Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Antara Kerja dan Kenikmatan

Antara Kerja dan Kenikmatan

Dalam suasana yang tenang, sebuah kecupan lembut mengawali hubungan terlarang antara aku dan Nita. Meski kesadaranku mengingatkan bahwa ia telah memiliki kekasih, gairah di antara kami justru semakin tak terbendung. Logika sempat menghentikan ciuman itu, namun pesona Nita meruntuhkan segala pertahananku. Kini, batas profesional sebagai rekan kerja telah hancur sepenuhnya, mengubah dinamika pertemanan kami menjadi sesuatu yang jauh lebih intim dan rumit.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah Nita berlari meninggalkan apartementku, saya berusaha mengejarnya, saya turun lewat tangga dengan terburu-buru, sampai di lantai dasarpun dia sudah tidak ada. Saya mencoba menelfon nomornya, tapi tidak di angkat. Tidak mungkin juga dia matikan karena itu adala line kantornya, tapi sepertinya nomorku diblokirnya.

Setelah berganti baju, Saya kembali ke kantor untuk mencari Nita, tapi mobilnya tidak terlihat. Saya naik menyapa pak Stanly, ternyata dia juga sudah pulang, akhirnya saya hanya mengambil motor dan berniat mencari Nita di rumahnya, ternyata mobilnya belum ada dirumah, saya menunggu hingga hampir dua jam dan belum ada tanda dia kembali. Kalau seperti ini sih gimana ya, mungkin dia perlu waktu untuk sendiri dulu.

Malam itu saya pulang ke apartmentku, terduduk di ruang tamu, memikirkan apa yang baru saja terjadi sore ini di sini, rasanya seperti kesalahan, tapi sebuah kesalahan yang indah. Tapi saya tidak ingin hubungan kami berakhir, tidak ingin pertemanan yang sudah kami jalin berakhir karena kesalah indah tadi. Tapi apakah itu kesalahan?

Mungkin besok dia sudah tenang, besok saja akan kucoba hubungi lagi. Tapi setelah berbaring di ranjangku, rasanya tidak bisa tidur juga. Perasaanku campur aduk, apakah yang kulakukan tadi itu salah, apakah itu benar, terus kedua hal itu berkecamuk. Hingga hampir pukul 3 masih menatap langit-langit kamaku.

“Lineee” smartphoneku berbunyi.

Anita : Kamu sudah tidur?

“Kamu”, dia pakai kata kamu, biasa juga kau atau kadang nyet. Tengah malam gini.

Ted : Belum…

Anita : Aku tidak bisa tidur…

Ted : Sama…

Ted : Kejadian tadi sore, maafkan aku…

Ted : Kita terbawa suasana… tidak seharusnya, kamu sudah terikat dengan yang lain…

Anita : bukan salah mu …

Rasanya tidak nyaman membahas ini melalui chat, ku beranikan untuk mau menelfonnya.

Ted : Aku telfon ya?

Anita : Besok ketemuan saja, kita bicarakan, adikku sudah tidur, nanti dia terbangun…

Anita : Ayo tidur gih…night…

Ted : Night…

Seperti rasa lega yang datang dari chat tersebut, dia sudah tidak marah, ataukah dia memang tidak marah? Aduh malah kepikiran lagi. Rasanya otakku langsung relax dan begitu mataku terpejam, saya langsung tertidur.

Pagi rasanya lebih cerah dari kemarin, bangunpun lebih semangat dari biasanya, biasanya alarmku berbunyi pukul 6 dan saya masih malas-malasan di kasur untuk bergerak, hari ini weekend, dan jam 6 saya sudah bangun. Walau cuman tidur 3 jam rasanya sudah semangat hari ini. Apakah karena akan bertemu dengan Nita? Apakah ini yang disebut cinta?

Hari Sabtu, saya beraktifitas seperti biasanya, bagun pagi, mandi, sarapan dan siap-siap untuk menuju gym. Kalau hujan-hujan tidak jelas seperti ini selaluku sempatkan untuk ke gym, selain gym hari ini saya harus ke dojo. Selama di kota ini, berkat rekomendasi dari sensei-ku, saya sekarang melatih di salah satu dojo di sini. Jadwalkupun disesuaikan dengan jam kerjaku, jadi kebanyakan waktu melatihku adalah malam hari, Selasa, Kamis jam 20:00, kecuali hari sabtu jam 15:00.

Selesai ngegym, sudah pukul 9:00, saya selalu menyempatka diri balik ke apartment lagi untuk mandi. Tidak pernah suka menggunakan kamar mandi di tempat umum, mungkin kebiasaan. Saya mencoba menchat Nita apakah dia sudah bangun ya? Kemarin juga tidurnya jam 3.00.

Ted : Pagi Nit, kamu sudah bangun?

Kukirim pesanku sebelum perjalanan pulang ke apartementku. Kurang lebih 15 menit, tiba di apartementku, sudah ada balasan dari Nita.

Nita : Sudah dong… udah dari tadi malah…

Nita : Kamu tuh kali yang baru bangun…

Ted : Sorry ya, sudah habis nge gym kali… ini baru balik…

Ted : Jadi ketemuan entar?

Nita : Iya… habis kamu latihan saja?

Ted : Di mana?

Nita : Kamu saja deh tentukan…

Ted : Oke, nanti gue pikir dulu… Mau mandi dulu nih, gerah…

Setelahku kirim pesanku, hanya dibaca olehnya dan tidak dibalas lagi, ya karena memang chat itu tidak perlu di balas sih.

Sambil mandi, kupikirkan juga di mana ya bagusnya ketemuan entar. Ketempat yang romantis, nanti saya malah salah langkah lagi, ternyata dia mau menjelaskan hubungan kerja kami, dan melupakan apa yang terjadi kemarin. Kalau ketempat yang biasa, kalau ternyata dia ingin melanjutkan kisah kami. Jadi serba salah, akhirnyaku putuskan untuk mengajaknya ke sebuah restoran di puncak salah satu hotel ternama. Pemandangan kota akan sangat indah di malam hari, akan ku tanyakan padanya dan ku reservasi.

Ted : Nit, di Restoran <*****> yang di tower hotel <*****>

Ted : I pick you at 6?

Nita : ngak usah Ted, nanti ketemu di sana saja…

Nita : Btw, it’s a nice choice, see you later honey…

Eh, dia manggil honey? Waduh gimana ya. Jawaban apa yang harusku kirimkan, sepertinya lebih aman untuk tidak membalasnya dulu.

Aktifitasku weekend, biasanya saya persiapkan sendiri makan siang, rendah karbohidrat, tinggi protein, untuk memenuhi kebutuhan olahragaku. Jadi sekaligusku siapkan untuk makan seminggu, kecuali buat makan hari Jumat, karena biasanya kami makan diluar, hitung-hitung cheat day lah.

Aku terbiasa dengan rutinitas semacam ini, karena sejak kecil dikeluargaku, semua berolahraga, dan sangat menjaga asupan nutrisi yang masuk dalam tubuh kami. Terlebih lagi sehabisku menjalani pelatihan untuk pertandingan, kebiasaan itu semakin menjadi-jadi, dan tetap berusahaku jaga sampai sekarang ini.

Semua sudah kupersiapkan sebelum berangkat ke dojo, baju kemeja buat sebentar malam, celana jins, sepatu kulit, dan jam tangan. Semuanya sudah siap dipakai, semua sudah mengkilap. Jadi setelah pulang dari dojo, tinggal mandi dan tinggal pakai. Tiba-tiba terpikir, masa sudah keren gini, perginya naik motor, bisa berantakan nih kalau hujan.

Sepertinya saya harus minjem mobil kalau gitu, akhirnyaku putuskan buat meminjam mobil dari teman di dojo. Walau boleh dibilang hanya bertemu ketika latihan, kami cukup akrab, seperti halnya bertukar cerita melalui kepalan, kaya film silat gitu, jadi kenal lebih jauh habis sparing.

Sebelum berangkat kuhubungi dulu temanku, ternyata dia sedang keluar kota, dan mobilnya ditinggal menganggur dirumahnya. Dia sih bilangnya ambil saja, dengan beberapa trik sudah bisa masuk ke rumahnya dan ada kunci cadangan yang bisa digunakan untuk membuka pintu dan pagar rumahnya. Percaya amet ya sama gue, memang kadang saya bisa sangat persuasif.

Jadinya jam 14:00 sudah kudatangi rumahnya dengan motor, clingak clinguk kaya maling, berhasil membuka pagarnya, kemudian ku masukkan motorku, dan ku parkir di teras rumahnya, akhirnya dapat juga kunci mobilnya, sekarang tinggal jalan deh. Hampir lupa nutup pagarnya.

14:30 saya sudah tiba di dojo, mempersiapkan semuanya, mengenakan gi dan bersiap untuk latihan. Mungkin yang tidak tahu, gi adalah baju latihan untuk beladiri jepang, jadi Kempo, Aikido, Karate, semua baju itu disebut sebagai gi.

Hari ini latihan berakhir tanpa insiden apapun, adalah hal yang bahagia bagi kami pelatih jika saat latihan tidak ada cedera, luka atau lainnya saat latihan.

Seperti rencana sebelumnya, saya pulang ke apartment, mandi dan mengganti pakaianku dengan yang sudah kupersiapkan tadi. Sudah keren nih pikirku, ditambah sedikit parfum, pomade, ganteng deh.

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Penyesalan Dan Pembebasan
8.5
Sepuluh tahun pernikahan dengan Irfan hanya menyisakan kebencian mendalam akibat kematian sahabat masa kecilnya. Setelah Irfan gugur dalam misi penyelamatan bersenjata demi dirinya, sang istri justru disalahkan oleh semua orang atas tragedi tersebut. Dipenuhi rasa bersalah, ia memilih mengakhiri hidupnya dengan racun. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua saat ia terbangun di malam sebelum pernikahan mereka. Kali ini, ia bertekad untuk merelakan hubungan mereka sepenuhnya.
Sampul Novel Berpaling Darimu
8.2
Aris mencoba sabar menghadapi sikap dingin Bella di tengah hubungan rahasia mereka yang terhalang restu. Perseteruan abadi antar keluarga memaksa keduanya bersembunyi, namun Bella justru semakin abai. Di titik jenuhnya, Aris justru menemukan kehangatan dari sosok Ana. Perhatian tulus yang diberikan Ana perlahan mulai mengikis perasaan Aris pada Bella, hingga hatinya kini beralih sepenuhnya pada wanita lain yang lebih menghargai kehadirannya.
Sampul Novel Cowokku Lebih Muda
8.9
Andini tengah menjalani kisah asmara dengan seorang pria yang usianya jauh di bawahnya. Namun, stabilitas hubungan mereka mendadak goyah saat sosok dari masa lalu yang selama ini Andini nantikan kehadirannya muncul kembali secara tiba-tiba. Kini, Andini dihadapkan pada pilihan sulit mengenai masa depan perasaannya. Apakah ikatan cintanya dengan Alex sanggup bertahan, ataukah kehadiran orang lama tersebut akan mengakhiri segalanya?
Sampul Novel DIONESA
8.9
Kehidupan Sasa berubah total saat pindah ke sekolah baru dan harus duduk sebangku dengan Dion, siswa dingin yang anti-sosial. Di saat yang sama, Sasa terpukul mengetahui ayahnya memiliki kekasih baru. Melihat Sasa yang terus murung, Dion yang semula tertutup perlahan mulai peduli dan membuka diri. Kedekatan ini menumbuhkan rasa nyaman di antara mereka hingga rahasia pribadi Dion terungkap, memicu benih cinta yang mulai terpendam di hati masing-masing.
Sampul Novel Hati yang Remuk dan Mati
8.8
Pernikahan lima tahun Sheila dan Dave hancur saat mantan kekasih Dave kembali dan mengirimkan bukti kemesraan mereka. Alih-alih meratap saat suaminya absen di hari ulang tahun pernikahan mereka demi wanita lain, Sheila mengambil langkah drastis. Dia tidak hanya menandatangani surat perceraian, tetapi juga memerintahkan sekretarisnya untuk mengatur pernikahan Dave dengan selingkuhannya, Steph. Tujuh hari kemudian, Sheila terbang ke Veridia demi memberikan restu langsung untuk mereka.
Sampul Novel Melahirkan Anak Mantan
9.3
Rania terpaksa meninggalkan kota kelahiran dan cintanya, Devano, karena tekanan situasi yang tak terelakkan. Tanpa penjelasan, ia menghilang dan meninggalkan luka mendalam bagi Devano. Enam tahun berlalu, takdir mempertemukan Devano dengan bocah laki-laki yang memiliki kemiripan fisik antara dirinya dan Rania. Rahasia besar apa yang sebenarnya disembunyikan Rania selama ini? Mengapa ia tega pergi hingga memicu kebencian di hati Devano? Ikuti kisah penuh emosi ini.