Sampul Novel Cinta Gadis Tanpa Nasab

Cinta Gadis Tanpa Nasab

9.8 / 10.0
Dalam romance novel Cinta Gadis Tanpa Nasab, Anna Lee menghadapi penolakan keluarga Emran karena asal-usulnya. Saat Shaka muncul membawa komplikasi baru, rahasia identitas Anna sebagai putri donatur besar terungkap. Baca kisah modern novel ini tentang pilihan sulit dan status sosial.
Ringkasan Cinta Gadis Tanpa Nasab
Anna Lee, gadis blasteran yang besar di Korea, menghadapi cobaan saat cintanya pada Emran ditentang keluarga karena status kelahirannya. Namun, Shaka yang merupakan adik tiri Emran justru hadir mendekati Anna. Segalanya berubah ketika orang tua Emran menyadari bahwa Anna adalah putri donatur terbesar pesantren mereka. Meski kini mereka berusaha mempersatukan kembali Anna dan Emran, akankah Anna bersedia kembali di saat keadaan dan hatinya telah jauh berubah?
Baca Selengkapnya

Cinta Gadis Tanpa Nasab Bab 1

"Lillahi taala, Umi tidak akan pernah ridho dunia akhirat kalau kamu masih saja berhubungan dengan wanita yang tidak jelas nasab nya seperti wanita itu, Emran."

Tangan yang hendak mengetuk pintu, tiba-tiba membeku. Bibir mungil yang sepanjang jalan tersenyum, perlahan memudar. Manik mata berbinar-binar, seketika berubah nanar. Dada berasa ditimpa batu-batuan besar, begitu berat dan sesak mendengar ucapan lantang seorang wanita baya berpakaian sari' yang pernah menyambutnya dengan sangat hangat. Ya, dia masih ingat betul pada pemilik khas suara itu.

Emran memegang lengan sang ibu yang sudah nampak keriput,hendak mencoba menenangkan emosinya yang tengah meluap. Namun, sang ibu justru menepis kasar tangannya dan berkata lantang.

"Jangan pegang umi, umi kecewa sekali sama kamu. Jauh-jauh kamu sekolah ke negara Korea, kenapa menjalin hubungan dengan wanita yang tidak jelas asal usulnya dan juga agamanya? Kamu tau bukan, kalau keluarga kita ini keluarga terhormat dan terpandang. Abi mu seorang ustad dan pengelola pondok pesantren yang cukup terkenal. Apa kata orang nanti, Emran! Apa kamu mau mempermalukan umi dan Abi mu?"

"Bukan kah kemarin umi sudah setuju? kenapa sekarang berubah pikiran? dia gadis baik-baik, umi. Dia gadis yang selalu menjaga kehormatannya."

"Jangan paksa umi. Pokoknya umi tidak sudi punya menantu anak haram."

Brugh

Suara dentuman yang terdengar cukup keras itu mengalihkan perhatian dua pasang mata ke arah pintu yang tertutup rapat.

"Anna, apa itu Anna!" ucap bathin Emran. Raut wajahnya berubah tegang. Dia ingat jika hari ini meminta sang kekasih untuk datang ke rumahnya. Nanti malam akan ada acara keluarga sekaligus ingin mengenalkan dia pada ayahnya yang masih dalam perjalanan pulang dari luar daerah.

Emran berlari ke arah pintu. Namun setelah pintu dibuka, dia tidak menemukan siapapun di luar sana. Dia cukup terkejut ketika melihat di bawahnya, ada sebuah pot bunga dalam keadaan pecah berserakan.

"Apa yang terjadi, Emran?" Sang ibu berdiri di belakang Emran. Karena Emran tidak menjawab pertanyaannya, dia membuka pintu lebar-lebar agar dapat melihat apa yang terjadi diluar. Bola matanya melebar ketika melihat apa yang terjadi.

"Astaghfirullah hal adzim, siapa yang berani merusak pot bunga kesayangan umi, Emran?"

Emran tidak mempedulikan pertanyaan wanita baya itu. Dia berjalan keluar dan mengedarkan pandangan ke sekeliling pekarangan rumah yang cukup luas. Namun, dia masih belum menemukan sosok yang membuat pot bunga kesayangan sang ibu berserakan.

Belum puas hanya dengan mencari disekitar pekarangan, Emran berjalan lebih jauh. Tanpa sengaja, ekor mata menangkap sosok wanita berhijab sedang memasuki sebuah taksi di seberang jalan yang cukup jauh sehingga dia kesulitan mengejarnya.

Meskipun wajahnya tidak nampak dengan jelas, tapi Emran meyakini bahwa gadis itu adalah kekasihnya. Emran masih ingat betul warna dan motif hijab yang pernah dibelikan untuknya. Pada saat dia baru tiba di Indonesia, Emran memberikan dua hijab yang berbeda warna dan motif. Emran sengaja memberikan hijab agar kekasihnya memakai hijab-hijab itu ketika bertemu dengan keluarganya.

Dret

Dret

Tas kecil milik seorang gadis yang baru saja masuk ke dalam taksi bergetar. Dia merogoh tas itu dan menatapnya nanar. Nama "love" di layar ponsel merk biasa sedang memanggil. Dia mematikan dan menyimpannya kembali kedalam tas.

"Maaf nona, kita mau kemana ya?" Tanya sang sopir ketika taksi sudah bergerak melaju.

"Jalan saja, pak!" Gadis itu menjawabnya datar. Sang sopir mengangguk tanpa bertanya ulang.

Dia memegang dadanya yang begitu sesak, sesak sekali. Bersamaan dengan itu, airmata yang sudah menumpuk di kelopak mata akhirnya mengalir deras. Hinaan orang tua kekasihnya tadi sangat menyakiti perasaannya. Seburuk itukah dia di mata keluarga pria yang dicintainya? Hanya karena dilahirkan dari rahim seorang wanita tanpa memiliki seorang suami.

Dia merasa keputusannya hingga menentang sang mama untuk pindah sekolah ke negara dimana pria yang dicintainya tinggal merupakan hal yang sia-sia. Ternyata, keluarga pria yang dicintainya tak seperti yang dia bayangkan sebelumnya. Keluarga yang agamis, baik, hangat, ramah dan mau menerimanya tanpa memandang bibit, bebet serta bobot.

"Maaf, sebenarnya tujuan nona mau kemana? Apa hanya mau memutar-mutar kota saja?

Mendengar pertanyaan sang sopir yang sudah kesekian kalinya, gadis itu hanya bergeming. Dia bingung tidak tau harus pergi kemana. Tapi yang pasti, dia ingin menghindari Emran untuk sementara waktu.

"Nona!"

"To-tolong bawa saya ketempat yang dapat menenangkan hati, pak!" ucapnya setelah sekian lama terdiam.

"Kemana, non?"

"Terserah."

"Lah, kok..." sang sopir garuk-garuk kepala kebingungan.

"Saya orang baru. Jadi tidak hapal nama-nama tempat yang ada di kota ini."

"Memangnya nona ini berasal dari mana? wajah nona seperti bukan wajah orang Indonesia asli, tapi nona fasih berbahasa Indonesia."

Dia tersenyum hambar, haruskah bercerita dari mana asalnya? Bagaimana jika sang sopir mengulik latar belakangnya lalu bersikap seperti orang tua kekasihnya? Dia pun memilih bungkam.

Dari pantulan kaca diatas kepalanya, sang sopir dapat melihat pancaran kesedihan di raut wajah gadis itu. Tiba-tiba, dia teringat pada suatu tempat yang mungkin lebih cocok dikunjungi bagi orang yang sedang bersedih.

"Kita sudah sampai ditempat yang tenang, nona!"

Dia tersentak sadar setelah sepanjang jalan hanya duduk diam dan termenung. Bahkan dia tidak sadar, berapa kilo meter perjalanan yang sudah mereka tempuh.

Dia melihat keluar. Di penghujung sana, nampak deburan ombak saling menggulung-gulung.

"Bapak membawa saya ke pantai?"

"Iya non, habis saya bingung mau membawa nona kemana. Kata orang-orang sih pantai itu tempat yang cocok untuk nenangin pikiran."

Dia menghembuskan nafas besar. Sebenarnya, dia tidak menyukai pantai, sebab pantai pernah menyisakan trauma saat dia berkunjung ke pantai bersama sang mama dan sang paman beberapa waktu silam. Namun, dia tidak mungkin menyalahkan sang sopir, sebab sopir itu tidak bersalah, dan dialah yang salah telah memintanya terserah hendak membawanya kemana saja.

Dia berdiri di bibir pantai yang jaraknya cukup jauh dari laut. Menatap lautan biru dengan ombak yang saling kejar-kejaran. Burung-burung beterbangan di atasnya menambah keindahan pantai tersebut.

" Uncle, teman-teman ku sering diantar sekolah oleh papa dan mamanya. Tapi kenapa aku hanya diantar sama mamaku saja?"

"Kalau kamu mau, uncle yang akan mengantar kamu ke sekolah tiap hari."

"Tapi uncle Choi bukan papaku. Aku hanya ingin diantar oleh papaku seperti teman-temanku. Dimana dia sekarang uncle?

"Uncle..."

"Kalau uncle tidak ingin memberitahu, aku akan menanyakan nya pada mama. Mama pasti tahu dimana papa."

"Jangan, jangan pernah bertanya pada mamamu. Kamu...tidak ingin melihat mamamu sedih bukan?"

Dia memejamkan mata. Kalimat terakhir kepercayaan keluarga Lee itu kembali terngiang di otaknya. Kalimat larangan yang membuatnya bungkam hingga belasan tahun lamanya.

"Aaaaaaa..."

"Woy, jangan berisik."

Sontak dia terkejut. Di tengah sedang menumpahkan rasa kekecewaannya, terdengar suara seseorang melarangnya berteriak.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cinta Gadis Tanpa Nasab

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel A Thousand Tears of Sword
8.8
Benua terkutuk kini menjadi neraka akibat perdagangan manusia dan penindasan kejam bagi yang lemah. Demi mengakhiri penderitaan ini, para dewa mengutus Dewi Kematian untuk membasmi kejahatan di sana. Namun, sebuah insiden fatal saat turun ke bumi melenyapkan seluruh kekuatannya. Sang dewi justru terlahir kembali sebagai gadis kecil bernama Hua Hua. Mampukah ia menjalankan misi sucinya dan menyelamatkan mereka yang tertindas tanpa kekuatan dewa?
Sampul Novel Ceo suamiku (season 2)
9.7
Hidup Tasya mendadak berubah menjadi penuh gangguan sejak kehadiran Revan dalam kesehariannya. Sebagai CEO baru yang mengambil alih takhta kepemimpinan perusahaan dari sang ayah, Revan kerap bertindak menyebalkan dan mengusik ketenangan Tasya secara konstan. Hubungan profesional antara atasan dan bawahan ini pun diwarnai dengan berbagai momen menjengkelkan yang membuat Tasya sulit bernapas lega karena ulah bosnya yang terus mengejar dan mengganggunya.
Sampul Novel Di Ranjang Majikanku
8.1
Baru saja bekerja di rumah keluarga konglomerat, Binar harus menghadapi situasi pelik. Ia tidak sengaja melihat sang majikan memuaskan diri di kamar, lalu tertangkap basah menguping pertengkaran rumah tangga pria itu. Sang tuan yang murka segera mengonfrontasi Binar dengan dingin atas tindakan lancangnya. Serangkaian kebetulan yang terus terjadi setelahnya justru menjerat Binar semakin jauh ke dalam pusaran hubungan terlarang yang tak terhindarkan antara majikan dan pelayan.
Sampul Novel Dicintai Adik Ketemu Gede
9.1
Vivi, remaja tujuh belas tahun, jatuh hati pada Agam Permana, pria dewasa yang telah ia kenal selama satu dekade. Meski Agam menganggapnya adik, Vivi nekat mengajaknya menikah setelah lulus sekolah. Situasi kian pelik saat Fadlan, sahabat Agam, turut mencintai Vivi. Agam pun terjebak dilema antara menjaga persahabatan atau mengikuti perasaannya yang mulai tumbuh. Akankah cinta beda usia ini bersatu tanpa merusak ikatan yang ada di antara ketiganya?
Sampul Novel Hidden Baby Girl
9.1
Laras memutuskan pergi menjauh saat David menyuruhnya melenyapkan janin di rahimnya. Namun, pelarian itu tak lantas membawa ketenangan karena bayangan masa lalu terus mengejarnya. Bertahun-tahun berlalu, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang telah berubah total. Akankah mereka memilih bersatu demi sang buah hati, atau justru tetap pada jalan masing-masing meski benih cinta sebenarnya masih tersimpan rapat di dalam lubuk hati mereka?
Sampul Novel Istri Pengganti, Cinta Suami Untuk Lain
7.9
Selama lima tahun, pernikahan saya dengan Yoga terasa hampa meski saya sangat mencintainya. Luka itu kian dalam saat saya tahu Yoga menjalin kasih rahasia dengan adik angkatnya, Meiliana. Kecewa, saya menjebak Yoga menandatangani surat cerai dalam kedok dokumen asuransi. Setahun berlalu, saya bangkit dan bertunangan dengan Luki. Namun, Yoga mendadak kembali memohon maaf dan Meiliana mengakui perasaan Yoga. Kini saya harus memilih antara masa lalu atau kebahagiaan sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan