Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Yang Tersisa Hanyalah Kenangan

Yang Tersisa Hanyalah Kenangan

Lima tahun bertunangan dan bersiap melangkah ke pelaminan bersama Gavin rupanya tidak menjamin kesetiaan. Ketika cinta pertama pria itu kembali, semua komitmen instan runtuh. Gavin berbalik membenci setiap sikap pasangannya demi membela masa lalunya. Sadar posisinya telah tergantikan sepenuhnya, sang protagonis memilih mundur, merelakan hubungan mereka, lalu lenyap tanpa jejak. Keputusan ini menyisakan penyesalan mendalam bagi Gavin, yang kini berbalik mencari keberadaannya dengan air mata.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah berpamitan dengan Anita, Nayla pulang ke rumah. Begitu memasuki pintu, dia mendengar suara orang bermesraan yang samar dari ruang tamu.

Tubuh Nayla langsung menegang. Namun, dia tidak dapat menahan diri dan melangkah masuk. Alhasil, dia melihat dua orang yang sedang berpelukan dan berciuman di sofa. Salah satunya adalah tunangannya, Gavin.

Nayla berdiri memaku di tempat. Hatinya terasa sangat sakit.

Elina tersenyum dan bertanya, "Bermesraan di rumahmu memang terasa mendebarkan. Tapi, memangnya kamu nggak takut tunanganmu marah?"

Gavin memeluknya dan menjawab dengan malas, "Ini masih bukan apa-apa. Kamu nggak tahu betapa dia mencintaiku. Meski kita melakukan sesuatu yang lebih intim, dia juga nggak akan marah."

Nayla merasa seolah-olah ada angin dingin yang bertiup melalui lubang besar yang menganga di hatinya. Dia pun menertawakan dirinya sendiri. Apa karena dirinya mencintai Gavin, Gavin dapat menyakitinya tanpa ampun?

Nayla bukannya tidak bisa marah, melainkan tidak tega untuk marah pada Gavin. Namun, dia juga adalah manusia yang tetap bisa merasa sakit saat terluka.

Nayla menenangkan diri, lalu melangkah masuk dengan langkah yang berat. Kedua orang di sofa itu melihatnya dan masih berpelukan.

Gavin memerintahnya seperti biasa, "Elina sudah minum alkohol. Masakkan semangkuk sup pereda mabuk untuknya."

Nayla menyahut dengan sabar, "Kita sudah tunangan. Kalau kamu bersama wanita lain seperti ini, itu akan berdampak buruk pada perusahaan. Aku juga nggak bisa menjelaskannya kepada Nenek dan yang lain."

Gavin tiba-tiba marah. "Jangan pakai nama Nenek, Ayah, dan Ibu untuk menggertakku! Kalau bukan karena tekanan dari mereka, aku nggak mungkin bertunangan denganmu! Aku akan selalu menunggu Elina kembali!"

Nayla merasa hatinya seperti sudah diremas sesuatu hingga dia harus mengangkat tangan untuk menutupi dadanya yang sakit.

Gavin berkata dengan tidak sabar, "Kamu sangat sehat, jangan berpura-pura lagi. Pergi masakkan semangkuk sup pereda mabuk! Jangan buat aku ulangi kata-kata yang sama untuk yang ketiga kalinya."

Nayla tersenyum ironis dalam hati. Tanpa mengatakan apa-apa, dia berbalik dan pergi ke dapur.

Setelah Elina menghilang dan Gavin tidak dapat menemukannya, Gavin pun mulai mabuk-mabukan. Jadi, Nayla secara khusus meminta seorang koki untuk mengajarinya cara membuat sup pereda mabuk yang menyehatkan perut. Setelah memasaknya, dia akan menyuapi Gavin.

Seberapa lama Gavin tenggelam dalam mabuk-mabukan, selama itu pula Nayla memasakkan sup pereda mabuk untuknya. Keterampilannya memasak sup itu bahkan lebih baik daripada koki profesional.

Setelah berpisah dengan influenser itu, Gavin berjanji pada Nayla bahwa dia tidak akan pernah membiarkan Nayla memasak sup pereda mabuk lagi. Sekarang, Gavin malah memintanya memasak sup pereda mabuk untuk Elina.

Untungnya, semuanya akan berakhir dalam beberapa hari.

Nayla berpura-pura tidak mendengar suara di ruang tamu. Dia dengan cepat memasak sup, lalu menaruhnya di mangkuk dan hendak mengeluarkannya.

Tiba-tiba, terdengar suara Elina dari belakang berkata, "Kamu nggak benar-benar kira aku akan minum apa yang kamu masak, 'kan?"

Nayla berbalik dan melihat Elina yang memasang ekspresi provokatif. Sebelum dia sempat mengatakan apa pun, Elina melangkah maju, meraih sup pereda mabuk itu, dan menuangkannya ke tubuhnya sendiri. Kemudian, dia membuang mangkuknya ke lantai hingga pecah berteriak kesakitan.

Pada detik berikutnya, Gavin bergegas masuk dan bertanya, "Ada apa?"

Dia melihat sup yang membasahi tubuh Elina dan mangkuk di lantai, lalu memaki tanpa berpikir panjang, "Kalau kamu nggak mau masak, ya sudah. Kenapa kamu malah memasaknya dan menyiram Elina? Nayla, aku nggak nyangka ternyata kamu itu wanita yang begitu kejam!"

Setelahnya, Gavin memapah Elina keluar untuk berganti pakaian tanpa menoleh ke belakang.

Elina berujar, "Gavin, dia itu tunanganmu. Wajar saja dia nggak senang sama aku. Jangan marah."

Gavin malah makin marah. "Waktu kami tunangan, dia tahu aku mencintaimu. Apa haknya untuk nggak senang sama kamu?"

Nayla menatap keadaan dapur yang berantakan dengan tatapan kosong sambil mendengar kedua orang itu naik ke lantai atas. Namun, dalam hatinya, dia merasa bahwa Anita salah. Gavin tidak pernah peduli padanya.

Pada hari pertama Elina kembali, Nayla seharusnya langsung tahu diri dan menyerahkan posisinya kepada Elina, bukannya lanjut berada di sisi Gavin dan membuatnya benci.

Untungnya, masih belum terlambat bagi Nayla untuk mengambil keputusan lain saat ini. Setelah merayakan ulang tahun Anita, Nayla akan meninggalkan Kota Beika sepenuhnya dan tidak akan pernah kembali lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masih Bocil, Om
9.5
Ulang tahun ke-18 yang seharusnya indah berubah menjadi kenyataan pahit bagi seorang gadis muda. Ia terpaksa menikah dengan David, pria dewasa yang asing baginya. Alih-alih romantis, interaksi mereka justru diwarnai perdebatan konyol soal kartu kredit versus uang tunai untuk membeli jajanan. Di tengah ketidakpastian masa depan pernikahannya, sosok Dinar muncul dan terang-terangan menanti status jandanya. Akankah ia menemukan bahagia atau justru terjebak sengsara?
Sampul Novel Aku Tidak Memberi Ampun: Mantan yang Berlutut
9.6
Grace Bennett menyaksikan pengkhianatan suaminya, Adrian Carter, yang berselingkuh di mobilnya sendiri. Bukannya menyesal, Adrian justru menghina pernikahan kontrak mereka. Grace pun membalas dengan tegas: membekukan bisnis miliaran dolarnya dan menceraikannya di depan publik. Meski Adrian berlutut memohon kesempatan kedua, Grace tetap pergi membawa putranya, Ethan. Ia melangkah maju dengan pria lain tanpa menoleh pada masa lalu yang telah tercemar.
Sampul Novel Bound by Destiny
8.5
Kehidupan Elice Danurdara hancur seketika setelah ia dicampakkan dan dipermalukan secara kejam. Saat hampir menyerah pada keadaan, sebuah pertemuan tak terduga dengan Garettinus Hardiyata mengubah segalanya. Pria asing tersebut hadir untuk membuktikan bahwa Elice masih memiliki nilai yang tinggi. Lewat tatapan, tutur kata, hingga sentuhannya, Garettinus menunjukkan bahwa Elice sangat berharga, membawa sang wanita bangkit dari keterpurukan hidupnya.
Sampul Novel Cinta Kita Sudah Sampai Ujung
7.9
Lima tahun menjalani pernikahan kontrak, Vanesa akhirnya menyadari pengkhianatan Steven saat mengetahui anak yang ia asuh adalah putra kandung suaminya dengan wanita lain. Di tengah kabar kehamilannya sendiri, ia memilih pergi dan mengembalikan anak itu. Vanesa bangkit menjadi sosok mandiri yang kaya raya, membuat keluarga yang dulu menindasnya dan anak tirinya memohon maaf. Saat ia mulai didekati pria lain, Steven yang menyesal justru menolak menandatangani surat cerai mereka.
Sampul Novel Gadis Penakluk Hati Tuan Muda Tampan
8.5
Demi takhta tuan muda, Arkana menikahi Yasmin lewat perjanjian formal. Meski sering kesal dengan tingkah Yasmin yang kekanak-kanakan, Arkana tetap menjalin cinta rahasia dengan kekasih lamanya. Setelah delapan bulan, Arkana memilih bercerai demi sang pacar. Namun, ia tak sadar bahwa ikatan fisik mereka telah mengubah segalanya. Yasmin ternyata menyembunyikan kehamilan darinya. Terkejut, Arkana pun menuntut rujuk demi darah dagingnya yang kini berada di rahim Yasmin.
Sampul Novel Gairah Liar Sang Mantan
8.2
Kejadian tak terduga menimpaku saat kakek melakukan tindakan nekat di dalam kamar. Di bawah ancaman agar tidak membangunkan adik, aku terjebak dalam situasi yang membingungkan sekaligus menggelisahkan. Sentuhan dan bisikannya membuatku kehilangan kendali hingga tubuhku terasa lemas tak berdaya. Saat kakek melancarkan aksinya lebih jauh dengan melucuti pakaianku, tiba-tiba lampu kamar menyala. Sebuah rahasia besar terancam terbongkar dalam keheningan malam itu.