Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Air Mata Kerinduan

Air Mata Kerinduan

Novel modern Air Mata Kerinduan mengisahkan keresahan seorang istri ketika suaminya mendatangkan seorang terapis laktasi pria ke rumah. Meski telah mengutarakan ketidaknyamanannya dan meminta pengganti, ia justru dituduh berlebihan oleh sang suami. Konflik memuncak ketika suaminya pergi untuk perjalanan dinas. Di malam itu, sang terapis laktasi bertindak jauh melampaui tugas profesionalnya, menggunakan mulut hingga diam-diam membuka gaun tidurnya tanpa sepengetahuan sang suami.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Kamu… kamu pelan-pelan….”

Saat kehangatan telapak tangan Jeff menyebar ke seluruh tubuhku, aku menjadi tegang karena gugup dan malu.

Namun, suara Jeff yang lembut dan rendah terdengar di telingaku,

“Iya, kakak rileks saja.”

Namun, merasakan tangan besarnya menutupi tubuhku, aku tetap tak bisa rileks sepenuhnya.

Aku hanya bisa memejamkan mata dan memalingkan wajah.

Dalam hati, aku terus meyakinkan diri bahwa ini hanyalah proses yang harus dilakukan dalam pijat laktasi.

Semua ini demi anak.

Barulah setelah itu aku merasa sedikit lebih baik.

Namun, tanpa kuduga, saat pikiranku sedang kacau, tiba-tiba jari-jari Jeff menyentuh titik sensitifku.

“Kamu… apain?”

Perasaan yang aneh langsung membuat diriku waspada.

Sulit bagiku untuk tidak curiga bahwa dia ingin melakukan sesuatu padaku.

Hal itu membuatku tanpa sadar membuka mata, menoleh dan bertanya padanya.

Namun, Jeff malah menenangkanku,

“Kak, area ini memang harus dipijat. Ditambah lagi ada sedikit penyumbatan di saluran ASI-mu, mungkin akan terasa sedikit sakit di awal. Kamu tahan sebentar….”

Jeff duduk di tepi ranjang.

Melihat matanya yang jernih dan nada bicaranya yang tulus, seketika aku merasa bingung.

Seolah-olah di antara kami berdua, hanya diriku yang berpikiran kotor.

Ini membuatku merasa sedikit malu.

Namun, aku hanya bisa pasrah menerima sentuhannya.

“Kak, sebenarnya kondisi penyumbatan saluran ASI-mu nggak terlalu buruk. Pasti akan lancar setelah dipijat beberapa kali.”

Mungkin karena suasana agak canggung, Jeff pun tidak lupa berbincang denganku sambil memijat.

“Benarkah?”

Mendengar suaranya yang lembut dan ramah, meski aku masih merasa sangat canggung dengan sentuhan pria asing, diriku sudah merasa jauh lebih baik.

“Harus dipijat berapa lama?”

“Satu rangkaian terapi, sekitar satu minggu.”

“Setelah itu kita lihat kondisinya, apakah perlu ditambah atau nggak….”

Mendengar ini, barulah aku merasa lega.

Satu minggu, itu masih bisa diterima.

Jeff memijat tubuhku dengan kekuatan yang lembut. Meskipun terkadang ada rasa sakit yang menusuk di dada, secara keseluruhan, aku merasa ada kelancaran setelah dipijat.

Ini membuat sarafku yang tegang perlahan mengendur.

Dan yang lebih mengejutkanku, hanya dalam waktu belasan menit, dia pun berhenti.

“Sudah selesai, kak. Kita sampai di sini dulu untuk pagi ini. Akhir-akhir ini, kamu….”

“Tentu saja, pijatan dipadukan pola makan yang sehat akan lebih baik. Bagaimanapun, aku ini profesional.”

Jeff kembali menekankan sikap profesionalnya.

Ini membuat diriku mulai percaya pada dirinya sebagai terapis laktasi.

Beberapa hari berikutnya.

Jeff memang sangat bertanggung jawab dalam merawatku.

Selain dua kali pijat sehari, dia juga sangat baik dalam urusan pola makan.

“Tak kusangka, kamu punya keahlian ini.”

Setelah selesai dipijat lagi dan menyantap makanan bergizi masakannya, aku tak bisa menahan senyuman dan menatapnya.

Saat masa nifas sebelumnya, aku hampir muntah karena makan makanan bergizi.

Awalnya, aku sangat menolak jenis makanan ini, tapi tak disangka, masakan Jeff begitu lezat.

“Tentu saja, kak. Aku ini profesional.”

Mendengar dia berkata demikian lagi, aku pun tersenyum dan menggelengkan kepala.

Akhir-akhir ini, di bawah perawatannya, kondisi pembengkakkan ASI-ku memang sangat membaik.

Kepercayaanku padanya pun semakin bertambah.

Hanya saja, aku merasa sentuhannya semakin lama semakin mengganggu.

Seolah-olah ada unsur godaan di dalamnya.

Aku tak tahu apakah ini hanya perasaanku saja.

Sampai pada akhir pekan, saluran ASI-ku tersumbat lagi.

Dadaku terasa bengkak dan sakit, anakku juga menangis kelaparan.

Tak ada pilihan, aku harus menyeduhkan susu formula untuk anakku dulu, lalu menelepon Jeff.

“Ada apa, kak? Tersumbat lagi?”

Begitu telepon diangkat, Jeff sudah menebak maksudku.

“Iya….”

Jawabku dengan malu-malu, tapi Jeff menjawab dengan tegas,

“Tunggu sebentar, kak. Aku segera datang.”

Setelah menutup telepon, tak butuh waktu lama, Jeff pun datang dengan terburu-buru.

“Kak, bagaimana… kondisimu?”

Begitu masuk, dia langsung menatap dadaku.

Dulu, aku pasti akan menganggapnya punya niat buruk, tapi sekarang, aku sangat jelas bahwa ini hanya kebiasaan profesionalnya.

“Sangat bengkak dan agak sakit.”

Jawabku pelan.

Kemudian, Jeff mengangguk dan pergi ke kamar mandi.

“Tunggu aku cuci tangan dulu, lalu aku akan memijatmu.”

“Iya.”

Aku mengangguk, lalu kembali ke kamar seperti biasa, lalu membuka kancing pakaianku.

Namun, aku sendiri tak menyadari.

Sekarang, diriku sudah tak lagi merasa malu dan waspada saat berhadapan dengan Jeff seperti dulu.

“Kak, penyumbatan kali ini agak parah.”

Namun, setelah selesai mencuci tangan dan memeriksaku, Jeff pun mengerutkan kening.

Jarang melihatnya begitu serius, ditambah perkataannya itu, aku langsung ketakutan.

“Lalu… bagaimana?”

Aku agak cemas, tapi Jeff malah menggeleng dan berkata,

“Harus disedot keluar.”

Disedot?

Mendengar ucapannya, aku langsung terdiam sesaat.

Kemudian, benakku langsung muncul gambaran Jeff yang menempel di dadaku.

“Nggak boleh!”

Karena malu, aku langsung menutupi dada, menggelengkan kepala dengan wajah memerah.

Pijatan biasa saja sudah cukup… aneh.

Jika dia sampai menyedotnya….

Aku tak sanggup.

“Bukan begitu, kak. Kamu salah paham. Nggak harus aku yang melakukannya, kamu bisa meminta Kak Alvaro pulang untuk menyedotnya.”

Melihat aku hampir meledak sangking marahnya, Jeff hanya bisa menjelaskan dengan pasrah.

Namun, perkataannya malah membuatku menggigit bibir dengan erat.

“Tapi, tapi suamiku… lagi dinas di luar kota….”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Gadis Bunga
8.0
Lucyana, gadis dari latar belakang sederhana, mendadak jadi pusat perhatian setelah Nyonya Silviana mengangkatnya sebagai ahli waris tunggal. Perubahan status sosial yang drastis ini memicu penolakan keras dari orang-orang di sekitarnya yang meragukan kepantasannya. Di tengah kepalsuan dan intrik keluarga kaya, Lucyana harus berjuang mempertahankan diri. Mampukah ia bertahan menghadapi tekanan tersebut sembari mencari sosok cinta sejati yang tulus?
Sampul Novel CINTA LINA
9.1
Dalam kisah romansa modern yang penuh emosi ini, Lina harus menghadapi kenyataan pahit saat dirinya terjebak dalam sebuah perjodohan yang tidak pernah ia inginkan sebelumnya. Di tengah tekanan tradisi keluarga yang begitu kuat, ia berusaha mencari makna cinta sejati di balik ikatan pernikahan yang dipaksakan. Akankah komitmen yang bermula dari rencana orang tua ini berubah menjadi perasaan tulus, atau justru menjadi beban yang menghancurkan kebahagiaannya?
Sampul Novel Dalam Pelukan (Sang ) CEO
9.1
Kevin Hadiwajaya, CEO sukses berjuluk monster berwajah malaikat, terobsesi menjadikan asisten pribadinya, Sarah Rania, miliknya seutuhnya. Namun, langkah Kevin terhalang oleh Hansen Rudolf, sahabat kecilnya yang juga mencintai Sarah dengan kelembutan. Di tengah persaingan sengit dua pria ini, Sarah terjebak dalam pertarungan emosi yang memilukan. Akankah ia bertahan dalam pelukan sang bos yang tegas, atau berpaling pada Hansen yang selalu menyapanya dengan kasih?
Sampul Novel I LOVE U HOT PAPA
8.1
Edelweiss Hana kini terjebak dalam pusaran pesona mendebarkan milik Reigan Finley Alfarez, pria yang merupakan ayah angkatnya sendiri. Meski telah berupaya keras mengendalikan gejolak di hati, api asmara yang membara justru kian sulit dipadamkan. Akhirnya, Hana tak lagi sanggup memendam hasrat terlarang yang selama ini menyiksa batinnya. Akankah Reigan ikut terhanyut dalam api gairah yang sama, atau justru menolak perasaan Hana yang begitu membara?
Sampul Novel Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk
9.7
Sepuluh tahun pernikahan dengan Pradipa hanya menyisakan luka pedih karena ia masih terobsesi pada cinta pertamanya. Puncaknya, Pradipa tega memaksaku mendonorkan darah demi wanita itu. Di ambang maut, sebuah penglihatan masa lalu mengungkap dosa besarku yang telah menghancurkan Adam, pria tulus yang mencintaiku. Kini aku terbangun dengan kesempatan kedua. Aku bertekad melepaskan Pradipa dan menebus kesalahan demi menemukan kedamaian sejati.
Sampul Novel Luka Cinta Dari Suami Obsesif
8.6
Demi nyawa kakek, aku terpaksa menikahi Simon Adijaya yang telah mengurungku selama sedekade. Namun, aku justru disiksa oleh Virginia hingga wajahku hancur. Bukannya menolong, Simon malah menyebutku sampah dan membuangku ke sungai es. Di ambang maut, aku tahu kakek telah tiada. Simon merampas segalanya dariku: orang tua, kebebasan, dan harapan. Kini, dendam membara dalam sukmaku. Aku bersumpah akan menghancurkan hidupnya hingga dia memohon kematian yang takkan pernah kuberikan.