Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Amanah dari Sang Ayah

Amanah dari Sang Ayah

Rahel terjebak dalam pernikahan dengan pria lebih tua yang belum pernah ia temui sebelumnya. Modalnya hanyalah sebuah foto kecil seukuran kartu identitas. Tepat di malam sebelum akad nikah dilangsungkan, ayahnya tersenyum penuh syukur atas kesediaan Rahel menuruti perjodohan itu. Namun, setelah memberikan pelukan dan kecupan perpisahan di kening sang putri, ayah Rahel mengembuskan napas terakhirnya, meninggalkan amanah besar bagi masa depan Rahel.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku melamun, memandang kuburan Ayah dengan tatapan kosong. Semua yang terjadi seolah mimpi belaka. Tiba-tiba dimasakin makanan kesukaan oleh beliau. Menikah secara mendadak tanpa bertemu sama sekali. Dan terakhir ... kepergian Ayah yang secepat ini?

Belum ada air mata mengalir pada pelupuk mata. Sudah kubilang, rasanya seperti mimpi. Tolong, sadarkan aku secepatnya. Katakan bahwa semua ini adalah kenyataan.

Dirasa orang-orang mulai pergi meninggalkan area pemakaman, barulah aku berjongkok, memegang pusara Ayah. Pikiran berkecamuk, jantung berdenyut sakit, dan kepala perlahan menunduk. Menyembunyikan tangisan tanpa mengeluarkan suara. Semua aku keluarkan diiringi hujan mulai rintik-rintik membasahi bumi.

"Ayah?" Satu suara terucap dari mulutku bersamaan jantung semakin sesak. Nafas pun kian susah sampai ada seseorang memayungi tubuh lemahku.

"Sampai kapan saya harus menunggu kamu di sini?"

Deg

Suaranya begitu dingin, dan serak.

"Tidak ada yang menyuruhmu!" balasku tak kalah dinginnya.

"Kamu sudah sah menjadi istri saya!" Enam kata terucap tegas juga penuh penekanan. Bulu kuduk dibuat meremang mendengar kata istri dari mulutnya secara langsung.

"Pulang. Kemasi barang-barang kamu." Tubuhku berdiri tegap. Pertama kali menatap netra tajamnya. Bola mata cokelat, hidung mancung, alis tebal, dan memiliki bibir tipis serta se k si. Cepat-cepat aku menghalau pikiran ko t or tersebut.

"Aku mau tetap tinggal di rumah Ayah!" Aku mengucapkannya dalam satu tarikan nafas. Kulihat dia--ah, lebih tepatnya Tuan Ethan, menaruh asal payung hitam. Alhasil tubuhku ini kembali basah, begitu juga dengan pria jangkung di depanku.

"Perjanjian pertama, perempuan yang sudah sah menjadi istri saya, harus tinggal bersama di mansion milik Ethan Alexander Wilson." Memutar bola mata, aku tak merespon perkataannya.

"Tapi saya-- "

"Kalau tidak menurut, maka segeralah bayar hutang-hutang Ayah kamu." Dia sangat berhasil membungkam mulutku serapat mungkin.

Ayah? Beliau memiliki hutang kepada pria dingin macem Ethan??

Kenapa Ayah tidak memberitahu semuanya kepadaku?

Jika masih di bawah lima juta, aku sanggup-sanggup aja. Tapi, kalau nominalnya fantastis? Seperti milyar bahkan triliun??

Oh ya Tuhan. Apa gegara hutang, aku dinikahkan sama dia? Supaya lunas kayak di novel-novel yang pernah ia baca, "Hutang Ayah kamu lima puluh juta." Ujarnya seperti tau isi pikiranku.

"Allahuakbar!!" Refleks mengucap takbir seraya menutup mulut. Banyak banget lima puluh juta. Aku enggak ada uang segitu Ya Allah.

Namun heran, uangnya Ayah gunakan untuk apa ya? Kok jadi penasaran gini, "Bayar tagihan kredit Kakak kamu, Evelyn." Wah, percaya deh semisal Ethan seorang cenayang. Bisa ketebak mulu. Alih-alih keren, aku malah takut sendiri.

"Ayo pergi sekarang. Saya gak punya waktu banyak untuk bicara omong kosong seperti tadi. Pekerjaan saya lebih penting dari kamu." Ck, bisa ngibul juga dia. Bilangnya aku istri dia loh tadi. Sekarang ngomongnya aku gak penting di mata dia.

Bodo amat, gak akan aku pikirin. Udah keburu pusing duluan.

"Ya." Menghadap batu nisan sang Ayah, aku pamitan pergi lewat batin.

Yah, pria pilihan Ayah modelannya super dingin persis kulkas dua pintu. Menghela nafas gusar, mulai beranjak berdiri mengikuti langkah lebar Ethan. Gak apa-apa manggil dia nama doang. Paling penting tetap jaga kesopanan.

Tadinya mau panggil, Om sih. Cocok sama penampilannya. Wajah dewasa, badan kekar tinggi, wangi pula. Kapan-kapan mau tanya, apa nama parfumnya Ethan. Enak di ci um. Bukan tipe bikin mual, mendadak pusing kepala.

Membuka pintu rumah, aku mencari keberadaan Ibu. Enggak lupa menyilahkan Ethan agar duduk atas sofa legend. Lanjut pergi ke dapur, sekedar bikin minuman jus jeruk pun memanggil kembali nama sang Ibu.

Evelyn?

Cih, aku m u ak karena sikapnya. Ayah meninggal justru dia mementingkan acara seminar di kampusnya. Katanya gak bisa izin lah, itu lah. Heiii, kutahu itu cuma alasan aja!!! Yang ada di pikiran Evelyn yaitu kuliah semester akhir tapi lama wisudanya. Shopping sampai puluhan juta. Outfit mahal nomor satu, urusan ada uang belakangan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A-PD160
8.1
Pasca penculikan tragis, Nina kehilangan suaranya dan hanya Julian yang setia melindunginya. Meski Julian tampak memuja Nina hingga berjanji menikahinya, dia justru menunda hari bahagia mereka sembilan kali. Kebenaran pahit terungkap saat Nina mendengar rencana pernikahan Julian dengan wanita lain. Merasa dikhianati, Nina membakar habis perkebunan mereka dan menghilang. Kini, Julian yang hancur memohon pengampunan seperti anjing yang mengharap belas kasihan.
Sampul Novel Aku Sangat Mencintaimu
9.6
Pasca insiden satu malam, Rossa Saraspati menikah dengan Robert Carlos karena kehamilan yang tak terduga. Robert adalah suami miliarder yang memanjakannya dengan kemewahan luar biasa, memenuhi segala keinginan materi namun melarangnya bekerja. Saat Rossa mencoba mencari nafkah secara sembunyi-sembunyi, ia selalu gagal karena sabotase Robert. Akhirnya, Robert memberi Rossa posisi khusus di kantornya sebagai istri sang bos demi memastikan ia tetap berada di sisinya.
Sampul Novel Asa di Ujung Sajadah#bukuke-2
9.2
Dalam buku kedua trilogi Women Power Series, Jihan Khairiyah menghadapi kehancuran rumah tangga di tengah kehamilan tua. Reuni membawa petaka saat suaminya, Tommy Wiranata, terjerat CLBK dengan Diana, tetangga yang dianggap saudara sendiri. Meski Tommy berdalih hanya khilaf, Jihan menyadari pengkhianatan emosional tetaplah perselingkuhan. Kini Jihan harus memilih antara bertahan demi nafkah atau pergi demi harga diri dari lingkaran dusta yang menyakitkan.
Sampul Novel Fitnah Pelakor Membuatku Babak Belur
8.7
Akibat unggahan media sosial suaminya, seorang wanita dituduh sebagai pelakor oleh selingkuhan sang suami. Tuduhan sepihak ini memicu aksi pengeroyokan brutal yang membuatnya babak belur, gegar otak, hingga patah tulang. Enggan tinggal diam, korban segera melaporkan para pelaku ke polisi dan menuntut mereka secara hukum. Di saat yang sama, ia menyiapkan surat cerai untuk suaminya yang tidak tahu diri, siap merebut kembali semua kekayaannya dan mendepak pria itu kembali menjadi pengemis.
Sampul Novel Harga Diri Seorang Suami
9.0
Kehidupan Gunawan hancur seketika saat ia kehilangan jabatan kepala pengawas di pabrik. Penderitaannya kian memuncak ketika sang istri melayangkan gugatan cerai dan mengusirnya tanpa belas kasihan. Terpuruk dan terhina, harga diri Gunawan sebagai pria terusik hebat. Ia menolak untuk menyerah pada keadaan yang pahit ini. Kini, ia bertekad bangkit demi membuktikan kekuatannya dan membalas dendam pada semua orang yang pernah memandang rendah dirinya.
Sampul Novel Hati yang Remuk dan Mati
8.8
Pernikahan lima tahun Sheila dan Dave hancur saat mantan kekasih Dave kembali dan mengirimkan bukti kemesraan mereka. Alih-alih meratap saat suaminya absen di hari ulang tahun pernikahan mereka demi wanita lain, Sheila mengambil langkah drastis. Dia tidak hanya menandatangani surat perceraian, tetapi juga memerintahkan sekretarisnya untuk mengatur pernikahan Dave dengan selingkuhannya, Steph. Tujuh hari kemudian, Sheila terbang ke Veridia demi memberikan restu langsung untuk mereka.