Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Bukan Pengganti, Aku Istri Sahmu!

Aku Bukan Pengganti, Aku Istri Sahmu!

Ditinggal kabur oleh Andi di hari pernikahan membuat hidup Sarah hancur seketika. Demi menutupi aib keluarga, Bayu yang merupakan kakak Andi terpaksa maju menggantikan posisi sang adik di pelaminan. Namun, kehidupan baru Sarah penuh penderitaan karena sikap Bayu yang sangat dingin dan tak acuh. Di balik kebencian itu, tersimpan misteri besar mengenai alasan hilangnya Andi. Sarah kini terjebak dalam pernikahan tanpa cinta yang penuh dengan rahasia gelap.
Bab
Bagikan

Bab 3

Malam kembali memeluk Jakarta, namun bukan kedamaian yang dibawanya bagi Sarah. Ia duduk di sofa, menatap Bayu yang masih sibuk dengan laptopnya di ruang kerja. Keheningan apartemen yang mewah itu terasa menusuk, seolah setiap sudut menyimpan rahasia yang tak terucapkan. Penemuan tentang Elena, tragedi kecelakaan itu, dan kini menghilangnya Dian Kencana, semuanya berputar di benaknya seperti pusaran air yang menyeretnya semakin dalam.

Bayu keluar dari ruang kerjanya, raut wajahnya tampak lelah dan frustrasi. Ia melemparkan dirinya ke sofa di seberang Sarah, menghela napas panjang.

"Tidak ada apa-apa lagi dari Dian," katanya, suaranya serak. "Ponselnya mati, dan alamatnya yang lain juga sudah tidak bisa dihubungi."

Sarah menatapnya. "Kau yakin dia memang sudah pergi?"

"Pria tua itu bilang begitu. Dan tidak ada jejak lain di sana," jawab Bayu, memejamkan mata. "Rasanya seperti dia sengaja menghilang."

"Tapi kenapa?" Sarah bertanya. "Kenapa dia harus sembunyi jika yang dia ingin sampaikan hanya bahwa Andi baik-baik saja?"

Bayu membuka matanya, menatap Sarah tajam. "Itu yang membuatku curiga. Dian itu bukan sembarang orang. Dia perawat pribadi Elena setelah kecelakaan, dan dia sangat dekat dengan Andi. Dia tahu banyak rahasia keluarga kami yang tidak boleh bocor ke publik."

"Rahasia apa?" Sarah tak bisa menahan diri untuk bertanya.

Bayu terdiam sejenak, tampak ragu. Ia menghela napas lagi. "Ada beberapa hal yang keluarga kami jaga mati-matian. Terutama setelah kecelakaan Elena. Kepergian Andi sudah menjadi pukulan, kita tidak butuh lagi skandal lain."

"Tapi bukankah itu penting? Mungkin itu berhubungan dengan mengapa Andi pergi," desak Sarah.

Bayu menatapnya lama, seolah menimbang-nimbang. "Baiklah," katanya akhirnya, suaranya rendah. "Ada beberapa fakta yang tidak pernah disebutkan dalam berita kecelakaan Elena." Ia berhenti, seolah mencari kata yang tepat. "Andi saat itu... dia bukan hanya mengemudi di bawah pengaruh alkohol."

Jantung Sarah mencelos. Ia menunggu kelanjutan kalimat Bayu dengan napas tertahan.

"Dia juga terlibat balapan liar," lanjut Bayu, matanya kosong menatap ke depan. "Dia dan temannya, Rio. Mereka sedang balapan di jalanan sepi saat itu. Lalu, truk itu muncul entah dari mana, dan kecelakaan terjadi. Polisi menutupinya, atau setidaknya, keluarga kami yang berupaya agar fakta itu tidak tersebar luas. Untuk melindungi nama baik Andi, dan juga reputasi kami."

Sarah terhenyak. Balapan liar? Alkohol? Itu jauh lebih buruk dari yang ia bayangkan. Tidak heran keluarga Pratama mati-matian menutupi fakta ini. Ini bukan sekadar kecelakaan, ini adalah konsekuensi dari tindakan sembrono.

"Jadi... Dian tahu tentang ini?" tanya Sarah, suaranya tercekat.

Bayu mengangguk. "Dian adalah saksi kunci. Dia tahu detailnya. Dia ada di rumah sakit saat Andi sadar dan menceritakan semua. Dia juga yang membantu kami menekan kasusnya agar tidak terlalu heboh."

"Dan Andi... bagaimana perasaannya setelah itu?"

"Dia hancur," jawab Bayu, suaranya penuh kepedihan yang tersembunyi. "Dia merasa sangat bersalah. Dia mengurung diri, tidak mau bertemu siapa pun. Dia pikir dia adalah pembunuh Elena."

"Jadi, kepergiannya... itu adalah pelarian dari rasa bersalahnya yang memuncak?"

"Mungkin," kata Bayu. "Atau mungkin ada hal lain yang memicunya. Sejak kejadian itu, Andi memang tidak pernah sama. Dia sering mengalami mimpi buruk, berhalusinasi, dan bahkan sempat mencoba bunuh diri beberapa kali. Kami terpaksa mengirimnya ke psikiater dan menempatkannya di bawah pengawasan ketat."

Sarah merasakan empati yang mendalam terhadap Andi. Pria yang ia kira pengecut itu ternyata memikul beban yang sangat berat. Trauma yang luar biasa.

"Tapi kenapa Dian menghilang sekarang?" tanya Sarah. "Jika dia loyal pada keluarga, kenapa dia kabur setelah meneleponmu?"

"Itu yang membuatku bingung," kata Bayu. "Kecuali... ada seseorang yang memburunya. Seseorang yang tahu bahwa Dian menyimpan rahasia ini."

"Siapa?"

Bayu menggeleng. "Itu yang harus kita cari tahu. Bisa jadi teman-teman balapan Andi dulu, atau mungkin ada orang lain yang ingin menjatuhkan keluarga kami. Ini sangat berbahaya, Sarah."

Sarah menatap Bayu. Untuk pertama kalinya, ia melihat Bayu benar-benar khawatir, bukan hanya datar dan dingin. Ini adalah masalah yang jauh lebih besar daripada sekadar pernikahan paksa. Ini adalah masalah hidup dan mati.

Keesokan harinya, Bayu memulai investigasi yang lebih serius. Ia menyewa detektif swasta profesional, bukan hanya mengandalkan koneksinya. Ia ingin Dian Kencana ditemukan, dan juga ingin tahu siapa di balik ancaman ini.

Sarah tidak tinggal diam. Ia mencoba mencari tahu lebih banyak tentang Rio, teman Andi yang terlibat dalam balapan liar itu. Ia mencari nama "Rio" di media sosial dengan koneksi ke Andi, dan akhirnya menemukan beberapa profil. Salah satunya adalah Rio Wicaksana, yang profilnya menunjukkan bahwa ia adalah seorang pengusaha muda yang cukup sukses. Foto-fotonya menunjukkan gaya hidup mewah, pesta, dan mobil-mobil sport.

Sarah memberanikan diri mengirim pesan kepada Rio. Ia memperkenalkan dirinya sebagai istri Bayu, dan mengatakan bahwa ia ingin bertanya tentang Andi.

Beberapa jam kemudian, Rio membalas pesannya. Ia tampak terkejut mengetahui bahwa Andi menghilang di hari pernikahannya. Rio mengaku sudah lama tidak bertemu Andi secara langsung, namun ia pernah mendengar kabar bahwa Andi memang sering menyendiri dan menghindari teman-teman lamanya. Ia bersedia bertemu dengan Sarah untuk membicarakan hal ini.

Sarah memberitahu Bayu tentang ini. Bayu awalnya ragu. "Jangan terlalu percaya pada Rio, Sarah. Dia juga bagian dari masalah ini."

"Tapi dia satu-satunya orang yang mungkin tahu sesuatu tentang Andi di luar keluarga kita," bantah Sarah. "Kita harus mencobanya, Bayu. Kita butuh informasi."

Akhirnya, Bayu setuju, dengan syarat ia harus ikut.

Mereka bertemu Rio di sebuah kafe. Rio adalah pria muda yang terlihat karismatik, dengan senyum ramah yang tidak bisa menyembunyikan mata yang sedikit gelisah.

"Jadi, Andi benar-benar kabur?" Rio bertanya, tampak terkejut sekaligus penasaran. "Aku tidak menyangka dia akan sejauh itu."

"Kau tahu sesuatu, kan?" tanya Sarah, langsung ke intinya. "Tentang kejadian kecelakaan Elena?"

Rio menghela napas, mengusap wajahnya. "Itu masa lalu yang pahit. Kami semua terlibat, tapi Andi yang paling terpukul. Dia merasa sangat bersalah."

"Dan balapan liar itu?" Bayu bertanya dengan nada datar. "Kau dan Andi."

Rio menunduk. "Itu... kecerobohan masa muda. Kami bodoh. Tapi kami tidak menyangka akan berakhir seperti itu." Ia mengangkat kepalanya, menatap Bayu. "Aku tahu keluarga kalian berusaha menutupi semuanya. Aku juga diam, demi Andi. Dia sudah sangat menderita."

"Apakah ada orang lain yang tahu tentang detail balapan liar ini, selain Dian?" tanya Sarah.

Rio tampak berpikir keras. "Sepertinya hanya kami bertiga. Aku, Andi, dan Dian yang ada di rumah sakit saat Andi sadar dan menceritakan semuanya. Tapi... ada satu lagi."

Jantung Sarah berdegup. "Siapa?"

"Dulu, ada seorang jurnalis tabloid investigasi, namanya Arya. Dia sangat gigih saat itu. Dia hampir saja membongkar semuanya," kata Rio. "Tapi entah bagaimana, dia tiba-tiba menghilang. Tabloidnya juga tutup."

"Menghilang?" Bayu mengernyit. "Maksudmu?"

"Tidak ada yang tahu dia ke mana. Kantornya tutup, dan rumahnya juga kosong," jawab Rio. "Beberapa orang bilang dia diancam, tapi tidak ada bukti. Setelah itu, kasus kecelakaan Elena benar-benar dingin."

Sarah dan Bayu saling pandang. Jurnalis yang menghilang setelah mencoba membongkar rahasia keluarga Pratama. Ini terlalu kebetulan. Mungkinkah ada pihak lain yang terlibat dalam penghilangan jurnalis itu? Dan apakah pihak yang sama juga yang kini memburu Dian?

"Apakah ada kemungkinan jurnalis itu masih hidup dan kembali mengincar kasus ini?" tanya Sarah.

Rio mengangkat bahu. "Aku tidak tahu. Tapi itu bisa saja. Arya itu orangnya nekat dan gigih."

Setelah pertemuan dengan Rio, Bayu dan Sarah merasa mereka mendapatkan petunjuk baru yang penting. Jurnalis bernama Arya.

Bayu memerintahkan detektifnya untuk mencari jejak Arya, sang jurnalis investigasi. Sementara itu, Sarah mencoba mencari tahu sendiri. Ia mencari nama "Arya" dan "tabloid investigasi" di arsip berita lama. Setelah beberapa jam, ia menemukan beberapa artikel yang ditulis oleh Arya, yang memang terkenal berani membongkar kasus-kasus besar. Tabloidnya, "Suara Rakyat", memang tiba-tiba tutup.

Ada satu artikel yang menarik perhatian Sarah. Artikel itu ditulis beberapa minggu sebelum kecelakaan Elena, tentang kasus korupsi besar yang melibatkan seorang politikus berpengaruh bernama Bapak Ardi Sukma. Arya mengklaim memiliki bukti kuat yang bisa menjatuhkan Ardi Sukma. Namun, kasus itu tiba-tiba meredup dan hilang tanpa jejak setelah kecelakaan Elena.

Sarah merasakan firasat buruk yang kuat. Ardi Sukma. Politikus berpengaruh. Mungkinkah ada hubungannya dengan keluarga Pratama? Mungkinkah mereka punya koneksi dengan Ardi Sukma, dan kasus korupsi itu sengaja diredam untuk melindungi mereka, atau sebaliknya?

Ia memberitahu Bayu tentang penemuan ini. Bayu terlihat terkejut.

"Ardi Sukma?" Bayu mengernyit. "Apa hubungannya dengan kita?"

"Aku tidak tahu, tapi ini terlalu kebetulan, Bayu," kata Sarah. "Jurnalis yang menyelidiki kasus korupsi besar menghilang, dan dia juga hampir membongkar kasus kecelakaan Elena. Bukankah itu aneh?"

Bayu tampak berpikir keras. "Ardi Sukma memang punya koneksi yang kuat. Dia bisa melakukan apa saja untuk melindungi dirinya."

"Tapi apakah keluarga Pratama berhubungan dengannya?"

Bayu terdiam. "Ayahku memang pernah bekerja sama dalam beberapa proyek dengan Ardi Sukma, tapi itu sudah lama sekali. Hanya sebatas hubungan bisnis."

"Bagaimana jika tidak hanya sebatas bisnis?" desak Sarah. "Bagaimana jika ada rahasia lain yang lebih besar, yang melibatkan keluarga Pratama dan Ardi Sukma? Mungkin rahasia itu yang membuat Arya menghilang. Dan Dian tahu tentang rahasia itu, makanya dia dikejar."

Bayu menatap Sarah, matanya menyiratkan kekaguman yang samar. Sarah memang punya intuisi yang tajam.

"Kita tidak bisa berasumsi begitu saja," kata Bayu. "Tapi ini memang petunjuk yang harus kita selidiki."

Mereka memutuskan untuk bertemu dengan Pak Hadi, ayah Bayu, untuk menanyakan tentang Ardi Sukma. Pertemuan itu berlangsung di rumah keluarga Pratama. Pak Hadi tampak gelisah saat mendengar nama Ardi Sukma disebut.

"Ada apa dengan Ardi Sukma?" tanya Pak Hadi, suaranya sedikit bergetar.

"Kami menemukan bahwa jurnalis bernama Arya yang menyelidiki kasus Elena juga pernah menyelidiki kasus korupsi yang melibatkan Ardi Sukma," jelas Bayu. "Ada kemungkinan dia masih hidup dan kembali mengincar keluarga kita."

Wajah Pak Hadi berubah pucat. Ia terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. "Baiklah. Ada sesuatu yang harus kalian tahu. Tapi ini sangat sensitif."

Sarah dan Bayu saling pandang, menanti dengan cemas.

"Setelah kecelakaan Elena, kasus itu memang berusaha kami tutupi. Reputasi keluarga menjadi taruhan," Pak Hadi memulai. "Saat itu, Arya, jurnalis itu, memang sangat gigih. Dia memiliki bukti-bukti yang sangat memberatkan Andi, bukan hanya tentang balapan liar, tapi juga tentang... tentang narkoba."

Jantung Sarah mencelos. Narkoba? Ini semakin rumit.

"Andi... dia memang sempat terjerumus ke dalam lingkaran itu setelah depresi berat pasca-kecelakaan Elena," lanjut Pak Hadi, suaranya dipenuhi penyesalan. "Dia terlibat dengan beberapa teman-temannya yang merupakan anak-anak bandar besar. Arya tahu tentang ini."

"Jadi, Arya menghilang karena itu?" tanya Sarah.

"Kami tidak tahu pasti," jawab Pak Hadi. "Tapi beberapa minggu setelah Arya menghilang, Andi tiba-tiba bersih dari narkoba. Kami tidak tahu bagaimana, tapi dia tiba-tiba ingin berubah. Kami kira itu karena keajaiban."

"Bagaimana dengan Ardi Sukma?" tanya Bayu.

Pak Hadi menghela napas. "Ardi Sukma adalah paman dari salah satu teman Andi yang juga terlibat narkoba. Teman Andi itu bernama Doni. Doni adalah anak yang sangat nakal, sering berurusan dengan polisi. Kami curiga, Ardi Sukma yang membuat Arya menghilang. Mungkin untuk melindungi keponakannya, Doni, dan juga untuk menutupi kasus narkoba yang bisa menyeretnya."

Sarah merasakan kepalanya pusing. Ini bukan hanya tentang kecelakaan dan rasa bersalah, tapi juga tentang jaringan narkoba, jurnalis yang menghilang, dan politikus korup. Semuanya saling berkaitan.

"Jadi, ada kemungkinan Dian Kencana tahu tentang keterlibatan Ardi Sukma dalam penghilangan Arya, dan dia juga tahu tentang keterlibatan Andi dalam narkoba?" tanya Sarah, mencoba merangkai semua informasi.

Pak Hadi mengangguk. "Dian adalah orang kepercayaan kami. Dia tahu segalanya. Mungkin dia melihat sesuatu yang membuatnya takut, dan dia melarikan diri."

"Dan Andi... apakah dia sudah bebas dari semua itu?" tanya Sarah, memikirkan Andi yang kini menghilang.

Pak Hadi menunduk. "Kami pikir begitu. Tapi dengan menghilangnya Dian, dan Andi yang kabur lagi... aku tidak tahu lagi."

Ada keraguan di mata Pak Hadi. Sarah yakin ada sesuatu yang lebih dari yang dikatakan Pak Hadi. Sesuatu yang masih disembunyikannya.

Setelah pertemuan itu, Bayu semakin yakin bahwa mereka harus menemukan Dian Kencana. Dia adalah kunci untuk mengungkap semua rahasia ini. Mereka juga harus menemukan Arya, jika dia masih hidup, atau setidaknya mencari tahu apa yang terjadi padanya.

Sarah dan Bayu bekerja sama. Bayu menggunakan koneksinya, sementara Sarah menggunakan keahliannya dalam mencari informasi online. Mereka mencari jejak Arya, mencari kasus-kasus lama yang melibatkan Ardi Sukma dan Doni.

Mereka menemukan beberapa jejak samar. Beberapa artikel lama yang menyebutkan nama Doni dalam kasus narkoba kecil, namun selalu berhasil lolos. Dan ada satu kasus yang menarik perhatian Sarah: kasus penggelapan uang yang melibatkan sebuah perusahaan investasi yang dikelola oleh Ardi Sukma, dan salah satu investornya adalah perusahaan milik keluarga Pratama. Kasus itu juga tiba-tiba lenyap tanpa jejak.

"Ini aneh," kata Sarah. "Keluarga Pratama jadi korban penggelapan uang, tapi kasusnya ditutup?"

Bayu mengangguk. "Ayahku memang pernah bercerita bahwa dia merasa ada yang tidak beres dengan investasi itu, tapi dia tidak mau memperpanjang masalah. Dia bilang dia hanya ingin fokus pada perusahaan utama kami."

"Atau mungkin ada sesuatu yang dia sembunyikan?" desak Sarah. "Mungkin ada kesepakatan di balik layar untuk menutupi semua ini."

Bayu menatapnya. "Apa maksudmu?"

"Mungkin keluarga Pratama sepakat untuk tidak mempermasalahkan penggelapan uang itu, asalkan Ardi Sukma membantu menutup kasus kecelakaan Elena dan juga kasus narkoba Andi," jelas Sarah. "Itu akan menjelaskan mengapa Arya menghilang, dan mengapa Dian sekarang diburu."

Wajah Bayu mengeras. Pemikiran itu memang masuk akal. Sebuah kesepakatan gelap untuk melindungi keluarga.

"Kalau begitu, ini bukan lagi tentang melindungi nama baik keluarga," kata Bayu. "Ini tentang kejahatan. Dan Andi mungkin terlibat lebih jauh dari yang kita tahu."

Sarah menghela napas. "Kita tidak bisa menyerah sekarang, Bayu. Kita harus mencari tahu sampai tuntas."

Beberapa hari kemudian, Bayu menerima laporan dari detektif swasta. Mereka berhasil menemukan jejak Arya. Dia tidak menghilang. Dia hanya pindah ke daerah terpencil di luar kota, hidup dalam persembunyian, dan bekerja sebagai penulis lepas dengan nama samaran.

Sarah dan Bayu memutuskan untuk langsung menemuinya. Mereka pergi ke daerah terpencil itu, melewati jalan-jalan sempit dan berliku. Akhirnya, mereka tiba di sebuah rumah kecil yang tersembunyi di balik pepohonan rindang.

Bayu mengetuk pintu. Seorang pria dengan rambut acak-acakan dan kacamata tebal membuka pintu. Ia tampak kurus dan lelah, namun matanya masih memancarkan kecerdasan.

"Arya?" tanya Bayu.

Pria itu terkejut. "Siapa kalian?"

"Saya Bayu Pratama. Dan ini Sarah, istri saya," kata Bayu. "Kami datang untuk berbicara tentang Elena, Andi, dan rahasia yang Anda selidiki."

Wajah Arya berubah tegang. Ia mencoba menutup pintu, namun Bayu menahannya.

"Kami tidak bermaksud buruk, Arya," kata Sarah. "Kami hanya ingin tahu kebenaran. Dian Kencana sekarang menghilang. Kami curiga dia dalam bahaya karena rahasia yang sama yang Anda tahu."

Arya menatap mereka bergantian, tampak ragu. Akhirnya, ia menghela napas dan membuka pintu lebar-lebar. "Masuklah."

Mereka masuk ke dalam rumah yang sederhana. Ruangan itu penuh dengan buku, tumpukan kertas, dan peralatan fotografi. Jelas sekali bahwa Arya masih seorang jurnalis, meskipun ia hidup dalam persembunyian.

"Jadi, Anda sudah tahu banyak," kata Arya, menatap mereka. "Tentang kecelakaan Elena, balapan liar, dan narkoba Andi."

Bayu mengangguk. "Dan juga tentang keterlibatan Ardi Sukma. Kami curiga dialah yang membuat Anda menghilang."

Arya mengangguk pelan. "Benar. Ardi Sukma memang yang bertanggung jawab atas penghilanganku. Dia mengancam akan membunuhku dan keluargaku jika aku tidak berhenti menyelidiki. Dia punya banyak koneksi kotor, termasuk di kepolisian."

"Dan tentang Dian Kencana?" tanya Sarah. "Apakah dia juga dalam bahaya karena rahasia yang sama?"

"Kemungkinan besar," jawab Arya. "Dian adalah saksi kunci. Dia tahu semua detailnya, termasuk bagaimana Ardi Sukma memanipulasi kasus kecelakaan itu agar tidak melibatkan keponakannya, Doni, dan bagaimana ia juga menutupi kasus narkoba Andi."

"Jadi, keluarga Pratama bersekongkol dengan Ardi Sukma?" tanya Bayu, suaranya sedikit bergetar. Ia tampaknya sulit menerima kenyataan pahit ini.

Arya menghela napas. "Tidak sepenuhnya bersekongkol, tapi mereka memang terlibat dalam kesepakatan gelap itu. Ayahmu, Pak Hadi, setuju untuk tidak mempermasalahkan kasus penggelapan uang yang dilakukan perusahaan Ardi Sukma, asalkan Ardi membantu menutupi kasus kecelakaan Elena dan narkoba Andi. Mereka ingin melindungi nama baik keluarga, dan juga masa depan Andi."

Dunia Sarah terasa berputar. Semua yang ia kira tentang pernikahan ini, tentang kehormatan keluarga, kini runtuh. Ini bukan sekadar pernikahan yang dipaksakan. Ini adalah bagian dari konspirasi yang lebih besar, lebih gelap.

"Dan Andi... apakah dia tahu tentang kesepakatan ini?" tanya Sarah.

"Tidak sepenuhnya," jawab Arya. "Dia tahu ayahnya berusaha menutupi kasus kecelakaan itu, tapi dia tidak tahu seberapa jauh keterlibatan Ardi Sukma, atau bahwa ini melibatkan kesepakatan finansial. Dia hanya ingin menghilang dari semua masalah ini, dari rasa bersalahnya."

"Lalu, kenapa Dian menelepon Bayu sekarang?" tanya Sarah. "Dan kenapa dia menghilang setelah itu?"

Arya tampak berpikir keras. "Mungkin ada sesuatu yang baru. Sesuatu yang membuatnya merasa terancam lagi. Mungkin dia menemukan bukti baru, atau mungkin ada orang lain yang mendekatinya untuk mencoba memeras informasi."

"Atau mungkin... dia ingin Andi kembali," kata Sarah, sebuah ide muncul di benaknya. "Mungkin dia tahu Andi akan menikah, dan dia tidak ingin Andi hidup dalam kebohongan. Dia ingin kebenaran terungkap."

Arya menatap Sarah, matanya menyiratkan kemungkinan. "Itu bisa jadi. Dian sangat menyayangi Elena, dan juga Andi. Dia mungkin merasa bersalah karena ikut menutupi semua ini selama bertahun-tahun."

"Kita harus menemukan Dian," kata Bayu. "Dia dalam bahaya. Dan dia satu-satunya yang bisa menjelaskan semuanya."

Arya mengangguk. "Aku akan membantu kalian. Aku sudah lelah hidup dalam bayangan seperti ini. Sudah saatnya kebenaran terungkap."

Mereka memutuskan untuk bekerja sama dengan Arya. Dengan bantuan Bayu dan koneksi Arya yang masih ada, mereka mulai melacak Dian Kencana lagi. Kali ini, dengan informasi yang lebih lengkap, mereka yakin bisa menemukannya.

Sarah merasa lega sekaligus takut. Lega karena ia akhirnya mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya. Takut karena kebenaran itu jauh lebih mengerikan daripada yang ia duga.

Malam itu, Sarah dan Bayu kembali ke apartemen. Suasana di antara mereka terasa berbeda. Dinginnya Bayu sedikit melunak, digantikan oleh rasa putus asa dan tekad yang kuat. Sarah menatapnya. Ia tidak lagi melihat boneka es, melainkan seorang pria yang memikul beban berat, dan kini harus menghadapi konsekuensi dari rahasia keluarganya.

"Aku minta maaf, Sarah," kata Bayu tiba-tiba, suaranya rendah. "Karena telah menyeretmu ke dalam semua kekacauan ini. Aku tahu ini tidak adil bagimu."

Sarah menatapnya, ada kehangatan yang tak terduga muncul di hatinya. Ini adalah kali pertama Bayu menunjukkan penyesalan, atau bahkan sedikit rasa bersalah kepadanya.

"Kita sudah terikat, Bayu," jawab Sarah, mencoba tersenyum tipis. "Kita harus menghadapinya bersama."

Bayu menatapnya lama, tatapannya menyiratkan sesuatu yang baru. Bukan lagi dingin, melainkan sebuah pengertian yang mendalam. Ia mengangguk. "Terima kasih, Sarah."

Malam itu, untuk pertama kalinya sejak pernikahan mereka, Sarah merasa ada sedikit harapan. Harapan bahwa mereka bisa melewati badai ini bersama. Namun, ia juga tahu, perjalanan ini baru saja dimulai. Dan rahasia yang belum terungkap mungkin akan jauh lebih gelap dari yang bisa mereka bayangkan.

Apa yang akan mereka temukan dari Dian Kencana? Apakah Andi akan kembali? Dan bagaimana mereka akan mengungkap semua konspirasi ini, menghadapi Ardi Sukma, dan melindungi diri mereka sendiri? Pertanyaan-pertanyaan itu masih mengawang, menanti jawaban di babak selanjutnya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Assalamu'alaikum, Mas CEO!
8.3
Hanif, pimpinan INANTA Group, bukanlah CEO angkuh pada umumnya. Ia adalah sosok religius yang mengutamakan ibadah di tengah kesuksesan. Namun, hidupnya berubah saat putrinya, Aisyah, bertemu Aida, seorang office girl yang sangat mirip dengan mendiang ibunya. Ikatan kuat antara Aisyah dan Aida membuat pertunangan Hanif dengan Soraya terancam gagal. Di antara tanggung jawab dan keinginan sang anak, ke manakah hati Hanif akhirnya akan memilih berlabuh?
Sampul Novel Gigolo Kampungan
8.9
Alex adalah pemuda tampan yang bertahan hidup sebagai gigolo di kota besar. Meski dikelilingi kemewahan dan wanita yang mencari kehangatan, ia merasa hampa karena profesi ini hanya bersifat sementara. Terdorong kebutuhan ekonomi sejak muda, Alex mahir memikat hati klien demi nafkah. Namun, di balik pesonanya, ia memendam kesepian mendalam dan krisis identitas. Setiap malam usai bekerja, ia merenungi nasibnya dan mendambakan kehidupan yang lebih bermakna.
Sampul Novel Istri Bodoh, Mantan Miliarder
8.1
Alisa terjebak dalam pernikahan menyesakkan bersama Dion, suami super pelit yang hanya memberinya uang belanja dua puluh lima ribu rupiah sehari untuk enam orang. Selain tekanan ekonomi, Alisa harus menelan makian mertua setiap hari. Situasi memburuk saat ia memergoki Dion mendekati mantan kekasihnya. Di tengah kemelut, Alisa menemukan aplikasi penghasil uang dan merahasiakannya. Namun, saat mencoba membongkar skandal Dion, ia justru difitnah menggoda ayah mertuanya sendiri.
Sampul Novel Ke(m)bali Mengejar Cinta Pelangi
8.3
Meski terus ditolak, sebuah insiden tak terduga justru menjalin benang merah antara Laskar dan Pelangi. Namun, Pelangi menyadari cintanya tak mungkin dipaksakan karena Laskar telah bertunangan dengan Natalia. Akankah ikatan misterius ini mampu menyatukan mereka, atau justru membuat keduanya kembali menjadi orang asing? Pelangi memahami bahwa meski mulutnya berkata rela, hatinya tetap merasa berat untuk benar-benar melepaskan sosok Laskar dari hidupnya.
Sampul Novel MENGHINDARI SUAMI TUKANG KAWIN
9.5
Sena tersadar akan memori masa lalunya setelah gagal mengakhiri hidup berulang kali. Memasuki kehidupan kedelapan, ia bertekad mengubah nasib tragisnya dengan berhenti mengejar sang suami. Sambil merawat mertua, Sena menabung diam-diam untuk bercerai karena tahu suaminya sangat pelit harta. Namun, rencana itu terusik oleh sekretaris ayah mertuanya yang dahulu membencinya, kini justru berbalik menggoda dan menawarkan bantuan untuk membalas dendam pada suaminya.
Sampul Novel My Hot and Cool CEO
9.6
Niat Mel membantu aktor idolanya, Ezio Clay, justru berujung pada malam tak terduga bersama Axel Nolan Xavier, bos besar industri berlian. Terpikat oleh Mel, Axel memanfaatkan pengaruhnya untuk memaksa gadis itu masuk ke dalam pernikahan kontrak. Konflik memuncak saat terungkap bahwa Ezio adalah adik Axel yang kabur. Ezio pun bertekad merebut Mel kembali. Di tengah persaingan saudara ini, Mel mulai bimbang karena rasa nyamannya pada Axel kian tumbuh.