Sampul Novel Anakmu Bukan Anakku

Anakmu Bukan Anakku

8.0 / 10.0
Edwin Yogaswara terkejut saat dipaksa Gunadi untuk menikahi putrinya, Melati Anastasia. Kemarahannya memuncak ketika mengetahui Melati yang sombong itu ternyata sedang hamil lima bulan. Merasa dijebak dan ditipu mentah-mentah, Edwin harus menjalani pernikahan penuh tekanan ini dengan hati dongkol. Akankah benih cinta muncul di tengah ego mereka yang tinggi, ataukah rumah tangga ini hancur karena pengkhianatan? Ikuti perjalanan pelik mereka.

Anakmu Bukan Anakku Bab 1

Bab 1

Edwin hanya bisa diam dan menurut saat empat laki-laki itu menyeretnya. Dia merasa tubuhnya lemas tak bertenaga pun dia merasa jika tubuhnya seolah melayang. Kakinya serasa tidak berpijak pada tanah.

"Tolong berhenti," ujar Edwin lirih, tetapi tak dihiraukan oleh empat orang lelaki itu.

"Diam dan jangan banyak bicara!" bentak salah seorang dari mereka.

Edwin yang mendengarnya terdiam. Ya, untuk saat ini dirinya lebih baik diam daripada tubuhnya dihajar habis-habisan oleh mereka. Dalam hati, Edwin berdecak. Tak tahukah mereka jika saat ini dirinya sangat lelah? Dia baru saja pulang dari perjalanan jauh, malah dibawa entah ke mana.

Edwin mengerutkan keningnya bingung, kala empat pria tadi membawanya menuju sebuah rumah yang dibagian depannya tampak mewah sekaligus ramai, seperti tengah ada sebuah pesta.

Edwin ditarik paksa hingga sampai di atas pelaminan. Di sana, seorang gadis duduk dengan wajah ditekuk. Dia masih tak mengerti dengan apa yang terjadi hingga saat tak sengaja mata keduanya bersitatap. Lama, mereka saling memandang, hingga Melati lebih dulu memutus pandangan dan beralih menatap ke arah lain. Sepersekian detik pula, wajah Melati berubah menjadi judes. Edwin yang pernah melihat gadis itu beberapa tahun lalu, hanya bisa menatap tak mengerti seperti orang bod*h.

"Apa lihat-lihat!" katanya dengan wajah kesal sambil berpaling muka. Edwin yang pada dasarnya seorang yang tak banyak hanya menghela nafas berat.

"Kalau nggak mau berada di sini, cepat pergi sebelum kamu dipaksa nikah." Edwin yang mendengarnya pun melengos. Beberapa saat hanya dihiasi keheningan, hingga pada akhirnya suara penghulu terdengar. Berseru karena akad nikah akan segera dilaksanakan.

"Apa kalian sudah siap?" Edwin hanya terdiam, sedangkan Melati seperti pura-pura tak mendengar apapun.

Edwin kembali diarahkan untuk duduk di kursi sebelah tempat yang gadis itu duduki. Di depannya sudah ada seorang laki-laki paruh baya yang Edwin tahu jika dia adalah ayah dari gadis yang berada di sampingnya.

"Baik, akad nikah akan segera dilaksanakan. Bagiamana kalian sudah siap?" tanya bapak penghulu sembari menatap Edwin.

Edwin yang ditatap pun hanya bisa mengangguk, menolak pun udah tidak bisa. Apalagi ketika di belakang sana, ibunya tengah berdiri dengan perasaan sedih. Ibu mana yang akan tenang melihat anaknya menikah secara paksa.

Apalagi Edwin datang ke desa itu untuk menjemput sang ibu agar kembali ke kota bersamanya, setelah wanita cinta pertamanya itu, menghabiskan waktu tiga tahun di desa demi mengenang suaminya yang kini telah tiada.

Tiga tahun yang lalu, Ernawati bersama dengan anak dan suaminya berniat untuk liburan di desa suaminya yang sudah sejak lama ditinggalkan olehnya. Naas saat dalam perjalanan, mobil mereka mengalami kecelakaan cukup parah hingga membuat suaminya-Amar meninggal dunia di tempat kejadian.

Sejak saat itu, Erna tak mau kembali ke kota dan memilih menenangkan dirinya di desa suaminya.

Sejenak, Edwin mengembuskan napasnya. Gugup menyapanya saat tangannya digenggam oleh laki-laki paruh baya yang berada di depannya. Setelahnya, ijab kabul dilaksanakan. Edwin sendiri cukup lancar saat mengucap kalimat kabul dengan satu tarikan napas.

Seketika seruan kata 'sah' menggema memenuhi ruangan. Kini Edwin dan Melati sudah sah menjadi sepasang suami-istri. Penghulu berdoa, dan diaminkan oleh seluruh tamu yang ada. Seusai itu, penghulu meminta keduanya untuk menandatangani surat-surat penting lainnya, setelah itu Melati diminta untuk mencium punggung tangan suaminya.

Melati menarik tangan Edwin dengan ogah-ogahan. Dalam hati, Melati menggerutu, kesal. Berbeda dengan Melati, Edwin merasakan ada sesuatu yang asing yang saat ini tengah dia rasakan. Sesuatu seolah sengatan listrik yang membuatnya tak karuan dan anehnya itu terjadi saat Melati, wanita yang telah menjadi istrinya itu mencium tangannya.

"Apa yang kupikirkan tentang gadis ini? Tidak! Tidak mungkin secepat ini!" ucap Edwin dalam hati. Batinnya menolak tapi pikirannya menerima dan menyimpulkan jika dia memang sentuhan Melati membuat debaran dadanya berdegup kencang.

Usai mencium tangan suaminya, Melati terkejut saat suaminya itu memberikan kecupan di keningnya. Melati melotot tak terima. Dia menggeram dalam hati ingin meluapkan amarahnya saat itu juga, tapi di tempat seperti ini yang mana sudah bisa dipastikan jika banyak tamu yang datang. Bisa-bisa dirinya mempermalukan dirinya sendiri dan juga keluarganya, terlebih ayahnya.

Edwin dan Melati digiring menuju pelaminan. Pelaminan yang dihias dengan begitu cantiknya, membuat sinar kebahagiaan begitu jelas terpancar. Meski sebenarnya, keduanya adalah sepasang anak adam yang tidak saling mengenal dan pastinya tidak saling mencintai. Mungkin, jika orang lain yang melihatnya, mereka adalah sepasang suami-istri yang begitu serasi. Edwin dengan wajah tampannya, serta Melati dengan wajah ayunya. Begitu serasi.

Para tamu berbaris dan berbondong-bondong untuk bersalaman dengan kedua pengantin baru itu. Tak lupa mereka juga memberikan ucapan selamat serta doa untuk keduanya. Mereka tersenyum manis dan membalas dengan ucapan terima kasih dengan terpaksa saat mendengar ucapan serta doa dari para tamu.

Pukul sebelas malam, rangkaian acara di pernikahan Edwin dan Melati sudah selesai. Keduanya langsung masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri dan mengistirahatkan tubuh, karena rangkaian acara yang begitu banyak membuat keduanya kelelahan. Apalagi Edwin yang baru saja pulang dari berpergian jauh.

Edwin masih berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah tadi sempat menunggu orang yang dirinya mintai tolong untuk mengambil tas yang berisi keperluannya. Sementara itu, Melati duduk di meja riasnya. Membersihkan sisa-sisa make up yang menghiasi wajahnya. Melepas semua aksesoris yang terpasang di kepalanya. Tubuhnya sudah begitu lelah dan ingin segera beristirahat. Namun, tidak mungkin jika dia pergi tidur tanpa melepas aksesoris dan mengganti pakaiannya.

Tak lama, Edwin keluar dari kamar mandi dengan raut wajah segar. Rambutnya yang masih basah, dikeringkan dengan handuk kecil yang berada di tangannya.

"Kamu nggak mandi?" tanya Edwin. Dia mulai membuka percakapan, karena tidak ingin merasakan suasana canggung yang semakin mencekam.

'Bukan urusanmu, dasar pria aneh,' gerutu Melati dalam hati.

Edwin menatap Melati yang masih saja diam dan sepertinya tidak berniat untuk menjawab pertanyaan yang dirinya ajukan.

Tanpa kata, Melati masuk ke kamar mandi. Dia sudah lelah dan berniat untuk segera tidur setelah membersihkan tubuhnya yang lengket.

Dua puluh menit kemudian, Melati keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian dengan piyama panjang berwarna marun yang tampak longgar. Setelahnya dia segera naik ke tempat tidur yang mana di sana sudah ada Edwin yang tengah memainkan ponselnya. Melati pun segera mengisi tempat, tepat di samping Edwin. Lelaki yang sudah menjadi suaminya.

Edwin berdehem sebelum memulai percakapan, sedangkan Melati yang mendengarnya hanya mengernyit heran.

"Ada apa?" tanya Melati.

Edwin tak bicara, hanya saja baru kali ini dia satu ranjang dengan seorang wanita dan itu membuatnya tidak nyaman.

"Hei, siapa namamu? Kenapa kamu mau menikah denganku? Apa sebenarnya alasanmu?" tanya Melati tiba-tiba menatap wajah lelaki di sampingnya yang tampak tampan melebihi saat siang tadi mereka bertemu pertama kalinya.

Edwin yang mendapat pertanyaan tiba-tiba dari Melati sedikit terkejut. Namun dengan segera menyembunyikan kebingungannya. Edwin menatap wajah Melati yang ada di sampingnya, lalu berujar, "Lalu, aku harus bagaimana? Melawan dan berakhir dihajar oleh orang suruhan ayahmu itu? Kurasa kamu tahu akan hal itu tanpa harus kuceritakan lagi."

Edwin kembali merasa kesal saat mengingat hal itu. Di mana dirinya dipaksa oleh orang-orang suruhan Gunadi-ayah Melati. Mereka bahkan tak segan-segan menghajarnya jika dirinya memberontak. Rasa-rasanya, Edwin ingin balas memukul empat pria yang menyeretnya. Dia yang baru saja pulang dari berpergian tentu tidak akan mempunyai tenaga yang sama besar jika dibanding mereka.

Sementara itu, Melati yang mendengar jawaban Edwin tertawa. Tanpa Edwin menjelaskannya pun Melati tahu apa yang terjadi. Ayahnya adalah orang yang keras dan galak, tak heran jika Edwin tak akan mampu melawan anak buah ayahnya yang terkenal karena jago beladiri.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Anakmu Bukan Anakku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
8.3
Menghadapi sisa hidup tiga hari akibat gagal hati akut, seorang istri harus menelan pil pahit saat suaminya, David, memberikan kuota pengobatan terakhir kepada adik angkatnya, Emma. Dianggap lebih pantas hidup, ia pun dipaksa mengalah. Demi menutupi ajal yang mendekat, ia menandatangani surat cerai, menyerahkan perusahaan perhiasan, bahkan membiarkan putrinya memanggil Emma sebagai ibu. Di balik pujian keluarga yang menganggapnya kakak yang baik, sebuah misteri kematian yang tragis siap mengejutkan mereka semua.
Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjalani hidup sebagai istri kedua dari pengusaha sukses bernama Raga Dirgantara. Terjebak oleh beban hutang budi di masa lalu, Kayla tidak memiliki pilihan selain menerima nasibnya yang pahit. Kehadirannya dalam pernikahan itu hanyalah demi memberikan keturunan bagi sang miliarder. Ia harus berjuang menghadapi kenyataan bahwa dirinya cuma dianggap sebagai alat tanpa memiliki posisi yang sesungguhnya.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Cyra Alesha, mahasiswi cantik berusia dua puluh tahun, harus berjuang di kota besar dengan bekerja paruh waktu. Namun, hidupnya berubah menjadi mimpi buruk saat ia terjebak kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam itu tega menginjak harga diri Cyra dan menyeretnya ke dalam penderitaan. Meski disiksa oleh kekejaman sang pewaris tunggal, Cyra justru terjebak dalam pesonanya. Mampukah ia bertahan atau justru memilih berontak demi membebaskan diri?
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Di Pulau Sepuluh Ribu Binatang yang megah, puluhan ribu anak di bawah sepuluh tahun berkumpul di Puncak Lundao dengan penuh keseriusan. Sebagai murid baru yang baru saja menemukan akar spiritual mereka, mereka mendengarkan wejangan dari seorang tetua berjubah hijau. Ia mulai mengisahkan sejarah sekte, bermula dari sang pendiri legendaris, Wan Beast Immortal Li. Dahulu, Li hanyalah seorang kultivator biasa dari Kerajaan Qin di Alam Qianyang sebelum akhirnya mencapai keabadian.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan