Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Alpha Rexton, I'm Not Your True Luna

Alpha Rexton, I'm Not Your True Luna

Amelie terjerat dalam rasa bersalah yang mendalam setelah tanpa sengaja menyerahkan kesuciannya kepada kekasih kakak angkatnya, Alpha Rexton, akibat pengaruh alkohol. Meski serigalanya meronta, ia memohon agar sang Alpha menolaknya demi melindungi Matilda, sosok yang telah merawatnya sejak kecil. Amelie rela menderita asalkan keluarga angkatnya tetap utuh. Namun, rahasia tentang takdir mate ini mengancam segalanya. Akankah hubungan mereka bertahan saat kebenaran terungkap?
Bab
Bagikan

Bab 2

Amelie's POV.

Tubuhku kini berada di ranjang berukiran king size dengan permukaan yang lembut dan empuk. Sementara itu di depan wajahku, sebuah dada bidang yang sangat mempesona selalu berhasil menghipnotis pikiranku.

Dia bergerak intens menciptakan kenikmatan di bawah sana membuat pikiran semakin melayang. Aku tak bisa berpura-pura lagi di hadapannya. Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, dia seksi dan hot.

"Jangan hentikan ini." Tanpa sadar mulutku mengatakan itu. Aku sudah tak bisa berpikir, yang aku inginkan sekarang hanyalah waktu ini jangan sampai cepat berlalu.

Tubuhnya penuh dengan keringat, begitu pun dengan aku. Nafas kami terengah-engah, namun baik aku dan dia sama sekali tidak ada yang mau berhenti. Rasa ini terlalu sayang untuk dihentikan. Sebelum semuanya reda, aku ingin menikmati setiap detiknya.

"Kamu cantik, sexy dan hot. Siapa namamu?"

"Bukankah lebih baik kita tidak mengetahui siapa nama masing-masing, Mr. Mata Hijau."

"Why?" Ia terengah. "Bukankah lebih baik jika tahu?"

Aku menggeleng. "Lebih baik tidak."

Benar apa yang dikatalan Gwendolyn, ini terasa aneh, seperti tidak nyata tetapi terjadi secara jelas dalam diriku. Seperti yang sudah dikatakannya, aku juga merasa tidak menyangka dengan apa yang telah terjadi malam ini di antara aku dan dia.

Tubuhku diputar dengan mudahnya tanpa melepaskan penyatuan. Rasa yang diterima tubuhku berbeda, kali ini lebih terasa daripada sebelumnya.

Setelah berpacu dengannya selama beberapa saat, seketika aku merasa ada sesuatu yang keluar dari dalam tubuh. Mendadak tubuhku melemas, lantas ambruk ke atas ranjang. Namun dia yang masih ingin menikmatinya mengangkat tubuhku kembali dengan kedua tangan.

"Kamu sangat hebat, Mrs. Pinky. Aku menyukai permainanmu."

"Ini karena efek bir yang aku minum terlalu banyak tadi. Maafkan aku sudah membuatmu terlibat dalam permainan teman-temanku."

Setelah dia menyelesaikannya, seketika aku merasa malu. Ada perasaan menyesal dalam hatiku karena sudah mengajaknya untuk melakukan sex dan bahkan kita berdua tidak saling mengenal.

"Tidak, tapi kamu memang hebat. Kamu cukup berani untuk melakukan sex pertama kali dengan laki-laki yang bahkan tidak pernah kamu kenali."

Kedua mataku melebar. "Dia benar, aku memberikan keperawanan kepadanya, kepada orang yang tidak aku kenali. Bagaimana bisa?

***

Terbangun dari tidur, aku merasakan gesekan kain yang halus dan lembut pada tubuhku. Seketika aku mengingat apa saja yang sudah terjadi tadi malam.

Menoleh ke sekitar, aku tidak menemukan apapun selain pakaianku yang berserakan di lantai dan tas selempang yang ada di atas meja kecil dekat ranjang.

Aku meraih tas berwarna putih dengan hiasan manik-manik di permukaannya, lantas mengambil smartphone di dalamnya.

"Kenapa kamu belum pulang juga? Apa kamu lupa kalau hari ini aku akan mengenalkan kekasihku kepada kamu dan mama?"

Pesan singkat yang aku terima dari Matilda segera membuatku tersadar jika aku tengah melupakan sesuatu. Aku memunguti semua pakaian yang berserakan dan mengenakannya kembali, memperbaiki make up dan pergi meninggalkan kamar hotel.

"Pesannya dikirim satu jam yang lalu, semoga saja aku belum terlambat," lirihku.

Taksi yang aku tumpangi melaju dengan kecepatan yang sedang. Jalanan yang macet membuat aku sedikit khawatir, akh tidak ingin mengecewakan Matilda dengan tidak hadir di acara spesialnya. Apalagi aku juga penasaran dengan siapa pacar kakak angkatku itu yang dikabarkan adalah seorang Alpha.

"Bisakah kita melewati jalan pintas?" tanyaku melihat kemacetan yang kian mengular di depan sana.

Laki-laki dengan janggut tebal berwarna hitam itu menggelengkan kepala. "Tidak ada jalan pintas untuk menuju ke titik tujuan, Nona."

Mendengar jawaban itu, aku menyandarkan tubuh seraya berharap semoga saja pacar Matilda belum sampai di rumah.

Sebuah mobil berwarna merah tua terparkir di depan rumah. Seketika itu aku merasa bersalah terhadap Matilda dan kecewa terhadap diriku sendiri.

Aku terlambat karena kejadian semalam, seharusnya aku tidak melakukan itu, seharusnya aku tidak memilih dare dan membiarkan menjawab pertanyaan dengan sejujur-jujurnya saja. Semua penyesalan itu hadir memenuhi hati dan pikiranku.

"Matilda, maaf--" Aku tak melanjutkan kalimatku.

Permintaan maaf sudah aku siapkan sebelum tanganku meraih gagang pintu dan membukanya. Namun seketika aku terdiam saat melihat tiga orang yang berada di dalam rumah. Tidak ada yang aneh dengan Matilda dan ibu, namun laki-laki itu.

"Kenapa dia ada di sini?" lirihku.

Tampilannya masih terlihat maskulin seperti semalam. Ia nampak segar tidak seperti aku yang masih acak-acakan. Tidak hanya aku, sepertinya dia juga terkejut karena sepasang mata dengan manik berwarna hijau yang mendadak terbuka lebih lebar daripada biasanya.

Aku meneruskan langkah. Suara sepatu heels yang aku kenakan menggema di seluruh ruangan.

"Amelie, kenapa kamu terlambat?"

Pertanyaan Matilda sama sekali tak terdengar olehku. Pandangan mataku terpaku pada satu titik dengan seorang laki-laki yang berdiri di sana.

Laki-laki dengan wajah tampan dan bola mata berwarna hijau itu juga menatap ke arahku, membuat tatapan mataku seakan terkunci dan tidak bisa melihat ke arah lain selain kepada dirinya.

Serigala dalam diriku rasanya ingin berteriak menyuarakan sesuatu. Namun aku menahannya. Ini tidak seharusnya terjadi.

"Mate!"

Aku ingin menolak kenyataan ini, mate-ku adalah pacar kakak angkatku sendiri. Aku tidak bisa melakukan ini, mengecewakan Matilda adalah hal yang sama sekali tidak ingin aku lakukan.

Semakin dekat bau wangi vanilla dengan kombinasi kayu tercium semakin jelas, menandakan bahwa ia memang benar-benar mate yang sedang aku cari.

"Amelie, ada apa denganmu? Kenapa kamu aneh sekali?" Matilda mengernyitkan dahi. Tidak kunjung mendapat jawaban, Matilda bersuara dengan lebih keras. "Amelie, apa kamu sengaja tidak mendengarkanku?!"

"Ma--Matilda, a--aku--"

"Huh, kamu memang tidak pernah berubah, Amelie!" Ia memutar bola matanya kesal usai memotong kalimatku begitu saja. "Untung saja hari ini dia tidak terlalu sibuk." Lirikan matanya melihat ke arah laki-laki itu sejenak.

"Uhm, aku benar-benar merasa bersalah. Maaf aku terlambat."

"Maafkanlah dia, Matilda," ujar Mama turut berbicara.

Matilda kembali memutar bola matanya. "Okay, okay, atas permintaan mama aku memaafkanmu," ujarnya meskipun terlihat jelas jika ia tidak ikhlas mengatakannya. "Bersihkan dirimu dan bergabung bersama kami nanti."

Aku mengangguk, lantas buru-buru masuk ke dalam kamar.

"Bagaimana mungkin mate-ku adalah pacar Matilda?" lirihku setelah masuk ke dalam kamar. "Tidak, dia, Matilda adalah luna-nya yang sebenarnya. Bukan aku."

Lima belas menit berlalu, aku keluar dari kamar. Mengambil jus jeruk di atas meja, aku kembali bergabung dengan mereka.

"Amelie, dikarenakan kamu terlambat jadi aku harus mengenalkan dia dua kali kepadamu. Dia adalah Alpha Rexton, pacarku."

Menelan salivaku kuat, salah satu tangan mulai terangkat untuk saling berjabat. Pandangan mataku sama sekali tidak bisa menatap wajah dan matanya.

"Rexton." Ia mendekatkan tubuhnya usai berjabat tangan denganku. "Hi, mate."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Altair Onder de
9.4
Altair dan Claretta dipertemukan dalam situasi ganjil setelah dewa menukar tubuh mereka tanpa izin. Meski awalnya murka, Altair luluh saat melihat Claretta menangis merindukan kasih sayang ibu. Mereka saling memahami penderitaan masing-masing di tengah hembusan angin dan kelopak bunga. Akhirnya, keduanya sepakat menerima takdir baru ini. Altair merelakan identitasnya, sementara Claretta berjanji menjaga ibu Altair dengan tulus sebelum cahaya memisahkan mereka selamanya.
Sampul Novel Dangerous Girl
9.7
Aliya kehilangan segalanya saat kekayaan orang tuanya memicu tragedi berdarah. Gadis lembut ini bertransformasi menjadi dewi kematian yang haus balas dendam demi mengungkap dalang pembunuhan keluarganya. Di tengah teka-teki rumit di sekolah, ia harus mencari Samudra, pangeran bermata biru yang kini tak lagi mengenalinya. Meski penolakan terasa menyakitkan, Aliya tetap mengejar jawaban di balik badai rahasia yang mengancam nyawanya. Darah harus dibayar darah.
Sampul Novel Ditolak oleh Alpha-ku, Diklaim oleh Mahkota-ku
9.2
Alpha Damian mengkhianati pasangannya demi Lyra, serigala liar yang membawa anak haram. Saat upacara pewaris, Damian justru menyerang pasangannya yang hamil dan menuduhnya melukai anak Lyra. Ia membiarkan pewaris aslinya sekarat demi menyelamatkan anak simpanannya. Namun, Damian tidak sadar bahwa wanita yang ia buang adalah putri dari kawanan terkuat di dunia. Kini, pasukan keluarganya telah tiba di perbatasan untuk menjemput sang putri pulang.
Sampul Novel Escape
8.1
Emily Watson, model cantik yang terancam bahaya, berada dalam lindungan Ethan Davis, pemilik perusahaan keamanan elite di London. Dr. Watson menyewa jasa Ethan demi menjaga rahasia besar putrinya, sebelum ia ditemukan tewas mengenaskan tanpa kepala. Di tengah pelarian dan ancaman pembunuhan, Ethan dan Emily harus menghadapi trauma masa lalu mereka yang kelam. Akankah cinta yang lahir dari kegelapan ini mampu menyelamatkan mereka dari intrik mematikan yang mengintai di setiap sudut kota?
Sampul Novel Kisah Cinta di Batukarut
8.6
Lihar dipercaya memimpin perusahaan pasir di Batukarut menggantikan Pak Ajat yang menyimpan dendam. Meski dibantu Dadun dan Om Joni, tantangan berat muncul dari kecurangan pekerja hingga teror gaib garam misterius yang memicu kecelakaan beruntun. Di tengah kemelut bisnis, hubungan asmara Lihar dengan Yeti terancam oleh kehadiran Erom hingga memicu keributan warga. Meski teguh menghadapi sabotase mistis, Lihar harus tegar saat kariernya stabil namun kisah cintanya justru hancur.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
William, putra mafia kejam, rela menempuh cara apa pun demi ambisinya. Namun, pengkhianatan fatal merenggut nyawa ayahnya, Ferdinand, dalam insiden tragis. Rosemary yang selama ini tidak tahu sisi gelap suaminya mulai menyadari rahasia tersembunyi. William kini bertekad membalas dendam dan membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah keji. Meski seorang polisi wanita terus menghalangi langkahnya, William takkan berhenti hingga peluru terakhir menentukan segalanya.