Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel  Aku sangat menginginkanmu

Aku sangat menginginkanmu

Pasca kecelakaan tragis, Ana terjebak dalam pusaran ingatan tentang suaminya, Sebastián, dan pria dari masa lalunya, Gabriel. Narasi yang melintasi waktu ini menguak tabir kebohongan dalam pernikahan Ana serta perselingkuhan yang berbahaya. Di tengah konspirasi keluarga dan pengkhianatan yang menyakitkan, Ana dipaksa memilih antara cinta lama atau membalas dendam. Akankah ia menemukan penebusan, atau justru hancur oleh rahasia gelap yang selama ini tersembunyi?
Bab
Bagikan

Bab 2

Cahaya hangat sore hari menerobos jendela apartemen, membanjiri ruang tamu dengan ketenangan yang nyaris tak nyata. Ana dan Sebastián duduk berhadapan di meja makan, bagaikan dua keping puzzle yang tersusun rapi. Percakapan mengalir, tetapi terasa hampa, seolah mereka berdua telah belajar menavigasi lautan ini tanpa pernah benar-benar bersentuhan.

"Bagaimana harimu?" tanya Sebastián, melirik sejenak dari ponselnya, lalu kembali menatap layar.

Ana tersenyum lemah, menatap sepiring pasta yang belum tersentuh di depannya. Ia tidak lapar, tetapi ia tidak tahu bagaimana mengungkapkan apa yang sebenarnya ia rasakan. Ada sesuatu di dadanya yang mengencang setiap kali percakapan bernada monoton, seolah mereka hidup di dunia paralel yang jarang bersinggungan.

"Baik-baik saja. Hari yang biasa saja," jawabnya, mencari sesuatu untuk dikatakan, tetapi merasa kata-katanya hanyalah gema kosong. Apartemen itu indah, tak diragukan lagi: furnitur modern, warna-warna netral, dan gaya minimalis yang mencerminkan kesempurnaan, tetapi kesempurnaan itu tak mampu menyembunyikan apa yang tersembunyi di baliknya. Ana bisa merasakan rutinitas sehari-hari menyelimutinya, semakin mempererat dinding-dinding kehidupannya.

Sesekali, tatapannya bertemu dengan Sebastián, dan dalam momen-momen singkat itu, ia merasa seolah Sebastián ada di sana, namun di saat yang sama, begitu jauh. Wajahnya, tampan namun tanpa ekspresi, selalu begitu tenang, begitu penuh perhitungan. Apa yang terjadi pada pria yang pernah menatapnya dengan penuh gairah? Ana tak dapat mengingatnya. Atau lebih tepatnya, ia tak ingin mengingatnya.

Ketidaknyamanan itu semakin terasa seiring berjalannya waktu. Mereka tak tahu bagaimana mengisi keheningan. Tawa telah memudar, dan ucapan "Aku cinta kamu" tak lagi terdengar tulus, melainkan hampir seperti rutinitas yang harus mereka jalani.

"Kau tahu? Aku sedang memikirkan liburan." Sebastián mengganti topik, tetapi Ana menyadari nada suaranya yang agak jauh. Seolah-olah ia sedang membicarakan sesuatu yang tidak terlalu penting baginya.

"Liburan?" Ana mendongak, terkejut dengan kemunculan topik yang tiba-tiba. Liburan? Benarkah?

"Ya. Destinasi yang tenang. Mungkin pulau atau semacamnya. Maksudku, kita sudah banyak bekerja." Sebastián tidak mengalihkan pandangan dari ponselnya, seolah-olah usulan ini tidak ada hubungannya dengan dirinya, hanya sebuah kewajiban.

Ana berpikir sejenak, lalu mengangguk tanpa berkata apa-apa. "Liburan." Semuanya terdengar begitu jauh, begitu asing. Awalnya, ia pikir itu mungkin kesempatan untuk memulihkan apa yang telah hilang, untuk lebih dekat, tetapi sebagian dari dirinya tahu bahwa upaya apa pun akan sia-sia. Sesuatu yang lebih dalam, sesuatu yang tak dapat diperbaiki, telah mulai meretakkan hubungan mereka.

"Ana, kau mendengarkan?" Sebastián mendongak, akhirnya khawatir.

"Ya, tentu saja." Ana menatapnya, merasakan sedikit frustrasi. Mengapa ia tidak bisa melihat apa yang ia lihat? Mengapa ia tak menyadari keretakan, bisikan-bisikan yang menyelinap di antara mereka?

"Kau sepertinya tak begitu tertarik dengan ide itu..." Sebastián mengamati dengan saksama.

Ana ragu sejenak, lalu tertawa kecil tanpa kegembiraan. "Aku bahkan tak tahu apakah kita bisa berbagi tempat seperti itu. Saat ini, kita akan terpisah sejauh ini."

Keheningan memenuhi ruangan, dan mereka berdua terperangkap dalam gelembung yang semakin menyesakkan.

Malam itu juga, Ana dan Sebastián diundang makan malam keluarga. Rumah orang tua Sebastián penuh dengan orang, tawa, dan suara, tetapi Ana merasa seperti hantu, terasing dalam suasana yang ramai. Percakapan mereka berkisar pada hal-hal sepele, sementara Ana tetap diam, mengamati dari sudutnya.

Pada suatu saat, bibi Sebastián, seorang wanita tegap dengan tawa yang menular, mulai bercerita tentang masa lalunya.

"Tahukah kau bahwa Sebastián dan Gabriel tak terpisahkan sejak kecil?"-kata bibinya sambil menuangkan anggur merah ke dalam gelas, tanpa menyadari perubahan ekspresi Sebastián yang tiba-tiba.

Ana langsung menyadarinya. Sebastián membeku sesaat, matanya yang sebelumnya berbinar acuh tak acuh, sedikit meredup. Penyebutan nama Gabriel memicu reaksi halus, nyaris tak terlihat, dalam dirinya. Seolah ada bayangan yang melintas di wajahnya, bibirnya terkatup rapat tanpa sadar.

Gabriel? Nama itu menggantung di udara seperti gema. Ana mengulanginya dalam hati, tetapi ia tak sepenuhnya memahami reaksi Sebastián. Siapakah Gabriel baginya?

"-Ya, Gabriel. Selalu bersama... Seperti dua saudara. Mereka menghabiskan seluruh waktu mereka di rumahku, ingat, Sebastián?" desak bibi itu, sementara semua orang di meja tersenyum.

Ana memperhatikan Sebastián. Ada sesuatu yang berubah pada posturnya. Ia sedikit menegakkan tubuh, tetapi tatapannya tidak bertemu dengan Ana. Apakah itu hanya imajinasinya, atau apakah Sebastián tampak tidak nyaman? Seolah-olah ia ingin menjauhkan diri dari masa lalunya itu.

"Ya, tentu saja," gumam Sebastián, menyesap anggur dari gelasnya dan mengalihkan pandangan, seolah-olah ingin menghindari topik yang lebih dalam.

Ana merasakan sesak di dadanya. Gabriel. Nama itu terus terngiang di kepalanya, dan untuk sesaat, ia tak kuasa menahan diri untuk bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang lebih antara Sebastián dan Gabriel ini. Sesuatu yang belum mereka ceritakan padanya.

Percakapan berlanjut, tetapi bagi Ana, suasananya terasa berat. Ia merasa seperti melewatkan sesuatu yang penting, sesuatu yang tak dapat ia pahami sepenuhnya. Mengapa Gabriel membuat Sebastián begitu tidak nyaman? Nama itu terus terulang di benaknya, dan setiap kali terulang, perasaan gelisah itu semakin menjadi. Ada sesuatu yang tersembunyi, sesuatu yang baik ia maupun Sebastián tidak ingin ungkapkan.

Malam itu berakhir tanpa insiden lebih lanjut, tetapi Ana tak bisa berhenti memikirkan momen itu, tentang bayangan yang melintas di wajah Sebastian. Ada sesuatu yang salah, dan ia tahu itu. Tapi apa?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Liar Tuan Xavier
8.5
Bella terjebak dalam situasi yang sangat mencekam saat ia berusaha keras menolak klaim sepihak dari Tuan Xavier. Meski Bella berteriak menentang takdir yang dipaksakan kepadanya, pria berkuasa itu dengan tegas menyatakan bahwa Bella kini menjadi miliknya sepenuhnya. Xavier tidak memberikan ruang sedikit pun bagi Bella untuk melarikan diri atau memberikan bantahan. Kini, Bella harus menghadapi obsesi liar sang tuan yang tidak mengenal kata penolakan.
Sampul Novel HASRAT MEMBARA CEO PERKASA
8.5
Sekuel dari Cintaku Bersemi di Masa Remaja ini mengisahkan Joseph Mikuel, CEO JM Corp, yang tak sengaja bertemu kembali dengan cinta lamanya, Mary Violet. Mary, yang dulu menghilang tanpa penjelasan, tiba-tiba melamar sebagai sekretaris pribadi di perusahaannya. Menggunakan kekuasaannya, Joseph memastikan Mary diterima demi menuntaskan perasaan yang belum usai. Pertemuan tak terduga ini mengejutkan Mary dan memicu tanya: apakah cinta lama mereka bisa bersemi kembali?
Sampul Novel Istri Kedua Om Tampan
9.2
Samuel penasaran dengan kehidupan Annabelle yang bekerja sebagai biduan orgen tunggal hingga penari striptis. Meski ditawari posisi tetap di sebuah karaoke mewah agar lebih stabil, Annabelle menolak karena enggan terikat jadwal rutin. Dia lebih memilih kebebasan meski hanya tampil sesekali. Ketertarikan Samuel memuncak saat ia mulai menanyakan tarif layanan Annabelle. Samuel pun mengajukan tawaran khusus untuk menyewa jasa Annabelle selama dua belas jam penuh.
Sampul Novel Istri Yang Kesepian
9.3
Mengusung genre romance modern dengan sentuhan misteri yang menegangkan, novel Istri Yang Kesepian mengisahkan lika-liku rumah tangga yang penuh dengan tanda tanya. Kehidupan sang istri seketika berubah ketika dia menyadari bahwa suaminya menyimpan sebuah rahasia gelap yang tak terkatakan. Alih-alih menyelesaikan masalah tersebut bersama, sang suami justru mengambil keputusan mengejutkan dengan meminta bantuan dari pria lain demi istrinya. Hubungan rumit ini memicu konflik batin dan rahasia yang perlahan mulai terkuak.
Sampul Novel Mengejar Dosen Duren
9.4
Jelita terbangun dalam kondisi mengenaskan setelah tubuhnya dipinjamkan kepada Elizabeth, hantu istri dosennya sendiri, Daniel Danuarja. Tanpa diduga, Elizabeth justru memanfaatkan raga Jelita untuk berhubungan intim dengan sang suami hingga Jelita kehilangan kesuciannya. Saat kesadarannya kembali, Jelita mendapati arwah Elizabeth mulai memudar dan hampir lenyap. Di tengah kemarahan akibat dikhianati, Jelita kini terjebak dalam skandal rumit bersama Daniel.
Sampul Novel MISTERI RANJANG SUAMIKU
9.6
Inara terbelalak saat melihat noda putih misterius kembali mengotori tempat tidurnya. Cairan itu mengeluarkan aroma pandan yang sangat dia kenali, memicu kecurigaan yang mendalam. Padahal, seingatnya sprei bekas semalam baru saja diganti dengan yang bersih. Kini, kondisi ranjang yang mendadak berantakan dan basah memicu tanda tanya besar di benaknya. Apa yang sebenarnya terjadi di kamar itu saat dia tidak ada? Rahasia gelap mulai membayangi rumah tangganya.