Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Antara Kerja dan Kenikmatan

Antara Kerja dan Kenikmatan

Dalam suasana yang tenang, sebuah kecupan lembut mengawali hubungan terlarang antara aku dan Nita. Meski kesadaranku mengingatkan bahwa ia telah memiliki kekasih, gairah di antara kami justru semakin tak terbendung. Logika sempat menghentikan ciuman itu, namun pesona Nita meruntuhkan segala pertahananku. Kini, batas profesional sebagai rekan kerja telah hancur sepenuhnya, mengubah dinamika pertemanan kami menjadi sesuatu yang jauh lebih intim dan rumit.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dan saya baru sadar, SHIT! Saya lupa reservasi, mana malam minggu lagi. Sambil berkendara saya menelfon restoran itu, dan untung saja karena masih suasa liburan jadinya masih ada yang kosong. Saya tiba lebih awal tentunya, sangat tidak sopan membuat wanita menunggu, makanya sebagai lelaki aku harus tiba duluan dan menunggu, that is the rule! (buat laki-laki perhatikan)

Tepat pukul 17:30, aku sudah berada di restoran itu, ku ambil meja untuk berdua di pojokkan ruangan, menghadap kepintu masuk, biar saya bisa melihat ketika Nita datang, dan Nita bisa melihatku ketika dia datang. Sembari menikmati matahari yang telah terbenam meninggalkan jejak langit merah di sore itu. Cuacanya cerah, sehingga bisa melihat seluruh kota sore ini.

Tepat pukul 18:00, pintu itu terbuka, Nita tiba di restoran itu.

Dengan Mini Dress open shoulder warna biru muda, tas kecil berwarna putih dan highheels putih dan rambut yang dikepang satu, minimalis, selaras dan anggun. She looks so feminim, terlihat begitu imut dengan pakaian dan gaya seperti itu, tidak pernah sebelumnya aku melihatnya berpakaian seperti itu.

Aku berdiri untuk menyambutnya, ku sambut dia dengan menarikkan kursi untuknya dan mempersilahkannya duduk, dia hanya tersenyum kecil kepadaku. Begitu Manis… Oh God! Aku kembali ketempat dudukku, masih speachless, tidak mampu berkata-kata.

“How do I look? Do I look weird?” Nita memulai pembicaraan kami, lamunanku buyar mendengar suaranya, entah mengapa hari ini ku dengar suaranya begitu soft, lembut dan terkesan manja. Apakah ini sisi lain Nita, atau saya sedang berhalusinasi.

“No… You look cute”, eh kenapa saya bilang cute. Gawat nih, aduh bisa di tonjok nih.

“Thanks”, Nita menjawab dengan lembut.

Saya seperti, siapa wanita imut dan cantik di depan ku ini, dia bukan Nita yang selama ini ku kenal, dia begitu lembut, begitu cute, begitu innocent, seperti langsung jatuh cinta juga pada wanita di hadapanku ini. Nita punya dua sisi yang sangat berbeda, sisi yang tidak pernah dia tunjukkan pada rekan kerja yang lain. Sisi lembut dan kekanak-kanakannya ini.

Kalau bukan karena traning poker face yang selama ini telah di ajarkan di divisi kami, mungkin saya sudah kejang-kejang dan merespon dengan wajah terkejut. Memang divisi kami harus selalu bisa menghadapi segala masalah dengan tenang dan tanpa memperlihatkannya kepada orang lain.

Pelayan berjalan datang menghampiri kami, memberikan menu kepada kami berdua. Seperti pelayanan hotel berbintang pada umumnya, pelayan itu menawarkan menu-menu andalannya. Restoran ini menyajikan four-course meal, terdiri dari soup, appitizer, main dish, dan dessert.

Pelayan itu juga menawarkan wine, saya bertanya pada Nita apakah dia mau minum atau tidak, tapi dia bilang terserah padaku, jadi karena kurang paham tentang wine jadi saya hanya memilih house wine mereka.

Sebelum makanan kami tiba, saya mencoba mengawali pembicaraan kami.

“Nit, saya minta maaf mengenai kejadian kemarin”, memulai pembicaraanku.

“Aku tahu seharusnya aku tidak melakukan itu, it’s my fault. Kamu punya hak untuk marah karena itu”

“Do you think I’m angry?” sambil menatapku dengan senyum.

“I think so…” ku jawab dengan ragu padanya.

“Kalau saya marah, saya tidak akan datang, saya tidak akan berdandan untukmu”, jawabnya dengan senyum malu-malu.

Saya tidak mampu berkata-kata, dia tersenyum menatapku, tatapan yang seperti kemarin. Matanya membuatku meleleh, membuatku ingin mendekapnya lagi seperti kemarin. Aku akan menjadi lelakimu, menjadi pelindungmu, menjadi kesatria berkuda putihmu.

Kami mulai berbincang kesana kemari, semakin lamaku berbincang dengannya, semakin banyak hal pribadi yang kami bicarakan, malam itu seperti aku baru saja mengenal Nita, Nita secara pribadi, Nita yang diluar dari pekerjaan kami selama ini.

Astaga, ini Nita yang selama iniku kenalkan, ini Nita teman kerjaku yang tangguh, yang tidak ada seorangpun marketing yang berani mendebatnya, Nita yang jago Thaiboxing, Nita itu bisa menjadi seperti ini. Ataukah inilah Nita yang sebenarnya di balik tangguhnya sosok itu.

Malam semakin larut, kami telah menyelesaikan makan malam kami, sekarang sudah sekitar pukul 10:00 malam, kami masih bercerita dan ditemani oleh Wine. Tempat ini suasananya benar-benar nyaman, membuat kami lupa waktu, lupa sekitar kami.

Sesekali kami tertawa terbahak-bahak tanpa mempedulikan sekitar kami. Kami semakin mengenal jauh malam itu. Aku tidak ingin malam ini berakhir dengan cepat.

Tiba-tiba dari mulutnya keluar kata-kata yang membuatku shock.

“I am angry because I waited so long, so long to you to make your move”, sambungnya tertunduk malu.

“Saya selalu menginginkan seorang lelaki yang cerdas, kuat, dan tegas sepertimu”, sambil dia memutar-mutar wine dalam cawannya.

Saat itu rasanya hatiku berbunga-bunga dan begitu senang, tapi logikaku datang lagi, terus gimana dengan Dody. Saya ingin menanyaka itu tapi saya takut merusak moment malam ini, biarlah Dody malam ini tidak ada dalam pembicaraan kami, tidak ada dalam pikiran kami.

“Nit, you drink too much… Sudah cukup winenya”, kataku padanya.

“I drive you home” sambungku.

Nita sepertinya tidak keberatan, mungkin dia sadar juga telah minum cukup banyak malam ini. Setelah menyelesaikan pembayaran, saya dan Nita berjalan menuju lift. Dia berjalan dengan normal, tetapi sepertinya matanya sudah sayu. Sepertinya dia belum mabuk, tapi sudah cukup berat.

Akhirnya kami tiba diparkiran, saya mencari mobil Nita, karena kesadaran Nita yang sudah berkurang dia lupa memarkir mobilnya di mana. Akhirnya setelah 15 menit, nemu juga tuh mobil. Akhirnya ku tinggalkan dulu mobil pinjamanku di hotel ini, saya membawa mobil Nita untuk mengantar dia pulang dulu. Urusan mobil pinjamanku nanti baru saya naik taxi kembali kesini.

Sembari dalam perjalanan, Nita telah tertidur. Perjalanan dari restoran kerumahnya hanya sekitar 30 menit karena jalan sudah lengang. Sudah sampai depan rumah Nita, kubuka pagar rumahnya, dan kuparkir mobilnya ke dalam garasi.

Dari hasil cerita panjang lebar tadi, saya tahu saat ini orang tuanya sedang keluar negeri untuk liburan, Adiknya juga mungkin sudah tidur. Jadi memang rumahnya terlihat sepi, walau tampu teras dan pintu depan masih menyala.

Saya kembali kedalam mobil untuk membangunkan Nita, dia duduk di kursi depan, disamping driver. Kutepuk lembut pipinya, sambil memanggil namanya tapi tidak ada reaksi juga.

“Nit… Nita… Sudah sampai nih”, kataku setengah berbisik padanya.

Ini membuat wajahku dan wajahnya semakin dekat, tepukan-tepukan ke pipi Nita berubah menjadi belaian. Tanganku, jemariku mulai menyusuri pipinya yang halus. Wajahku semakin dekat dengan wajahnya, ingin sekali ku kecup bibirnya.

“Ted…”, mata Nita terbuka, dan dia memanggil namaku. Tapi bukannya menjauh, tangannya tiba-tiba juga membelai wajahku.

Akhirnya kukecup bibirnya, mata kami terpejam beberapa saat. Kuhentikan ciuman kami, kami saling menatap. Nita tersenyum kepadaku, dan dia memejamkan matanya. Bibir kami kembali terpaut, saling kecup, makin terbawa dalam dinginnya udara malam.

Keselahan yang sama telah kami perbuat, sebuah kesalahan yang manis.

Bersambung

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FBN" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FBN
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Penyesalan Dan Pembebasan
8.5
Sepuluh tahun pernikahan dengan Irfan hanya menyisakan kebencian mendalam akibat kematian sahabat masa kecilnya. Setelah Irfan gugur dalam misi penyelamatan bersenjata demi dirinya, sang istri justru disalahkan oleh semua orang atas tragedi tersebut. Dipenuhi rasa bersalah, ia memilih mengakhiri hidupnya dengan racun. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua saat ia terbangun di malam sebelum pernikahan mereka. Kali ini, ia bertekad untuk merelakan hubungan mereka sepenuhnya.
Sampul Novel Berpaling Darimu
8.2
Aris mencoba sabar menghadapi sikap dingin Bella di tengah hubungan rahasia mereka yang terhalang restu. Perseteruan abadi antar keluarga memaksa keduanya bersembunyi, namun Bella justru semakin abai. Di titik jenuhnya, Aris justru menemukan kehangatan dari sosok Ana. Perhatian tulus yang diberikan Ana perlahan mulai mengikis perasaan Aris pada Bella, hingga hatinya kini beralih sepenuhnya pada wanita lain yang lebih menghargai kehadirannya.
Sampul Novel Cowokku Lebih Muda
8.9
Andini tengah menjalani kisah asmara dengan seorang pria yang usianya jauh di bawahnya. Namun, stabilitas hubungan mereka mendadak goyah saat sosok dari masa lalu yang selama ini Andini nantikan kehadirannya muncul kembali secara tiba-tiba. Kini, Andini dihadapkan pada pilihan sulit mengenai masa depan perasaannya. Apakah ikatan cintanya dengan Alex sanggup bertahan, ataukah kehadiran orang lama tersebut akan mengakhiri segalanya?
Sampul Novel DIONESA
8.9
Kehidupan Sasa berubah total saat pindah ke sekolah baru dan harus duduk sebangku dengan Dion, siswa dingin yang anti-sosial. Di saat yang sama, Sasa terpukul mengetahui ayahnya memiliki kekasih baru. Melihat Sasa yang terus murung, Dion yang semula tertutup perlahan mulai peduli dan membuka diri. Kedekatan ini menumbuhkan rasa nyaman di antara mereka hingga rahasia pribadi Dion terungkap, memicu benih cinta yang mulai terpendam di hati masing-masing.
Sampul Novel Hati yang Remuk dan Mati
8.8
Pernikahan lima tahun Sheila dan Dave hancur saat mantan kekasih Dave kembali dan mengirimkan bukti kemesraan mereka. Alih-alih meratap saat suaminya absen di hari ulang tahun pernikahan mereka demi wanita lain, Sheila mengambil langkah drastis. Dia tidak hanya menandatangani surat perceraian, tetapi juga memerintahkan sekretarisnya untuk mengatur pernikahan Dave dengan selingkuhannya, Steph. Tujuh hari kemudian, Sheila terbang ke Veridia demi memberikan restu langsung untuk mereka.
Sampul Novel Melahirkan Anak Mantan
9.3
Rania terpaksa meninggalkan kota kelahiran dan cintanya, Devano, karena tekanan situasi yang tak terelakkan. Tanpa penjelasan, ia menghilang dan meninggalkan luka mendalam bagi Devano. Enam tahun berlalu, takdir mempertemukan Devano dengan bocah laki-laki yang memiliki kemiripan fisik antara dirinya dan Rania. Rahasia besar apa yang sebenarnya disembunyikan Rania selama ini? Mengapa ia tega pergi hingga memicu kebencian di hati Devano? Ikuti kisah penuh emosi ini.