Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Apa Kamu Kurang Istri?

Apa Kamu Kurang Istri?

Dua minggu menjelang pernikahan, Felix Darmaji kembali menunda hari bahagia mereka demi Shifa Adnan. Ini adalah penundaan ketiga, setelah sebelumnya Felix pergi ke luar negeri dan menemani Shifa melukis di gunung. Kehabisan kesabaran, sang protagonis langsung melamar teman masa kecilnya, Callen Harlan, putra mahkota konglomerat properti. Saat Felix menyadari kesalahannya, ia hanya bisa menatap siaran langsung pernikahan megah mantan tunangannya dengan penuh penyesalan mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 1

Dua minggu sebelum pernikahan, Felix Darmaji tiba-tiba menunda upacara pernikahan kami.

Dia berkata, "Shifa bilang kalau hari itu adalah pameran lukisan pertamanya. Dia sendirian saat acara pembukaan nanti. Aku khawatir dia merasa ketakutan kalau nggak sanggup menghadapi situasi itu, jadi aku harus pergi untuk membantunya."

"Kita berdua juga nggak memerlukan acara penuh formalitas seperti ini. Apa bedanya kalau kita menikah lebih cepat atau lebih lambat sehari?" lanjut Felix.

Namun, ini adalah ketiga kalinya pria ini menunda tanggal pernikahan kami demi Shifa Adnan.

Saat pertama kali, Felix mengatakan bahwa Shifa baru saja menjalani operasi. Wanita itu merindukan makanan dari kampung halamannya, jadi Felix tanpa ragu pergi ke luar negeri untuk merawatnya selama dua bulan.

Saat kedua kalinya, Felix mengatakan bahwa Shifa ingin pergi ke pegunungan terpencil untuk melukis serta mencari inspirasi. Felix khawatir akan keselamatannya, jadi dia ikut bersama wanita itu.

Ini adalah ketiga kalinya.

Aku menutup telepon, menatap teman masa kecilku, Callen Harlan, yang sedang duduk di seberang dengan sikap santai. Dia sedang mengetuk lantai marmer dengan tongkat berhias zamrud di tangannya, membentuk irama yang teratur.

"Apakah kamu masih mencari seorang istri?" tanyaku.

Pada hari pernikahanku, Shifa yang tersenyum manis sedang mengangkat gelasnya, menunggu Felix untuk bersulang bersamanya.

Namun, pria itu justru menatap siaran langsung pernikahan putra kesayangan Grup Harlan, pengembang properti terbesar di negara ini, dengan mata memerah.

Suara ketukan tongkat tiba-tiba berhenti. Callen mengangkat matanya untuk menatapku dengan pandangan yang dalam. "Apa kamu sudah memutuskan?"

"Bukannya aku nggak pernah memberinya kesempatan." Aku mengangkat bahu, lalu melanjutkan, "Pepatah mengatakan, sesuatu nggak boleh terjadi lebih dari tiga kali. Dia sudah menunda pernikahan tiga kali demi wanita yang sama. Artinya, kami memang nggak berjodoh. Untuk apa dipaksakan?"

Callen tersenyum sambil mengangkat alisnya, lalu membalas, "Karena kamu sudah memutuskan, aku akan mulai menyuruh orang untuk mempersiapkan semuanya. Pernikahan yang diselenggarakan Grup Harlan pasti akan menarik perhatian dunia. Kamu harus siap secara mental."

"Setengah bulan lagi, semua orang akan tahu siapa istri dari pewaris Grup Harlan."

Aku menatap pria di hadapanku, tahu bahwa dia sedang menyatakan tekadnya dengan serius.

"Baiklah, kamu tenang saja. Keluarga Sanaz juga akan berusaha keras mendukung Grup Harlan ke depannya. Kami nggak akan menjadi beban kalian," ujarku.

Callen tersenyum menatapku dengan makna tersirat, lalu membalas, "Aku nggak melakukan ini demi Grup Harlan."

Aku pulang ke rumah, mulai mengemasi semua barang yang berhubungan denganku di tempat ini dengan cepat. Pada saat ini, Felix mendorong pintu, lalu melangkah masuk. Pertama-tama, wajahnya tampak terkejut, lalu dia mencibir.

"Frany, kamu mulai lagi. Memangnya berapa umurmu? Setiap kali bertengkar, kamu akan langsung kabur dari rumah. Kekanak-kanakan sekali!"

"Apa kamu begitu ingin menikah? Sudah aku bilang, hari itu memang kebetulan bertabrakan. Ini bukan berarti aku nggak akan menikahimu."

Nada ketidaksabaran seolah sudah meluap keluar dari ruangan ini. Aku dengan cekatan mengemasi barangku tanpa menoleh kepadanya sama sekali.

"Siapa bilang aku mau kabur dari rumah? Barang-barang di sini terlalu banyak, jadi aku akan membereskan beberapa barang yang nggak diperlukan," balasku.

'Sekalian membuangmu juga,' tambahku dalam hati.

Felix bersandar di ambang pintu, mengeluarkan sebatang rokok dengan santai, lalu memasukkannya ke dalam mulut. "Oh, kalau begitu kamu juga bisa sekalian membersihkan kamar tamu. Shifa akan tinggal di sini untuk beberapa ini. Tempat ini dekat dengan galeri, jadi akan lebih mudah untuknya kalau tinggal di sini."

Aku mengangguk, menyetujui perkataannya, "Baiklah, besok aku akan menyuruh orang membersihkan kamar tamu. Kira-kira, apa ada lagi yang perlu disiapkan untuknya?"

Tangan Felix yang sedang menyalakan rokok terhenti sejenak, seolah agak tidak percaya.

Nadanya tiba-tiba menjadi lebih lembut, "Sayang, aku tahu kalau belakangan ini aku sudah menyusahkanmu. Bukankah kamu menyukai cincin pernikahan merek X? Kita akan memesan satu set lagi, jadi kamu bisa bergantian memakainya."

"Belakangan ini mungkin aku nggak punya banyak waktu menemanimu. Ini adalah pertama kalinya Shifa mengadakan pameran, jadi aku harus lebih banyak mengurusi dia."

"Setelah melewati masa sibuk ini, setelah pameran lukisan Shifa selesai dengan baik, aku pasti akan menemanimu."

Aku tetap tidak menoleh meski dadaku terasa sesak. Nada suaraku pun sangat lembut.

"Nggak apa-apa, kamu nggak perlu menemaniku. Kamu urus saja urusanmu, kebetulan aku punya banyak barang yang perlu dibersihkan pelan-pelan."

Felix tidak bertanya mengapa kamarku yang selalu bergaya minimalis, tiba-tiba memiliki begitu banyak barang yang perlu dibersihkan.

Dia hanya merasa bahwa aku tiba-tiba menjadi pengertian, serta merasa sedikit lega. "Sebenarnya ruang baca itu memang harus diubah menjadi studio lukis. Cahaya mataharinya terlalu terang. Kalau barang-barang penelitianmu ditaruh di sana, cahaya sebagus itu akan jadi sia-sia, nggak akan berguna. Lebih baik, ruangan itu menjadi tempat Shifa untuk melukis."

"Kamu benar," kataku menyetujui.

Aku terus mengemasi barang di tanganku tanpa henti. "Kalau dia menyukai ruangan itu, serahkan saja padanya sebagai studio lukis."

'Karena wanita itu begitu suka merebut milik orang lain, aku akan serahkan rumah dan pemiliknya sekalian untuknya,' pikirku.

Keesokan harinya, Felix bergegas ke bandara untuk menjemput Shifa, bahkan sampai tidak menyentuh sarapan sedikit pun.

Pelukis wanita terkenal pulang untuk mengadakan pameran. Semua media berlomba-lomba untuk memberitakan tentang hal ini. Berita utama di Twitter pun langsung menyebar luas.

Banyak yang memberi komentar mengenai berita ini. [Ahli saham bertangan emas dan pelukis wanita romantis. Berikan penanya padaku, biar aku yang menulis ceritanya!]

[Pasangan yang nggak bisa dibenci, karena mereka memang sangat serasi. Cinta yang indah memang pantas mereka dapatkan!]

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Lima Anak Kembar
9.4
Isabella Ardhani mengalami nasib tragis setelah terjebak di kamar Rafael Damar, bos mafia penguasa bisnis. Insiden tersebut membuatnya hamil lima anak kembar jenius. Diusir dari rumah, ia kabur ke luar negeri demi membesarkan mereka. Bertahun-tahun berlalu, Isabella kembali sebagai wanita berkuasa. Takdir membawanya bertemu Rafael lagi, namun kali ini kelima anaknya telah menyiapkan rencana balas dendam besar terhadap ayah kandung mereka.
Sampul Novel Gadis buta Milik CEO
8.8
Dunia Laras mendadak gelap setelah insiden tragis merenggut penglihatannya. Mantan mahasiswi ceria ini kini hidup menderita akibat perundungan penggemar fanatik Damar, CEO yang dulu ia cintai. Damar sempat menjauh demi kebaikan Laras, namun keputusannya justru berujung kehancuran bagi sang gadis. Kini, Damar kembali dengan penyesalan mendalam. Ia bertekad menebus kesalahan masa lalu dan berharap Laras mampu melihat ketulusan hatinya di balik kegelapan abadi.
Sampul Novel Gadis Perawan Untuk CEO
8.6
Devanka hampir kehilangan kesuciannya akibat ulah tetangganya, sebuah tragedi yang bisa mendatangkan kutukan karma bagi keluarganya. Di tengah kemelut itu, ia bertemu CEO arogan yang sedang mencari istri perawan. Pria kaya tersebut harus memenuhi wasiat sang kakek di ulang tahun ke-80. Bagi keluarga besar Hamzah yang berkuasa, menikahi gadis yang masih suci adalah kehormatan mutlak. Kini, nasib Devanka terikat pada ambisi keluarga konglomerat tersebut.
Sampul Novel Hasrat Terlarang dengan Atasan
8.8
Hidup Venina Anastasya berubah drastis setelah satu malam terlarang dengan atasannya, Erlangga Krisdiantoro. Terjebak dalam pesona pria itu, Venina mengabaikan kenyataan bahwa Erlangga telah memiliki wanita lain. Hubungan penuh gairah ini mengancamnya dengan skandal besar, namun ia tak berdaya melepaskan diri. Di sisi lain, Erlangga bimbang memilih Venina atau kekasih lamanya yang kembali. Apakah Venina hanya pelarian sementara tanpa ada cinta sejati bagi Erlangga?
Sampul Novel JENUH
8.0
Kehidupan pernikahan Lisa dan Toni tampak sempurna dengan kekayaan dan ketenangan tanpa konflik. Namun, kedamaian itu justru memicu rasa jenuh yang mendalam bagi Lisa. Meski Toni adalah suami idaman yang tampan dan royal, Lisa merasa hambar. Kehadiran seorang pria lajang baru kemudian menggoda kesetiaannya hingga ia terjerumus dalam perselingkuhan. Akankah pengkhianatan ini menghancurkan rumah tangga mereka atau menjadi akhir dari kejenuhan yang ia rasakan?
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Istriku yang Seorang Taipan
9.5
Tiga tahun menikah, Stephanie hanya menerima sikap dingin dari Erik. Saat harapannya hancur oleh niat buruk sang suami, ia bangkit menjadi wanita terkaya di dunia. Erik yang terkejut melihat transformasi sang mantan istri pun berusaha mengejarnya kembali. Namun, Stephanie kini memegang prinsip bahwa pria hanya penghambat kesuksesan. Erik Palmer yang angkuh kini rela merendah di hadapan publik demi membujuk Stephanie agar bersedia membangun mahligai rumah tangga bersamanya lagi.