Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Adegan Panas Malam Pertama

Adegan Panas Malam Pertama

Malam pertama yang seharusnya menjadi momen istimewa bersama suami justru berubah menjadi kejutan tak terduga. Aku melewati malam penuh gairah dan kepuasan intens dengan sosok pria perkasa yang identitasnya bukan pasanganku. Saat fajar menyingsing, drama kehidupan yang rumit pun dimulai. Pengalaman intim yang memabukkan itu seketika membalikkan duniaku, membawa konsekuensi besar yang mengubah seluruh alur takdir masa depanku selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Acara resepsi pernikahan Maya, dan Arthur di gelar dengan sangat megah. Rona kebahagiaan terpancar dari wajah kedua mempelai, dan seluruh keluarga inti dari kedua belah pihak. Acara yang diadakan di rumah Arthur Itu, sudah berlangsung dari beberapa jam yang lalu. Para tamu undangan pun sudah memadati tempat acara resepsi dilaksanakan.

Dengan perputaran waktu, bersamaan dengan pelaksanaan acara yang sangat meriah itu, hari pun semakin gelap. Jarum jam sudah menunjuk angka 11. Itu menandakan sebentar lagi acara resepsi pernikahan Arthur, dan Maya akan segera selesai.

Sebagai pasangan yang sedang anget-angetnya. Pasangan yang sedang di landa kebahagiaan dengan hati yang berbunga-bunga, Arthur, dan Maya terus bergandengan mesra di hadapan para tamu undangan. Senyum kebahagiaan selalu terukir di bibir mereka berdua. Sesekali, Arthur membawa jemari lembut Maya ke bibirnya. Dia mencium jemari itu dengan penuh cinta, dan sayang. Maya yang mendapat perlakuan manis dari suaminya, terlihat begitu bahagia, dan selalu tersenyum setiap kali Arthur melakukannya.

"Yang!" panggil Arthur pelan, dengan tangan yang terus menggenggam jemari lembut Maya.

"Iya, my cinta," jawab Maya sambil tersenyum. Senyuman Maya itu sungguh menawan di mata Arthur.

"Sayang, kamu manis sekali," goda Arthur yang berbicara setengah berbisik di dekat telinga Maya.

"Memang aku manis, kan kamu sudah pernah mencicipinya" jawab Maya membanggakan diri sambil menggoda suaminya dengan kerlingan mata genitnya.

"Kalo aku pahit, mana mungkin kamu mau sama aku, dan sudah pasti kamu tidak mau menciumku sampai lupa diri seperti tadi" ucap Maya sambil menyandarkan kepalanya ke dada bidang milik suaminya.

"Belum … aku belum pernah mencicipinya. Boleh aku mencicipinya sekarang? aku juga sudah gak tahan mau merasakan kemanisan dari istriku untuk kucicipi." Tangan Arthur melingkar di pinggang Maya dengan genit. Dia mencubit kecil pinggang istrinya yang membuat sang istri menggelinjang geli.

"Geli, Yang!" Maya mencoba melepaskan tangan Arthur dari pinggangnya. Namun, sang empu tangan terus kekeh berada di sana.

"Gimana, Yang? apakah aku sudah bisa mencicipi kamu?" goda Arthur yang membuat Maya salah tingkah.

"Dasar suami Mesum." Maya memalingkan wajahnya yang sudah bersemu karena malu di godain suaminya.

"Mesum sama istri sendiri, gak apa-apa kan, Yang? asalkan jangan mesum sama orang lain." Tangan Arthur membelai pipi Maya, dan membawa wajah yang sudah merona itu mendekatinya. Arthur mencium bibir Maya sekilas.

"Asli mesum." Maya mengusap bekas ciuman Arthur di bibirnya dengan ibu jari.

Setiap kali Arthur mencium, dan membelainya, tubuh Maya selalu meremang dengan jantung yang berdetak tidak karuan. Dadanya selalu bergemuruh, dengan nafas yang terasa berat. Mungkin, itu terjadi karena Maya tidak biasa berdekatan dengan lelaki manapun, dan Arthur adalah orang pertama yang melakukan itu padanya. Sehingga, Maya dengan sangat mudah terbawa perasaan saat berdekatan dengan Arthur.

"Tapi, kamu menikmati semua itu kan, Yank?" Arthur mencium pucuk kepala Maya dengan desiran darah di dadanya yang terasa tidak karuan. Perasaan mereka berdua saat ini, sama-sama tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata.

"Kamu sangat cantik, dan baik." puji Arthur yang menatap istrinya dengan penuh cinta.

"Itu semua adalah alasannya aku mencintai kamu. Karena, kamu mempunyai kelebihan itu semua di dalam diri kamu. Kamu juga sangat manis, manis sekali … sehingga, kelebihan kamu itu membuat hatiku klepek-klepek tidak karuan," gombal Arthur. Dia menarik Maya ke dalam pelukannya, mencium pucuk kepala Maya beberapa saat.

"Kamu adalah ratu penguasa hatiku. Ratu yang tidak akan kalah oleh siapapun. Ratu yang akan tetap menguasai diriku, dan akan selalu bertahta di singgasana jiwa ini," Arthur memeluk erat tubuh istrinya, seakan tidak mau lepas, dan terpisahkan walau sedetik saja.

Maya menarik diri dari pelukan suaminya dengan senyum mengejek. "Lebay …," ucapnya mendorong pelan dada bidang Arthur.

"Aku gak lebay, Sayang! Aku serius. Kamu itu adalah orang yang aku nobatkan jadi penguasa di hatiku." Arthur menarik tangan Maya, dan membawanya kembali mendekati mulutnya, Arthur mencium tangan itu sekilas, sebelum menggenggamnya dengan penuh cinta yang menggebu-gebu di hatinya.

"Udah mesum, lebay, dan suka gombal. Hadeh … kenapa suamiku begini, Tuhan." Maya menepuk jidatnya, pura-pura frustasi. Padahal di hatinya sudah bersorak bahagia mendengar ucapan dari suaminya, ucapan yang menebar bunga cinta bermekaran yang membuat dia terbang ke khayalan yang tiada menaruh luka.

"Aduh, Yang. Kenapa sih, kamu menganggap aku seperti itu? Kamu mau bukti apa? biar aku buktikan sekarang juga, agar kamu percaya kalau aku serius dengan ucapanku?" tanya Arthur yang tidak terima dikatai seorang penggombal oleh Maya.

"Apa perlu seperti ini," Arthur langsung menyambar bibir Maya, melumatnya, hingga melahap seperti orang lagi kehausan. Lidah Arthur menerobos masuk ke dalam rongga mulut Maya, berdansa di dalam sana dengan lidah Maya. Ciuman itu berlangsung beberapa menit, hingga nafas mereka saling memburu, dan terasa kehabisan oksigen, barulah Arthur melepaskan ciuman nya.

Nafas Arthur, dan Maya tidak beraturan. Jantungnya bekerja lebih cepat dari biasanya. Ciuman yang baru saja mereka lakukan berhasil membuat mereka berdua seperti selesai menaiki wahana roller coaster. Saat ini wajah Maya merona, dengan Mata yang sayu akibat gelora nafsu yang mulai terpancing dalam dirinya.

"Kamu sangat menggairahkan, Sayang. Wajahmu yang merona itu membuat aku gak bisa menahan diri untuk bermain gulat denganmu. Apalagi sudah halal begini, rasanya, aku mau menerkam mu sekarang juga," Arthur membawa tubuh Maya ke dalam pelukannya. Di dalam dada Arthur, masih tersisa debaran yang sangat menggelora untuk melanjutkan permainannya.

"Aku semakin tidak bisa menahan untuk melumpuhkanmu di atas kasur, Sayang" bisik Arthur dengan suara yang sudah berat,  di dekat telinga Maya, dengan tangan yang mengusap lembut tengkuk istrinya. Bisikan, dan belaian Arthur itu, mampu membuat seluruh tubuh Maya meremang. Darahnya kembali berdesir, seakan sedang di sengat listrik.

"Kapan para tamu undangan kita akan pulang, Sayang? Aku sudah gak tahan lagi," tangan Arthur terus membelai tengkuk istrinya dengan hasrat yang benar-benar sudah terpancing oleh dirinya sendiri.

Maya yang salah tingkah, dan merasa risih dengan ucapan suaminya yang sangat sensitif, dia Menarik lepas dirinya dari pelukan Arthur. "Mesum!" Maya menggeser duduknya, memberi jarak diantara mereka.

"Sayang, sini! kenapa kamu menghindar begitu," Arthur kembali menarik tubuh Maya ke dalam pelukannya.

"Jangan menghindar begitu! kamu membuat aku semakin bergairah dengan wajahmu yang malu-malu kucing seperti ini," Arthur memegangi kedua pipi Maya, dan menciumnya genit. Bibir Maya pun tidak luput dari kenakalan bibir Arthur.

"Sayang, jangan begini lagi! Banyak orang!" Maya menarik dirinya. Namun, Arthur semakin mempererat pelukannya.

"Biarin saja mereka, kamu nikmati saja!" Arthur kembali melancarkan Aksinya menciumi seluruh wajah perempuan di hadapannya, yang kini sudah resmi menjadi pasangan halal untuk dia.

"Malu sama mereka, Yank," rengek Maya, yang semakin kewalahan dengan perbuatan suaminya. Tangan Arthur sudah menjalar dan menggerayangi tubuh Maya, tanpa memikirkan tempat dimana mereka sedang berada saat ini.

"Jangan hiraukan mereka! Sudah aku bilang dari tadi, biarkan saja mereka, toh kita buat pahala. Bukan berbuat dosa," Arthur langsung melumat kembali bibir Maya dengan lahap.

"Cie … yang udah gak bisa nahan, Ha ha ha," Beberapa orang teman Arthur datang menghampiri mereka yang sedang berciuman panas di tempat terbuka.

"Mengganggu saja," jawab Arthur melepaskan ciumannya dengan Maya.

Maya menunduk Malu sambil menyapu bibirnya yang basah oleh perbuatan Arthur dengan jemarinya. Maya merasa sangat kehilangan muka di hadapan teman-teman Arthur, dia tidak punya keberanian untuk menengadahkan wajahnya menyambut kedatangan beberapa orang tamu undangan resepsinya itu. Saat ini, ingin rasanya Maya berlari sejauh mungkin, agar teman-teman Arthur tidak bisa melihat wajah malunya.

"Hai, bro ... selamat, ya," ucap salah satu di antara mereka yang mendekati Arthur sambil menaik turunkan alisnya.

"Tahan sebentar lagi!" imbuh yang lainnya.

"Terima kasih, ya. Kalian sudah mau datang kesini," jawab Arthur santai, seakan tidak terjadi apa-apa yang dilihat oleh teman-temannya.

"Pasti donk, kami hadir sekalian cari mangsa, he he he ...." canda salah satu teman Arthur.

"Iiss ... sadar! ingat umur, carilah untuk yang serius, bukan untuk main-main lagi!" jawab Arthur memperingatkan teman-temannya tentang umur mereka yang tidak lagi sebagai anak remaja .

"Iya, mana tau dapatnya di sini, iya, gak?" tanya Varo kepada teman-temannya yang lain.

"Betul, itu." jawab mereka berbarengan.

"Kita kesana dulu ya, mau makan gratis," ucap Varo yang tidak mau mengganggu lama kedua pasangan itu.

"Iya, silahkan! makan yang banyak, ya!" ucap Arthur mempersilahkan.

"Itu sudah pasti!" jawab mereka bersamaan.

"Silahkan lanjutkan aktifitas kalian kembali!" kata teman Arthur yg sudah bersiap untuk meninggalkan Arthur, dan Maya.

"Jangan di tempat begini, bawa ke kamar, sana! supaya lebih leluasa! kami akan menunggumu sampai selesai di depan sana," bisik Varo di telinga Arthur sambil mencolek lengan sahabatnya.

Arthur tidak menjawab apa yang dibisikkan oleh Varo barusan. Tapi, memorinya langsung tersambung dengan saran dari Varo. Dia bahkan mengiyakan bisikan itu di dalam hatinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Pekerjaan Rahasiaku Dan Cintanya
8.8
Meri terpaksa melakoni profesi pembunuh bayaran demi uang karena sulit mencari kerja. Mike adalah satu-satunya orang yang mengetahui rahasia kelam ini. Meski Meri mencintai sahabatnya itu, ia memilih memendam rasa demi menjaga pertemanan, apalagi Mike sudah memiliki kekasih seorang model cantik. Namun, pertemuan tak terduga dengan seorang dokter tampan di rumah sakit mulai menggoyahkan hatinya. Siapakah sebenarnya belahan jiwa yang ditakdirkan untuk Meri?
Sampul Novel Balas Dendam Sang CEO
8.8
Dahulu Adnan dicampakkan oleh kekasihnya karena kemiskinan yang ia derita. Wanita itu memilih pergi demi mengejar pria kaya. Sepuluh tahun berlalu, Adnan kembali dengan kekayaan melimpah untuk membalas rasa sakit hatinya. Namun, ia terkejut saat menemukan sang mantan kini justru menjadi wanita panggilan demi menyambung hidup. Rahasia apa yang sebenarnya tersembunyi? Akankah Adnan tetap menjalankan dendamnya saat melihat kondisi tragis wanita itu?
Sampul Novel Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku
9.7
Terjebak di pusaran mafia yang kelam, aku merindukan kehidupan damai di balik layar. Namun, segalanya berubah saat ibuku menikahi mantan bos mafia. Kaelion Verez Montefalco, pewaris takhta kejam dari Italia Selatan, kini menjadi saudara tiriku yang obsesif. Dia mengontrol setiap gerak-gerik dan napas yang kuhela. Di saat aku berjuang mempertahankan kebebasan, Kaelion justru menggunakan kekuasaannya untuk menjeratku dalam dominasi yang dingin dan tak terelakkan.
Sampul Novel Cinta dan Gairah 21+
8.1
Cinta dan Gairah 21+ menyajikan antologi kisah romantis dewasa dengan beragam latar belakang karakter yang memikat. Mulai dari dinamika kehidupan ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga pesona CEO dan manajer, setiap cerita dirancang untuk mengeksplorasi sisi emosional yang mendalam. Pembaca akan dibawa melintasi berbagai profesi, termasuk kuli bangunan dan para suami, dalam narasi yang memuaskan fantasi. Nikmati setiap alur cerita unik yang penuh gairah di buku ini.
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Alya terjebak dalam keputusasaan saat ibunya, Kartika, butuh biaya medis besar dan donor organ langka. Di tengah krisis ini, Niko, pengusaha kaya yang mendambakan anak, menawarkan kesepakatan menjadi ibu pengganti demi kesembuhan Kartika. Meski ragu, Alya setuju demi nyawa ibunya. Namun, benih cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, memicu dilema emosional. Saat rahasia besar terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
8.6
Lintar, seorang pemuda gigih, jatuh hati pada Dewi, CEO sukses yang berstatus janda. Meski pertemuan awal mereka canggung, benih cinta tumbuh di antara keduanya. Namun, asmara mereka terhalang restu paman Lintar yang menentang keras hubungan tersebut. Tak gentar, Lintar berjuang meyakinkan orang tuanya demi mempertahankan cintanya pada sang janda kaya. Ikuti perjalanan emosional Lintar menggapai kesuksesan dan kebahagiaan sejati bersama wanita pilihannya.