Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Air Mata Kerinduan

Air Mata Kerinduan

Novel modern Air Mata Kerinduan mengisahkan keresahan seorang istri ketika suaminya mendatangkan seorang terapis laktasi pria ke rumah. Meski telah mengutarakan ketidaknyamanannya dan meminta pengganti, ia justru dituduh berlebihan oleh sang suami. Konflik memuncak ketika suaminya pergi untuk perjalanan dinas. Di malam itu, sang terapis laktasi bertindak jauh melampaui tugas profesionalnya, menggunakan mulut hingga diam-diam membuka gaun tidurnya tanpa sepengetahuan sang suami.
Bab
Bagikan

Bab 1

Seorang terapis laktasi pria datang ke rumah.

Aku merasa sangat tidak nyaman dan ingin suamiku menggantinya, tapi suamiku malah memarahiku, bilang aku berlebihan dan merepotkan.

Namun, yang suamiku tak tahu….

Tepat pada malam dirinya pergi untuk perjalanan dinas, terapis laktasi yang dia panggil tidak hanya menggunakan tangan, tapi juga menggunakan mulutnya.

Pada akhirnya, dia bahkan diam-diam membuka gaun tidurku….

Namaku Rani, berusia dua puluh tujuh tahun dan baru saja memasuki masa menyusui.

Setelah melahirkan, produksi ASI-ku agak berlebih.

Karena anakku tak bisa menghabiskannya, jadi sering terjadi penyumbatan saluran ASI. Membuat dadaku terasa bengkak dan sakit, itu juga sangat membuatku frustasi.

Untungnya, suamiku merasa kasihan dan meminta ibu mertua untuk memanggilkan terapis laktasi.

Namun yang tak kuduga, yang mengetuk pintu rumahku keesokan harinya adalah pria muda setinggi 185 cm.

“Halo kak, namaku Jeff, seorang terapis laktasi.”

Kok laki-laki?

Melihat pria muda di depanku yang tampak ceria, ramah dan sepertinya beberapa tahun lebih muda dariku, tanpa sadar aku pun mengerutkan kening.

Namun, Jeff menggaruk kepalanya dan berkata,

“Jangan takut, kak. Aku profesional dan punya sertifikat resmi.”

Untuk meyakinkanku, Jeff bahkan menunjukkan sertifikat kualifikasinya.

Meski begitu, aku tetap merasa sangat tidak nyaman.

Bagaimanapun, aku adalah wanita yang tertutup.

Tiba-tiba ada pria yang bukan suamiku mau menyentuh tubuhku, hal itu membuat badanku terasa tidak nyaman.

Namun, saat aku memberitahu suamiku untuk berbicara dengan ibu, agar mencarikan terapis wanita, suamiku malah memasang wajah kesal dan memarahiku.

“Rani, meski kamu nggak suka dengan ibu, kamu juga nggak boleh terus mencari-cari kesalahannya! Apa bedanya pria dan wanita? Mau pakai atau nggak, terserah kamu!”

Sikap suami yang acuh tak acuh itu membuatku merasa sangat sedih.

Yang akan disentuh pria lain itu istrinya, bukan istriku.

Dia bahkan tidak keberatan, apa lagi yang bisa kukatakan?

Aku menggigit bibir dan berpura-pura tidak peduli.

“Yasudah, kalau begitu nggak perlu diganti.”

Namun, saat tiba saatnya untuk pijat laktasi keesokan harinya, aku kembali merasa canggung.

“Bisa nggak jangan menyentuhku?”

Aku menarik erat baju tidurku, dengan wajah penuh waspada menatap Jeff yang datang ke rumahku pagi-pagi buta sekali.

Suamiku sudah pergi ke kantor.

Hanya ada aku dan anakku di rumah.

Memikirkan apa yang akan dilakukan pria ini selanjutnya membuatku merasa sangat aneh.

“Kak, kamu nggak lagi bercanda? Bagaimana bisa memijat laktasi tanpa menyentuh?”

Merasakan penolakan keras dariku, Jeff menggaruk kepalanya dengan canggung.

“Haruskah dengan menyentuh? Nggak ada cara lain?”

Lubuk hati terdalamku menolak dan masih ingin berjuang.

Namun, Jeff menunjuk ke arah bayi di ranjang bayi dan berkata,

“Ada, tapi hasil dari cara lain terlalu lambat. Kalaupun kakak bisa menunggu, anakmu juga nggak bisa menunggu.”

Benar, aku bisa menunggu, tapi anakku tak bisa.

Perkataan Jeff menyentuh titik lemahku.

Aku terdiam.

Aku sudah menjadi seorang ibu, aku tak bisa hanya memikirkan diriku sendiri. Aku harus memikirkan anak juga.

“Yasudah… kalau begitu.”

Melihat Jeff di depanku yang lebih tinggi dua kepala dariku, aku menggigit bibir, ragu-ragu cukup lama dan pada akhirnya tetap membuat keputusan.

Anggap saja ini demi anak.

Aku duduk di tepi ranjang, mengumpulkan keberanian dan dengan susah payah memaksakan diri untuk menerima apa yang akan terjadi selanjutnya.

Namun setelah meletakkan tanganku di dada dan melihat Jeff di depanku, aku tetap tak bisa menahan diri untuk bertanya,

“Bolehkah kamu… berbalik dulu?”

Ditatap langsung oleh pria asing, meskipun diriku sudah siap secara mental, aku tetap merasa sangat malu.

“Tentu saja bisa.”

Untungnya, Jeff sangat pengertian dan membalikkan badannya.

Barulah aku menghela napas lega dan sedikit lebih baik.

Namun, saat aku membuka kancing dan memperlihatkan dada, wajahku tetap memerah secara perlahan.

“Kamu… sudah boleh berbalik.”

Aku mengatakannya dengan sedikit malu-malu, menatap Jeff dan tetap ada kewaspadaan dalam hatiku.

Yang tak kuduga adalah setelah berbalik, dia langsung memujiku.

“Kakak, bentuk payudaramu sangat bagus.”

Pujiannya yang tiba-tiba ini membuatku agak bingung.

“Be… benarkah?”

Aku menundukkan kepala karena malu, tapi secara tidak sadar juga membusungkan dada sedikit.

Iya, bentuk tubuhku tidak jelek.

Suamiku juga sering memuji lekuk tubuhku cantik dan payudaraku besar dulu.

Hanya saja, aku tidak mengerti kenapa aku yang dulunya berpayudara besar, setelah melahirkan malah menjadi tepos.

“Iya, banyak wanita akan mengalami tingkat pengenduran yang berbeda setelah melahirkan, tapi aku tak menyangka payudara kakak begitu besar, setelah melahirkan bahkan masih bisa begitu kencang dan indah.”

Jeff memujiku tanpa ragu.

Ini membuat penolakanku terhadapnya berkurang drastis dan kewaspadaan dalam hatiku perlahan menghilang.

Karena tatapan matanya padaku begitu jernih dan dari caranya mensterilkan tangan, lalu mengenakan sarung tangan, setidaknya dia terlihat profesional dalam segi persiapan.

“Kakak, silakan berbaring, aku akan segera mulai.”

Saat Jeff sudah mempersiapkan semuanya, barulah aku menyadari bahwa dia tetap harus menyentuh tubuhku pada akhirnya.

Ini membuat wajahku terasa panas seperti terbakar.

Namun karena sudah sejauh ini, aku hanya bisa menurut, berbaring di ranjang seperti domba kecil yang siap disembelih.

Kemudian, aku menyaksikan Jeff mengulurkan sepasang tangan besar yang hangat.

Sedikit demi sedikit, perlahan-lahan menempel di tubuhku….

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Gadis Bunga
8.0
Lucyana, gadis dari latar belakang sederhana, mendadak jadi pusat perhatian setelah Nyonya Silviana mengangkatnya sebagai ahli waris tunggal. Perubahan status sosial yang drastis ini memicu penolakan keras dari orang-orang di sekitarnya yang meragukan kepantasannya. Di tengah kepalsuan dan intrik keluarga kaya, Lucyana harus berjuang mempertahankan diri. Mampukah ia bertahan menghadapi tekanan tersebut sembari mencari sosok cinta sejati yang tulus?
Sampul Novel CINTA LINA
9.1
Dalam kisah romansa modern yang penuh emosi ini, Lina harus menghadapi kenyataan pahit saat dirinya terjebak dalam sebuah perjodohan yang tidak pernah ia inginkan sebelumnya. Di tengah tekanan tradisi keluarga yang begitu kuat, ia berusaha mencari makna cinta sejati di balik ikatan pernikahan yang dipaksakan. Akankah komitmen yang bermula dari rencana orang tua ini berubah menjadi perasaan tulus, atau justru menjadi beban yang menghancurkan kebahagiaannya?
Sampul Novel Dalam Pelukan (Sang ) CEO
9.1
Kevin Hadiwajaya, CEO sukses berjuluk monster berwajah malaikat, terobsesi menjadikan asisten pribadinya, Sarah Rania, miliknya seutuhnya. Namun, langkah Kevin terhalang oleh Hansen Rudolf, sahabat kecilnya yang juga mencintai Sarah dengan kelembutan. Di tengah persaingan sengit dua pria ini, Sarah terjebak dalam pertarungan emosi yang memilukan. Akankah ia bertahan dalam pelukan sang bos yang tegas, atau berpaling pada Hansen yang selalu menyapanya dengan kasih?
Sampul Novel I LOVE U HOT PAPA
8.1
Edelweiss Hana kini terjebak dalam pusaran pesona mendebarkan milik Reigan Finley Alfarez, pria yang merupakan ayah angkatnya sendiri. Meski telah berupaya keras mengendalikan gejolak di hati, api asmara yang membara justru kian sulit dipadamkan. Akhirnya, Hana tak lagi sanggup memendam hasrat terlarang yang selama ini menyiksa batinnya. Akankah Reigan ikut terhanyut dalam api gairah yang sama, atau justru menolak perasaan Hana yang begitu membara?
Sampul Novel Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk
9.7
Sepuluh tahun pernikahan dengan Pradipa hanya menyisakan luka pedih karena ia masih terobsesi pada cinta pertamanya. Puncaknya, Pradipa tega memaksaku mendonorkan darah demi wanita itu. Di ambang maut, sebuah penglihatan masa lalu mengungkap dosa besarku yang telah menghancurkan Adam, pria tulus yang mencintaiku. Kini aku terbangun dengan kesempatan kedua. Aku bertekad melepaskan Pradipa dan menebus kesalahan demi menemukan kedamaian sejati.
Sampul Novel Luka Cinta Dari Suami Obsesif
8.6
Demi nyawa kakek, aku terpaksa menikahi Simon Adijaya yang telah mengurungku selama sedekade. Namun, aku justru disiksa oleh Virginia hingga wajahku hancur. Bukannya menolong, Simon malah menyebutku sampah dan membuangku ke sungai es. Di ambang maut, aku tahu kakek telah tiada. Simon merampas segalanya dariku: orang tua, kebebasan, dan harapan. Kini, dendam membara dalam sukmaku. Aku bersumpah akan menghancurkan hidupnya hingga dia memohon kematian yang takkan pernah kuberikan.