Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Apa Kamu Kurang Istri?

Apa Kamu Kurang Istri?

Dua minggu menjelang pernikahan, Felix Darmaji kembali menunda hari bahagia mereka demi Shifa Adnan. Ini adalah penundaan ketiga, setelah sebelumnya Felix pergi ke luar negeri dan menemani Shifa melukis di gunung. Kehabisan kesabaran, sang protagonis langsung melamar teman masa kecilnya, Callen Harlan, putra mahkota konglomerat properti. Saat Felix menyadari kesalahannya, ia hanya bisa menatap siaran langsung pernikahan megah mantan tunangannya dengan penuh penyesalan mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku sedang membaca dengan penuh minat ketika telepon Callen tiba-tiba masuk.

Suaranya yang dalam dan memikat pun terdengar, "Tim hubungan masyarakatku bertanya apakah kita ingin menghapus berita ini?"

Aku tersenyum penuh pengertian. "Nggak perlu. Daripada membuang uang untuk itu, lebih baik kamu menghabiskan semua dana ini untuk pesta pernikahan. Aku nggak akan mengizinkanmu menghamburkan uang untuk orang lain."

Callen tertawa pelan dari ujung telepon, lalu membalas, "Baiklah, hari ini kamu bisa mencoba gaunnya dulu. Tentang bunga untuk pernikahan, mawar jenis apa yang kamu suka? Aku sudah menyuruh orang untuk mengirimkan tiga jenis mawar dengan pesawat. Nanti kamu bisa memilihnya."

Baru kemarin kami memutuskan menikah, tetapi hari ini sudah ada tiga jenis bunga yang dikirimkan. Aku merasa kagum. Efisiensi pria ini benar-benar tinggi.

Sejak memutuskan untuk menikah, semua hal diurus oleh Callen dan orang-orangnya. Aku hanya perlu memilih, tetapi dia tidak pernah keberatan jika aku tidak ikut bekerja. Dia sudah menyiapkan segalanya untuk aku pilih.

Aku teringat saat dulu memutuskan menikah dengan Felix. Posisiku saat itu benar-benar bertolak belakang dari sekarang. Semua hal harus aku urus sendirian.

Sesekali, aku menanyakan saran Felix, tetapi yang aku dapat hanya tanggapan penuh ketidaksabaran darinya.

"Kamu bisa memutuskan masalah sekecil ini sendiri. Jangan selalu menggangguku untuk segala hal."

Ketika melihat setiap tindakan Callen, sepertinya aku mulai mengerti bahwa inilah seharusnya sikap seorang calon pengantin pria.

Termasuk masalah gaun pengantin. Ada hampir 50 setel pakaian yang disiapkan untuk aku pilih. Ajaibnya, semuanya pas dengan ukuran tubuhku.

Desainer yang ada di samping tidak bosan untuk mendorongku mencoba lebih banyak lagi. Dia juga berkata dengan penuh kekaguman, "Tim kami kemarin diminta untuk bangun tengah malam oleh Pak Callen. Banyak gaun yang ukurannya diubah mendadak. Pak Callen juga meminta kami untuk menunggu. Kalau ada yang nggak pas, kami bisa langsung memperbaikinya."

Desainer itu menatap gaun berkilau yang aku kenakan, matanya penuh dengan kilauan berkat untuk pengantin baru. "Pak Callen pasti sangat mencintaimu."

Wajahku terasa panas. Aku diam-diam melirik Callen yang tersenyum penuh makna.

Setelah seharian mencoba gaun, perhiasan, serta melihat berbagai jenis mawar, aku sudah benar-benar lelah. Begitu masuk rumah, aku langsung menjatuhkan diri di sofa.

Baru saja aku duduk, telepon dari Felix masuk. Sebelumnya, ada belasan panggilan tak terjawab darinya.

"Kamu di mana? Sudah aku bilang berapa kali untuk jangan terlambat! Apa kamu harus datang terlambat baru merasa statusmu lebih tinggi?" ujar Felix.

Aku bertanya dengan bingung, "Pergi ke mana?"

Felix tidak bisa menahan tawa sinisnya. "Frany, hebat sekali kamu. Aku kira kamu sudah benar-benar menerima Shifa. Ternyata kemarin hanya sandiwara? Bahkan kamu sudah belajar mengabaikan pesanku?"

"Aku sudah mengirimkan pesan padamu sejak tadi. Hari ini adalah hari pertama Shifa kembali, jadi aku membuatkan pesta sambutan untuknya. Shifa sudah dengan baik hati mengundangmu untuk datang. Cepatlah kemari, lokasinya sudah aku kirimkan."

Setelah mengatakan itu, Felix menutup telepon dengan keras tanpa menunggu jawaban dariku. Aku menerima lokasinya, diikuti dengan sebuah pesan suara.

"Kak Frany, kita sudah lama nggak bertemu. Cepatlah datang, aku nggak mau kamu salah paham tentang aku dan Kak Felix …."

Suara di akhir pesan suara ini terdengar menggantung. Ketika aku membuka pesan suara berikutnya, suara Felix terdengar.

"Frany, kalau kamu sampai nggak datang, kamu nggak akan mendapatkan kontak pemimpin redaksi jurnal yang sudah aku janjikan sebelumnya."

Aku agak ragu. Aku adalah mahasiswi di jurusan kedokteran. Ada satu makalah yang belum bisa diterbitkan karena aku ingin menerbitkannya di sebuah jurnal tertentu. Felix pernah secara tidak sengaja mendapatkan kontak pemimpin redaksi di jurnal itu, lalu berjanji akan memberikannya padaku.

Ternyata dia memakai kontak itu untuk mengancamku. Ini benar-benar keterlaluan.

Aku bangkit berdiri, sedikit merapikan diri. 'Baiklah, aku akan pergi. Bagaimanapun juga, kedua orang ini nggak akan bisa menggangguku lagi nanti,' pikirku.

Aku masuk ke ruang VIP hotel. Di kursi utama, Felix dan Shifa duduk berdampingan, tampak sangat mesra serta serasi. Kedua kursi mereka seakan menempel erat.

Ketika melihatku melangkah masuk, Shifa segera berdiri. Wajah putih bersihnya tampak penuh senyuman. "Kak Frany, kamu sudah datang. Duduklah."

Sambil berkata demikian, Shifa hendak memberikan tempat duduknya padaku.

Sebelum sempat wanita itu banyak bergerak, Felix sudah menariknya, lalu berkata, "Shifa, hari ini kamu yang menjadi bintangnya, jadi kamu duduk saja. Ada banyak tempat kosong di sini, dia bisa duduk di mana saja."

Shifa menatapku dengan raut menyesal, wajahnya agak memerah. "Maaf, Kak Frany. Kak Felix mungkin ... agak mabuk."

Aku melambaikan tangan, duduk dengan santai, lalu membalas, "Nggak apa-apa, aku akan duduk di sini saja. Kak Felix-mu benar, hari ini kamu yang menjadi bintangnya."

Kemudian, teman-teman Felix mulai bersuara, "Sudahlah, ini hanya masalah tempat duduk, apa yang perlu diributkan? Omong-omong, hari ini kami sudah melihat foto-foto wartawan. Kamu dan Shifa benar-benar serasi. Teman-temanku yang nggak mengenal kalian juga mengatakan kalau kalian pasti adalah sepasang kekasih!"

"Shifa memang terlalu berfokus pada pekerjaannya, bertekad mengejar mimpinya. Sayang sekali mereka berpisah sebelumnya. Tapi sekarang Shifa sudah kembali, kalian bisa mulai lagi dari awal."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Lima Anak Kembar
9.4
Isabella Ardhani mengalami nasib tragis setelah terjebak di kamar Rafael Damar, bos mafia penguasa bisnis. Insiden tersebut membuatnya hamil lima anak kembar jenius. Diusir dari rumah, ia kabur ke luar negeri demi membesarkan mereka. Bertahun-tahun berlalu, Isabella kembali sebagai wanita berkuasa. Takdir membawanya bertemu Rafael lagi, namun kali ini kelima anaknya telah menyiapkan rencana balas dendam besar terhadap ayah kandung mereka.
Sampul Novel Gadis buta Milik CEO
8.8
Dunia Laras mendadak gelap setelah insiden tragis merenggut penglihatannya. Mantan mahasiswi ceria ini kini hidup menderita akibat perundungan penggemar fanatik Damar, CEO yang dulu ia cintai. Damar sempat menjauh demi kebaikan Laras, namun keputusannya justru berujung kehancuran bagi sang gadis. Kini, Damar kembali dengan penyesalan mendalam. Ia bertekad menebus kesalahan masa lalu dan berharap Laras mampu melihat ketulusan hatinya di balik kegelapan abadi.
Sampul Novel Gadis Perawan Untuk CEO
8.6
Devanka hampir kehilangan kesuciannya akibat ulah tetangganya, sebuah tragedi yang bisa mendatangkan kutukan karma bagi keluarganya. Di tengah kemelut itu, ia bertemu CEO arogan yang sedang mencari istri perawan. Pria kaya tersebut harus memenuhi wasiat sang kakek di ulang tahun ke-80. Bagi keluarga besar Hamzah yang berkuasa, menikahi gadis yang masih suci adalah kehormatan mutlak. Kini, nasib Devanka terikat pada ambisi keluarga konglomerat tersebut.
Sampul Novel Hasrat Terlarang dengan Atasan
8.8
Hidup Venina Anastasya berubah drastis setelah satu malam terlarang dengan atasannya, Erlangga Krisdiantoro. Terjebak dalam pesona pria itu, Venina mengabaikan kenyataan bahwa Erlangga telah memiliki wanita lain. Hubungan penuh gairah ini mengancamnya dengan skandal besar, namun ia tak berdaya melepaskan diri. Di sisi lain, Erlangga bimbang memilih Venina atau kekasih lamanya yang kembali. Apakah Venina hanya pelarian sementara tanpa ada cinta sejati bagi Erlangga?
Sampul Novel JENUH
8.0
Kehidupan pernikahan Lisa dan Toni tampak sempurna dengan kekayaan dan ketenangan tanpa konflik. Namun, kedamaian itu justru memicu rasa jenuh yang mendalam bagi Lisa. Meski Toni adalah suami idaman yang tampan dan royal, Lisa merasa hambar. Kehadiran seorang pria lajang baru kemudian menggoda kesetiaannya hingga ia terjerumus dalam perselingkuhan. Akankah pengkhianatan ini menghancurkan rumah tangga mereka atau menjadi akhir dari kejenuhan yang ia rasakan?
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Istriku yang Seorang Taipan
9.5
Tiga tahun menikah, Stephanie hanya menerima sikap dingin dari Erik. Saat harapannya hancur oleh niat buruk sang suami, ia bangkit menjadi wanita terkaya di dunia. Erik yang terkejut melihat transformasi sang mantan istri pun berusaha mengejarnya kembali. Namun, Stephanie kini memegang prinsip bahwa pria hanya penghambat kesuksesan. Erik Palmer yang angkuh kini rela merendah di hadapan publik demi membujuk Stephanie agar bersedia membangun mahligai rumah tangga bersamanya lagi.