Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel AKU dan MAS DIREKTUR

AKU dan MAS DIREKTUR

Ajeng bertekad kuat untuk kabur demi menghindari acara pertunangan dari perjodohan yang tidak pernah ia inginkan. Ia merasa sangat terdesak hingga mencari segala cara untuk melarikan diri. Namun, sebuah keberuntungan tak terduga justru berpihak padanya. Saat waktu yang ditentukan tiba, sosok pria yang dijodohkan dengannya ternyata tidak kunjung datang. Ajeng pun merasa telah memenangkan situasi sulit tersebut karena rencana itu gagal total.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hari semakin sore, kedua kakak laki-laki Kinan juga sudah datang sesuai dengan permintaan Bapak. Hari ini adalah hari yang penting bagi keluarga Sugondo. Tamu yang akan datang bukan hanya teman atau sahabat Bapak, sekaligus teman berbisnis Bapak Sugondo

"Hei, anak perawan masih saja tertidur? Bangun!! Mandi, siap-siap mau ada tamu penting," ucap Ardi, Kakak tertua Kinan yang paling perhatian kepada adik bungsunya itu.

Kinanti mengerjapkan kedua matanya karena terkejut mendengar suara keras Sang Kakak yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Kinan tanpa permisi.

"Mas Ardi? Ada apa datang? Ini kan hari Kamis?" ucap Kinanti pelan dengan suara polosnya.

Ardi pun berjalan menuju tempat tidur Kinanti dan duduk di tepi kasur menatap Kinanti.

"Demi kamu ini, Kinan," ucap Ardi sambil tertawa terbahak-bahak.

Kedua mata Kinan melotot sambil memukul lengan kekar Kakaknya itu.

"Kok demi Kinan sih? Kan acara makan-makan wisuda juga sudah Mas? Emang ada acara apa lagi?" tanya Kinanti pelan dengan raut wajah bingung.

Kinan membuka kedua matanya lebar, mata yang bulat dan besar dengan bola mata yang hitam legam semakin membuat wajah Kinan semakin manis dan anggun.

Sejenak Ardi dengan sengaja, terlihat seperti sedang berpikir dan mengerutkan keningnya agar kinanti semakin penasaran dengan acara malam ini.

"Mas Ardi juga tidak tahu mau ada apa sekarang. Mas Ardi hanya di telepon Bapak untuk menyempatkan datang, karena ada acara penting," ucap Mas Ardi pelan seperti menyerah.

"Ih ... Mas Ardi ini lho ... sukanya membuat Kinan dag dig dug. Apa sih? Kok Kinanti jadi ikut penasaran? Habis Bapak dan Ibu tidak bicara apa-apa tentang hal ini?" ucap Kinan dengan santai. Seolah tidak peduli dengan apa yang akan terjadi, tentu tidak mungkin bersinggungan dengan dirinya acara sore ini.

"Gak tahu. Mas mau mandi ya. kamu mandi sana, masa ada tamu Bapak, kamu masih seperti ini?" ucap Mas Ardi dengan suara pelan.

Ardi pun langsung bangkit berdiri dan berjalan keluar. Tidak mau acara malam ini gagal karena kecerobohannya yang membuka rahasia kepada Kinan.

"Mas Ardi!! Mas Ardi pasti tahu mau ada apa sebenarnya ini," ucap Kinan dengan suara keras sambil melempar bantal.

Lemparan bantal berhasil meleati tubuh ardi yang dengan sigap menghindar dan ....

BUGH!!

"Arghh ... Sakit," teriak nyaring suara seorang wanita yang kaget dengan sebuah bantal terayun tepat mengenaik wajahnya.

"Maaf Ibu ..." teriak Kinan yang lagsung berlari menghampiri wanita itu.

"Tidak apa-apa, saya hanya kaget. Mbak Kinan, kan?" tanya wanita itu pelan sambil memberikan bantal yang tadi mengenai wajahnya kepada Kinan.

Kinanti mengangguk, mengiyakan pertanyaan wanita paruh baya yang kini berdiri tepat di hadapannya.

"Iya saya Kinan, Bu. Ada apa?" tanya Kinan dengan sopan sambil memeluk bantal itu dengan erat.

"Oh Iya ... Ini Kinanti. Buat adik bungsu saya ini secantik mungkin, biar tidak malu-maluin untuk acara nanti malam. Selamat mempercantik diri, adikku sayang," ucap Ardi menggoda Kinan lalu pergi begitu saja meninggalkan Kinan dengan sejuta tanya.

Wanita paruh baya yang bertugas untuk merias wajah Kinan pun hanya mengangguk dn tersenyum lebar.

"Ayok Mbak Kinan, kita mulai sekarang?" ucap Sang Perias sambil menggandeng tangan Kinan yang masih menganga karena terkejut dnegan ucapan Ardi.

Kinanti penasaran, sebenarnya ada acara apa nanti malam, hingga Kinanti yang beradadi rumah tidak mengetahui.

"Sebenarnya ada acara apa Bu? Kok, Kinan tidak tahu Bapak sama Ibu mau ada acara di rumah ini nanti malam?" tanya Kinan yang duduk di depan meja rias. Tiba-tiba saja perasaan Kinan tidak enak, ada sesuatu hal yang mengganjal sepertinya ada sesuatu yang akan membuat dirinya malu malam ini.

Perias itu hanya tersenyum lebar lalu terkekeh pelan.

"Katanya mau ada acara lamaran," jawab Perias itu pelan dan mulai membuka peralatan make up nya.

"Apa?! Lamaran?!! Siapa?? Mas Ardi? Atau Mas Dimas? Kok, Kinan malah tidak tahu. Mas Ardi baru aja putus bulan lalu, sedangkan Mas Dimas juga belum ada pacar," ucap Kinan pelan. Pikirannya mulai bercabang.

"Mbak Kinan sudah mandi? Mau mandi dulu? Sebelum di rias?" tanya perias itu pelan sambil menatap kedua mata Kinan yang terlihat kosong.

"Ekhem ... Mandi dulu Bu," jawab Kinan dengan sopan lalu berjalan menuju kamar mandi.

Pikiran Kinanti masih saja terus berpikir keras. Mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Selama mandi, Ayu, Ibu Kinan masuk ke kamar Kinan dan memberikan pakaian yang akan di pakai Kinan untuk acara malam ini.

Kinan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang di lilitkan di tubuhnya.

"Ibu? Itu apa?" tanya Kinan pelan saat melihat pakaian yang masih ada di tangan Ayu, Ibu Kinan.

"Ini pakaian yang harus kamu pakai, Kinan. Kamu pasti cantik sekali, ini pilihan Pak Surya," ucap Ayu, Ibu Kinan dengan suara pelan.

"Hah? Pak Surya? Pak Surya itu siapa?" tanya Kinan dengan penasaran.

"Nanti kamu juga tahu, Kinan," ucap Ayu pelan.

"Sebenarnya, ada acara apa sih Bu?" tanya Kinan pelan.

Ayu hanya tersenyum mendengar pertanyaan Kinan lalu tersenyum lebar.

"Nanti juga tahu, yang penting sekarang kamu persiapkan diri untuk acara nanti malam," ucap Ayu pelan sambil mengedipkan satu mata kepada Kinan.

"Siapa yang lamaran sih Bu? Mas Ardi atau Mas Dimas?" tanya Kinan pelan.

Kedua mata Ayu berputar ke atas. Pertanyaan Kinan membuatnya tersudut, karena acara ini memang sengaja di persiapkan tanpa sepengetahuan Kinan. Ayah Kinan sengaja merahasiakan acara ini, karena yang ditakutkan Kinan akan menolak dan marah.

"Bu, Tolong rias Kinan jadi secantik mungkin," ucap Ayu, Ibu Kinan pelan berpesan kepada perias itu sambil mengedipkan satu matanya.

Pemandangan itu pun tidak luput dari tatapan Kinan yang semkin di buat penasaran.

"Ini sebenarnya ada apa Bu?" tanya Kinan dengan rasa penasaran.

Ayu lagi-lagi terdiam menatap Kinan, putri bunsu semata wayangnya tu. Rasanyaingin memberi tahu, tapi memang amanah dari Sugondo, suaminya untuk tidak memberitahu Kinan perihal acara nanti malam.

"Tunggu nanti malam, setelah maghrib. Kamu juga akan tahu," ucap Ayu, Ibu Kinan singkat lalu berlalu pergi keluar kamar Kinan dan menutup kembali pintu kamar itu.

Kini tatapan Kinan kembali beralih ke arah perias itu hingga Sang perias pun menjadi keki saat di tatap dengan setajam silet oleh Kinan. Perias itu berusaha tenang dan tetap profesional, walaupun tahu tentang acara nanti malam.

"Mbak Kinan, sini duduk di sini. Kita mulai saja merias wajahnya," ucap lembut Sang Perias kepada Kinan.

"Ibu tahu kan, nanti malam ada acara apa? Tolong beri tahu Kinan," ucap Kinan lembut dan sopan.

Kinan berjalan menuju kursi meja rias dan duduk dengan handuk yang masih melilit di tubuhnya.

"Tugas saya hanya merias Mbak Kinan, hanya itu," ucap Sang Perias singkat dan mulai merias wajah cantik Kinan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 100 Hari Menikah Dengan Si BOS
9.7
Xavi Alonso bukan hanya taipan bisnis yang tak terkalahkan, tapi juga sosok dingin yang menjebak wanita incarannya dalam pernikahan. Saat sang istri merasa tertipu dan menuntut cerai karena perilaku dominannya, Xavi justru memberikan segalanya. Seluruh harta, perusahaan, hingga dirinya sendiri ia serahkan demi memanjakan sang istri. Di balik kemegahan hartanya, sang penguasa angkuh ini ternyata adalah iblis yang tak punya batas dalam mencintai pasangannya.
Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari berjuang membesarkan dua keponakan tanpa berharap menemukan pria yang tulus. Takdir mempertemukannya dengan miliarder Bastian Navarell yang menyelamatkannya dari bahaya. Meski saling jatuh cinta, Almira memilih lari saat tahu Bastian telah beristri karena tak ingin jadi orang ketiga. Bastian yang terobsesi tidak menyadari bahwa Almira sebenarnya masih perawan. Akankah kebenaran ini menyatukan mereka dalam jalinan cinta yang elegan dan penuh haru?
Sampul Novel BIDADARI
8.1
Aida Tazkia merasa rendah diri karena kondisi fisiknya sebagai penyintas kanker. Reiko Byakta Adiwijaya, pria dari keluarga konglomerat, justru tetap menikahinya meski melontarkan hinaan tajam. Di balik pernikahan tanpa cinta ini, tersimpan rahasia besar yang disembunyikan Reiko. Aida kini terjebak dalam belenggu keluarga Adiwijaya yang penuh tekanan. Mampukah ia menemukan kebahagiaan sejati dan cinta tulus di tengah keraguan akan kesempurnaannya sebagai wanita?
Sampul Novel Dendam Membara CEO Mesum
8.5
Jent adalah CEO sukses yang menghadapi keretakan rumah tangga akibat belum hadirnya buah hati. Kecurigaan menuntunnya mengikuti sang istri secara rahasia, hingga ia menyaksikan sendiri pengkhianatan istrinya di ranjang pria lain. Terbakar amarah, Jent menolak sekadar bercerai. Ia merancang rencana pembalasan dendam yang kejam bagi sang istri dan selingkuhannya. Tragedi ini mengubah Jent menjadi sosok pria berdarah dingin demi menuntut keadilan.
Sampul Novel Istri Kontrak CEO Galak!
9.8
Leora Adhisti, putri ceria Prayoga Alexander, harus menghadapi kenyataan pahit saat bisnis keluarganya di New York hancur total. Demi membiayai operasi sang ayah, gadis berusia 20 tahun yang ceroboh ini terpaksa mengambil langkah ekstrem. Ia terjebak dalam kesepakatan pernikahan kontrak dengan Adnan Nicholas, miliarder tampan yang dikenal angkuh dan dingin. Mampukah Leora bertahan menghadapi sikap kejam Adnan yang dijuluki Mr. Devil di tengah kemelut hidupnya?
Sampul Novel Jodohku Ceo Dingin
8.1
Vivi Raminta terjebak dalam situasi pelik saat dipaksa ibunya menikah dengan Devo, CEO dingin yang sangat ia benci. Keputusasaan Vivi memuncak setelah kekasihnya berkhianat demi wanita kaya. Di sisi lain, Devo setuju menikah hanya untuk menutupi skandal perselingkuhannya dengan artis bernama Karen. Meski terikat motif berbeda, benih asmara mulai tumbuh di antara keduanya. Kini, mampukah Devo melepas Karen demi Vivi saat cinta sejati mulai menguji ego mereka?