
Ambillah , dik !
Bab 3
Seminggu setelah perceraian nyonya Joan Swift dengan tuan Liam Sterling, langsung di adakan pernikahan tuan Liam Sterling dengan Joy Swift. Benar-benar pesta pernikahan kolosal yang super mewah. Semua orang keheranan dengan sikap nyonya Joan Swift yang sengaja merayakan pesta mantan suaminya dengan biaya yang tidak sedikit jumlahnya ,ada apa sebenarnya di balik perceraiannya dan pernikahan adik sepupunya .?. Ini menjadi tanda tanya besar tapi nyonya Joan Swift tetap tutup mulut.
"Kenapa kamu membuat pesta pernikahan mewah untukku , Joan Swift .?"
Tanya Joy Swift sembari melihat bayangan dirinya di cermin.
"Kamu masih gadis dan ini pernikahan pertama di hidupmu makanya harus mewah selagi mempelai laki ada uang., Joy Swift .!"
Joan Swift memakaikan semua perhiasan berlian pada Joy Swift .
"Kamu tampak cantik dan elegan, Joy Swift. Aku tidak mau mulut orang tuanya Liam Sterling itu menghinamu. Kutunjukkan pada mereka kalau kamu berkelas."
Joan Swift tidak mau adik sepupunya mengalami nasib buruk seperti dirinya. Penampilan Joy Swift membuat semua orang terutama tuan nyonya Sterling melotot tak percaya . Kemewahan, keindahan , kecantikan ada di diri Joy Swift sebagai seorang mempelai wanita.
💅
SEBULAN KEMUDIAN,
Hari ini genap dua bulan , nyonya Joan Swift menjanda dan yang sangat mengejutkan ... Dirinya hamil dua bulan.
"Ya Tuhan, aku hamil dua bulan di saat sudah cerai dengan Liam Sterling . Apa aku harus memberitahunya .?. Tidak mungkin, dia sudah kunikahkan dengan Joy Swift adik sepupuku."
Desis Joan Swift seraya membaca hasil pemeriksaan dari dokter spesialis kandungan. Akhirnya , keputusan yang diambil adalah pengunduran diri dari kantor tuan Liam Sterling dengan alasan ingin membuka usaha sendiri. Hal ini membuat mantan suaminya terkejut.
"Joan Swift, aku tidak mau kamu mengundurkan diri dari kantor ini .!. Kamu ada masalah apa .?"
Joan Swift tidak sanggup membalas tatapan apalagi menjawab pertanyaan mantan suaminya. Wanita cantik itu melangkah keluar kantor tanpa memperdulikan Liam Sterling yang mengejarnya.
"Joan Swift, sopanlah sedikit padaku .!"
Seru tuan Liam Sterling sembari menarik lengan mantan istrinya.
"Kamu yang harus sopan padaku.!. Kita sudah cerai, lepaskan .!"
Joan Swift mendorong tubuh tuan Liam Sterling sampai tasnya ikut terjatuh, bergegas ia mengambil tas dan masuk ke dalam mobil.
"Kenapa Joan Swift menjadi aneh setelah kami bercerai .?"
Desisnya sambil melihat mobil yang dikendarai Joan Swift melesat jauh dengan kecepatan tinggi, tuan Liam Sterling mendengus kasar lalu bangkit berdiri . Tak sengaja matanya melihat secarik kertas putih di dekat sepatunya.
"Itu kertas apa .?"
Guman tuan Liam Sterling sambil membuka kertas kecil putih yang terlipat...
"Positif hamil dua bulan... Joan Swift."
Berulangkali ia membaca dan masih juga tak percaya dengan tulisan yang dibacanya.
"Lebih baik aku ke dokter spesialis kandungan.!"
Tidak menunggu waktu lama, tuan Liam Sterling menemui Dr. Rebecca yang selama ini menjadi langganan tuan Liam Sterling dan nyonya Joan Swift sebelum mereka bercerai. Ternyata Dr. Rebecca menyatakan nyonya Joan Swift benar hamil dua bulan.
"Kenapa Joan Swift menyembunyikan kehamilannya dariku .?. Bukankah itu anakku yang ada dalam kandungannya .?"
Guman tuan Liam Sterling yang masih mencintai nyonya Joan Swift . pikirannya kalut bercampur bahagia . Setelah dari dokter kandungan , bergegas ia menemui orang tuanya dan memberitahukan kalau Joan Swift hamil dua bulan.
"Joan Swift hamil dua bulan pas dengan usia perceraian kami , mama. Itu anakku di kandungnya ."
Ungkap tuan Liam Sterling dengan antusias.
"APAAA....?"
Pekik tuan nyonya Sterling secara bersamaan.
"Iya, aku sudah tanya pada Dr. Rebecca yang memeriksa kehamilannya."
Tukas tuan Liam Sterling dengan wajah berseri-seri. Pucat pasi wajah nyonya Sterling, dia bingung karena sudah terlanjur menyuruh Joan Swift cerai dengan anaknya.
"Tapi kalian sudah cerai dan kamu sudah menikah , Liam Sterling anakku .!"
Tuan Sterling buru-buru menimpali...
"Kita harus menemui dan bicara dengannya .!"
Jika tuan Liam Sterling bersama kedua orang tuanya dalam perjalanan menemui nyonya Joan Swift. Malah yang bersangkutan pergi jalan-jalan bersama Joy Swift ke pusat perbelanjaan lalu makan siang di restoran seafood.
"Joy Smith , aku hamil dua bulan."
Ucap Joan Swift dengan ekspresi wajah rumit.
"Selamat yaaa...!"
Ujar Joy Swift kegirangan sembari memeluk Kakak sepupunya.
"Aku sekarang yang cerai dengan Liam Sterling agar kalian bisa menikah lagi, Joan Swift."
Bisik Joy Swift namun kakak sepupunya langsung menggeleng.
"Kamu jangan cerai dengan Liam Sterling karena aku tidak mau menikah lagi dengannya., Joy Swift.!"
"Kenapa demiakan, Joan Swift .?"
Joy Swift menggenggam erat tangan kakak sepupunya.
"Orang tuanya sudah menyuruhku cerai dengan Liam Sterling dan di saat itu pula sakit hati juga kecewaku menghapus semua cintaku pada Liam Sterling. Aku lebih bahagia hidup sendiri membesarkan anakku ini, Joy Swift .!"
Ucap nyonya Joan Swift dengan tatapan penuh kepastian, Joy Swift menarik nafas dalam-dalam. Ia memahami betapa terpuruknya kakak sepupunya karena ulah orang tuanya tuan Liam Sterling yang tidak menghargai sebagai menantu..
"Aku juga mengundurkan diri dari kantor Liam Sterling. Aku tidak mau dia tahu aku mengandung anaknya .!"
Tutur nyonya Joan Swift sembari tersenyum.
"Tapi dia ayah dari anak yang kamu kandung saat ini , Joan Swift. Dia berhak tahu.!"
"Nanti sajalah, Joy Swift. Gampang itu, sekarang aku fokus mau buka usaha untuk kita berdua sebelum aku melahirkan."
Ujar Joan Swift dengan ringannya, seringan kapas yang tertiup angin. Joy Swift makin yakin kalau ternyata nyonya Joan Swift kakak sepupunya pernah mendapatkan perlakuan buruk dari orang tuanya tuan Liam Sterling selama lima tahun , pantaslah jika sekarang tidak memperdulikan mantan mertuanya.
"Aku mau kita punya usaha kuliner seafood seperti ini, Joy Swift. Yuk sekarang kita habiskan lobster ini .!"
Ucapan nyonya Joan Swift membuyarkan lamunan Joy Swift adik sepupunya yang sekarang resmi menjadi istri dari tuan Liam Sterling mantan suaminya.
"Aku mau menyuapimu, Joan Swift. Ayo kapan-kapan kita pergi ke kuburan papa mama.!"
Nyonya Joan Swift hanya bisa mengangguk tapi tidak bisa bicara karena mulutnya penuh dengan daging lobster. Hubungan Joy Swift dan nyonya Joan Swift memang patut di tiru, tidak ada kemarahan apalagi kebencian tapi yang ada rasa persaudaraan yang kuat apalagi di saat nyonya Joan Swift lagi hamil, makin sayang Joy Swift pada kakak sepupunya
💅
KEESOKAN HARINYA,
Nyonya Joan Swift yang sedang asyik membaca majalah di teras rumah, sambil mengelus-elus perutnya sendiri.
Anda Mungkin Juga Suka





