Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Apa Kamu Kurang Istri?

Apa Kamu Kurang Istri?

Dua minggu menjelang pernikahan, Felix Darmaji kembali menunda hari bahagia mereka demi Shifa Adnan. Ini adalah penundaan ketiga, setelah sebelumnya Felix pergi ke luar negeri dan menemani Shifa melukis di gunung. Kehabisan kesabaran, sang protagonis langsung melamar teman masa kecilnya, Callen Harlan, putra mahkota konglomerat properti. Saat Felix menyadari kesalahannya, ia hanya bisa menatap siaran langsung pernikahan megah mantan tunangannya dengan penuh penyesalan mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 3

Felix bahkan tidak melirikku. Dia berkata dengan acuh tak acuh, "Apa yang kalian bicarakan? Shifa akan menjadi pelukis hebat."

Felix sama sekali tidak meluruskan kata-kata teman-temannya, yang jelas-jelas menjodoh-jodohkan mereka berdua. Padahal, akulah yang akan segera menikah dengan Felix.

Betapa sabarnya diriku dulu, hingga bisa terus bertahan untuk mencintai pria yang hatinya penuh dengan wanita lain ini.

Shifa menggigit bibirnya perlahan, matanya seakan berembun seperti rusa kecil, lalu dia berkata, "Kak Frany, jangan dengarkan kata-kata mereka. Mereka hanya bercanda tanpa tahu batasan, jangan dianggap serius."

Setelah berkata demikian, dia menyodorkan sebuah kotak yang cantik. "Kak Frany, ini hadiah yang aku bawakan untukmu. Buka dan lihatlah dulu apakah kamu menyukainya atau nggak."

Aku membuka kotaknya. Di dalamnya tergeletak gelang tipis dengan rantai halus, yang dirangkai dengan beberapa batu rubi kecil yang tidak beraturan.

Aku mengangkat pandangan untuk menatap Shifa. Di lehernya tergantung kalung rubi besar yang indah dengan tatanan yang sangat mewah. Jelas terlihat bahwa kalung itu dibuat secara khusus.

Aku terdiam sejenak, lalu teringat kembali. Bukankah kalung rubi ini adalah pesanan khusus yang dibuatkan Felix untukku?

Felix mengatakan bahwa dia berharap aku bisa memakainya bersama dengan gaun pengantin saat berjalan di pesta pernikahan bersamanya. Rubi ini juga melambangkan hati tulusnya untuk meminangku.

Saat memesan kalung ini dulu, desainer sudah memberitahuku ketika kalungnya selesai dirancang. Setelah batu utama untuk kalung dipotong, masih ada sisa material yang bisa dipakai untuk membuat perhiasan kecil lainnya, seperti gelang misalnya.

Sekarang, perhiasan utama yang seharusnya aku pakai bersama dengan gaun pengantinku, tergantung di leher Shifa. Sedangkan gelang dari sisa materialnya justru diberikan sebagai hadiah untukku.

Aku tidak bisa menahan tawa.

Ketika teman-teman Felix melihatku tertawa begitu bahagia, mereka merasa aku tidak pernah melihat dunia. Wajah mereka menunjukkan penghinaan.

Ada yang berbisik, "Bagaimana Felix bisa menyukai orang seperti ini?"

Ada pula yang melihat ke arah Shifa ketika dia menyerahkan hadiah untukku. Orang itu tampak terpesona dengan kalung rubi mewah di leher Shifa, hingga berseru dengan kagum.

"Shifa! Kalungmu cantik sekali!"

Shifa menyentuh kalungnya dengan malu-malu, menatap Felix dengan pandangan penuh cinta, lalu membalas, "Ini adalah hadiah dari Kak Felix. Dia mengatakan kalau ini adalah hadiah untuk merayakan kepulanganku. Kalau pameran lukisanku nanti berhasil, dia akan memberikanku hadiah yang lebih bagus lagi."

Aku tiba-tiba menghela napas, lalu berkata, "Wah, Felix benar-benar rela mengeluarkan uang, ya. Bahan baku kalung ini adalah warisan untuk wanita dari Keluarga Darmaji. Butuh waktu hampir setengah tahun hanya untuk menggambar sketsanya. Teknik pemotongannya juga disesuaikan dari luar negeri. Barang ini hanya diwariskan ke menantu wanita Keluarga Darmaji. Felix benar-benar peduli padamu."

Suasana tiba-tiba menjadi sunyi senyap.

Wajah Felix pun berubah muram.

Meskipun orang-orang yang duduk di sana tidak memahami apa-apa, sekarang mereka sudah mulai merasakan keanehan.

Jika ini adalah warisan yang hanya diberikan pada menantu wanita, seharusnya kalung itu diberikan padaku yang akan menikah dengan Felix. Sekarang kalung itu ada di leher Shifa, maknanya sudah tidak perlu dijelaskan lagi.

Shifa berdiri dengan tubuh gemetaran. Tangannya menyentuh kalung itu, seakan tidak tahu harus melepaskannya atau tetap memakainya. Matanya pun langsung memerah.

"Kak Felix, maafkan aku .... Aku nggak tahu kalau ini seharusnya menjadi milik Kak Frany. Aku terlalu bodoh, seharusnya aku bertanya lebih dulu ...."

Sebelum Shifa selesai berbicara, air matanya sudah jatuh seperti mutiara yang putus dari talinya, sungguh menyedihkan.

Tangannya gemetaran, mencoba sebaik mungkin untuk melepaskan kalung di lehernya, bahkan sampai mencekik lehernya. Leher putihnya segera menjadi merah.

"Kak Felix, tolong ... tolong bantu aku melepaskannya."

Suara Shifa bergetar, bahkan terdengar sedikit terenggah.

Felix langsung merasa tidak tega. Dia menahan tangan Shifa yang mencoba melepaskan kalungnya, lalu berkata, "Sudah aku bilang kalau ini adalah hadiah untukmu. Kenapa kamu ingin melepaskannya? Kamu pakai saja dengan baik, jangan dengarkan omongan orang lain."

Setelah berkata demikian, Felix menoleh menatapku dengan tatapan tajam, lalu melanjutkan, "Ini hanya batu rubi. Kamu adalah seorang mahasiswi kedokteran, kenapa kamu menganggap benda mati seperti itu begitu berharga? Kamu sudah memiliki gelar doktor, tapi kenapa masih sangat picik? Di depan banyak orang begini, kamu nggak merasa malu bersikap tamak!"

"Lagi pula, kalau memang ini untuk menantu Keluarga Darmaji, itu berarti kalung ini untuk istri masa depanku. Tentu saja aku berhak memutuskan siapa yang akan memakainya."

"Jangan sok tahu dengan berpikir kalau benda itu harus menjadi milikmu. Aku memberikannya pada Shifa, berarti Shifa yang lebih pantas mendapatkannya."

"Kamu akan menikah denganku, tapi masih meributkan masalah kecil seperti ini. Sebentar lagi kamu akan menjadi menantu Keluarga Darmaji, apa lagi yang membuatmu merasa nggak puas?"

Shifa yang ada di samping tersenyum lega, lalu berkata, "Kak Felix, terima kasih. Sebenarnya aku juga merasa kalau rubi ini lebih cocok dengan gaun yang akan aku pakai saat pameran nanti. Setelah bertahun-tahun, Kak Felix masih memahami apa yang aku suka."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Lima Anak Kembar
9.4
Isabella Ardhani mengalami nasib tragis setelah terjebak di kamar Rafael Damar, bos mafia penguasa bisnis. Insiden tersebut membuatnya hamil lima anak kembar jenius. Diusir dari rumah, ia kabur ke luar negeri demi membesarkan mereka. Bertahun-tahun berlalu, Isabella kembali sebagai wanita berkuasa. Takdir membawanya bertemu Rafael lagi, namun kali ini kelima anaknya telah menyiapkan rencana balas dendam besar terhadap ayah kandung mereka.
Sampul Novel Gadis buta Milik CEO
8.8
Dunia Laras mendadak gelap setelah insiden tragis merenggut penglihatannya. Mantan mahasiswi ceria ini kini hidup menderita akibat perundungan penggemar fanatik Damar, CEO yang dulu ia cintai. Damar sempat menjauh demi kebaikan Laras, namun keputusannya justru berujung kehancuran bagi sang gadis. Kini, Damar kembali dengan penyesalan mendalam. Ia bertekad menebus kesalahan masa lalu dan berharap Laras mampu melihat ketulusan hatinya di balik kegelapan abadi.
Sampul Novel Gadis Perawan Untuk CEO
8.6
Devanka hampir kehilangan kesuciannya akibat ulah tetangganya, sebuah tragedi yang bisa mendatangkan kutukan karma bagi keluarganya. Di tengah kemelut itu, ia bertemu CEO arogan yang sedang mencari istri perawan. Pria kaya tersebut harus memenuhi wasiat sang kakek di ulang tahun ke-80. Bagi keluarga besar Hamzah yang berkuasa, menikahi gadis yang masih suci adalah kehormatan mutlak. Kini, nasib Devanka terikat pada ambisi keluarga konglomerat tersebut.
Sampul Novel Hasrat Terlarang dengan Atasan
8.8
Hidup Venina Anastasya berubah drastis setelah satu malam terlarang dengan atasannya, Erlangga Krisdiantoro. Terjebak dalam pesona pria itu, Venina mengabaikan kenyataan bahwa Erlangga telah memiliki wanita lain. Hubungan penuh gairah ini mengancamnya dengan skandal besar, namun ia tak berdaya melepaskan diri. Di sisi lain, Erlangga bimbang memilih Venina atau kekasih lamanya yang kembali. Apakah Venina hanya pelarian sementara tanpa ada cinta sejati bagi Erlangga?
Sampul Novel JENUH
8.0
Kehidupan pernikahan Lisa dan Toni tampak sempurna dengan kekayaan dan ketenangan tanpa konflik. Namun, kedamaian itu justru memicu rasa jenuh yang mendalam bagi Lisa. Meski Toni adalah suami idaman yang tampan dan royal, Lisa merasa hambar. Kehadiran seorang pria lajang baru kemudian menggoda kesetiaannya hingga ia terjerumus dalam perselingkuhan. Akankah pengkhianatan ini menghancurkan rumah tangga mereka atau menjadi akhir dari kejenuhan yang ia rasakan?
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Istriku yang Seorang Taipan
9.5
Tiga tahun menikah, Stephanie hanya menerima sikap dingin dari Erik. Saat harapannya hancur oleh niat buruk sang suami, ia bangkit menjadi wanita terkaya di dunia. Erik yang terkejut melihat transformasi sang mantan istri pun berusaha mengejarnya kembali. Namun, Stephanie kini memegang prinsip bahwa pria hanya penghambat kesuksesan. Erik Palmer yang angkuh kini rela merendah di hadapan publik demi membujuk Stephanie agar bersedia membangun mahligai rumah tangga bersamanya lagi.