Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel AKU dan MAS DIREKTUR

AKU dan MAS DIREKTUR

Ajeng bertekad kuat untuk kabur demi menghindari acara pertunangan dari perjodohan yang tidak pernah ia inginkan. Ia merasa sangat terdesak hingga mencari segala cara untuk melarikan diri. Namun, sebuah keberuntungan tak terduga justru berpihak padanya. Saat waktu yang ditentukan tiba, sosok pria yang dijodohkan dengannya ternyata tidak kunjung datang. Ajeng pun merasa telah memenangkan situasi sulit tersebut karena rencana itu gagal total.
Bab
Bagikan

Bab 3

Keluarga Pak Surya dan Bu Anita sudah berada di perjalanan menuju kediaman rumah Bapak Sugondo. Acara malam ini memang sangat mendadak sekali, dan ada hubungannya dengan urusan bisnis antara Pak Surya dan Pak Sugondo, di Surya Go Group Coorporation.

"Masih jauh rumahnya Mas?" tanya Anita, sang istri kepada Surya, suaminya.

"Tidak jauh, sebentar lagi," ucap Surya pelan sambil melihat ke arah depan jalan raya.

Sore ini, sesampai di Bandara, Keluarga Pak Surya langsung di jemput oleh supir keluarga yang berada di rumah pribadinya di daerah Yogyakarta. Perjalanan langsung di lanjutkan ke rumah Sugondo, sahabat karibnya sejak kecil.

"Bagas sudah berangkat belum Pah?" tanya Anita lirih. Takut acara malam ini gagal karena kesibukan Bagas di kantor sejak dua hari ini.

Surya menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya lalu melihat ke arah depan kembali seperti sedang mengingat jam keberangkatan pesawat Bagas.

"Ini pukul lima sore, pesawat Bagas sepertinya berangkat pukul pukul enam lewat lima belas," ucap Surya pelan lalu mengutak-atik ponselnya berusaha menghubungi Bagas.

"Gimana Pah? Bagas bisa di hubungi?" tanya Anita pelan. Tiba-tiba saja perasaan wanita paruh baya itu menjadi tidak enak. Pikirannya melayang kepada anak semata wayangnya yang baru saja kembali ke tanah air satu minggu yang lalu.

Surya menggeleng pelan dan raut wajahnya mulai berubah memerah. Surya bingung dan cemas. Sekali lagi Surya berusaha menghubungi ponsel Bagas dan nomor telepon kantornya untuk mengetahui kondisi dan keadaan Bagas saat ini. Sudah dua hari ini, Bagas memang mulai sibuk menggantikan posisi Pak Surya sebagai Direktur Utama.

"Tidak ada jawaban, Mah. Pak Badrun, setelah ini kembali ke bandara dan tunggu Bagas. Mungkin saja dia sudah di Bandara menunggu keberangkatanya," titah Pak Surya kepada pak Badrun.

Bagas baru saja menyelesaikan urusan kantor dan duduk bersandar di kursi terhormatnya. Kursi yang baru dipakainya selama dua hari ini. Satu tangannya memandangi foto lama yang masih berwarna hitam putih. Fotonya bersama Ajeng, anak dari sahabat Papanya.

Senyum Bagas terbit bahagia, sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan Ajeng. Entah masih mengenalnya atau tidak, yang jelas kini perempuan itu akan menjadi tunangannya.

TOK!!

TOK!!

TOK!!

Suara pintu terbuka, Festi, karyawan kepercayaan Papa Surya sudah melangkah masuk ke dalam ruangan Bagas.

"Permisi Pak Bagas, malam ini ada klien yang mengajukan pertemuannya malam ini, karena beliau besok siang harus terbang ke luar negeri? Bagaimana Pak?" tanya Festi pelan dengan sopan

Bagas yang terkejut langsung menegakkan duduknya dengan benar.

"Siapa Fes? Klien yang mana?" tanya Bagas pelan.

"Klien dari Perusahaan Matahari, ini penanam modal yang besar Pak Bagas. Kita akan bertemu langsung dengan pemilik perusahaan yaitu Bapak Hari," ucap Festi dengan pelan menjelaskan.

"Tapi, dua jam lagi, Saya harus berangkat ke Yogyakarta untuk acara penting juga," ucap Bagas pelan sambil memijit keningnya yang tidak sama sekali pusing.

Dilema antara pekerjaan dengan acara yang sudah jauh-jauh di buat oleh kedua orang tuanya.

"Ya, Sekarang tergantung Pak Bagas. Kalau mau malam ini, akan saya jadwalkan sekalian makan malam agar lebih santai. Atau bisa konsultasi dahulu dengan Pak Surya?" ucap Festi menyarankan.

Ponsel Bagas baru saja di aktifkan, setelah tadi dimatikan karena sedang rapat dengan beberapa orang penting. Banyak notifikasi yang masuk termasuk notifikasi panggilan dan pesan singkat dari Papa Surya dan Mama Anita.

Bagas segera menelepon Papa Surya, namun tidak diangkat. Sudah beberapa kali Bagas mengulang sambungan telepon itu, tapi tetap saja tidak ada tanda-tanda sambungan telepon itu tersambung.

"Argh ... Kenapa tidak diangkat," ucap Bagas sedikit mengumpat dengan kesal. Tubuhnya lelah, tapi ini semua demi kelangsungan majunya perusahaan yang sedang di kelolanya.

"Gimana Pak Bagas? Jangan sampai klien kita kecewa. Kalau Pak Bagas tidak bisa, mungkin ada orang lain yang bisa menggantikan Pak Bagas," ucap Festi pelan.

Bagas menyimak ucapan Festi lalu menggelengkan kepalanya pelan.

"Tidak diangkat oleh Papa. Tidak ada orang yang bisa menggantikan posisi ini. kebetulan Papa sudah memberikan pesan kemarin untuk Saya handle sendiri," ucap Bagas pelan.

"Jadi, Bagaimana Pak?" tanya Festi pelan yang masih menunggu keputusan Bagas sambil berdiri di depan meja kerja Bagas.

"Baiklah. Kita terima tawarannya setelah maghrib kita rapat di tempat biasa. Siapkan makan malam. Tolong belikan tiket ke Yogyakarta nanti malam. Setelah rapat Saya harus kesna. Saya mau bicara dengan Papa," titah Bagas dengan tegs.

Berulang kali Bagas mencoba menelepon Sang Papa, hingga waktu berjalan dan tiba saatnya rapat bersama penanam modal.

Tiga jam berlalu, hasil rapat yang memuaskan. Pak Hari ingin menambah kembali modal untuk Surya Go Corporation dengan kontrak kerja yang baru yang leih menguntungkan bagi Surya Go Corportion.

"Festi, Tiket perjalanan? Sudah di pesan?" tanya Bagas pelan.

Festi mengangguk pelan saat Bagas tengah bersiap untuk pergi ke Bandara.

"Sudah Pak. Sudah di atur semua, keberangkatan pukul sebelas malam," ucap Festi pelan sambil melihat jadwal keberangkatan pesawat yang di pesannya melalui ponselnya.

"Baiklah, terima kasih. Saya langsung ke Bandara. Besok Saya kembali, mungkin agak siang," ucap Bagas pelan.

Bagas berjalan menuju mobilnya dan melajukan mobil itu dengan pelan menuju Bandara. Ponselnya kembali diaktifkan.

Sudah pukul delapan malam. Ponsel Bagas kembali tidak aktif. Pak Surya dan Mama Anita beberapa kali mencoba menghubungi Bagas namun tetap saja tidak tersambung.

"Bagaimana ini? Papa tidak enak dengan Pak Sugondo. Seharusnya tadi kita berangkat bersama, tidak seperti ini. Apa mungkin, Bagas menolak pertunangan ini?" tanya Pak Surya kepada Anita, istrinya.

Pak Surya tahu, bahwa Bagas itu sangat dekat dengan Anita, Ibu Bagas. Jadi, semua rahasia tentu Anita akan lebih dulu tahu dbandingkan Surya, papanya.

"Bagas menerimanya, bahkan Bagas senang bisa dipertemukan kembali dengan Ajeng," ucap Anita pelan sambil mengingat kembali pembicaraannya dengan Bagas dua malam sebelum acara ini dilaksanakan.

"Tadi Bagas sempat menghubungi Papa, tapi tidak ke angkat. Sepertinya Papa sedang berbincang dengan Sugondo," ucap Papa Surya dengan lirih menyesali.

"Ada apa ya Pa? Mama kok jadi cemas begini," ucap Anita pelan sambil mencoba menghubungi Bagas untuk kesekian kalinya.

"Surya ... Ayo kita makan malam dulu, sambil menunggu kedatangan Bagas. Sudah sampai dimana calon menantuku itu?" tanya Sugondo dari ambang pintu teras menuju joglo, tempat dimana Surya dan istrinya sedang menikmati malam di Kota Gudeg itu.

Mendengar panggilan Sugondo, jantung Surya pun sedikit mencelos panik. Kedua matanya melirik ke arah Anita, istrinya.

"Iya ... Sugondo. Maaf, Bagas tidak bisa di hubungi sejak sore. Saya khawatir sekali,' ucap Surya pelan.

"Lho, Coba hubungi lagi, takut ada apa-apa," ucap Sugondo pelan terlihat ikut mencemaskan keadaan Bagas.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95JCZ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95JCZ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 100 Hari Menikah Dengan Si BOS
9.7
Xavi Alonso bukan hanya taipan bisnis yang tak terkalahkan, tapi juga sosok dingin yang menjebak wanita incarannya dalam pernikahan. Saat sang istri merasa tertipu dan menuntut cerai karena perilaku dominannya, Xavi justru memberikan segalanya. Seluruh harta, perusahaan, hingga dirinya sendiri ia serahkan demi memanjakan sang istri. Di balik kemegahan hartanya, sang penguasa angkuh ini ternyata adalah iblis yang tak punya batas dalam mencintai pasangannya.
Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari berjuang membesarkan dua keponakan tanpa berharap menemukan pria yang tulus. Takdir mempertemukannya dengan miliarder Bastian Navarell yang menyelamatkannya dari bahaya. Meski saling jatuh cinta, Almira memilih lari saat tahu Bastian telah beristri karena tak ingin jadi orang ketiga. Bastian yang terobsesi tidak menyadari bahwa Almira sebenarnya masih perawan. Akankah kebenaran ini menyatukan mereka dalam jalinan cinta yang elegan dan penuh haru?
Sampul Novel BIDADARI
8.1
Aida Tazkia merasa rendah diri karena kondisi fisiknya sebagai penyintas kanker. Reiko Byakta Adiwijaya, pria dari keluarga konglomerat, justru tetap menikahinya meski melontarkan hinaan tajam. Di balik pernikahan tanpa cinta ini, tersimpan rahasia besar yang disembunyikan Reiko. Aida kini terjebak dalam belenggu keluarga Adiwijaya yang penuh tekanan. Mampukah ia menemukan kebahagiaan sejati dan cinta tulus di tengah keraguan akan kesempurnaannya sebagai wanita?
Sampul Novel Dendam Membara CEO Mesum
8.5
Jent adalah CEO sukses yang menghadapi keretakan rumah tangga akibat belum hadirnya buah hati. Kecurigaan menuntunnya mengikuti sang istri secara rahasia, hingga ia menyaksikan sendiri pengkhianatan istrinya di ranjang pria lain. Terbakar amarah, Jent menolak sekadar bercerai. Ia merancang rencana pembalasan dendam yang kejam bagi sang istri dan selingkuhannya. Tragedi ini mengubah Jent menjadi sosok pria berdarah dingin demi menuntut keadilan.
Sampul Novel Istri Kontrak CEO Galak!
9.8
Leora Adhisti, putri ceria Prayoga Alexander, harus menghadapi kenyataan pahit saat bisnis keluarganya di New York hancur total. Demi membiayai operasi sang ayah, gadis berusia 20 tahun yang ceroboh ini terpaksa mengambil langkah ekstrem. Ia terjebak dalam kesepakatan pernikahan kontrak dengan Adnan Nicholas, miliarder tampan yang dikenal angkuh dan dingin. Mampukah Leora bertahan menghadapi sikap kejam Adnan yang dijuluki Mr. Devil di tengah kemelut hidupnya?
Sampul Novel Jodohku Ceo Dingin
8.1
Vivi Raminta terjebak dalam situasi pelik saat dipaksa ibunya menikah dengan Devo, CEO dingin yang sangat ia benci. Keputusasaan Vivi memuncak setelah kekasihnya berkhianat demi wanita kaya. Di sisi lain, Devo setuju menikah hanya untuk menutupi skandal perselingkuhannya dengan artis bernama Karen. Meski terikat motif berbeda, benih asmara mulai tumbuh di antara keduanya. Kini, mampukah Devo melepas Karen demi Vivi saat cinta sejati mulai menguji ego mereka?