Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Anakmu Bukan Anakku

Anakmu Bukan Anakku

Edwin Yogaswara terkejut saat dipaksa Gunadi untuk menikahi putrinya, Melati Anastasia. Kemarahannya memuncak ketika mengetahui Melati yang sombong itu ternyata sedang hamil lima bulan. Merasa dijebak dan ditipu mentah-mentah, Edwin harus menjalani pernikahan penuh tekanan ini dengan hati dongkol. Akankah benih cinta muncul di tengah ego mereka yang tinggi, ataukah rumah tangga ini hancur karena pengkhianatan? Ikuti perjalanan pelik mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi-pagi sekali Edwin sudah bangun dari tidurnya, tepatnya saat mendengar suara adzan subuh berkumandang dari mesjid terdekat.

Dia segera membersihkan dirinya di kamar mandi yang terdapat di dalam kamar itu, lalu keluar setelahnya dan mencari sajadah, yang tidak dia temukan meskipun sudah melihat ke berbagai arah. Bahkan melirik ke tempat tidur yang ada Melati di sana, dan masih terlelap.

Edwin ingin segera pergi dari tempat itu, yang terasa sangat memuakkan baginya. Tempat yang membuatnya seakan menjadi seorang tawanan karena tak bisa melakukan apa-apa, demi keselamatan sang ibu yang menjadi taruhannya.

Edwin membuka pintu kamar untuk memastikan. Entah kenapa dia yakin kalau penjaga di rumah itu sudah pergi. Bukankah tak mungkin mereka akan berdiam diri di sana semalam. Konyol. Meskipun ternyata dugaannya salah. Kedua lelaki yang semalam mengancamnya itu masih tampak segar berdiri sambil memainkan ponsel, saat Edwin menatapnya dengan tatapan geram.

"Hari masih terlalu pagi untukmu pergi dari sini." Salah satu dari dua orang lelaki itu memindai penampilan Edwin yang tampak santai dengan kaos polo yang dikenakannya saat ini, kemudian menarik sudut bibirnya. Entah karena apa Edwin pun tidak mengerti, namun dari raut wajahnya seakan-akan mereka tengah meledek dirinya dan itu membuatnya tidak senang.

Di perusahaan miliknya, ratusan orang karyawan bahkan membungkuk hormat saat dirinya lewat tanpa ada yang berani bersikap kurang ajar. Tapi di rumah ini, seakan semuanya tidak berarti. Hanya karena menikahi seorang Melati, dirinya bagai seorang tahanan yang terjebak dalam satu ruangan dimana ada wanita asing bersamanya.

Dan jika wanita itu masih suci, mungkin Edwin akan menerima meski terpaksa karena dirinya telah mengucapkan ijab kabul, yang artinya wanitanya sudah resmi dan halal menjadi istrinya. Tapi kini, kenyataannya jauh berbanding terbalik. Dimana dia dipaksa menikahi wanita yang bahkan dia tak tahu kalau ada seorang janin tengah tumbuh dalam kandungannya.

"Pagi-pagi sekali kamu sudah bangun!" Edwin menoleh ke samping di mana Gunadi berdiri di sana masih dengan pakaian tidurnya. Lelaki berbadan tinggi dengan kumis tebal itu tampak tengah memelintir kumisnya dan menatapnya dengan tatapan yang aneh dan sulit diartikan.

"Bukankah tugasku sudah selesai, setelah kalian mengurungku semalaman di sini? Maka biarkan aku pergi sekarang," balasnya dingin. Makin lama uratnya makin menegang menatap Gunadi.

Lagipula Edwin tak mungkin begitu saja melupakan kelakuan lelaki itu padanya kemarin. Bahkan Gunadi sempat menonjok perutnya kala dia melawan.

"Tanpa membawa Melati?" Lelaki itu melirik ke pintu kamar yang terbuka di mana anaknya masih terlelap di balik selimut yang sisi sampingnya tampak rapi. Gunadi menduga kalau Edwin tidak tidur satu ranjang dengan putrinya tadi malam.

Wajah Gunadi yang semula datar, berubah sinis seolah ingin membalas Edwin saat itu juga.

"Bawa Melati jika kamu memaksa untuk pergi!"

"Atas dasar apa aku harus membawa anakmu?" Edwin balik bertanya. Jika dia harus berduel dengan lelaki yang dia duga sebagai jawara kampung itu, maka dia tak akan gentar walaupun harus bertaruh nyawa. Hanya saja bukan saat ini waktunya, di mana sang ibu pasti akan berada dalam bahaya.

Raut wajah Gunadi berubah dingin. Entah kenapa itu seperti penolakan halus, di mana anaknya tidak diterima oleh lelaki berbadan gagah di depannya.

"Bukankah dia sudah menjadi istrimu?!" sentak Gunadi dengan tatapan nyalang.

"Istri, katamu. Istri macam apa yang kamu nikahkan denganku? Kau jelas lebih tahu kalau wanita itu tengah berbadan dua dan tentu saja secara agama pernikahan kami tidak sah. Kenapa kau bersikeras menyuruhku membawanya, dimana aku tidak seharusnya bertanggung jawab."

Gunadi mengangkat kepalanya tinggi. Lelaki itu tak menyangka kalau Edwin berani bicara keras padanya.

Sejenak kemudian dia mengambil nafas panjang dan melunak.

"Aku tidak mau tahu apapun. Kalian sudah aku nikahkan kemarin, jadi seperti apapun keadaan Melati saat ini, sekarang dia adalah tanggung jawabmu!" Gunadi bersiap pergi saat Edwin yang kalap bersuara lantang di telinganya.

"Bagaimana kau bisa memperlakukan aku seperti ini dan meminta pertanggungjawaban padaku, yang notabene tidak ada hubungan apapun dengan kalian. Bahkan aku tidak ada sangkut-pautnya dengan kehamilan gadis angkuh itu!!"

"Kau!!" Rahang Gunadi mengeras.

"Apa kau sudah lupa kalau nyawa dan keselamatan ibumu ada di tangan anak buahku!!" sentak Gunadi dengan perkataan sama kerasnya, membuat Edwin tampak geram saat mata keduanya saling menatap tajam.

"Hanya seorang wanita lemah yang kau jadikan tawanan untuk membuatku bertahan di tempat ini. Begitu maksudmu? Lelaki picik!"

"Persetan dengan apapun yang kau katakan itu, aku tidak peduli. Jika kau ingin keluar dari sini, maka bawa Melati bersamamu, maka akan kupastikan ibumu juga akan aman di sana."

Edwin mengusap dadanya karena dia sadar kalau emosi tak akan mengubah apapun saat ini.

Dia meyakini hatinya. Dia dan sang ibu akan aman jika menuruti apa yang Gunadi perintahkan. Setelah keluar dari rumah itu, tak akan peduli lagi pada Melati- si wanita tak tahu diri dan tak tahu malu.

Pandangannya kembali memindai, menatap ke arah lelaki itu yang siap-siap membuka ponselnya namun Edwin segera mengangkat tangannya.

"Ok, aku turuti."

"Setidaknya bangunkan istrimu dan ajak dia sarapan, setelah itu kalau baru boleh pergi dari rumahku."

Edwin berbalik karena kesal. Dua kali sudah dia membanting pintu kamar yang tak bersalah itu hanya demi melampiaskan kekesalannya.

Percuma saja bicara dengan Gunadi, yang bisanya hanya menjadi seorang penggeretak dan hanya memanfaatkan kelemahan ibunya, hingga bisa menahannya lebih lama di tempat itu.

"Katakan pada ibumu atau siapapun keluargamu, kalau kami akan datang ke rumahmu minggu depan. Ingatlah, setelah kau menjadi bagian dari keluarga kami, kamu dilarang menyakiti Melati apapun yang terjadi! Ingat itu baik-baik!!" Gunadi berseru dari balik dinding dengan tatapan tajam. Dua orang yang sejak tadi memperhatikan, tidak berani bicara apapun karena tahu perangi bos mereka.

Edwin menarik pegangan pintu dan membukanya cepat. Dia menatap tajam pada Gunadi yang langsung terbalik menatapnya dengan penuh kekesalan.

"Tak ada lagi kata penolakan, atau-!" Telunjuk Gunadi tepat di depan wajah Edwin sekarang. Mengisyaratkan dengan gerakan menebas lehernya.

Dan saat ini Edwin seperti seorang pengecut, dia tidak berdaya di depan Gunadi dan anak buahnya, yang membawa peralatan tajam tengah tersenyum sinis, dan sulit diartikan olehnya.

"Sudah kubilang kan, kalau kamu tidak semudah itu pergi dari sini." Melati menarik sudut bibirnya, dengan berbalik ke arah Edwin yang tangannya kini menyangga kepalanya, sementara tangan yang lain mengelus perutnya yang membuncit.

"Kapan kau mengatakan hal itu padaku, hm?"

"Semalam. Dan ya, mungkin kamu sudah lupa," kata Melati lagi dengan santainya.

"Tak ada pembicaraan yang berarti tadi malam, jadi jangan mimpi!" hardik Edwin.

Walau bagaimanapun dia membutuhkan pelampiasan sekarang. Dan kebetulan Melati seolah menantang dirinya saat ini.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini menyoroti perjalanan emosional antara David dan Arina saat mereka menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah mekarnya bunga musim semi yang sangat berharga, keduanya belajar untuk saling memahami dan mengisi kekosongan hati satu sama lain. Hubungan mereka berkembang dengan indah seiring berjalannya waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam ikatan cinta yang tulus dan sangat mendalam bagi mereka.
Sampul Novel COMPLICATED LOVE
9.2
Dunia ini tidak pernah adil. Perbedaan kasta dan harta membuat kesenjangan sosial kian nyata, memaksa mereka yang miskin berjuang lebih keras hanya demi setitik harapan. Di tengah kerasnya takdir, Sean yang sombong menuntut Mira bersujud di kakinya demi sebuah pengampunan. Namun, hubungan mereka perlahan berubah menjadi ketergantungan yang rumit. Seperti angin yang menggerakkan kincir, Mira menjadi sosok krusial yang menentukan arah hidup Sean di masa depan.
Sampul Novel Dibuang Suami Diratukan Boss
8.6
Delapan tahun menikah, Alya justru dikhianati suaminya sendiri karena dianggap mandul. Ia bahkan dijual kepada penguasa kota demi melepaskan beban tanggung jawab. Namun, takdir berkata lain saat Alya dinyatakan hamil setelah pertemuan malam itu. Kini ia terjebak di antara masa lalu yang menyakitkan atau memulai hidup baru dengan pria asing yang merupakan ayah biologis bayinya. Mampukah Alya menuntut keadilan atas segala penderitaan yang ia alami?
Sampul Novel Fulfi
8.6
Fulfi, model cerdas berusia 20 tahun yang hidup sebatang kara, mendirikan yayasan wanita demi mencegah penderitaan serupa menimpa orang lain. Namun, hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil. Saat berjuang menata ulang karier di tengah sabotase pihak yang membencinya, Fulfi justru berhadapan dengan ancaman besar yang menyeretnya bertemu dalang di balik tragedi masa lalunya. Mampukah ia bertahan dan kembali meraih kesuksesan di dunia modeling?
Sampul Novel Gairah Liar Sang CEO
9.7
Rafael Aditya Syahreza, CEO yang kerap bergonta-ganti pasangan, menjerat Vanessa setelah sebuah ketidaksengajaan di ranjang. Ternyata, Vanessa adalah kekasih Adrian, adik kandungnya sendiri. Rafael memanfaatkan situasi ini demi kepuasan nafsu sekaligus menuntaskan dendam masa lalu. Akankah ia berhasil merebut Vanessa dari adiknya? Bagaimana nasib Vanessa saat menyadari dirinya hanya alat balas dendam, dan mampukah ia menerima kenyataan pahit tersebut?
Sampul Novel Gairah panas sang presdir
8.0
Joshua berubah menjadi pria dengan gairah seksual berlebih yang tak terkendali setelah dikhianati oleh kekasih masa lalunya. Luka perselingkuhan itu mengubah kepribadiannya secara drastis tanpa ia sadari sepenuhnya. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang mahasiswi muda dalam sebuah pertemuan yang tidak terduga. Akankah kehadiran gadis ini mampu menyembuhkan trauma Joshua dan mengembalikannya menjadi sosok pria yang dulu, atau justru memperumit keadaan?