Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku bukan wanita penggoda

Aku bukan wanita penggoda

Anindya terpisah dari teman masa kecilnya, Yeja, setelah orang tuanya berdamai. Sembilan belas tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi rumit. Yeja kini menjadi calon suami Anindira, saudara kembar Anindya. Masalah muncul saat terungkap bahwa Yeja bersedia menikah hanya karena salah mengira Dira adalah teman kecilnya. Kini Anindya terjebak dilema: bungkam atau mengungkap kebenaran meski harus dibenci oleh kembarannya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Ck, ikat rambutnya kok tingginya ngga sama?” Anindya menyentuh kedua rambutnya dengan pandangan lurus pada kaca lemari di dalam kamar. “Ayah, bagaimana sih? Bunda aja bisa sama tinggi ikatannya, kok Ayah tidak?”

“Kalau gitu sana kamu minta tolong ke Bunda!”

“Ih, bagaimana bisa ayah? Bunda kan ngga tinggal di rumah ini.”

Adam hanya bisa menghela nafas kasar mendengar balasan dari putri kecilnya. Sampai saat ini, baik ia atau mungkin istrinya tidak habis pikir kenapa memiliki anak yang cerewet, nakal, banyak pilih tapi pintar seperti Anindya.

Baik ia atau sang istri, rasanya tidak memiliki sifat seperti anak yang masih menatap dirinya di depan kaca dengan terus mengomeli ikatan rambutnya.

“Ayah, kok diam aja sih!”

“Lalu Ayah harus bagaimana Anindya Kalya Putri Ayah yang paling bawel?” Tanya Adam sedikit kesal. Sampai saat ini, ia berpikir sulitnya sang istri merawat ke tiga anak mereka apa lagi anak di depannya ini.

“Yaya cantik bukan bawel, Ayah,” balasnya tak terima. “Yaya juga man–“

“Iya, lalu Ayah harus bagaimana?” Adam mengalihkan pandangan pada jam dinding dan menghela nafas kasar. “Ayah lagi banyak pekerjaan, tapi malah Yaya minta untuk–“

“Eh, ngga! Kayak gini saja.” Lalu Anindya berputar membelakangi kaca, ia menatap ayahnya dengan penuh semangat. “Ayah, Yaya boleh main sama Mas Yeja lagi kam? Dia baik lho, Yah. Mau ajari aku belajar.”

“Iya, boleh.” Adam merapikan sedikit pakaian putri kesayangannya, lalu berjongkok mensejajarkan tinggi dengan sang anak. “Tapi Yaya harus hati-hati ya, dia hanya boleh menyentuh rambut Yaya saja. Apa Yaya mengerti?”

Anindya mengangguk. “Oke, Yaya akan selalu ingat kata-kata Ayah. Eh, Ibu juga pernah bicara kayak gitu, tapi–“

“Katanya mau main sama Mas Yeja.” Adam sengaja memotong perkataan putrinya yang akan terus bicara kalau saja tidak di hentikan.

“Ayah, benar,” ucap Anindya lalu mencium pipi sang ayah. “Aku pergi main dulu.”

Tanpa menunggu jawaban dari Adam, Anindya langsung keluar dari kamar. Sedikit berlari agar lebih cepat bertemu dengan Yezra yang sudah menunggu di bawa pohon sepeti biasanya.

“Mas Yeja! Aku mau belajar lagi!” Teriak Anindya tanpa memedulikan tatapan yang di berikan anak yang ada di halaman.

Karna melihat Yezra gadis kecil itu tidak melihat jalan hingga membuatnya terjatuh dengan posisi yang menyedihkan yaitu tersungkur di tanah.

Anak-anak bermain di halaman menertawakannya berbeda dengan Yezra yang berjalan mendekat dan membantu Anindya berdiri.

“Makanya kalau jalan itu lihat ke depan bukan aku, jadinya jatuh kan,” omel Yezra setelah membantu Anindya berdiri dan membersihkan punggung gadis itu dari tanah.

“Yaya lihat depan kok, buktinya bisa lihat Mas Yeja.”

“Maksudnya ... ya kamu benar.” Yezra mengurungkan niat untuk memberikan penjelasan, lalu ia menghentikan membersihkan pakaian gadis kecil itu. “Apa ada yang sakit?”

“Ngga ada, kalau ada Yaya pasti menangis,” ungkap Anindya kembali ceria seperti biasanya sambil mengedarkan pandangan pada anak-anak yang menontonnya. “Apa yang kalian lihat? Bukannya bantu Yaya, malah di ketawa! Apa ka–“

“Ayo, kita ke bawah pohon lagi.” Tanpa menunggu jawaban gadis kecil itu, Yezra langsung menarik tangannya.

“Kenapa tarik-tarik sih Mas Yeja? Yaya bisa jalan sendiri kok,” protesnya sambil berjalan mengikuti Yezra yang terus menarik tangannya. “Yaya juga mau memberikan mereka hukuman karna sudah–“

“Katanya mau belajar, jadi harus menurut!” Kata Yezra begitu tiba di bawah pohon. “Aku Guru kamu di sini mengeti?”

“Kok gitu? Mas Yeja itu teman Yaya bukan Guru!”

Yezra menghela nafas kasar, lalu mendaratkan bokongnya di tanah. Ia terbiasa duduk di bawah pohon ini sambil belajar karna tempatnya tenang.

Sekarang untuk pertama kali, ia memperbolehkan orang lain menemaninya serta mengajarinya belajar.

“Kenapa ngga di jawab?”

“Iya, terserah kamu saja,” sahut Yezra akhirnya. “Sekarang ayo duduk di sini atau aku berubah pikiran?”

“Jangan, aku mau belajar biar pintar kayak Mas Yeja!”

***

Sudah beberapa hari Anindya berteman dengan Yezra dan selama itu juga anak lelaki berusia dua belas tahun itu mengajarkan Anindya membaca serta menulis.

Meski hanya bisa beberapa di kata yang di ingat dan dikuasai oleh Anindya, tapi Yezra sangat senang. Setidaknya ada hasil dari kerja kerasnya.

Saat ini seperti biasanya, Yezra akan mengerjakan tugas di bawah pohon tak jauh dari panti. Anak lelaki itu sangat suka belajar apa lagi mengerjakan tugas yang sulit.

“Kok Yaya belum datang ya?” tanya Yezra sambil menatap gerbang panti. “Apa dia ngga datang? Ah, tapi itu ngga mungkin.”

Yezra kembali membaca soal yang di berikan guru, lalu mencari jawabannya di buku cetak. Anak lelaki itu membaca satu-persatu kata yang tertulis di buku cetak hingga tidak sadar seseorang melangkah pelan mendekatinya.

“Dorr!” Setelah berhasil membuat anak itu kaget, si pelaku tertawa kacang melihat wajah Yezra.

Anindya sangat sulit menghentikan tawa sampai-sampai harus menutup mulutnya. Yezra terus menatap gadis kecil itu dengan malas, lalu membuang wajah.

“Tidak ada yang lucu.”

“Ada, wajah–“

“Kenapa lama sekali datangnya?” Yezra mengalihkan pembicaraan membuat tawa Anindya berhenti.

Anak berusia enam tahun itu mengalihkan pandangan, lalu melipat kedua tangan di dada layaknya orang dewasa. “Mas Andra tadi datang sama Bunda.”

“Mas Andra?” Yezra terdiam karna merasa pernah mendengar nama itu. “Oh, bukannya itu saudara kembarmu?”

“Iya, mereka ingin aku pulang tapi ... ayah tidak boleh ikut.”

”Kok gitu?”

Anindya kembali menatap Yezra, lalu menggelengkan kepala. “Ngga tahu.”

Yezra tidak bertanya lagi, ia sadar kalau Anindya masih kecil jadi belum bisa memahami semua masalah.

Anak laki-laki itu membuka buku yang sengaja di persiapkan olehnya untuk Anindya. “Ayo, kita mulai belajar.”

“Ngga mau, Yaya masih mau cerita Mas Yeja.” Anindya mengulurkan tangan dan menutup buku yang di buka Yezra.

Si pemilik buku hanya bisa menghela nafas kasar dengan terus menatap Anindya. “Oke, akan aku dengar.”

Anindya melebarkan senyum karna Yezra setuju tidak belajar yang sebenarnya membuatnya bosan.

“Jadi mau cerita apa Yaya?”

“Gini lho Mas Yezra, Yaya kesal sama Bunda yang banyak-banyak tanya tentang Ayah. Padahal sebelum masuk ke kamar, Bunda udah ketemu Ayah, tapi tanyanya ke Yaya.”

“Katanya Ayah dan Bundanya Yaya lagi berantem, jadi wajar Bundanya tanya ke Yaya.”

Anindya menatap Yezra kesal karna sudah membela Bundanya yang menurutnya salah. “Kalau gitu terus kapan mereka baikkannya dong? Ah, Yaya jadi pusing dengan masalah orang dewasa.”

Yezra terseyum kecil, lalu mengacak rambut gadis itu pelan. “Makanya jangan di pikirkan.”

“Ih, jangan di rusak rambut Yaya! Ini di ikat oleh Bunda!” Ucap Anindya setelah menyingkirkan tangan Yezra dari kepalanya.

“Iya-iya maaf, tapi apa yang aku katakan tadi itu benar. Yaya jangan terlalu ikut campur dengan masalah orang dewasa, biar mereka saja yang menyelesaikan masalahnya sendiri.” Kata Yezra hanya di jawab berupa anggukan kepala dari Anindya yang belum tentu di turutinya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HFX" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HFX
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Gadis Tanpa Nasab
9.8
Anna Lee, gadis blasteran yang besar di Korea, menghadapi cobaan saat cintanya pada Emran ditentang keluarga karena status kelahirannya. Namun, Shaka yang merupakan adik tiri Emran justru hadir mendekati Anna. Segalanya berubah ketika orang tua Emran menyadari bahwa Anna adalah putri donatur terbesar pesantren mereka. Meski kini mereka berusaha mempersatukan kembali Anna dan Emran, akankah Anna bersedia kembali di saat keadaan dan hatinya telah jauh berubah?
Sampul Novel Dipatahkan Oleh Cinta
8.6
Permintaan maaf sang suami karena ucapan kasarnya terasa hambar bagi sang istri. Luka hatinya kian mendalam saat suaminya memutuskan untuk membawa Charissa, selingkuhannya yang tengah hamil, tinggal bersama mereka. Sang istri dipaksa menerima kehadiran madunya di bawah satu atap demi alasan kesehatan. Di balik kepatuhannya, ia meratapi nasibnya yang hancur. Ia merasa tak sanggup berbagi kasih sayang dan rumah dengan wanita lain yang telah merebut kebahagiaannya.
Sampul Novel Istri Dekilku Anak Sultan
7.9
Penyesalan mendalam menghampiri Alif setelah menceraikan Shinta, wanita yang dahulu ia anggap dekil namun rupanya merupakan pewaris tunggal dari konglomerat pemilik tempatnya bekerja. Shinta kini harus memimpin perusahaan sembari menghadapi ancaman pembunuhan dari para musuh yang mengincar takhtanya dalam perebutan kekuasaan. Di tengah bahaya yang mengintai, Shinta berjuang mempertahankan hidupnya sekaligus menemukan cinta sejati pada sosok Raka, pria setia yang selalu menyelamatkannya.
Sampul Novel Istri sang Tuan Muda Lumpuh
8.4
Fyorin terjebak dalam momen intim yang menegangkan bersama Tuan Muda Sooya. Di tengah balutan gairah dan keraguan, Fyorin menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan segalanya. Namun, kepolosannya muncul saat ia terkejut melihat realitas fisik sang tuan muda yang mengintimidasi. Rasa takut mulai menyelimuti benaknya, hingga Sooya memintanya memejamkan mata demi meredam kecemasan. Sebuah kisah romansa dewasa penuh intrik keluarga yang menguji keberanian hati Fyorin.
Sampul Novel Kakak Tiriku adalah Pasanganku
9.6
Keputusan ibunya untuk menikah lagi membawa sang protagonis masuk ke dalam lingkaran keluarga konglomerat yang megah. Namun, kemewahan tersebut terusik oleh sikap dingin kakak tirinya yang tampan sekaligus penuh kebencian. Ketegangan di antara mereka kian memuncak saat tatapan sang kakak mulai berubah aneh. Hingga suatu malam, pria itu pulang dalam keadaan mabuk, memicu kepanikan yang memaksa sang adik berteriak histeris dan terpaksa memanggilnya sayang sepanjang malam.
Sampul Novel Kekasih Gelap yang Dicampakkan
8.8
Saat menjemput kakaknya, seorang wanita tidak sengaja mendengar percakapan rahasia. Oscar Nando, pria yang telah dikencaninya secara sembunyi-sembunyi selama tiga tahun, dengan santai menyatakan bahwa hubungan mereka hanyalah cara untuk menghabiskan waktu tanpa ada niat untuk menikah. Kenyataan pahit ini menghancurkan harapan sang wanita yang selama ini rela menyembunyikan status mereka. Didorong oleh rasa sakit hati dan harga diri yang terluka, dia memutuskan untuk langsung membuka pintu dan menghadapi Oscar.