
Annaya dan Kaisar Kegelapan
Bab 3
3
“Katakan sebenarnya sayang, siapa yang melukaimu?” Kazi segera menaruh beberapa tangkai bunga yang sedang dikerjakannya.
“Aduh Anna jangan selalu mengganggu Tuan Kazi saja! Coba lihat sekarang dia malah belum menyelesaikan pekerjaannya.”
Kazi menghela nafas panjang, celaan dari Miss Daniela telah membuat Anna cemberut dan seperti enggan menjelaskan yang akan mau dijelaskan tadi.
Kazi menatap dengan tatapan tajam, menggunakan pengaruhnya sehingga miss Dani tiba-tiba berbelok dan mengarah pada peserta lain.
Anna yang melihat hal itu sangat heran, ”Kazi apa yang kamu lakukan pada bibiku? Wah hebat! kamu punya kemampuan menghipnotis seseorang ya? biasanya kalau bibi sudah cerewet dan mulai mengomeli dia tidak akan bisa berhenti.
Tiba-tiba Anna merasakan sesuatu yang sangat magis beredar di sekelilingnya. Kazi tidak berusaha melepaskan ingatan Anna. Resikonya Anna tidak akan mengenalnya kembali.
“Aku memang bukan manusia biasa.”
“Aku sudah menyadarinya dari tadi! pasti kau orang yang sangat kaya sekali, sehingga kau mempunyai kekuatan untuk mengendalikan bibiku. Hebat!”
Perasaan Kazi langsung tidak enak pengalaman ribuan tahun hidupnya telah mengajarkan bahwa manusia yang serakah sangat kejam.
“Apakah bibimu perempuan yang sangat matre?” Kazi terlihat sangat marah. Apa benar? Kalau benar Kazi akan berubah pikiran tentang Miss Dani dan juga Anna.
“Sebenarnya bukan matre sih, tetapi Bibiku sangat hemat, dan dia begitu menghargai laki-laki yang kaya, iya memang. Ya sebuah peristiwa yang melatarbelakanginya. Bibiku sering di manipulasi dan dimanfaatkan oleh beberapa kekasihnya yang yang tidak punya pekerjaan sehingga ya itulah membuat dia berubah. Kazi berusaha mengerti penjelasan Anna. Walaupun ada beberapa sifat yang tidak bisa ditolerir olehnya. Apakah Bibi Anna akan membuat Kazi muak? Lalu bagaimana dengan Anna?
“Oh ya Anna.”
“Ya?”
“Apa yang membuatmu sangat kecewa? tadi kau bilang seperti itu sebelum Bibimu menyela pembicaraan kita.”
“Oh itu?!” dahi Anna terlihat berkerut kembali dan wajahnya terlihat sedih.
Kazi menaruh bunga-bunga yang telah rapi dirangkai, menatap Anna tajam, “Begini aja...,” kata Anna dengan tenang, “Aku akan menceritakan kisahku asal kau mau menyelesaikan dulu rangkaian itu!” Anna berujar sambil melirik ke rangkaian bunga yang terlantar, “Bibi akan marah kalau punyamu tak selesai gara-gara aku!”
“Persetan dengan semuanya!” Kazi mengumpat pelan.
“Eits aku dengar lo! Nanti Bu guru marah!” wajah Anna yang polos tersenyum menggoda dengan ceria.
Kazi melihat rangkaian bunga itu, sekarang segalanya seperti tidak penting. Dia ingin sekali memaksa Anna untuk menceritakannya sekarang. Yah, dia terpaksa harus menolerir bahwa kehidupan manusia tidak seperti keadaan yang dia harapkan. Tentu saja sebagai salah satu penguasa dunia lain, dia tak pernah mengalami harus bersabar dan menunggu. Semuanya berlomba-lomba mendahulukannya menjadikan semua kepentingan Kazi adalah prioritas utama walaupun untuk Franz yang cerewet sekalipun, dia akan mendahulukan Kazi dengan taruhan nyawanya sendiri.
Secepat kilat Kazi menyelesaikan rangkaian bunga itu, cepat dalam ukuran manusia. Dia menyelesaikannya dengan sangat indah. Berharap Miss Dani tidak akan mencari-cari kesalahan untuk ditimpakan kepada Anna.
“Wah rangkaian bunga yang indah sekali.” Anna berdiri dan bertepuk tangan dengan riang sehingga Miss Dani menoleh dan berjalan kearah mereka.
Kazi memaksakan diri untuk tersenyum dia merasa kesal sekali, “Benar kata Anna rangkaian bungamu sangat indah. Aku jadi heran mengapa sih kamu ikut latihan merangkai bunga? Rangkaian bungamu indah sekali,” tanya miss Dani dengan penuh selidik.
Anna mengangguk setuju, melihat ke arah bibinya dengan heran. Takut disalahkan lagi.
Kazi mengangkat bahunya dengan sangat santai, “Ini mudah sekali bagiku! Apa ada yang salah ya? aku selalu mudah beradaptasi dengan hal yang baru. Tidak ada yang aneh dalam hal ini.”
“Oh ya Anna karena sebentar lagi kelas ini akan berakhir, bersiaplah kalian akan kuantarkan.”
“Apakah kau sakit Anna? Kok Kazi yang mau ngantar?” bibi bertanya dengan heran.
“Tidak! Eh... tapi....”
“Memang saya yang yang menawarkan, Miss.” Kazi tersenyum dingin sudah benar-benar muak dengan kritik Miss Dani pada Anna, yang terus menerus tiada henti.
Tanpa merasa bersalah Miss Dani berseru kegirangan, “Asyik sekali-kali ikut mobil mewah,” seru Miss Dani seperti anak kecil yang baru naik mobil pertama kali.
Kazi sangat kesal, “Hari ini saya mimpi apa ya, bisa menjadi sopir dua wanita cantik, Miss Dani dan Anna. Mumpung lagi cuti beberapa hari dari perusahaan. Bagaimana apa kalian sudah siap untuk pulang?”
Rayuan maut Kazi yang sangat tampan membuat kedua perempuan itu mengangguk tanpa sadar. Sedikit banyak Kazi mengeluarkan kekuatan magisnya sehingga mereka mau menyetujui apa saja yang dia inginkan.
“Oh ya Miss Dani, besok saya mungkin sering mengunjungi Anna untuk sekedar menemani di toko. Anda mengizinkannya bukan?”
Miss Dani langsung mengangguk setuju, Kazi sangat senang.
“Anda menggunakan kekuatan dengan boros,” ucap Franz yang tiba-tiba masuk dalam benak Kazi.
“Franz kau datang lagi? mau menggangguku? Aku bukan bayimu Franz,” Kazi menjawab dengan marah, hampir saja taringnya menembus bibirnya karena sangat gusar.
“Maaf Bos! tolong jangan halangi aku untuk mengawasimu! Tugasku selalu melindungimu, jadi mengertilah,” rintih Franz dengan memohon penuh harap.
“Oke aku tak akan menghalangimu tapi kau juga tidak usah terlalu ikut campur dalam urusanku. Franz! aku sudah mengerti mana yang penting dan mana yang tidak, seumur hidupku aku sudah melayani rakyatku. Bolehkah sekali ini aja kau tidak menghalangiku melakukan apapun? lagian aku cuma menemani dua wanita cantik yang sedang yang melakukan perjalanan untuk pulang?”
“Tapi emm, anda mulai tertarik pada padanya Bos!”
“Salahnya dimana? dia perempuan cantik dan aku single! tidak mempunyai kekasih. Apakah kau menginginkan diriku menghabiskan hidupku dalam kesepian ribuan tahun?”
“Saya tidak melarangmu Bos, tapi ingatlah dia hanya seorang manusia biasa. Hidupnya tak akan lama kalau kau mencintainya kau akan menderita Bos! Aku hanya mengkhawatirkanmu, seperti kejadian terakhir kau sangat kehilangan dan susah untuk bangkit kembali.”
Vampire bila sudah jatuh cinta sangatlah possesif dan susah untuk move on, kesedihan yang terasa gelap itu sangat panjang dan menyiksa. Itu yang dikhawatirkan Franz. Dia hanya sangat mencintai Tuannya.
Kazi mulai mereda, dia sadar Franz hanya memerhatikan kesejahteraannya, “Sejak kapan Kau memanggilku bos? Bukannya Tuan?Haah.” Kazi berteriak lagi pada franz tetapi dengan tanpa kemarahan. Huff, Franz merasa sangat lega.
“Maafkan aku Tuan.”
“Bisakah kau tak membahasnya lagi?”
Kazi segera berjalan lambat ke arah mobil mewahnya yang telah menunggu di pelataran parkir. Mobil BMW keluaran terbaru. Miss Dani membelalak dan berdecak kagum, Anna hanya diam melamun. Seandainya mereka sendirian, tentu Kazi akan memeluk Anna. Wajahnya yang murung membuat Kazi sedih.
“Kita kemana nih?” tanya Kazi pelan penuh dengan kasih sayang. Menatap Anna penuh kelembutan. Anna merasakannya. Dia merasa ada yang aneh dengan perhatian Kazi. Mereka kan baru saling mengenal? Mengapa seperti ada perasaan “klik”. Apakah kali ini Anna akan benar-benar menemukan kekasih yang akan melindunginya. Tetapi dia merasakan ada yang aneh pada diri Kazi.
Anda Mungkin Juga Suka





