Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan

Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan

Amora Carolline terjepit dalam dilema besar antara ambisi karier dan asmara. Kehadiran Arka Christian, pebisnis sukses yang menawarkan kemewahan, membawa Amora ke dunia gemerlap. Namun, muncul Vano Elbar, pria pilihan ibunya yang menawarkan kehangatan serta ketulusan dalam kesederhanaan. Kini, Amora harus menentukan arah hidupnya: mengejar harta bersama Arka yang penuh tekanan, atau memilih cinta tulus Vano meski hidup terbatas. Sebuah pencarian makna cinta sejati.
Bab
Bagikan

Bab 2

Malam itu, setelah berbicara dengan ibunya, Amora duduk di sofa apartemennya, menatap jendela yang memperlihatkan cakrawala kota yang gemerlap. Pikirannya melayang pada konsep cinta dan kebahagiaan, namun ada ketidakpastian di dalamnya.

"Nyokap gue hanya ingin yang terbaik untukku," gumam Amora, memutar-mutar kata-kata yang diungkapkan ibunya. Getaran perasaan antara keinginan untuk mencoba dan rasa takut terluka masih mengendap di dalam hatinya.

Dalam benaknya, Amora memandang kembang api cinta yang seolah-olah bersiap meledak. Ia tahu bahwa pada suatu saat kembang api itu akan menghiasi langit hidupnya, tetapi saat ini, ia masih menunggu momen yang tepat untuk melepaskan semuanya.

***

Esok harinya, di kantor arsitektur tempat Amora bekerja, proyek-proyek terus mengalir, mengisyaratkan kesuksesan profesional yang terus tumbuh. Namun, ketika rekan-rekannya membicarakan perasaan dan hubungan, Amora memilih mendiamkan diri. Ada kebingungan di antara keseimbangan karir yang cemerlang dan rasa takut terhadap perasaan yang mungkin tumbuh. Di dalam ruangan, Amora kembali bersandar di jendela kantornya, menatap langit yang mulai memudar warnanya.

"Kapan waktu yang tepat untuk membuka hati?" tanyanya pada dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa setiap orang memiliki ritme dan waktu sendiri untuk menari dalam alunan kisah cinta.

Berlin memperhatikan Amora yang tengah melamun dengan tiba-tiba, ia memutuskan untuk menyentuh lengan Amora dengan lembut. "Ada apa, Mor? Lu kelihatan sedikit teralihkan."

Amora kembali ke kenyataan, tersentak oleh sentuhan Berlin, "Gue sedang berpikir tentang semalam dan semua pembicaraan dengan Mama."

Berlin tersenyum penuh perhatian, "Semalam? Ceritain dong, Mor. Gue di sini buat dengerin."

Amora menggigit bibirnya sejenak sebelum menceritakan segala sesuatu yang terjadi semalam, termasuk pengumuman Mama tentang rencana menjodohkannya. Berlin mendengarkan dengan serius, sesekali mengangguk atau memberikan komentar yang membuat Amora merasa lebih tenang.

"Dan sekarang, gue rasanya kayak stuck di antara yang ingin gue raih dalam karir dan ekspektasi Mama," akhirnya Amora menyelesaikan ceritanya.

Berlin meresapi kata-kata Amora sebelum akhirnya berkata, "Lu gak sendirian, Mor. Pertimbangkan baik-baik dan ambil keputusan yang paling bener buat lu. Lu gak harus ikutin aturan atau ekspektasi orang lain. Ini hidup lu, Mor."

Amora mengangguk, merasa bersyukur memiliki teman seperti Berlin. "Thanks, Ber. Lu selalu tau cara bikin gue ngerasa lebih baik."

"Lu katanya mau dapet ucapan 'good night' dari seseorang sekarang giliran mau dijodohin gamau," ejek berlin ke Amora.

Amora tersenyum malu. "Iya sih, gue aja nggak nyangka bakal dijodohin. Tapi, bercandaan 'good night' itu hal yang lain, Ber."

Berlin masih tertawa. "Ya sudahlah, Mor. Gue cuma mau lu bahagia, itu aja. Jodoh, karir, atau apapun itu, yang penting lu seneng."

Amora mengangguk. "Thanks, Ber. Lu emang teman terbaik."

Berlin berseloroh, "Nanti kalau udah punya suami, jangan lupa bagi-bagi rahasiamu yang sering gue dengerin ya."

Amora tertawa. "Pasti, Ber. Siapa lagi yang bisa gue curhatin kalau bukan sama lu."

Mereka melanjutkan ngobrol, mengubah suasana menjadi lebih ringan. Meskipun berada dalam situasi yang agak rumit, Amora merasa beruntung memiliki teman seperti Berlin yang selalu mendukungnya, bahkan dalam momen-momen bercanda seperti ini.

***

Pada saat pulang dari kantor Amora dan Berlin memutuskan menghabiskan malamnya ke sebuah kafe favotit mereka. Malam itu, mereka menghabiskan waktu di kafe dengan obrolan ringan dan candaan. Berlin merasa senang bisa membuat Amora tertawa meski dalam situasi yang sedikit rumit. Amora pun merasa lebih ringan hati, berterima kasih pada Berlin yang selalu hadir untuknya.

Seiring malam berlalu, Berlin menyadari bahwa Amora masih harus menghadapi banyak pertimbangan. "Mor, nggak usah buru-buru dalam mengambil keputusan, ya. Lu punya waktu untuk mikirin semuanya. Kita semua percaya lu bisa nentuin yang terbaik buat diri lu sendiri."

Amora mengangguk, menghargai kata-kata Berlin. "Gue tau, Ber. Ini memang perlu dipikirin dengan baik. Tapi, nggak ada salahnya kan kalo gue sesekali bercanda, biar nggak terlalu tegang."

Berlin menyipitkan matanya. "Bener juga sih. Tapi jangan lupa, kita juga harus serius ngehadapi hidup, Mor."

Amora tersenyum. "Tentu, Ber. Gue cuma nggak mau terlalu tegang dan melupakan humor di sepanjang jalan."

Sebelum mereka pulang, Berlin merangkul Amora dengan hangat. "Lu tau, kita bisa melewati apapun asalkan kita bersama. Lu gak sendiri."

Amora tersenyum, merasakan kehangatan persahabatan mereka. "Thanks, Ber. Aku punya teman terbaik di dunia ini."

Saat mereka terus bercengkrama, seorang pria tampan memasuki kafe. Amora melihatnya dengan mata tertarik. "Eh, itu bukan Arka, klien gue yang tadi pagi?”

Berlin tersenyum sambil menggoda, "Eh, jangan bilang kalau ada sesuatu yang lebih dari sekedar proyek desain interior di sini, Mor."

Amora tertawa kecil, "Tentu nggak, Ber. Cuma gue rasa ini proyek desain yang cukup menarik dan berpotensi besar."

Berlin mengangkat alisnya sambil tersenyum, "Well, Mor. Who knows? Mungkin inilah awal dari babak baru dalam hidupmu."

Arka merupakan seorang pebisnis kaya raya yang tampan dan sukses. Ia memiliki kehidupan ganda yang penuh kontras. Di siang hari, dia dikenal sebagai sosok profesional yang cerdas dan berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun, setelah matahari tenggelam, Arka memasuki dunia malam yang berbeda, di mana sorot lampu neon memperlihatkan sisi lain dari kehidupannya.

Sebagai pemilik beberapa klub malam eksklusif, Arka terlibat dalam kehidupan malam yang glamor dan penuh intrik. Malam-malamnya diisi dengan musik bergema, tawa riuh, dan aroma keberhasilan yang memabukkan. Di dunia ini, Arka memiliki reputasi sebagai tuan tanah yang karismatik dan selalu tampil stylish di sepanjang malam.

Arka mendekati meja Amora dan Berlin dengan senyum ramah di wajahnya. "Halo, Amora! Halo, Berlin! Apa kabar kalian?"

Amora menyambut Arka dengan senyum cerah. "Halo, Arka! Kami baik-baik aja. Kamu kenapa di sini?"

Arka menjawab, "Saya kebetulan lewat dan melihat kalian di sini. Apa boleh saya bergabung? Bagaimana kabar proyek desain interior kita, Amora?"

Berlin tersenyum kembali, "Sebenarnya, kita sedang membicarakan potensi besar dari proyek itu, Arka." Berlin sedikit berbohong kepada Arka.

Arka mengangguk, menunjukkan ketertarikannya. "Bagus-bagus. Saya sangat menunggu hasil kerja kalian. Dan siapa tahu, mungkin proyek ini membuka pintu untuk lebih dari sekadar bisnis."

Amora memandang Arka dengan penasaran. "Apa maksudmu, Arka?"

Arka tersenyum misterius. "Well, mungkin kita bisa bicarakan itu nanti. Tapi yang pasti, saya senang melihat kalian berdua di sini. Ada yang bisa saya pesankan untuk kalian?"

Berlin membalas, "Terima kasih, Arka. Kami hanya menikmati kafe dan obrolan santai."

Mereka melanjutkan obrolan, dengan Arka bergabung dalam suasana yang ramah dan hangat di kafe. Tidak hanya membahas proyek desain interior, namun juga membuka pintu untuk percakapan yang lebih personal. Suara tawa mereka terbaur dalam keceriaan malam yang semakin berjalan, menciptakan momen yang tak terlupakan di tengah keriuhan kafe yang nyaman.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta Dan Obsesi
7.8
Melanjutkan kisah Ikhlasku dengan takdirku, Laras harus menjalani hidup sebagai anak angkat di keluarga kaya setelah kehilangan orang tuanya. Sosok yang merawatnya sebenarnya adalah penyebab kematian sang ibu yang ingin bertanggung jawab. Namun, kemewahan itu tidak membawa kebahagiaan. Laras justru terjebak dalam obsesi gelap kakak angkatnya sendiri. Di tengah berbagai rintangan pelik, mampukah obsesi tersebut berubah menjadi cinta yang tulus?
Sampul Novel Asal kalian puas
9.3
Dalam kegelapan, seorang asisten rumah tangga terjebak dalam situasi mencekam saat Pak Karmin, Pak Darmaji, dan Pak Doyo mulai menjamah tubuhnya secara bergantian. Di tengah perlakuan liar yang membangkitkan gairah sekaligus rasa takut, sang majikan bernama Pak Arga justru merencanakan siasat jahat. Merasa tak puas dengan istrinya, ia berniat membawa pembantunya pergi ke tempat jauh untuk memuaskan nafsu pribadinya tanpa kecurigaan siapa pun. Akankah ia berhasil?
Sampul Novel Balas dendam sang pewaris yang tak bertopeng
8.1
Saat tiba di bar miliknya, sang pemilik terkejut mengetahui Lucas, kekasihnya yang mengaku bangkrut, memesan ruang mewah. Lewat kamera pengawas, terungkap Lucas hanya menjadikannya bahan taruhan dan memanfaatkannya demi uang. Lucas bahkan menghina dirinya miskin di depan wanita lain. Merasa dikhianati, sang pewaris asli ini akhirnya mengungkap identitas aslinya. Ia mempermalukan Lucas yang berlutut dengan tumpukan uang sebagai pembalasan yang setimpal.
Sampul Novel Cinta Balas Dendam
8.0
Pasca kematian orang tuanya, Alena Geraldine terjebak dalam pernikahan paksa dengan CEO kejam, Azam Dirgantara, akibat ulah paman dan bibinya. Alena diperlakukan layaknya tawanan tanpa cinta, karena Azam hanya memanfaatkannya demi membalas dendam pada Jonatan. Namun, benih cinta justru tumbuh di hati Alena bagi Azam. Ironisnya, Azam masih terobsesi pada cinta pertamanya. Sanggupkah Alena bertahan saat suaminya sendiri mendambakan wanita lain?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Dunia Ratih Apsari runtuh usai memergoki pengkhianatan suaminya. Di tengah kesedihan pasca perceraian, sebuah kesalahan fatal membawanya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka menghabiskan malam bersama. Ternyata, Derryl adalah CEO baru di kantornya. Meski sempat menuduh Derryl menjebaknya, kedekatan mereka justru menumbuhkan rasa cinta. Ratih bimbang karena perbedaan status dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Akankah ia membuka hati atau kembali pada sang mantan?
Sampul Novel Kau Tak Pernah Mencintaiku
9.3
Aurora terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Leandro, pengusaha sawit kaya. Meski hidup mewah, ia menderita akibat dominasi ibu mertua dan kekejaman adik iparnya. Leandro tak pernah memihaknya hingga Aurora merasa terasing. Penderitaannya memuncak saat kakak kandungnya, Ravela, hadir dan mulai menggoda suaminya. Pengkhianatan ini menghancurkan jiwa Aurora, terutama ketika ia menyaksikan Ravela keluar dari kamar Leandro pada suatu malam yang kelam.