Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku

Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku

Baru seminggu bekerja di kediaman Arsanta, Alesha Devandra mengalami tragedi kelam saat Reiner yang sedang mabuk akibat dikhianati kekasihnya melampiaskan amarah padanya. Alesha yang trauma memilih kabur ke desa, namun ia justru mendapati dirinya hamil. Kini ia terjepit antara menuntut tanggung jawab pada Reiner yang mungkin lupa, atau membesarkan bayinya sendirian di tengah cibiran. Akankah Reiner mengakui darah dagingnya saat rahasia ini terungkap?
Bab
Bagikan

Bab 1

Alesha Devandra menatap rumah megah itu dari luar pagar. Ini baru minggu pertama dia bekerja di rumah keluarga Arsanta, dan setiap hari rasanya masih seperti mimpi buruk yang tak ingin ia jalani. Namun, apa yang bisa ia lakukan? Kebutuhan hidup tak bisa dibantah. Meski hati kecilnya selalu merasa cemas, ia berusaha keras untuk menjalani hari-harinya dengan tenang.

Hari itu terasa sedikit lebih berat dari biasanya. Hujan turun deras, membuat jalanan di luar tampak kabur dan suram. Alesha memutuskan untuk membersihkan ruang tamu, berharap tugasnya malam ini akan cepat selesai agar ia bisa segera pulang. Namun, nasib berkata lain.

"Alesha!" suara keras dari dalam rumah membuatnya terkejut. Itu adalah suara Reiner Arsanta, putra tunggal keluarga kaya itu. Alesha menoleh dengan gugup, mencoba menenangkan diri. Reiner sering tampak begitu tenang dan berwibawa, tapi malam itu, dia datang dengan wajah yang jauh berbeda-rambut acak-acakan, mata yang merah, dan langkahnya goyah.

"Alesha," ucapnya lagi, kali ini suaranya serak, hampir seperti berbisik. "Aku butuh kamu."

Alesha merasa ada yang tidak beres. Reiner, yang selalu tampak penuh percaya diri, kini terlihat rapuh. Sebelum bisa berkata-kata, dia sudah berada di hadapannya, terlalu dekat. Alesha mundur sedikit, takut. "Tuan... ada apa? Anda tampak..."

"Aku... aku baru saja dikhianati," Reiner berkata, suaranya bergetar. "Kekasihku menikah dengan sahabatku. Semuanya hancur. Semua yang aku percayai..."

Alesha merasa cemas. Tidak tahu apa yang harus dilakukan, ia mencoba berkata dengan lembut, "Tuan, Anda harus tenang. Mungkin Anda perlu beristirahat dulu..."

Namun, kata-kata Alesha tak bisa menghentikan amarah yang sudah lama terpendam dalam diri Reiner. Dalam keadaan mabuk, dia tampaknya tak bisa mengendalikan dirinya. Tanpa peringatan, dia mendekati Alesha dengan gerakan yang begitu cepat. Alesha tidak punya waktu untuk melangkah mundur. Segalanya terjadi begitu cepat. Dalam semalam, dunia Alesha berubah.

Beberapa bulan kemudian...

Alesha duduk di kursi tua di ruang tamu rumah kakek-neneknya, memegang perutnya yang mulai membesar. Air matanya menetes, dan dia merasakan kekosongan yang begitu dalam. Kehidupan yang ia bangun selama ini rasanya sudah hancur. Semua rasa takut, malu, dan bingung bercampur aduk.

"Alesha?" suara lembut dari Neneknya membuatnya terkejut. "Kau baik-baik saja?"

Alesha mengangguk pelan, meski hatinya terasa berat. Neneknya duduk di sampingnya, menatapnya dengan penuh perhatian. "Alesha, apa yang sebenarnya terjadi? Kau terlihat begitu terpuruk belakangan ini."

Alesha menghela napas panjang. "Nenek, aku... hamil. Dan aku tidak tahu harus bagaimana. Aku tidak ingin membawa ini ke dalam hidup keluarga kita. Tapi aku juga tidak bisa mengubah kenyataan."

Nenek Alesha meraih tangannya dengan lembut. "Kau tidak perlu menanggung ini sendirian. Kakek dan nenek akan selalu ada untukmu. Tapi... apakah kamu tahu siapa yang bertanggung jawab?"

Alesha menunduk, suaranya serak. "Reiner... Dia, dia yang melakukannya. Tapi aku tidak tahu apakah dia ingat atau tidak. Dia dalam keadaan mabuk waktu itu. Aku tidak tahu harus menghadapinya bagaimana."

Nenek Alesha menghela napas panjang. "Kamu harus memutuskan, Alesha. Apakah kamu ingin menuntut pertanggungjawaban darinya? Atau apakah kamu akan menjalani hidup ini sendiri? Jangan biarkan orang lain menentukan jalan hidupmu."

Alesha terdiam. Hatinya berat. Di satu sisi, dia ingin mendapatkan keadilan. Di sisi lain, dia tidak tahu apakah Reiner akan peduli, apalagi setelah semua yang telah terjadi.

Sementara itu, di sisi lain kota, Reiner Arsanta duduk termenung di ruang kerjanya yang mewah, menatap foto kekasihnya yang sekarang menjadi istri sahabatnya. Rasa sakit itu masih menggerogoti hatinya. Namun, tak lama kemudian, pikirannya terganggu oleh sebuah pesan yang muncul di layar ponselnya-sebuah foto yang membuat jantungnya berhenti sejenak.

"Alesha..." bisiknya pelan.

Apakah ini mungkin? Apakah anak itu benar-benar miliknya?

Alesha, satu-satunya pilihan yang ada padanya, kini tak hanya berkutat dengan rasa sakit dari masa lalu, tapi juga dengan keputusan besar yang harus diambil.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU dan MAS DIREKTUR
9.2
Ajeng bertekad kuat untuk kabur demi menghindari acara pertunangan dari perjodohan yang tidak pernah ia inginkan. Ia merasa sangat terdesak hingga mencari segala cara untuk melarikan diri. Namun, sebuah keberuntungan tak terduga justru berpihak padanya. Saat waktu yang ditentukan tiba, sosok pria yang dijodohkan dengannya ternyata tidak kunjung datang. Ajeng pun merasa telah memenangkan situasi sulit tersebut karena rencana itu gagal total.
Sampul Novel Aku Membenci Setiap Detik Bersamamu
9.8
Dunia Alira Evangeline Moore hancur saat Damian Crestfall, pewaris tunggal Crestfall Group, menolak menikahinya setelah tujuh tahun bersama. Alira yang sedang mengandung harus memilih antara tetap bersama pria yang dicintainya atau menyelamatkan janin di rahimnya. Merasa dikhianati oleh janji manis Damian, Alira memutuskan untuk pergi selamanya. Ia bertekad melindungi calon bayinya dan meninggalkan kehidupan Damian demi memulai awal baru yang mandiri.
Sampul Novel Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
9.6
Adikara, duda berkuasa yang divonis mandul, melampiaskan rasa frustrasinya melalui hubungan singkat yang ceroboh. Takdir mempertemukannya dengan Alara, model 19 tahun sekaligus putri bawahannya. Setelah malam tragis yang merenggut kesucian Alara, kejutan besar muncul sebulan kemudian saat Alara mengaku hamil. Kini, di tengah perbedaan usia 15 tahun dan rahasia medisnya, Adikara harus memilih: bertanggung jawab atau menghancurkan masa depan gadis itu demi egonya.
Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah
9.7
Demi melunasi utang, Lila terpaksa menjadi istri keempat Tuan Thakur, seorang tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah kontrak drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup kecuali maut memisahkan atau sang suami sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?
Sampul Novel Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali
9.7
Setelah mengorbankan segalanya demi Romeo Fernandez, Violet justru mati tragis di meja operasi setelah hartanya habis diperas. Kembali ke masa lalu, Violet bertekad mengubah takdirnya dengan segera menceraikan pria yang dahulu sangat membencinya itu. Namun, setelah perceraian disepakati, sikap Romeo berubah drastis dan ia justru ingin kembali padanya. Demi menolak mantan suaminya, Violet memilih berpaling dan memeluk musuh bebuyutan Romeo, Charles Griffin, sebagai kekasih barunya.
Sampul Novel ME AND PRINCE
8.5
Terpisah dari keluarga kaya sejak bayi, Anelies berhasil meloloskan diri dari penculiknya hanya untuk jatuh ke tangan mucikari kejam. Di usia delapan belas tahun yang polos, keperawanannya dilelang kepada seorang raja minyak. Tanpa harta dan petunjuk selain liontin cincin milik sang ibu, ia harus berjuang bertahan hidup di dunia yang keras. Akankah Anelies berhasil menemukan orang tua kandungnya? Inilah sekuel ketujuh dari seri Hot and Dangerous Billionaire.