Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Antara Cinta Dan Obsesi

Antara Cinta Dan Obsesi

Melanjutkan kisah Ikhlasku dengan takdirku, Laras harus menjalani hidup sebagai anak angkat di keluarga kaya setelah kehilangan orang tuanya. Sosok yang merawatnya sebenarnya adalah penyebab kematian sang ibu yang ingin bertanggung jawab. Namun, kemewahan itu tidak membawa kebahagiaan. Laras justru terjebak dalam obsesi gelap kakak angkatnya sendiri. Di tengah berbagai rintangan pelik, mampukah obsesi tersebut berubah menjadi cinta yang tulus?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Cukup... Della!". Vijar berucap dengan nada menekan tapi itu mampu membuat Della gadis yang tiba-tiba membuat rusuh sendiri ini terdiam.

"Ngapain kamu disini dan ada urusan apa kamu melarang ku minum disini?". tanya nya penuh penekanan.

"Vijar,, aku..." Della tak mampu membela ketika dirinya di beri pertanyaan seperti itu oleh Vijar dia hanya merasa cemburu saat melihat Vijar bersama perempuan lain.

"Kenapa? tak bisa menjawab". Vijar tersenyum miring membuat nyali Della menciut.

"Tapi aku peduli sama kamu, kamu itu cowok paling berpengaruh di kampus jadi aku harus melindungi privasi kamu terlebih dengan orang yang tidak setara dengan kamu". ujar Della sambil menatap rendah pada Laras.

Sedang Laras yang di tatap seperti itu tak peduli gadis itu masih asik minum air kelapa nya setidaknya ini lebih nikmat ketimbang mendengarkan rengekan gadis yang entah dari mana datangnya.

Lagi-lagi Vijar tersenyum miring, tau apa yang di maksud Della dia pun menggeser duduknya lebih dekat dengan Laras, sepertinya Della tidak tau siapa Laras baguslah itu akan mempermudah nya.

"Lo belum tau siapa dia?, dia itu calon tunangan gue". jawabnya mantap yang seketika membuat bola mata Laras melotot.

"Apa... tunangan ". ulang Della tergagap.

"Iya, dia tunangan gue yang nantinya akan jadi istri gue. Jadi... Lo ngga usah cari perhatian lagi sama gue. Ngerti ". setelah mengatakan itu Vijar menggenggam tangan Laras dan membawanya pergi menjauh dari Della yang masih terbengong tidak percaya, tapi sebelum itu dia sudah membayar air kelapa nya.

"Kak, tunggu kak kenapa kakak ngomong kayak gitu ke kakak itu itu kan bohong kak". Laras menghentikan langkahnya untuk meminta penjelasan Vijar.

Vijar menghela nafas pelan, dirinya juga tidak tau kenapa malah berbicara seperti itu dia hanya spontan mengatakan hal itu dan dengan niat supaya Della tidak caper lagi.

"Maaf, kakak reflek habisnya kakak greget sama tuh cewek ngga di kampus ngga di luar getol banget cari perhatian padahal dia bukan siapa-siapa kakak." jawab nya kesal.

"Dia suka sama kakak itu". sahut Laras tertawa kecil.

"Dia emang suka sama kakak, tapi kakak ngga suka dia". jawab Vijar acuh.

"Kenapa? padahal kakak itu cantik loh!". Laras tersenyum menggoda Vijar.

"Heh.. dia memang cantik tapi sikap nya buat ilfil udahlah kenapa jadi bahas dia?". Laras tertawa melihat Vijar yang menggerutu.

Vijar sangat kesal kenapa Laras malah terkesan menggodanya dengan Della padahal jelas-jelas dia mendeklarasikan dirinya sebagai calon tunangan dan hal itu sebenarnya refleks yang secara sengaja tapi sayang nya Laras mana ngerti karena usianya yang masih di bawah umur.

Sabar Vijar tunggu beberapa tahun lagi supaya Laras bisa mengerti maka saat itu juga dia akan kebingungan dengan sikap mu nanti.

"Sudah ayo kita pulang!". Vijar kembali menggenggam tangan Laras, sedang Laras masih tertawa kecil bahagia sekali rupanya melihat wajah Vijar yang kesal.

"Eh kak tunggu aku kan mau traktir kakak, kenapa tadi malah kakak yang bayar". Laras teringat tadi minuman nya malah Vijar yang bayar.

"Kamu atau kakak yang bayar itu sama aja". jelas Vijar santai.

"Tapi kak!".

"Apalagi ". gemes Vijar pada adik angkatnya ini.

"Aku bukan cuma haus tapi laper juga". cicit Laras pelan sambil menahan malu.

Vijar menghela nafas pelan mendengar cicitan Laras lalu tersenyum.

"Ayo"!

Hari ini teman-teman Vijar datang ke rumah tujuan nya ya apalagi kalau bukan bersantai sambil melakukan sesuatu yang mereka inginkan terlebih mereka lebih suka duduk di taman sejak pertama kali mereka menginjakkan kaki di taman itu mereka jadi sering kesini bahkan sampai ada yang tertidur, senyaman itukah taman itu yang bagaikan rumah kedua bagi mereka.

Vijar tentu tak mempermasalahkan itu di manapun tempat nya jika membuat mereka nyaman ya terserah asalkan tau batasan dirinya juga begitu jika sedang bermain di rumah temannya.

"Jar, itu Laras kan?". tanya Hary yang melihat Laras seorang diri sambil membaca buku.

Rambutnya yang hitam panjang berkibar tertiup angin menutupi wajahnya yang manis membuat Vijar tersenyum melihat nya.

"Iya!". jawab Vijar singkat namun pandangan nya tak lepas dari wajah Laras.

"Dia makin cantik yah, manis lagi!". kata Hary tersenyum.

"Benar banget perasaan tuh anak masih pitik ngga tau nya sekarang udah gadis aja". timpal Radit ikut menyahut.

"Dari jauh aja udah bikin terpesona gimana kalau dekat". timpal Kevin memamerkan senyum nya sedang Lian hanya diam saja namun dia mengangguki jika yang di katakan teman-teman nya semua nya benar.

Vijar mendengus kesal mendengar pujian-pujian teman-temannya untuk Laras dia merasa tidak suka hanya dia yang boleh memuji Laras.

"Lo semua berlebihan". kata Vijar kesal.

"Gue ngga berlebihan jar, oh iya! dia udah punya pacar belum gue rasa gue suka sama ade Lo". kata Hary terus terang membuat Vijar tiba-tiba hatinya memanas.

"Lo suka sama ade gue jangan macem-macem Lo yah dia masih kecil". protes Vijar.

"Eits.. sabar jar gue tau, tapi jadi kepemilikan ngga apa-apa kan". sahut Hary.

"Maksud Lo". tanya Vijar tak mengerti.

"Iya, dia punya gue jadi nanti kalau dia udah agak gedean jadi pacar gue". jelas Hary dengan enteng nya namun ada nada keseriusan di dalamnya.

"Hey, dia ade gue jadi siapapun yang suka sama dia harus lewat seleksi gue dulu". ujar Vijar terdengar seperti kakak yang protektif.

"Ah udahlah, gue mau kesana dulu". tukas Hary tidak mempedulikan Vijar.

"Eh mau ngapain loh!". cegah Vijar.

"Ya nyamperin ade Lo lah. Udah tenang aja ngga bakal gue apa-apa in". lanjut Hary dia melihat raut wajah Vijar yang cemas.

"Udah biarin aja lah jar toh kita liatin juga". tambah Kevin membiarkan karena menurut nya tidak masalah jika Hary hanya mengajak bermain saja tapi si Vijar ini berlebihan sekali seperti adiknya mau di culik saja.

Sedang Vijar sendiri bingung, sebenarnya dia tidak suka adiknya ada yang mendekati apalagi teman-teman nya pokoknya dia tidak suka.

Setelah itu Hary menghampiri Laras yang sedang memegang buku dapat di lihat bahwa gadis itu sedang serius belajar karena memang sebentar lagi dia akan menghadapi ujian kelulusan sampai-sampai kehadiran Hary dia tidak tau.

"Hay, serius amat belajar nya". ujar Hary duduk di samping Laras.

Sang empu tentu saja terkejut dia menengok mendapati teman kakak nya sudah duduk di samping nya.

"Eh kak Hary, iya aku lagi belajar soalnya mau ujian. Maaf yah! aku ngga sadar ada kakak dateng". jawab Laras lalu mengalihkan lagi pandangan nya ke buku.

"Kamu dari tadi sendirian?". tanya Hary, bicara sedekat ini membuatnya deg-degan.

"Ngga, tadi aku sama Saga dia lagi ngambil minum tapi ngga tau lama banget ". jawan Laras, bisa di lihat Laras agak tidak nyaman namun dia takut menyinggung teman kakak nya itu.

"Biasanya kamu juga sama Gio, kemana tuh anak?". Hary terus bertanya, dia benar-benar tidak melewatkan kesempatan.

"Kak Gio lagi di kamar nya, dia mau sendiri katanya".

"Oh iya ngomong-ngomong kamu cantik, pasti udah punya pacar yah". celetuk Hary membuat Laras menatap serius lelaki itu.

"Pacar, apa itu pacar kak?". alih-alih Laras akan tersipu karena di puji dia malah menanyakan tentang pacar karena dia sudah pernah dengar namun tidak tau artinya maklum lah kan masih SD.

"Ya.. pacar itu dua orang lawan jenis yang saling menyayangi dan selalu bersama". jelas Hary.

"Contohnya?". Laras makin penasaran.

"Contohnya seperti aku dan kamu!". timpal nya menggoda Laras dengan senyum lebarnya.

Laras hanya tersenyum karena memang itu sesuatu yang aneh di dengar di telinga nya.

"Kakak aku ngga boleh pacaran". jawabnya lugas.

"Sama siapa?".

"Sama semua orang yang ada disini apalagi kak Vijar, dia yang paling ingetin aku banget supaya jangan pacaran apalagi sampe suka sama cowok tapi.. emang aku ngga ada suka sama siapapun sih!". jelas Laras, toh dia juga tidak masalah dengan larangan itu karena dia pun tak memikirkan nya.

"Em.. iya kakak ngerti! kamu emang ngga boleh pacaran masih kecil tapi nanti kalau sudah besar kamu mau kan jadi pacar kakak?". Hary seakan mendeklarasikan bahwa Laras adalah miliknya, sambil mengacungkan jari kelingking nya.

Laras terdiam menatap jari kelingking itu, sebenarnya dia juga tidak mengerti arah pembicaraan Hary ini kemana tapi ya sudah toh menurut nya ini tidak berbahaya jadi dia mengangkat tangannya untuk menyambut uluran kelingking Hary, Hary yang melihat Laras akan membalasnya tersenyum namun sebelum dia melebarkan senyumnya dia harus menelan kekecewaan karena Saga sang adik datang dengan membawa minuman.

"Kakak, ini minumannya. Maaf yah lama soalnya tadi abis di suruh kak Gio". ujar Saga sang adik tak enak karena kakaknya pasti kehausan menunggu nya mengambil minum.

"Makasih de, kak aku minum duku!". Laras pun langsung meminum minuman segar dan dingin itu, sedang Hary hanya mengangguk.

"Oh iya kak, kakak di panggil kak Gio katanya kak Gio mau ngajarin rumus terbaru buat ujian terus abis itu kita mau di ajakin kulineran". sahut Saga memberi tahu dengan semangat.

"Wah... yang bener ayo kalau gitu !". Laras sangat senang kapan lagi Gio mengajaknya kulineran karena Gio adalah food blogger dia sangat terkenal di sosial media cita-cita nya juga ingin menjadi chef yang hebat.

"Kak, aku tinggal yah! aku mau samperin kak Gio dulu". pamit Laras sambil membereskan buku-bukunya.

"Iya, lain kali kita ngobrol lagi yah". meski kecewa tapi Hary masih punya banyak kesempatan dan waktu.

"Permisi kak Hary". ucap Saga dengan sopan.

"Yoi, ga". sahut Hary.

Laras dan Saga pun pergi untuk menemui Gio di kamar nya meninggalkan Hary yang terlihat sedikit kecewa.

Di sisi lain ada yang tersenyum senang, dia sangat berterimakasih kepada adik bungsunya Saga karena telah menggagalkan usaha Hary yang sudah dapat dia tebak ingin mendekati Laras.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KEW" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KEW
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BLIND HEART
9.7
Silvana, mahasiswi tingkat akhir yang terdesak biaya wisuda, terpaksa mencari pekerjaan sampingan demi membantu ayahnya. Alih-alih menjaga anak kecil, ia justru harus mengasuh Max Elgort, miliarder buta yang sangat temperamental. Di tengah bentakan Max, benih cinta mulai tumbuh di hati Silvana. Namun, Max masih terbelenggu bayang-bayang mendiang kekasihnya yang tewas dalam kecelakaan pemicu kebutaannya. Akankah Silvana bertahan saat Max masih setia pada janji masa lalunya?
Sampul Novel Cinta Gila Putra Konglomerat (Zero)
8.9
Pamela nekat menyatakan cinta pada Zero, sahabat posesifnya, namun malah dihina dan ditinggalkan. Saat trauma itu sembuh berkat kasih sayang Tirta, Zero mendadak muncul kembali untuk mengacaukan rencana pernikahan mereka. Meski ada gangguan dari mantan kekasih Tirta, Zero tetap menjadi ancaman utama. Dengan segala kegilaan dan kekuasaannya, putra konglomerat itu berusaha menjerat kebebasan Pamela serta menghancurkan kebahagiaan yang baru ia bangun.
Sampul Novel Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong
8.0
Aldric dan Keira terikat pernikahan kontrak demi kepentingan finansial keluarga. Setelah dua tahun penuh kepura-puraan, Aldric memilih bercerai demi mantan kekasihnya, tanpa tahu Keira pergi dalam keadaan mengandung. Lima tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali di sebuah kota kecil. Aldric terkejut melihat anak laki-laki yang sangat mirip dengannya. Kini, ia harus memilih antara menebus kesalahan masa lalu atau kehilangan keluarga kecilnya selamanya.
Sampul Novel Invisible Rich Man
9.5
Davin, pewaris takhta bisnis global, memilih menyamar sebagai petugas kebersihan demi menemukan cinta yang tulus. Di Jakarta, ia bertemu Vania, wanita yang menerima dirinya apa adanya tanpa memandang status sosial. Meski Vania berhasil melewati berbagai ujian kesetiaan yang diberikan Davin, hubungan mereka kini menghadapi rintangan baru yang lebih besar. Keluarga konglomerat Davin muncul menentang keras kedekatan mereka dan berusaha memisahkan keduanya.
Sampul Novel Jaring Kebohongan Suami Miliarderku
9.6
Sebagai istri miliarder teknologi bernama Kian, aku adalah penenang jiwanya. Namun, ia justru memberikan dana medis adikku kepada selingkuhannya demi suaka kucing. Saat kecelakaan tragis merenggut nyawa adikku, Kian membiarkanku terluka demi wanita itu. Puncak pengkhianatan terungkap saat aku ingin bercerai; pernikahan kami ternyata palsu dan penuh tipu daya. Kini, aku menghubungi pria dari masa laluku untuk membalas dendam dan menghancurkan kerajaan Kian.
Sampul Novel Pernikahan Dingin yang Membara
8.7
Hidup Aria, wanita karier yang gemilang, berubah drastis setelah malam penuh gairah dengan Raka. Ia merasa dikhianati saat menyadari pria itu adalah CEO di kantornya. Hubungan mereka kian retak akibat manipulasi licik Mira yang memicu kesalahpahaman besar. Terbakar api cemburu karena dugaan perselingkuhan Raka, Aria menyusun rencana balas dendam yang sangat berisiko. Kini, ambisi dan luka hati Aria mengancam untuk menghancurkan seluruh karier Raka.