Follow
Chapters
Share
CEO DINGIN : ISTRI KESAYANGAN SANG CEO Novel Cover

CEO DINGIN : ISTRI KESAYANGAN SANG CEO

Tiara Jiang has always been starved of parental affection, but her life takes a darker turn due to her sister Tara’s relentless malice. Driven by past resentment, Tara constantly steals everything Tiara owns, including the men who approach her. When Tiara falls into her sister's latest trap, she is forced to confront Kim Yohan, the cold and ruthless CEO of the Lianxi Group. Yohan offers her an ultimatum: sign a marriage contract, and he will help her exact revenge. Can she refuse?
Chapters
Share

Chapter 1

1.Gaun Pesta

Disebuah rumah mewah yang besar milik keluarga besar Jiang.

"Mama...papa...",

terlihat seorang wanita cantik yang berlari kearah Sonya dan Jerry diruang tamu. Dengan mata sembab karena menangis, ia mengadu kepada kedua orang tuanya.

Wanita ini adalah Tara Jiang, putri sulung keluarga Jiang. Wanita cantik, berkulit putih, bibir mungil, bermata coklat dengan bulu mata lentik, dan rambut panjang sebahu. Ia sangat pintar dan pandai bergaul, tetapi sedikit manja. kedua orang tuanya sangat sayang kepadanya.

Dibelakang Tara berdiri seorang gadis yang yang wajahnya mirip dengannya namun tidak semuanya, gadis ini memiliki hidung yang lebih mancung dan rambutnya panjang hitam terurai sampai ke pinggang. Gadis itu adalah Tiara Jiang saudari kembar Tara Jiang. Tiara memilik sikap lembut, sederhana, ramah, tetapi sering tertindas.

"Hik..hik... Mama, lihatlah pakaianku rusak! ini semua karena Tiara. Dia telah sengaja merobeknya" ucap Tara mengadu kepada mamanya sambil menangis.

"Tiara! Benar yang dikatakan Tara, kau telah merusak gaunnya?", tanya Jerry Jiang dengan sedikit emosi. laki-laki ini melihat gaun yang berada di tangan Tara, yang telah robek bagian bawahnya.

"Tidak! Itu semua tidak benar! aku tidak pernah merobek gaun itu. Ini semua karena Tara tidak berhati-hati saat mencoba gaun itu di kamarnya. Gaun itu tersangkut paku dan robek", Jawab Tiara mencoba menjelaskan kejadian sebenarnya.

"Huh... Kamu ini sudah jelas ada buktinya masih saja mengelak, dan tidak mau mengakui." ucap Sonya membela Tara.

Tara diam-diam tersenyum. Tujuannya menjadikan Tiara sebagai kambing hitam telah tercapai.

"Hmm" Senyum tersungging di sudut bibirnya.

"Mama, aku harus bagaimana? di pesta ulang tahun besok, aku harus memakai apa?", rengek Tara merajuk kepada Sonya.

"Sayang, bagaimana kalau kita beli baju baru saja?" tanya Sonya mencoba membujuk Tara.

"Tidak! aku tidak mau. Pokoknya aku mau gaun yang sama dengan punyaku titik!"

Tara menolak begitu saja. Ini bukan masalah gaunnya, tetapi ia hanya menginginkan gaun milik saudarinya.

"Tara sayang, kamu tahu sendiri. Gaun itu dipesan khusus dan butuh waktu berbulan-bulan untuk membuatnya".

Jerry menggelengkan kepalanya, ia pusing dengan permintaan putri sulungnya itu. Ini jelas tidak bisa ia penuhi untuk saat ini.

Sonya yang begitu sayang dengan Tara mulai memutar otak. Ia mencari cara untuk dapat memenuhi permintaan Tara. Sonya tidak ingin anak kesayangannya ini kecewa.

" Sayang, bagaimana kalau Tiara memberikan gaunnya kepada Tara?, sebagai ganti gaun Tara yang rusak" kata Sonya.

"Iya! aku setuju", sahut Tara.

"Tidak! Aku tidak akan memberikan gaunku. aku tidak salah, dan tidak pernah merusak gaunnya" ucap Tiara membela diri.

"Tiara diam! ambil dan berikan gaunmu pada Tara!", bentak Jerry.

"Tapi pa...."

" Tidak ada tapi-tapian, sekarang ambil!" perintah Jerry.

Tiara lari ke kamarnya dengan mata berkaca-kaca dan tangisanya pecah saat tiba di kamar.

"Kenapa? Kenapa mereka memperlakukan aku seperti ini? bukankah aku juga anak mereka saudara kembar Tara. Mengapa papa dan mama tidak percaya denganku, meskipun aku berkata yang sebenarnya?".

Tiara menyeka air mata yang menetes di pipinya. Ia segera bergegas mengambil gaun ulang tahun dari dalam lemarinya.

"Nih! Puas", Ucapnya dan melempar gaunnya ke wajah Tara.

"Kamu tidak rela? Dasar anak tidak punya sopan santun", ucap Sonya.

Tara tersenyum menyeringai, ia puas tujuannya mengambil gaun Tiara berhasil. Ia tahu benar mamanya pasti ada dipihaknya. "Hmm" Tidak ada yang boleh tampil lebih cantik dari pada dia di pesta besok.

" Tiara, ambil ini dan cepat belilah gaun baru yang kamu suka!", ucap Jerry sambil menyodorkan kartu kredit miliknya.

Sepanjang perjalanan Tiara berfikir, sebenarnya ia itu anak kandung Keluarga Jiang atau bukan. Mengapa ia mendapat perlakuan yang berbeda dengan Saudarinya Tara Jiang?.

Tiara mengambil kartu kredit itu dan melangkah pergi meninggalkan ruang tamu. Ia merasa penjelasan seperti apapun yang ia berikan, akan terasa percuma saja. kedua orang tuanya juga tidak akan percaya.

2. Pesta Ulang Tahun

Hingar bingar keramaian dan kemeriahan pesta. Semua tamu undangan mulai berdatangan, mereka semua memakai baju yang mewah dan mahal. Tas dan perhiasan berharga puluhan, bahkan ratusan dolar menempel erat di tubuh para wanita. Para laki-laki memakai setelan jas rapi dengan harga selangit. Pesta kelas atas, tak jauh berbeda seperti ajang pamer kekayaan dan status sosial seseorang.

Keindahan pesta ulang tahun hari ini tak dirasakan oleh Tiara. Walaupun ini juga pesta ulang tahun dibuat untuknya dan Tara, tetapi bisa ditebak siapa primadona pesta ini. Sudah pasti saudara kembar Tiara yaitu Tara Jiang.

Baju indah dan elegan dikenakan Tara, meski itu milik Tiara. Sedangkan Tiara memakai baju gaun sederhana yang dibeli secara dadakan. Tentunya tidak bisa dibandingkan dengan baju pesta rancangan desainer terkenal dari butik termahal di kota S.

"Tara sayang, kamu cantik sekali. Seperti putri kerajaan yang ada di dongeng-dongeng", ucap para tamu undangan kepada Tara, sembari memberikan ucapan selamat ulang tahun.

Mereka semua memuji Tara dengan senyuman, namun berbeda ketika mereka melihat ke arah Tiara dengan sinis dan jijik.

"Bukankah itu Tiara? kenapa pakaiannya sederhana seperti itu. Berbeda sekali dengan Tara. bukankah mereka berdua itu kembar ya?" bisik para tamu. Tiara hanya bisa menunduk malu, ia pergi menjauh dan duduk sendiri di kursi dipojok ruangan.

disaat yang  sama datang seorang laki-laki tampan melihat kesana kemari, seolah-olah sedang mencari seseorang ditengah kerumunan tamu undangan.

" Direktur dan nyonya Jiang. Dimana Tiara?", tanyanya kepada Jerry dan Sonya. Kemudian menjabat tangan kedua rang tua  tiara secara bergantian.

Laki-laki itu adalah Jonatan yang merupakan kekasih Tiara. Laki-laki Tampan berambut pirang, kulit sawo matang, dengan tinggi 180 cm. Jonatan merupakan teman kuliah Tiara, mereka berdua dekat sejak saat itu.

Tiara dan Jonatan berencana menikah dalam waktu dekat. Jonatan sudah punya pekerjaan tetap di perusahaan ayah Tiara, sebagai General manager di perusahaan Jiang Grup.

"Itu Tiara", ucap Jerry sambil menunjukkan arah pojok, tempat Tiara sedang duduk sendirian.

Natan berjalan mendekat ke arah Tiara. Mereka berdua mengobrol santai, hal ini sedikit mengobati rasa sepi di hati Tiara. Natan begitulah Tiara memanggil kekasihnya.

Dari kejauhan Tara memperhatikan tingkah laku keduanya yang cukup mesra.

" Tampan juga laki-laki itu. Siapa dia? Kenapa bersama Tiara?. Sial! aku harus dapatkan laki-laki itu!. Ya... Meskipun harus merebutnya dari Tiara. Sorry my sister, I like your boyfriend", ucap Tara tersenyum jahat.

**

"Sayang, kenapa kamu sendirian disini? bukankah seharusnya kita menikmati pesta ulang tahunmu. Jadi, kamu harus bahagia", ucap Natan. Ia memberikan kecupan lembut di kening Tiara.

Tiara sebenarnya sama sekali tidak ingin bertemu dengan para tamu undangan. mereka yang sejak dari berbisik menghinanya. Demi menghormati Natan, ia setuju untuk bergabung dengan para tamu yang lain.

Natan menggandeng tangan Tiara, menuju ruang utama pesta. Tiba-tiba, Tara mendekat kearah keduanya.

"Saudaraku sayang, tidakkah kau akan mengenalkan laki-laki tampan disampingmu itu kepadaku?", ucap Tara dengan mengedipkan matanya.

Sepintas Jonatan melihat ke arah Tara Jiang. " Hemm! Cantik juga wanita ini, gumamnya dalam hati. Pesona wajah cantik dan tubuh seksi yang di miliki oleh Tara memang sulit untuk ditolak.

"Saya Jonatan, kekasih Tiara", jawab Natan memperkenalkan diri.

Tiara dengan wajah masam langsung meraih tangan Natan, dan mengajaknya menjauh dari Tara. " Ha..ha.." Tara tersenyum puas, ia berhasil membuat Tiara cemburu.

"Saudaraku tersayang, tidak ada milikmu yang tidak bisa aku miliki" Gumamnya.

Tara kembali ke tengah-tengah pesta. sekarang sudah waktunya, mereka berdua memotong kue ulang tahun.

Tara dan Tiara meniup lilinnya bersama-sama.

Mereka berdua berdiri berdampingan. Jelas reaksi dari para tamu beraneka ragam karena melihat tampilan keduanya yang berbeda begitu jauh. Tara yang glamor dan Tiara yang sederhana.

Pesta pun telah usai, para tamu undangan telah pulang ke rumah masing-masing.

Tiara mengantarkan Natan ke luar hingga masuk mobil.

" Bye bye, Sayang. Good night" Natan berpamit sambil melempar senyuman.

"Bye bye, hati-hati dijalan", jawabnya sambil melambaikan tangan.

"Good night, muaachh" Tara berlari dari dalam rumah memberikan kecupan dari jauh untuk kekasih Saudarinya itu.

Natan melajukan mobilnya menjauh, dengan cepat meninggalkan rumah keluarga Jiang

3. Di pindahkan ke kantor cabang

* Pagi di kantor Perusahaan Jiang Grup

Tiara terlihat duduk dimeja kerjanya, datang Natan dari arah belakangnya.

"Selamat pagi sayang" ucap Natan mendaratkan kecupan di kening Tiara.

"Selamat pagi juga sayang....tumben berangkat pagi sekali" tanya Tiara.

" Iya soalnya nanti ada rapat dengan klien" jawab Natan.

Dari luar terlihat Jerry baru saja datang dan masuk ke kantor nya. Jonatan juga segera kembali kemeja kerjanya karena big bos baru saja datang.

Tiara bekerja sebagai sekertaris diperusahaan ayahnya Jiang Grup. Jonatan Lee menjabat sebagai seorang manager di Jiang Grup sedangkan sang big bos Jerry Jiang adalah pemilik dari Jiang Grup.

meskipun Tiara adalah anak kandung dari keluarga Jiang namun untuk mendapatkan uang maka ia harus bekerja keras terlebih dahulu. Berbeda dengan saudara kembarnya Tara Jiang yang sangat disayang dalam keluarga Jiang, ia tidak perlu repot-repot berkerja untuk mendapatkan uang. berapa banyak uang yang dinginkan oleh Tara akan diberikan oleh Jerry dan Sonya hal ini membuat Tara suka berbuat seenaknya sendiri, boros dan berfoya-foya.

"Tiara masuk kekantor papa....ada yang perlu kamu kerjakan" perintah Jerry Telepon.

" Siap pak...saya akan segera kesana" jawab Tiara. Tiara berdiri dari kursinya dan merapikan pakaiannya terdahulu sebelum memasuki kantor direktur Jerry Jiang.

Tok tok tok....suara Tiara mengetuk pintu kantor Jerry.

" Masuklah Tiara, papa ingin memberikan sebuah pekerjaan kepadamu" ucap Jerry sambil menyodorkan beberapa lembar berkas anak cabang perusahaan dikota J.

"Apa maksudnya berkas-berkas ini " ucap Tiara

" Papa ingin kamu pergi ke kota J dan memimpin anak perusahaan disana. untuk pekerjaan mu disini biar nanti Tiara yang menggantikan" ucap Jerry.

"Tapi pa...aku gak ingin jauh dari Natan, bukankah kami akan segera menikah. setelah menikah Natan bisa menjadi direktur disana dan aku juga akan mengikuti Natan.

"Tiara jangan bantah papa lagi, papa belum bisa percaya dengan Jonatan sekalipun kau telah menikah dengannya. kamu akan menjabat sebagai direktur utama perusahaan di kota J selama 2 tahun, setelah itu terserah kau mau menikah dengan Jonatan dan menjadikan ia sebagai direktur di perusahaan itu pun papa tidak akan keberatan" ucap Jerry memberikan kesempatan pada Tiara berfikir.

"Pikirkanlah dulu besok, kau bisa mengatakan jawabannya" ucap Jerry.

Tiara keluar dari kantor papanya dan mendatangi ruangan natan, bagaimana pun dia harus berdiskusi tentang ini dengan Natan.

Tok tok tok..suara pintu di ketuk.

" Silakan masuk.." ucap Natan ketika melihat Tiara didepan pintu.

Tiara mengatakan semuanya kepada Natan, perihal kontrak kerja yang ditawarkan papanya. Natan tidak keberatan dengan semua itu, apalagi ada iming-iming dia bisa menggantikan Tiara sebagai direktur disana setelah 2 tahun.

waktu terus berjalan tak terasa sudah jam 5 sore waktu pulang kerja.

" Sayang...kita pulang bareng yuk" ucap Natan semakin lengket dengan Tiara.

"Boleh..ayo" ucap Tiara menerima.

keduanya menuju parkiran mobil kemudian pulang, Natan mengantarkan Tiara kerumahnya.

**

Di meja makan

mereka makan dengan tenang dan begitu menikmati makan malamnya.

"Tara...papa ingin kamu bekerja di perusahaan kita'" ucap Jerry.

" Apaa...engak mau pa, aku belum ingin bekerja" ucap Tara.

"ini perintah ayah...jika Tiara setuju untuk dipindahkan ke perusahaan dikota J maka kamu harus menggantikan pekerjaan dia disini" ucap Jerry.

" Tiara papa tunggu jawabannya besok pagi" ucap Jerry.

" Baik pa" jawab Tiara

setelah makan malam selesai, Tiara masuk kekamar hari ini benar-benar melelahkan dan ia ingin tidur lebih awal.

***

Keesokan harinya Tiara menemui ayahnya dikantor. iya menyatakan kesanggupannya dipindahkan kekantor cabang di kota J.

Jerry memberikan berkas kontrak yang harus ditandatangani oleh Tiara.

" Kau sekarang bisa pulang. siapkan barang-barang yang akan kau bawa. kau akan berangkat besok pagi, disana kau bisa tinggal di villa milik keluarga kita" ucap Jerry.

"secepat itukah..." ucap Tiara.

"Disana ada masalah yang harus segera kau atasi dan Carikan solusi pemecahannya" ucap Jerry.

Tiara berjalan keruangan Natan untuk berpamitan, karena mereka akan jarang bisa ketemu bahkan mungkin tidak bisa bertemu dengan waktu yang lama.

" besok aku akan berangkat ke kota J...mungkin kita akan sulit bertemu, akankah kau menunggu ku. kita akan segera menikah jika urusan ku disana sudah selesai" ucap Tiara.

" sayang...kamu gak usah khawatir, aku akan menunggumu" ucap Natan lembut.

mendengarkan jawaban dari Natan hati Tiara menjadi tenang, ia yakin Natan laki-laki yang setia dan mencintainya. Tiara memutuskan untuk pulang lebih awal dan mempersiapkan keperluan besok.

Keep Watching!
The story is getting intense! Switch to App to continue reading
Unlock All Episodes
Search for “55068” on webnovel to read the full book.
Copy the code and search in the Webnovel app to continue reading.
55068
copy

You may also like

After Husband's Double Wedding Novel Cover
7.8
On her wedding day, Chloe discovers her groom is marrying her sister in a secret ceremony next door. Betrayed by her family and the man she loved, she realizes she was merely a pawn in their cruel game. Seeking a way out of the humiliation, she crosses paths with a powerful billionaire who offers an unexpected proposal. Together, they enter a marriage of convenience to exact revenge on those who wronged her, turning the tables on her deceitful ex.
Carrying His Heir After The Divorce Novel Cover
9.7
Kara ends her two-year cold marriage to billionaire Julian without a tear, asking only that they never meet again. But the same day she signs the divorce, she learns she's pregnant with his child. Julian is at the hospital, devotedly caring for his newly awakened first love, Seraphina, and planning their wedding. When Kara's morning sickness strikes outside Seraphina's room, Julian sneers, accusing her of faking pregnancy to delay the divorce—forgetting the drunken night he stumbled into her room. Even Kara's mother slaps her and throws her out for losing her wealthy husband. Alone on the cold floor, Kara deletes Julian's number, determined to finalize the divorce, protect her baby, and disappear from his world forever.
Chasing the boss  Novel Cover
8.6
After a night of unexpected passion, a young woman finds herself entangled with a powerful billionaire. What started as a fleeting encounter evolves into a high-stakes pursuit when she becomes the target of his relentless obsession. Navigating the treacherous waters of his elite world, she must decide if his intense devotion is a dream or a gilded cage. Their lives collide in a whirlwind of luxury, secrets, and a romance that defies all logic.
He Ditched Me in My Game Novel Cover
9.2
In He Ditched Me in My Game, half of humanity is trapped in a lethal simulation where failure means death. Billionaire Nolan secures the top spender spot, but he abandons his partner to save his childhood friend instead. He has no idea that his ex-girlfriend actually designed this digital world. As Nolan is dragged back into the fray, he remains arrogant, unaware that every cent he spends to stay alive flows directly to her while she waits to see if his allies will truly sacrifice everything for him.
Love Me Like Before Novel Cover
8.5
After three years of marriage, Seraphina is left heartbroken when her billionaire husband, Elias, demands a divorce to reunite with his first love. Choosing to disappear, she hides a life-altering secret: she is pregnant with his child. Five years later, Seraphina returns as a successful woman, only to cross paths with a regretful Elias. Now desperate to win her back, he must face the consequences of his past betrayal.
The Fake Heiress: Captured By Her Warden Novel Cover
8.3
I was a ghost in the rafters of Sotheby’s, five floors above the most expensive pavement in New York, clutching a ten-million-dollar ledger hidden inside a drop of blood-red agate. I had the perfect exit planned, but I didn't count on Harding Bishop, a security predator who could track a shadow through a rainstorm. When the exits were sealed and the tactical teams started swarming, I made a split-second choice to survive. I stepped out of the shadows and looked into the eyes of a billionaire socialite searching for her missing daughter, whispering a single, broken word: "Mom?" Just like that, I wasn't a thief anymore; I was Cassandra Sterling, the heiress who had been gone for five years. But the homecoming was a nightmare. My new "sister" promised to send me back to the gutter, my "father" held a gold-plated pistol to my knee the moment the limo doors closed, and the family patriarch tried to strike me down with his cane just for breathing his air. Every second was a high-wire act. I had to play the part of a traumatized victim while a ten-million-dollar stone was literally sewn into the raw, bleeding wound on my shoulder. If I moved wrong, I’d bleed out; if I spoke wrong, I’d be buried in the backyard of the Hamptons estate. Harding Bishop didn't believe a word of it. He moved into the room next to mine, watching my every breath and checking my hands for gun calluses under the guise of protection. He thinks he’s the warden and I’m his prisoner, but he’s about to find out that a cornered rat is the most dangerous thing in the house. "Sleep tight, Vesper," he whispered as he locked my door, using my real name for the first time. He thinks he’s won, but he has no idea that I’m already reaching for the Agate hidden under my pillow, ready to burn his empire to the ground.