Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Yang Belum Terucap

Yang Belum Terucap

Mora memutuskan untuk menampung seseorang di apartemennya demi niat baik. Namun, bantuan tersebut justru menyeretnya ke dalam rangkaian masalah rumit. Saat berusaha membereskan segalanya, tantangan yang lebih besar muncul ketika Mora mulai jatuh cinta. Di tengah kesendirian karena ditinggalkan orang-orang, ia berjuang keras memperbaiki keadaan. Tanpa rasa penyesalan sedikit pun, Mora terus bertahan hingga seluruh hidupnya kembali pulih seperti sediakala.
Bab
Bagikan

Bab 2

Jauh terasa dekat tapi saat dekat ternyata mereka jauh banget!!!.

Begitulah kenyataan yang tanpa disadari dua orang gadis yang katanya sedang nongkrong di sebuah kafe yang bernama KoKam ini.

Monalisa, meskipun sedang duduk di depan sahabatnya ini, tapi sebenarnya dia sedang berada dikota paris. Mona sedang memanjakan matanya dengan keluar masuk butik-butik disana. Dia berharap menemukan item yang cocok dengan saldo akun PayPal nya saat ini.

Sedangkan Mora?, Gadis itu saat ini sedang berada di dalam sebuah kasino di Las Vegas. Duduk dimeja Blackjack dengan empat orang yang dia tidak tau sama sekali asal usulnya.

Yah begitulah gambaran yang tepat untuk kedua sahabat ini. Keduanya memiliki hoby atau bisa dibilang penyakit yang mengerikan. Mona dengan shopaholic nya, sedangkan Mora sendiri?, Ini jauh lebih mengerikan lagi. Entah bagaimana ceritanya dia bisa kecanduan game yang lebih tepatnya dibilang Judi, apapun jenisnyaaa.

Keduanya duduk berhadapan disebuah meja dengan kursi couple dan sama-sama tertunduk sibuk dengan ponselnya masing-masing. hikmat.

" Anjiiiinggg...!!! " tiba-tiba Mora berteriak kesal.

Tentu saja Mona yang saat itu berhalusinasi sedang berada diparis tersentak. Tiba-tiba makhluk cantik penggila judi ini berteriak sedikit keras didepannya, kesal.

" Kenapa lo nyet?, Bikin kaget gue aja!! "

" Ini nih, bandar ngen... !!! " Mora menjawab dengan kesal dan membanting ponsel nya ke Meja.

Tidak terhitung lagi berapa kali Mona menyaksikan adegan banting handphone ala Mora ini.

" Kurang kenceng !! " ejek Mona.

Mora yang emosi kembali mengambil ponselnya dan mengangkatnya lebih tinggi.

" Eh nggak. Nggak. Becanda gue Becanda. Hehehe "

Mora kembali melempar ponselnya asal keatas meja. " Tobat gue, Sumpah! "

" Alah, palingan kalo ada duit lagi, pasti lo deposit lagi, gak caya gue"

" Ya sekarang gue tobat. Ntar klo ada modal lagi, ya maen lagi,Hihi! "

" Maen apaan lo emang ? "

" Poker "

" Kalah berapa? "

" Semuaaaa... " jawab Mora masih kesal.

Mona terkesima dengan jawaban Mora ingin memastikan.

Mona memajukan tubuhnya mendekat pada Mora yang berada diseberang meja," Maksud lo semua yang dikirim nyokap lo?," tanya Mona sedikit berbisik.

Mora menunduk dan membenturkan kepalanya pelan tapi berulang-ulang pada tepi meja yang berbahan kayu tersebut.

" Iyaaa!!!, termasuk uang buat praktek juggaaa!! " jawab nya dengan suara menyedihkan dan penuh sesal.

Tentu saja Mona tidak terkejut sama sekali dengan kekalahan Mora. Masalahnya sesaat kemudian ada perasaan yang tidak mengenakkan yang tiba-tiba muncul dalam fikiran nya. Mona segera berdiri berakting panik seolah-olah lupa akan sesuatu.

" Eh gue lupa, gue ada kelas, gue cabut dulu ya, daa..!! " katanya buru-buru mau kabur.

Belum sempat Mona melangkah tiba-tiba sebuah tangan menyebrang meja kecil yang memisahkan mereka, tangan itu langsung meraih tas yang baru saja disandangnya. Mona menatap sang pemilik tangan ngeri.

" Mau kemana lo?," tanya Mora dengan kepala masih tertunduk di meja tapi sebelah tangannya mencengkram erat tas Mona.

" Gue ada kelas " Jawab Mona gugup.

" Gak ada!! jadwal lo ama gue hari ini sama!! "

" eh itu, gue ada janji sama Karin! " Mona mencoba mencari alasan lain secepat nya.

Tiba-tiba Mora menoleh, menatap nya tajam penuh tuduhan.

" Lo mau ninggalin gue?! " tanya Mora sinis.

" Nggak, beneran Sumpah , serius gue ada janji sama Selly !! " jawab Mona panik.

" Bukannya kata lo, Lo janjiannya sama Ririn? "

" Oh iya, iya sama Ririn, salah sebut gue, soalnya tuh anak bedua rada mirip sih, hahaha... Yaudah gue cabut ya " kata Mona hendak berlalu.

Saat Mona ingin melangkah lagi, ternyata tetap tidak bisa. Cengkraman Mora pada tasnya semakit erat.

Kini Mora malah berdiri dan menatapnya tajam, Mora menyipitkan matanya, memberikan tatapan membunuh!.

" Terus Karin gimana? "

Mata Mona langsung melebar, dia tersadar bahwa ternyata nama yang pertama kali dia sebut adalah Karin bukannya Ririn.

" Ya sama Karin juga, hmm... sama tu anak bedua gue janjinya " jawab Mona semakin gugup, berharap Mora bisa mempercayai nya.

" Duduk lo..!! "

Mona yang merasa kebohongannya gagal total hanya bisa kembali duduk dengan pasrah.

" Iya. Iya.l. Gue duduk nih. Mangap deh " Jawab Mona setelah duduk kembali.

Melihat Mona yang merasa bersalah,  karin melioat tangan didadanya. " Satu kampus tau kalo Karin sama Ririn gak pernah akur, lo janjian di ring tinju?, mau jadi wasit lo?!!."

Gagal, ternyata susah emang mau bohong dadakan, apalagi didepan sahabatnya ini. " iya maap, gue khilap " Jawab Mona lemah.

" Pinjem duit lo!! " kata Karin ketus.

" Gak..!! " jawab Mona tak kalah ketusnya

Mendengar jawaban Mona yang lebih ketus membuat Mora tersadar, duh salah konsep nih gue!!, dia langsung mengubah taktiknya. Mora langsung berjalan memutari meja dan berlutut pada Mona. Ekpresi wajah diubah memelas, dan... Action..!!

" Mon... Bantuin gue, Please...!! " rengek nya.

Mona melipat tangan didada sambil membuang padangan sedikit kesamping, dan menaikkan dagunya agar terkesan sedikit angkuh, kemudian..

" Gak..!! " jawabnya singkat dan tegas, matanya melirik Mora sepersekian detik lalu kembali melihat langit-langit kafe itu.

Tak lama Semua mata orang yang berada di kafe tersebut menoleh pada keduanya. Mereka seolah mendapatkan tontonan drama gratis dari dua orang mahasiswi cantik yang ' aneh ' ini.

" Mon... Cuma lo doang yang bisa nyelamatin hidup gue Mon... " Rayu Mora dengan wajah seolah-olah hendak menangis.

Mona berbalik menatap sahabatnya ini dengan pandangan tidak suka dan mulai berceramah.

" lo tu ya!. Udah berapa kali gue ingetin, jangan main gituan, tapi ga mau dengerin, rasaiiinn.!!! "

" Yah mon, lo kok gitu sama guee... Abis ini gue beneran insap, ga main poker lagi, pinjemin guee, yaaa...??!!"

Mora menaikan satu tangan dan membuka telunjuk dan jari tengah sementara jari yang lainnya terlipat tanda berjanji, tidak lupa memasang wajah yang meminta belas kasihan.

" Gak main poker?, Terus lo mau main apa?!! "pancing Mona.

" Main slot aja, kali aja jekpot!. Pinjemin yaaa... Please... !! " Jawab Mora polos.

Mona menggeleng heran dan menghela nafas panjang dan membuangnya kasar. Tak habis fikir dengan jawaban konyol sahabatnya ini.

" Gak!, Tetep aja itu judi, dan lo ga pernah tuh sejarahnya menang!. "

" Yaudah gue gak main lagi, tapi pinjemin gue duit yaa... Please... Gue mau bayar uang praktek... Moooonn... "

" Gitu mulu, tapi gak bayar-bayar!! " ketus Mona.

" Gue janji bakal balikin, kali ini pake bunga! " Jawab Mora cepat.

Mona terbelalak mendengar Rayuan Mora. " Lo kata gue bank keliling, Rentenir getooh?!! " kesal.

" Yah mon... Please... Demi masa depan gue Mon... Hiks!! " Mora kembali menunduk lemah, suaranya dibuat agar terdengar nyaris menangis.

Sepertinya Mora sudah memakai semua stok ekspresi memelas yang dia punya untuk meluluhkan hati sahabatnya ini, biasanya sampai tahap ini sudah manjur, tapi sekarang kok belom ya?. Sabar..!!

Mona geleng-geleng kepala lagi, bagaimanapun Mora adalah sahabatnya, Partner in Crime nya. Saking dekatnya, mereka sudah sampe tahap bisa tukaran CelanaDalam, tentu saja Mona sudah terbiasa luluh dengan rayuan Mora yang sangat tidak kreatif ini.

" Yaudah deh, gue pinjemin. Lo butuh berapa? " Mona mengalah.

Mendengar persetujuan Mona, Mora langsung berdiri. Ekspresi nya berubah cerah seketika, kemudian memeluk sahabatnya itu dengan haru. Ternyata memang masih ampuh, dalam hatinya lega.

Sedangkan Mona hanya bisa memutar kedua bola matanya. Heran, bagaimana dia dengan mudahnya terkena rayuan gombal rubah betina ekor sebelas yang menjelma jadi sahabatnya ini, tapi akhirnya tersenyum juga.

Setelah pelukan haru tersebut kedua tangan Mora masih di bahu Mona. Meyakinkan

" Lima belas juta!! " katanya mantap.

" Oke..!, Tapi abis ini Atm lo gue tahan!!" Tegas Mona.

" Siap...!! " Jawab Mora tanpa ragu sedikit pun dengan ujung jari dipelipis mata dan tapak tangan terkembang. Hormat.

Mereka kembali duduk seperti semula, dan melanjutkan acara nongkrong tersebut, bedanya sekarang mereka benar-benar berada disana tidak seperti sebelumnya.

Tak lama Mora tampak berfikir, dia kini menatap Mona dengan senyuman termanisnya.

" Eh Mon, tambahin lima juta ya " pinta Mora sambil mengedip-ngedipkan matanya. Menggoda.

Mona langsung menghela nafas panjang putus asa.

" Eh kutu bening, gue ama lo tu sama, Begoo..!!!. Gue juga dijatah, gak bisaa!!"

" Yah Mon... bulan ini gue makan apa dong?, " Mora mulai merubah ekspresinya lagi dengan wajah sedih.

" MAKANYA PACARAN!! " teriak Mona.

Seisi kafe langsung menoleh lagi pada dua ratu drama dadakan ini.

Dan mereka berdua, tentu saja tak peduli dengan semua tatapan itu, karna keduanya sudah terbiasa jadi pusat perhatian, terlebih lagi Mora.

" Gak mau gue!!, semua cowok itu brengsek !!! " Tolak Mora.

" Ya paling nggak salah satu dari brengsek itu bisa ngasih lo makan sebulan. Lagian pernah pacaran sekali doang, sok bilang semua cowok brengsek segala!! " Jawab mona ketus.

" Tega lo Mon sama gue!! " Mora menunduk dengan suara dan ekspresi menyedihkan lagi.

" Drama apalagi sih lo berdua? "

Seorang laki-laki mengintrupsi keduanya, Mora dan Mona langsung menoleh padanya.

" Tau nih, kalah judi mulu " jawab Mona sambil menunjuk dengan cara mengakat dagunya ke arah Mora.

Mora yang melihat kedatangan laki-laki tersebut langsung tersenyum. Sebuah ide cemerlang seketika terbesit dikepalanya.

" Eh Nick, lo punya cewek gak? " tanya Mora dengan memasang wajah tercantiknya.

Laki-laki yang bernama Nickolas tersebut keheranan dengan pertanyaan Mora, apalagi ini?

" Kenapa emang kalo gue ada cewek? Mau gue kenalin?? "

" Ngapain gue kenalan sama cewek lo, ga penting buanget!! kalo lo punya, putusin sekarang!. " perintah Mora.

" Loh, kenapa harus gue putusin? " Nicolas heran.

" Iya dong, Karna gue mau macarin lo, lo mau ga jadi cowok gue ?" Mora. mengedip-ngedipkan matanya.

" GAAAKK!! " teriak Mona sambil menggebrak meja.

Keduanya terkejut dan otomatis langsung melihat Mona.

" Lah Kenapa lo yang nolak, kan gue nembaknya Nicolas bukan lo? " tanya Mora tak terima.

" Ga boleh, gue gak restuin, gue gak mau masa depan Nickolas suram karna pacaran sama lo!!! " jawab Mona dengan tatapan mengancam.

" Yah Mon, tadi lo nyuruh gue pacaran, giliran gue mau pacaran malah gak lo restuin " Mora kecewa.

" Nicolas adek gue, makanya ga boleh, ntar dia jadi Atm lo, bisa bangkrut kafe nya dalam sebulan, No No No No Noo...!!! " jawab Mona mengeleng-gelengkan kepala nya cepat .

" Gak nyampe bangkrut kok, gue cuma minta makan tiga kali sehari aja sampe bulan depan abis itu putus. Nicolas deh yang mutusin, gue ikhlas " Jawab Mora santai.

Mona melihat wajah Mora dengan kesal dan mengalihkan pandangannya pada Nicolas, melototi Nickolas dan menunjuk tepat diujung hidung adiknya tersebut.

" Nick, walaupun rubah betina depan gue ini super Cantik, lo gak boleh tergoda, Awas lo kalo sampai tergoda!!!"

Mona benar-benar kelihatan serius mengancam Nickolas adiknya.

" yah Mon, sebulan doang. .. !!" Rayu Mora tak tau malu.

" Pokoknya nggak boleh, mending gue yang ngempanin lo makan, daripada lo macarin adek gue, ga rela gue!!! " jawab Mona cepat.

Mendengar itu senyum Mora langsung terkembang, Yes berhasil..!!

" Oke, Deal..!! " Putus Mora bangga sambil memukul meja.

Melihat ekspresi Mora. Detik itu juga Mona langsung menyesali ucapannya sendiri, dia kembali tersadar bahwa dia sudah termakan umpan Mora dengan begitu mudahnya.

" dasar Koceng aer!! " kata Mona kesal.

Mora sama sekali tidak terganggu dengan itu dan mengalihkan pandangannya pada Nickolas.

" Nick, elo mesti dengerin kata-kata sahabat gue yang juga kakak lo ini, jangan pernah tergoda dengan kecantikan gue, bisa suram masa depan lo!! " kata Mora mengingatkan Nickolas. Sok bijak.

Nickolas hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat dua orang gadis didepannya ini, bagaimanapun Nicolas juga sudah terbiasa dengan keduanya.

****

Nickolas Aprilio Chandra adalah saudara laki-laki dari Monalisa julia Chandra sahabat Mora. Lahir dua tahun lebih dahulu otomatis menjadikan Mona yang Cantik seorang kakak dan Nickolas yang tampan sebagai Adiknya.

Meski adik kakak ini sangat Akur, tapi mereka memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. Mona tumbuh sebagai gadis yang sangat manja, sedangkan Nickolas sejak kecil sudah menunjukkan sifat-sifat pemberontak.

Mona dan Mora sudah berteman sejak SMP, sebagai sahabat kakaknya, tentu saja Mora sudah tidak asing lagi bagi Nickolas.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BENIH KAKAK IPAR
8.3
Nayla Maldania merasa hidupnya sempurna bersama Alvin Rayes, suami mapan yang ia cintai. Namun, kebahagiaan itu hancur saat perselingkuhan Alvin terbongkar. Di tengah luka mendalam dan kondisi hamil, Nayla justru terjebak dalam perasaan terlarang dengan kakak iparnya, Alvaro Rayes. Kini ia berada di persimpangan jalan antara mempertahankan pernikahan demi sang buah hati atau menyambut cinta tulus Alvaro. Siapa yang akhirnya akan menjadi sandaran hidup Nayla?
Sampul Novel Cewek kutu buku itu tunanganku
8.8
Sevilla harus kehilangan sang ayah di usianya yang masih sangat muda. Tepat di hari ulangtahunnya, sang ayah meninggal saat perjalanan pulang ke rumahnya. Derita demi derita ia alami, kala perusahaan yang ayahnya rintis bangkrut, dengan sang paman sebagai penyebabnya. Ibunya mengalami gangguan jiwa akibat ini, dan semua aset keluarganya di sita bahkan di jual untuk menutupi kerugian. Kini hanya beberapa rupiah yang tersisa, Sevilla memilih untuk menyewa rumah kecil di pemukiman sempit. Di umurnya yang menginjak 14 tahun, Sevilla harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhannya dan juga ibunya. Suatu hari Sevilla tak sengaja menabrak Verrel, Siswa populer yang terkenal jenius dan tampan. Keduanya bahkan sama-sama mengikuti lomba yang sama. Sejak saat itu keduanya dekat, bukan sebagai teman melainkan musuh. Yusha, mantan kekasih Verrel merasa cemburu pada Sevilla. Ia dan teman-temannya pun mengunci Sevilla di gudang sekolah sendirian, hingga Verrel datang menyelamatkannya. Di rumah sakit, Sevilla di rawat. Ayah dan ibu Verrel juga datang menjenguknya, mereka mengaku pernah menjalin persahabatan erat dengan almarhum ayahnya. Dan mereka ingin Sevilla dan ibunya tinggal bersama mereka. Ayah dan ibu Verrel juga mengatakan bahwa almarhum ayah Sevilla ingin menjodohkan Sevilla dengan Verrel. Semenjak kejadian itu, keduanya menjadi semakin akrab. Perasaan khusus mulai tumbuh di hati keduanya, hingga akhirnya keduanya berpacaran saat mereka duduk di bangku kelas satu SMA. Perjalanan cinta mereka yang mulus tiba-tiba saja terhalang dengan kehadiran Alona dan neneknya, Alona yang sangat membenci Sevilla itu, bekerjasama dengan Yusha untuk menculik nya. Mereka menjual Sevilla di situs penjualan wanita. beruntungnya bibi viona, adik ibunya itu mengetahui hal ini dan membeli Sevilla. Sejak hari itu, Verrel menjadi kesepian. Sampai akhirnya ia mendengar dari kakak sepupu Sevilla, bahwa Sevilla telah pergi ke Amsterdam tanpa sepengetahuannya. Johny dan teman-teman Verrel yang lain mengungkap alasan kepergian Sevilla ke Amsterdam, begitu terkejutnya mereka kala kak Lucas, kakak sepupu Sevilla mengungkapkan kalau Verrel dan Sevilla bersaudara tiri.
Sampul Novel Cinta Tak Bersyarat
8.9
Arini terjebak dalam depresi berat akibat luka cinta yang mengganggu hormon kebahagiaannya. Burhan dan Morela, seorang psikiater, bekerja sama secara rahasia untuk menyelamatkan kesehatan mental Arini tanpa membuatnya merasa terhakimi. Meski Arini sempat menolak bantuan medis karena merasa tidak gila, pendekatan perlahan melalui olahraga dan dukungan emosional mulai menunjukkan hasil. Burhan menyadari bahwa mencintai Arini berarti mendukung kesembuhannya tanpa syarat apa pun.
Sampul Novel Hurt Wife
9.4
Farida harus menelan kenyataan pahit saat suaminya mengkhianati pernikahan mereka demi adik kandungnya sendiri. Luka batin yang begitu dalam akibat perselingkuhan itu membawa Farida ke dalam situasi tak terduga. Terjebak dalam pusaran emosi yang kalut, ia justru terhanyut dalam godaan nafsu dan hasrat yang membara. Sebuah kisah fiksi dewasa tentang rasa sakit dan pelarian emosional yang mengubah hidupnya secara drastis dalam sekejap mata.
Sampul Novel JERAT CINTA TUAN MAFIA
8.8
Akibat hancur oleh pengkhianatan sang kekasih, Louisa terjebak dalam masalah besar hingga nyawanya terancam. Beruntung, seorang pria misterius muncul menyelamatkannya. Namun, dalam kondisi emosional, Louisa justru menawarkan sebuah 'hadiah' berani sebagai tanda terima kasih atas pertolongan tersebut. Tanpa ia sadari, keputusan impulsif itu menjeratnya ke dalam kehidupan sang penyelamat yang berbahaya, mengubah takdirnya selamanya.
Sampul Novel LUKA DI ANTARA KITA
8.1
Kehidupan rumah tangga seorang istri yang penuh kesetiaan seketika hancur saat ia memergoki suaminya menjalin hubungan gelap dengan sahabat karibnya sendiri. Pengkhianatan ganda ini membawa luka yang sangat mendalam. Kini, di tengah reruntuhan kepercayaan yang telah musnah, ia dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan ikatan pernikahan yang tersisa atau memilih pergi demi kedamaian dirinya sendiri selamanya.