
Antara Cinta Dan Obsesi
Bab 2
Gio dan Laras sudah pulang ke rumah sedang Vijar belum karena dia sudah SMA jadi pulang lebih sore, sejak ada Laras dan Saga di rumah keluarga Doni suasana rumah itu menjadi ramai dan ceria dengan segala tingkah keaktifan Saga anak itu benar-benar gesit dan lincah sampai-sampai membuat para pelayan kewalahan mengejarnya, tapi meski begitu mereka senang akan kehadiran anak-anak itu.
Gio juga jadi sering keluar kamar untuk bermain bersama mereka jika ada di rumah karena biasanya Gio kalau sudah pulang sekolah dia akan anteng di dalam kamarnya entah itu bermain game atau bermain ponsel sampai-sampai membuat orang tuanya khawatir dan lagi-lagi mereka bersyukur atas kehadiran dua anak yang ada di tengah-tengah mereka.
Tak terasa Gio dan Laras lama bermain datang lah Vijar dengan membawa teman-temannya yang satu geng yang berisi lima orang, memang sudah terbiasa jika Vijar membawa teman-temannya main ke rumah mereka sudah kenal satu sama lain begitu juga dengan para orang tua nya.
Kali ini Vijar membawa teman-temannya ke taman belakang rumah yang biasanya bermain di kamar namun kali ini Vijar hendak bermain di luar, saat sampai di sana mereka duduk lesehan sambil rebahan benar-benar suasana taman yang menyenangkan apalagi di tumbuhi dengan banyak pepohonan yang sudah berbuah.
"Wah... Jar! kenapa Lo ngga dari dulu bawa kita kemari di sini tempatnya enak, adem lagi". Rendi menyahut dengan senyum lebarnya.
"Iya mana banyak banget pohon buah nya lagi, Jadi pengen!" Arkan ikut menimpali sambil sesekali menyeka air liurnya karena tergiur dengan buah-buahan yang sudah ranum.
"Jangan-jangan dia sengaja lagi ngga bawa kita kesini karena takut buahnya kita colong. Hahaha". Hary tertawa menebak sendiri jawabannya di ikuti yang lain.
"Sialan Lo! gue lagi pengen aja kesini bukannya terimakasih". Vijar mengumpati mereka pasalnya Vijar baru ini mengajak mereka kesini setelah sekian lama mereka berteman.
"Eh tuh anak siapa?" tanya Lian tiba-tiba yang tadinya diam saja.
Semua pun menoleh pada apa yang di tunjuk Lian, di sana terlihat Laras yang sedang bermain bersama Gio dan Saga.
"Adik angkat gue". jawab Vijar singkat.
Mereka pun terkejut mendengar nya.
"Apa adik angkat?". ulang Rendi tak percaya.
"Iya, nyokap gue ngadopsi anak mereka yatim piatu mungkin karena kasian jadinya nyokap gue ngadopsi mereka". jawab Vijar lagi memperjelas.
Mereka pun hanya manggut-manggut, lalu tiba-tiba bola yang di tendang Saga melaju ke arah mereka tentu saja anak itu mengejar dengan tawa riang nya di susul Gio dan Laras.
"Hai, Ade manis namanya siapa?". tanya Hari dengan senyum khasnya.
"Laras kak!". jawab Laras malu.
"Dan ini?" tunjuk nya pada Saga.
"Itu Saga ade aku". jawab Laras lagi.
Dan setelah perkenalan itu Hari jadi terus mengobrol dengan Laras rupanya remaja itu menyukai Laras, sedang yang lain bermain dengan Saga kehadiran mereka membuat suasana menjadi ceria dengan tingkah polah Saga yang lucu dan Vijar terus tersenyum memandang ke arah Laras yang menurut nya begitu imut dan menggemaskan.
*****
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat kini Laras sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik, kini dia memasuki usia 12 tahun hendak masuk SMP sedang Saga berusia 9 tahun dan masih sekolah dasar, kedua anak itu tumbuh sehat dan cerdas kasih sayang yang di berikan kepada keluarga itu juga sama dengan anak kandungnya.
Laras benar-benar merasa bersyukur karena bisa di pertemukan dengan keluarga sebaik mereka, Laras dan Saga juga selalu mengunjungi makam kedua orangtuanya saat waktu senggang dengan di temani oleh Sarah dan Dewi terkadang juga oleh Gio dan Vijar.
Seperti saat ini Laras sedang berada di makam menziarahi makam kedua orang tuanya tapi tidak dengan Saga karena anak itu sedang les yang tidak bisa di tinggalkan akhirnya dengan berat hati Saga membiarkan kakaknya ke makam sendirian dengan di temani Vijar.
Vijar memimpin doa di Amini oleh Laras, sebenarnya Laras merasa canggung jika di antar oleh Vijar, dia lebih nyaman jika pergi bersama Gio mungkin karena dia lebih dekat dengan Gio dari pada Vijar tapi apa boleh buat Gio pun tidak bisa menemani nya begitu juga yang lain hanya Vijar yang bisa jadilah dia pergi bersama Vijar meski terasa canggung.
"Ras, mau langsung pulang atau kemana dulu?" Vijar bertanya setelah doa selesai.
"Em... sebenarnya aku mau ke toko buku karena sebentar lagi ujian aku mau cari buku tentang pelajaran". jawab Laras gugup, entah mengapa setiap berhadapan dengan Vijar dia selalu gugup.
"Oke, ayo kakak antar". Vijar lalu menggenggam tangan Laras erat seolah takut dia lari.
"Eh.. kak ngga usah di pegang ngga apa-apa kok". kata Laras.
"Kakak takut kamu jatuh, udah diem aja". jawab Vijar santai.
Hah jatuh memangnya Laras anak kecil berjalan saja sampai jatuh dan ini yang membuatnya risih beberapa bulan ini terhadap Vijar karena sikap perhatiannya yang menurutnya berlebihan.
Vijar dan Laras pun akhirnya pergi ke toko buku, Laras dengan serius mengitari rak-rak buku itu sambil membaca dan menyimpan nya lagi terus saja seperti itu dan tak sadar jika Vijar juga terus mengikutinya sambil menatap nya lekat.
Vijar sendiri sangat bingung, entah kenapa semakin gadis itu tumbuh semakin membuat perasaan Vijar aneh, perasaan ini bukan seperti kakak ke adik melainkan laki-laki ke perempuan sungguh dia tidak mengerti karena setiap melihat wajah Laras, hatinya seperti bergejolak dia jadi selalu tersenyum jika melihat Laras.
Apakah dirinya mulai menyukai gadis ini sebagai lawan jenis? ah tidak tidak Laras adalah adiknya walaupun hanya adik angkat dan lagi usianya berbeda jauh dia bisa di katakan pedofil nanti. Dan bagaimana nanti tanggapan kedua orangtuanya jika mengetahui hal ini? sungguh ini di luar dugaan nya dia harus bisa memendam perasaan ini. Harus.
"Kak Vijar". sebuah suara mengejutkan lamunan lelaki itu segera dia menyahut panggilan dari Laras.
"Ya ada apa?".
"Tolongin kak, ambilkan buku yang di atas sana". pinta Laras dengan menunjuk buku di atas sana.
Tanpa menjawab, Vijar langsung beranjak dan mengambil buku itu karena Vijar tinggi jadi tak sulit untuk mengambilnya.
"Ini!". sodornya pada Laras.
"Terimakasih kak". Laras tersenyum mendapatkan bukunya.
"Kamu sudah selesai?" tanya Vijar saat masih menunggu Laras yang masih anteng duduk dengan bukunya.
"Eh,, kak Vijar udah bosen yah"!. sahut Laras merasa tidak enak.
"Iya Kakak cape mana haus lagi". Vijar menjawab dengan jujur.
Laras nyengir melihat kekesalan Vijar, "Ya udah ayo kita minum dulu kak. Disana?". tunjuk Laras pada warung kecil yang menjual es kelapa berada di depan toko buku ini.
Setelah itu Laras membeli beberapa buku untuk kebutuhan sekolah nya lalu keluar di ikuti Vijar di belakang nya.
"Ayo kak duduk di sini! kakak mau pesen apa biar aku traktir karena kakak udah mau nemenin aku". ujar Laras menyuruh Vijar duduk di samping nya.
"Beneran, emang kamu punya uang". Vijar duduk di bangku yang sama dengan Laras dengan santai.
"Iya beneran. Pak es kelapa nya dua yah". jawab nya lalu memesan pada Abang penjualnya.
"Makasih yah!". Vijar dengan lembut mengelus rambut kepala Laras.
"Sama-sama kak!". Laras menjadi malu mendapat perhatian seperti itu lagi dari Vijar.
Tak lama air kelapa pun datang dan memberikan nya pada mereka, kini mereka sedang meminum air kelapa itu dengan nikmat lalu tak berapa lama datanglah seorang gadis yang seumuran dengan Vijar mendatangi mereka dengan pandangan tak percaya.
"Vijar.. kamu minum di sini?". tanya nya dengan wajah tak percaya.
"Ya, ada apa?". tanya nya datar merasa tidak suka dengan gadis yang ada di hadapannya ini.
"Kenapa kamu minum disini dan ini.. ( Sambil menunjuk Laras dengan telunjuknya ) siapa?".
"Apa aku harus menjawab pertanyaan kamu? itu sama sekali tidak penting". jawab Vijar sangat datar. Sedang Laras hanya menyimak saja.
"Vijar, ayolah kamu tidak pantas minum disini bagaimana kalau ada orang yang kenal kamu melihat ini, aku yakin mereka pasti akan membicarakan mu".
Kedua alis Laras mengernyit, siapa gadis ini kenapa perlakuannya membuat risih.
"Kalau kamu mau minum, ayo kita ke restoran aku yang akan traktir kamu. Ayo!" gadis itu terus mendesak padahal Vijar pun merasa nyaman minum di situ.
"Maaf kak, kak Vijar tidak mau jadi jangan di paksa ". Laras cukup kesal dengan gadis di samping nya ini kenapa getol sekali mendesak kakak nya.
"Hey, siapa kamu? aku tidak ada urusan dengan mu. Vijar ayo!". ujar nya lagi dengan sedikit membentak Laras.
"Cukup.."
Anda Mungkin Juga Suka





