Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Alpha Rexton, I'm Not Your True Luna

Alpha Rexton, I'm Not Your True Luna

Amelie terjerat dalam rasa bersalah yang mendalam setelah tanpa sengaja menyerahkan kesuciannya kepada kekasih kakak angkatnya, Alpha Rexton, akibat pengaruh alkohol. Meski serigalanya meronta, ia memohon agar sang Alpha menolaknya demi melindungi Matilda, sosok yang telah merawatnya sejak kecil. Amelie rela menderita asalkan keluarga angkatnya tetap utuh. Namun, rahasia tentang takdir mate ini mengancam segalanya. Akankah hubungan mereka bertahan saat kebenaran terungkap?
Bab
Bagikan

Bab 3

Rexton's POV.

Besok pacarku akan membawaku bertemu dengan keluarganya, tentu saja aku merasa sangat senang karena akhirnya aku bisa merasakan manisnya cinta. Apalagi pacarku yang bernama Matilda itu sangat cantik, baik dan yang utama adalah cerdas karena aku akan sangat membutuhkannya untuk membantuku dalam segala hal.

Aku yang tengah duduk di salah satu sofa dalam bar tertegun kala melihat seorang perempuan dari gerombolan tiga perempuan lain. Dress-nya berwarna merah muda yang lembut, begitu juga dengan heels yang dia kenakan. Sepertinya mereka sedang melakukan sebuah permainan.

Perempuan itu berdiri, lantas berjalan ke arahku. Semakin dia mendekat, aku mencium wangi vanilla dengan kombinasi kayu yang kuat. Ia mendekat ke arahku dan wangi itu semakin jelas.

"Mate!"

"H--hai," ujarnya, aku bisa merasakan jika dia sangat canggung. Mungkin belum terbiasa mendekati laki-laki. "Bisakah aku duduk di sini."

Aku tersenyum, sepertinya dia belum menyadari jika kita adalah mate. "Tentu," ujarku yang lantas sedikit bergeser agar ada tempat untuknya duduk dengan nyaman.

"Thank you," ujarnya yang lantas duduk dekat denganku dan aroma itu semakin jelas tercium di hidungku. "Ehm, kamu terlihat begitu tampan."

Sama sekali aku tidak menyangka sebelumnya jika dia akan memuji parasku. Aku memberikan senyuman, lantas mengusap tengkuk karena kecanggungan. Alih-alih meletakkannya lagi di depan, aku memilih untuk meluruskan tanganku pada sandaran sofa melewati belakang tubuhnya.

Wajah cantik di bawah remang cahaya lampu itu begitu menggoda. Kedua alis yang tebal, hidung mancung, sepasang mata hijau dan ... bibir berwarna pink yang glossy itu sangat menggoda. Aku tak sabar merasakan manis bibir ini.

"Kamu juga sangat cantik, Mrs. Pinky." Aku balik memujanya, wajahku semakin mendekat hingga nafasnya bisa aku rasakan menerpa wajahku.

"Uhmm, Mr. Maskulin aku mendapat tantangan untuk--."

"Aku tahu," potongku. "Bagaimana jika kita memesan kamar hotel untuk malam ini, Mrs. Pinky?"

Aku sama sekali tidak yakin jika dia akan menerima tawaranku tersebut. Teman-temannya hanya memberikan dare berupa mengajakku melakukan sex dan seharusnya sudah cukup denganku yang hanya memberikan jawaban ya atau tidak.

Sebuah hal yang sama sekali tidak aku sangka adalah dia yang menganggukkan kepala dan menyetujui saran dariku. Tanganku masuk ke dalam saku celana dan mengambil smartphone di dalamnya, aku membooking kamar hotel dan langsung membawanya pergi ke sana.

Meskipun pengaruh wine yang aku minum semakin terasa, aku mencoba untuk terus fokus berkendara. Setelah lima belas menit berlalu, aku dan dia kini sudah berada dalam sebuah ruangan dengan ranjang berukuran king size di bagian tengahnya.

"Tubuhmu sangat menggoda, Mrs. Pinky." Aku melepaskan pakaiannya satu persatu, begitu juga dengan milikku.

Ia tak memberikan jawaban apapun, mungkin sudah sangat tidak tahan dengan apa yang akan aku lakukan.

Aku memulai penyatuan, dia merintih. Rasanya sangat lembut, hampir semua sisi menyentuh bagian yang lebih lembut dari es krim namun ini terasa sangat hangat.

Milikku merasa nyaman berada di dalam sana, apalagi saat aku menggerakkannya dan terjadi pergesekan antara kita. Aku sangat menyukainya.

"Kamu cantik, sexy dan hot. Siapa kamu?" Aku merasa sangat penasaran, bagaimana bisa aku tidak tahu nama mate-ku sendiri?

"Bukankah lebih baik kita tidak mengetahui siapa nama masing-masing, Mr. Maskulin."

"Why?" Nafasku mulai terengah, aku menyukai nama panggilan darinya untukku. "Bukankah lebih baik jika tahu?"

Dia menggelengkan kepala. "Lebih baik tidak."

Aku tak melanjutkan obrolan ini, sekarang tubuhku terfokus pada rasa yang tidak aku dapatkan pada perempuan lain termasuk Matilda.

Bukannya aku ingin berselingkuh darinya, namun perempuan yang di depanku adalah mate-ku yang sebenarnya. Bagaimana aku mengatakannya?

Aku tidak tahu itu, meskipun ada perasaan bersalah dalam diriku, namun aku tak bisa menghentikan apa yang tengah terjadi.

"Kamu sangat hebat, Mrs. Pinky. Aku menyukai permainanmu."

"Ini karena efek beer yang aku minum terlalu banyak tadi. Maafkan aku sudah membuatmu terlibat dalam permainan teman-temanku." Aku dengar dia masih saja mengelak.

"Tidak, tapi kamu memang hebat. Kamu cukup berani untuk melakukan sex pertama kali dengan laki-laki yang bahkan tidak pernah kamu kenali." Entah benat atau tidak, tapi itulah yang aku rasakan. Ia cukup hebat untuk bisa melakukan sex pertama kali, apalagi dia melakukannya dengan orang asing yang baru dia temui malam ini di bar.

Tubuhnya berbalik membelakangiku sekarang. Bahunya yang putih mulus terlihat basah setelah permainan panas yang baru berakhir beberapa menit yang lalu.

Bibirku tersungging menciptakan senyuman. Namun tak bertahan lama, senyuman itu menghilang setelah aku teringat dengan pacarku.

"Matilda, apa yang harus aku katakan kepadamu? Apa yang harus aku lakukan sekarang?"

***

Tujuh tahun menunggu, kini baru ketemukan mate-ku saat aku sudah berpacaran dengan perempuan lain. Lalu apakah aku harus memutuskan hubunganku dengan Matilda?

Tidak, dia sudah sangat baik dan hubungan kita berdua sudah terjalin selama dua tahun lamanya. Apalagi kita berdua juga sudah sama-sama serius, dia bahkan hendak mempertemukan aku dengan ibunya. Tidak mungkin jika aku memutuskan hubungan ini begitu saja.

Rumah yang nyaman meskipun tidak terlalu besar ini ditinggali oleh Matilda, ibunya dan adik angkat yang belum aku lihat keberadaannya.

"Maaf, Alpha Rexton, rumah kami tidak besar dan berantakan."

Aku terkekeh. "Tidak masalah, Mama," ucapku merasa senang menggunakan panggilan itu.

Pandangan mataku memperhatikan sekitar. Sebuah bingkai foto mencuri perhatianku. Di sana terdapat tiga orang perempuan, seorang yang lebih tua duduk di tengah sementara dua yang lainnya berdiri di kedua sisi.

Baru saja aku hendak melangkah mendekat, aku mendengar suara kendaraan yang berhenti di depan rumah. Meskipun samar, namun suara itu cukup jelas. Selanjutnya disusul suara langkah kaki yang cepat. Sementara aku kembali mencium aroma vanilla dan kayu yang kuat seperti semalam.

"Itu pasti dia baru pulang dari party." Matilda memutar bola matanya. "Dia selalu melakukan ini, mengacaukan semuanya. Tidak kenal waktu, ceroboh dan kekanak-kanakan."

"Siapa yang baru pulang?" tanyaku.

"Amelie, adik angkat menyebalkan yang sering aku ceritakan kepadamu itu."

Sedetik kemudian pintu rumah terbuka dan aku melihat perempuan yang sama seperti semalam. Aku bisa merasakan kedua mataku melebar begitu pula dengannya saat melihat aku berada di dalam rumah.

"Mrs. Pinky," lirihku, bibirku bergerak, namun tak terdengar sedikitpun suara yang keluar dari mulutku. Aku sama sekali tak menyangka jika adik angkat Matilda adalah mate yang dipilihkan The Mood Goddes untukku. "Di--dia adik angkatmu?"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Altair Onder de
9.4
Altair dan Claretta dipertemukan dalam situasi ganjil setelah dewa menukar tubuh mereka tanpa izin. Meski awalnya murka, Altair luluh saat melihat Claretta menangis merindukan kasih sayang ibu. Mereka saling memahami penderitaan masing-masing di tengah hembusan angin dan kelopak bunga. Akhirnya, keduanya sepakat menerima takdir baru ini. Altair merelakan identitasnya, sementara Claretta berjanji menjaga ibu Altair dengan tulus sebelum cahaya memisahkan mereka selamanya.
Sampul Novel Dangerous Girl
9.7
Aliya kehilangan segalanya saat kekayaan orang tuanya memicu tragedi berdarah. Gadis lembut ini bertransformasi menjadi dewi kematian yang haus balas dendam demi mengungkap dalang pembunuhan keluarganya. Di tengah teka-teki rumit di sekolah, ia harus mencari Samudra, pangeran bermata biru yang kini tak lagi mengenalinya. Meski penolakan terasa menyakitkan, Aliya tetap mengejar jawaban di balik badai rahasia yang mengancam nyawanya. Darah harus dibayar darah.
Sampul Novel Ditolak oleh Alpha-ku, Diklaim oleh Mahkota-ku
9.2
Alpha Damian mengkhianati pasangannya demi Lyra, serigala liar yang membawa anak haram. Saat upacara pewaris, Damian justru menyerang pasangannya yang hamil dan menuduhnya melukai anak Lyra. Ia membiarkan pewaris aslinya sekarat demi menyelamatkan anak simpanannya. Namun, Damian tidak sadar bahwa wanita yang ia buang adalah putri dari kawanan terkuat di dunia. Kini, pasukan keluarganya telah tiba di perbatasan untuk menjemput sang putri pulang.
Sampul Novel Escape
8.1
Emily Watson, model cantik yang terancam bahaya, berada dalam lindungan Ethan Davis, pemilik perusahaan keamanan elite di London. Dr. Watson menyewa jasa Ethan demi menjaga rahasia besar putrinya, sebelum ia ditemukan tewas mengenaskan tanpa kepala. Di tengah pelarian dan ancaman pembunuhan, Ethan dan Emily harus menghadapi trauma masa lalu mereka yang kelam. Akankah cinta yang lahir dari kegelapan ini mampu menyelamatkan mereka dari intrik mematikan yang mengintai di setiap sudut kota?
Sampul Novel Kisah Cinta di Batukarut
8.6
Lihar dipercaya memimpin perusahaan pasir di Batukarut menggantikan Pak Ajat yang menyimpan dendam. Meski dibantu Dadun dan Om Joni, tantangan berat muncul dari kecurangan pekerja hingga teror gaib garam misterius yang memicu kecelakaan beruntun. Di tengah kemelut bisnis, hubungan asmara Lihar dengan Yeti terancam oleh kehadiran Erom hingga memicu keributan warga. Meski teguh menghadapi sabotase mistis, Lihar harus tegar saat kariernya stabil namun kisah cintanya justru hancur.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
William, putra mafia kejam, rela menempuh cara apa pun demi ambisinya. Namun, pengkhianatan fatal merenggut nyawa ayahnya, Ferdinand, dalam insiden tragis. Rosemary yang selama ini tidak tahu sisi gelap suaminya mulai menyadari rahasia tersembunyi. William kini bertekad membalas dendam dan membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah keji. Meski seorang polisi wanita terus menghalangi langkahnya, William takkan berhenti hingga peluru terakhir menentukan segalanya.