
Ambillah , dik !
Bab 2
Joy Swift menoleh pada Joan Swift yang fokus mengemudi.
"Harusnya kamu memilih perempuan lain jangan aku untuk menjadi istrinya Liam Sterling. Aku tidak mencintainya, Joan Swift .!"
Tukas Joy Swift dengan nada kesal. Joan Swift tertawa keras terbahak-bahak...
"Aku ini membantu Liam Sterling bekerja di perusahaannya dan tentunya aku tidak mau perempuan lain merasakan jerih payahku, Joy Swift. Lebih bagus , jerih payahku itu kamu yang merasakan. Nanti setelah kamu resmi menjadi istri Liam Sterling , pasti kamu tahu sendiri.!"
Joan Swift meluncurkan mobilnya masuk ke halaman rumah mewah orang tuanya tuan Liam Sterling.
"Ayo, Joy Swift .!"
Ajak Joan Swift sembari keluar dari mobilnya, mereka berdua mengayunkan langkah masuk ke dalam rumah mewah,
"Nyonya Joan Swift, silahkan masuk .!"
Sambut seorang pelayan dengan sopan. Joan Swift menggandeng adik sepupunya masuk ke dalam ruang tamu dan duduk di sofa empuk , sepasang suami istri melangkah ke ruang tamu dan duduk di hadapan mereka berdua.
"Aku sudah resmi cerai.!"
Ucap nyonya Joan Swift tanpa basa-basi, ditunjukan secarik kertas bukti cerai dari pengadilan. Tuan nyonya membaca surat cerai.
"Ini Joy Swift adik sepupuku yang masih perawan dan dia yang harus menikah dengan Liam Sterling."
Mantan mertua nyonya Liam Sterling menatap Joy Swift yang tersenyum ramah sambil mengangguk.tanoa sepengetahuan tuan Liam Sterling , memang kedua orang tuanya menyuruh Joan Swift bercerai tapi mereka sepakat jika Joan Swift yang mencarikan calon istri untuk tuan Liam Sterling.
"Baguslah jika dia masih perawan dan aku harap dia tidak mandul seperti dirimu, Joan Swift.!"
Sontak Joy Swift ternganga mulutnya mendengar kasarnya ucapan calon ibu mertuanya terhadap dirinya dan kakak sepupunya yang tertawa tenyah.Nyonya Sterling melipat tangan di dada. Matanya juga tajam memindai Joy Swift yang duduk di samping Joan Swift.
"Tak perlu khawatir, nyonya Sterling. Adik sepupuku subur tapi dia bukan mesin pembuat cucu. Aku harap jangan bikin dia stress karena ucapan dan perlakuan kasar mertua bisa membuat menantu stress dan sulit hamil.!"
Seloroh nyonya Joan Swift dengan santai tanpa beban meskipun perkataannya menohok tepat sasaran.
"Kamu benar, Joan Swift. Tapi apa kamu tahu sia-sia perempuan pintar, cantik, baik, sukses , kaya kalau mandul .?. Mertua mana yang mau punya menantu mandul .?"
Nyonya Joan Swift tertawa mendengar ekstrim-nya perkataan mantan ibu mertuanya. Suara tawa sengau yang terdengar menyakitkan.
"Mana kita tahu rencana tuhan di hidup tiap orang , nyonya Sterling .?!. Aku malas berdebat karena masih banyak yang harus kuurus.!"
Jawab Joan Swift dengan riang sambil tersenyum miring pada tuan nyonya Sterling yang terkenal angkuh dan suka menghina semua orang.
" Ohya, aku yang mengurus pernikahan adik sepupuku dengan Liam Sterling.!.Ok, kami mau pulang.!"
Pamit nyonya Joan Swift pada kedua mertuanya yang mengantar sampai di pintu ruang tamu.
"Kami hampir lupa mengucapkan selamat menjadi janda . Aku doakan kamu mendapatkan suami dan mertua yang berjiwa besar menerima kemandulannu , Joan Swift.!"
Joan Swift langsung menghentikan langkahnya dan menoleh pada nyonya Sterling . Dengan senyum manis dan sikap tenang nyonya Joan Swift membalas...
"Terima kasih atas ketulusan doanya yang indah sekali, nyonya Sterling . Aku juga doakan agar anda tidak stroke kalau menimang cucu dan usahakanlah anda bukan baby sitter yang merawat cucu ."
Nyonya Sterling terlonjak kaget dan matanya membola menatap nyonya Joan Swift mantan menantu perempuannya yang sekarang berani melawannya.
"Ayo kita pulang .!"
Bisik Joy Swift pada kakak sepupunya karena terasa keadaan mulai memanas
Tanpa kata nyonya Joan Swift mengangguk lalu masuk ke dalam mobil yang langsung diluncurkan keluar dari halaman rumah mewah mantan mertuanya.
"Berhentilah, nyonya Joan Swift .!"
Ucap seseorang yang berdiri di tengah jalan sambil melambaikan kedua tangannya . Nyonya Joan menghentikan mobil di tepi jalan dan membuka kaca jendela mobil.
"Nyonya ...nyonya Joan Swift selamat ulang tahun .!. Ini kado ulang tahun dari kami .!"
Dua pelayan yang bekerja di rumah mantan mertuanya memberikan bingkisan kado ulang tahun.
"Terima kasih banyak. Tapi sekarang aku bukan nyonyamu lagi.!"
Tukas nyonya Joan Swift seraya menerima kado ulang tahun.
"Ya, kami turut menyayangkan perceraian nyonya Joan Swift dengan tuan Liam Sterling. Tapi bagi kami , nyonya sahabat terbaik kami.!"
Sahut pelayan tersebut dengan suara parau dan tatapan mata berkaca-kaca.
"Ya ampun, mengapa kalian selalu membuatku melambung tinggi ke atas awan.?. Ok, Minggu depan kalian harus datang ke acara syukuran rumah baruku ya.!"
Seloroh nyonya Joan Swift membuat pelayan tersebut batal menangis.
"Pasti kami semua datang, nyonya. !"
"Dilarang bawa bingkisan apapun ya .!. Awas kalau kalian tidak datang .!. Sekarang cepatlah pulang agar kalian tidak di pecat.!"
"Ya, nyonya."
Sahut pelayan sambil berlari meninggalkan nyonya Joan Swift.
"Joy Swift , jika kamu sudah menikah dengan Liam Sterling. Kamu harus baik dengan para pelayan karena mereka itu penolongmu .!"
Cetus nyonya Joan Swift pada adik sepupunya yang langsung mengangguk dengan pasti.
"jadi benar orang tuanya Liam Sterling yang menyuruhmu cerai , Joan Swift .?"
Tanya Joy Swift sembari melirik, Joan Swift hanya menarik nafas dalam-dalam lalu membuang pandangannya keluar jendela.
"Kasar sekali , bicara mereka . Pantas saja , kamu belum hamil juga.!. Stress punya mertua seperti itu . Kamu enak bebas dari mertua bermulut sampah, lalu kamu tumbalkan aku jadi menantu mereka , Joan Swift .!"
"Anggap saja, mulut mereka seperti anus binatang di sodomi, beres kan , Joy Swift.!"
Dua wanita cantik itu tertawa terbahak-bahak di dalam mobil. Dulu Joan Swift merupakan menantu perempuan yang baik , sopan dan tidak mau melawan mertua namun ia meledak saat mertuanya resmi memberi gelar sebagai menantu mandul yang tidak bisa memberi keturunan pada keluarga Sterling . Yang lebih sakit lagi , saat mertuanya menyuruh ia cerai dari suaminya di saat rumah tangganya sedang bahagia. Lebih tragisnya lagi, mertuanya berniat menikahkan suaminya dengan perempuan lain yang subur bisa hamil . Tentunya semua ini tanpa sepengetahuannya suaminya. Ia hanya bisa diam di hadapan suaminya, bukannya takut mengadu tapi nyonya Joan Swift tidak mau merusak hubungan tuan Liam Sterling dengan orang tuanya. Hanya Joy Swift dan para pelayan yang tahu. Hati menantu mana yang tidak sakit mendapatkan mertua yang hanya baik di hadapan suaminya tapi menyerang menantu habis-habisan di belakang suaminya. Percuma melawan mertua , tidak ada habisnya.
Anda Mungkin Juga Suka





