bahas tentang ini sama Adrian Bi. Keluarganya sudah mendesak kami untuk menikah, sementara aku belum berhasil menyembuhkan adikku," ujar Julia sedih.

"Nona jangan sedih begitu. Den Handoko bisa sembuh, jika dirinya mau. Yang di alami Aden sekarang bukanlah penyakit. Namun hawa nafsu dari hatinya sendiri," kata Bi Surti.

Julia pun mengangguk. Memang, perilaku adiknya itu adalah ke inginan hatinya bukan karena menyukai sesama jenis tetapi lebih menyukai gaya dan pakaian perempuan saja.

Julia pun sudah selesai bersiap. Gadis cantik itu berpesan kepada Bi Surti, jika kedua orangtua mencarinya, katakan jika dirinya berada di cafe milik Adrian.

Gadis cantik itu pun mengambil kunci mobil, lalu melajukan nya menuju cafe Adrian.

Dua belas menit kemudian, Julia sampai di cafe milik Adrian itu.

"Julia, kapan kamu sampai?" sapa seseorang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Be Your Pet
9.2
Demi membiayai pengobatan sang ibu di rumah sakit, Erick yang berusia dua puluh tahun terpaksa mengambil keputusan drastis. Ia setuju menjadi 'peliharaan' bagi Jason, seorang pria penyuka sesama jenis dengan kecenderungan BDSM yang sangat dominan. Kehidupan Erick pun berubah drastis saat ia terjebak dalam dinamika penuh kekerasan, kata-kata kasar, dan penghinaan. Mampukah Erick bertahan dalam hubungan ekstrem yang penuh dengan konten dewasa ini demi sosok ibunya?
Sampul Novel Bukan Sugar Baby
8.8
Tachi Gumama, seorang mucikari, merasa terhina saat Padrone Ricco menolak tawaran pelacur andalannya. Padahal, Padrone dikenal sebagai miliarder Manhattan yang sangat setia kepada istrinya, mendiang Nyonya Deceduto Ricco. Penolakan ini memicu kecurigaan Tachi bahwa pria kaya tersebut sebenarnya menyembunyikan seorang gadis simpanan. Benarkah sosok suami sempurna ini memiliki rahasia gelap di balik kesetiaannya, ataukah tuduhan Tachi hanyalah sebuah kekeliruan?
Sampul Novel Different Body
8.0
Apa jadinya jika saat terjaga kamu mendapati dirimu terjebak dalam raga dengan gender yang sama sekali berbeda? Nasib malang inilah yang menimpa Aurora Nadine Rachellina secara tiba-tiba. Dia terbangun dan menyadari bahwa jiwanya kini menghuni tubuh seorang laki-laki. Perubahan drastis tersebut bukan sekadar anomali fisik, melainkan awal dari serangkaian masalah yang jauh lebih besar dan rumit yang harus segera ia hadapi dalam hidup barunya.
Sampul Novel GAIRAH TENGAH MALAM
9.5
Seorang fotografer alam liar melakukan ekspedisi mendalam ke jantung hutan Amazon yang misterius. Di sana, ia bertemu dengan pemandu lokal tangguh yang memicu ketertarikan kuat sejak awal. Di balik pesona hutan hujan yang eksotis, mereka harus menghadapi berbagai rintangan berbahaya yang mengancam nyawa. Di sela ketegangan dan ancaman alam tersebut, tumbuh gairah membara yang menyatukan keduanya dalam sebuah petualangan cinta yang penuh dengan risiko dan aksi.
Sampul Novel Jodoh Palsu Sang Alfa, Perang Diam Sang Omega
9.2
Sebagai Omega, aku percaya saat Dewi Bulan menakdirkanku bagi Alpha Baskara. Namun, janin yang kukandung ternyata dianggap aib. Baskara telah mandul demi wanita lain dan menjadikanku bahan taruhan keji. Setelah disiksa oleh Kirana dan dikhianati prajuritnya, hatiku membeku. Di ambang kehancuran, aku menelan ramuan terlarang untuk mematikan benih di rahimku. Ini bukan sekadar rasa putus asa, melainkan awal perang dingin untuk membalas dendam.
Sampul Novel Kebohongan Sang Alfa, Pemberontakan Sang Omega
8.4
Kebahagiaan Omega ini hancur saat memergoki Alpha Baskara bersama wanita lain dan seorang putra rahasia. Ternyata, pernikahan mereka hanyalah alat politik yang dirancang oleh Baskara dan orang tua angkatnya. Meski dikhianati dan disebut pajangan, ia tetap tenang saat Baskara berpura-pura rindu. Di balik amarah yang membeku, ia menyiapkan pembalasan. Sebuah kristal berisi rahasia busuk mereka akan segera mengungkap kebenaran di tengah pesta akbar.