Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel When We Were In Love

When We Were In Love

Alice Reeves terjebak dalam dilema hati terhadap Douglas Handerson, sahabat sekaligus kakak tirinya yang memilih pergi. Di tengah kepedihan cinta tak berbalas, hadir Maximilliam Callyps yang berupaya menyembuhkan luka Alice dan memenangkan perasaannya. Alice merenungkan kebahagiaannya, sementara Douglas menyesali kegigihannya di masa lalu. Akankah kehadiran Maximilliam mengubah takdir Alice, ataukah bayang-bayang Douglas tetap menjadi pemenang utama?
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku senang kau bisa di ajak kerja sama kali ini" ujar Noah dari balik kemudi setirnya. Alice bisa melihat senyum lebar di wajahnya saat mengatakannya.

"Tentu. Aku tidak mau kehilangan manajer paling baik hanya karena tidak mau menghadiri pesta" sahut Alice. 

Noah adalah manajer yang telah mendampingi Alice selama lima tahun. Lelaki itu memiliki perawakan tubuh tinggi kurus dengan warna kulit coklat eksotis. Matanya yang berwarna hijau tersembunyi di balik frame kacamatanya yang tebal. Meskipun wajah Noah memberikan kesan galak saat pertama kali orang melihatnya tapi sebenarnya ia adalah sosok lelaki yang ramah.

Noah tertawa mendengar sindiran Alice. "Maafkan aku karena mengancammu kemarin. Tapi kau tahu'kan kita tidak bisa mengabaikan pesta ini di saat Sebastian langsung yang meminta pada kita untuk datang."

Alice mengangguk mengerti. Ia memang berhutang banyak pada Sebastian. Kalau bukan karena Sebastian yang memberi Alice kesempatan untuk terlibat dalam filmnya, mungkin saat ini ia masih berkutat dengan pekerjaannya sebagai model.

Sebenarnya menjadi model adalah hal yang baik. Selain bisa memakai gaun mewah dan cantik buatan designer, Alice juga mendapat perlakuan istimewa saat berbelanja. Dan Alice cukup menikmati itu semua. Tapi semakin usianya bertambah dewasa, pekerjaan yang datang untuknya juga menjadi terbatas. Karena banyak pendatang baru berusia lebih muda dan lebih mempesona darinya.

"Kita sudah sampai" kata Noah lalu turun dari mobil.

Alice melepas seat belt nya lalu membuka kaca mobil sedikit untuk melihatnya sebentar. Mereka sampai di depan sebuah rumah berlantai tiga yang berdiri megah dan mewah dengan cat berwarna putih dan emas mendominasi. Noah membuka pintu mobil untuknya.

"Terima kasih" ucap Alice.

"My pleasure" jawab Noah.

"Ini rumah Sebastian?" 

Noah menggeleng, "Bukan, ini rumah salah satu sponsor film mu."

Alice mengangguk. Ia berjalan memasuki rumah itu sambil menggandeng tangan Noah. Malam ini ia memilih gaun selutut dengan lengan panjang berwarna biru tua yang dipadukan dengan high heels berwarna hitam. Rambut panjang Alice di kepang oleh Phoebe dan diberi hairpin berbentuk daun sebagai pemanis. Alice merasa cukup puas dengan penampilannya malam ini.

Saat Alice dan Noah sampai di dalam, pesta sudah dimulai. Alice melihat sekitarnya, beberapa orang staf dan lawan main di filmnya sudah hadir lebih dulu dan menyapanya dengan ramah. Alice membalas sapaan mereka satu persatu dengan sopan. Sepertinya pesta ini tidak terlalu buruk seperti yang ia bayangkan, batinnya.

"Alice" panggil seseorang dari jauh. Alice menoleh. Lelaki berambut pirang yang mengenakan kemeja panjang berwarna putih dan celana berwarna cream itu berjalan menghampiri Alice dan memeluknya. Alice membalas pelukannya dengan hangat.

"Aku pikir kau tidak akan datang" kata Sebastian sambil melepaskan pelukan mereka.

Alice menggeleng tersenyum, "Kalau kau yang memintanya tentu saja aku akan datang."

Noah yang berdiri di samping Alice langsung terbatuk kencang saat mendengar perkataannya. Alice tahu kalau sekarang Noah pasti sedang mengejeknya di dalam hatinya karena Alice berpura-pura antusias datang ke pesta ini. Alice melirik Sebastian, pria itu hanya tersenyum mendengar jawaban Alice. 

"Ayo ikut denganku. Aku akan mengenalkanmu pada seseorang." Seb memegang tangan Alice dan langsung menariknya tanpa menunggu persetujuan dari Alice. Mereka berjalan ke sudut ruangan dan menghampiri seorang lelaki yang sedang duduk berduaan bersamadengan seorang wanita.

Saat sudah sampai, Sebastian melepaskan tangannya dan mengatakan sesuatu pada pria itu sambil tertawa. Pria itu ikut tertawa lalu bangkit berdiri. Alice memerhatikan sosoknya.

Badan pria itu tinggi besar seperti seorang atlet. Ia mengenakan t-shirt polos dan jacket kulit berwana coklat yang dipadukan dengan jeans robek-robek di bagian lutut. Sepatu boot hitam yang dikenakannya menambah kesan urakan pada dirinya.

Alice beralih menatap wajah pria itu. Rambutnya berwarna coklat gelap dengan warna mata yang senada. Tampan, adalah kata pertama yang terlintas di benak Alice saat melihatnya sosoknya dengan jelas. Dari keseluruhan penampilannya ia bisa mengatakan kalau pria di hadapannya adalah lelaki yang menawan.

"Alice, Noah. Kenalkan ini Maximiliam Callyps temanku. Dia adalah sponsor utama dalam film kita" kata Seb memperkenalkan pria itu padanya.

"Aku Max" ujar pria itu sambil mengulurkan tangannya pada Alice.

Alice menjabat tangan pria itu. "Alice. Alice Reeves"

Max mengangguk. Lalu tatapannya beralih ke arah Noah. Ia mengulurkan tangannya pada Noah.

"Max" ujarnya.

"Noah" kata Noah tersenyum lalu menjabat uluran tangan Max.

Setelah selesai memperkenalkan diri, tiba-tiba wanita yang duduk di sebelah Max tadi bangkit berdiri dan menarik tangan Max. Dia tersenyum sinis pada Alice lalu memperkenalkan dirinya sendiri. "Halo Alice. Kenalkan namaku Rebecca Travis" ujarnya.

Alice menyambut uluran tangannya dengan sopan. "Alice Reeves" sahutnya.

Noah yang bisa membaca suasana tegang di antara mereka langsung mengambil alih. "Jadi Max, apa benar kau adalah salah satu sponsor utama dalam film besutan Seb?" tanya Noah.

Max kembali mengangguk. "Benar" jawabnya.

"Luar biasa" seru Noah. "Aku tidak menyangka kalau sponsor utama film Seb masih berusia muda" tambahnya.

Max hanya tersenyum melihat reaksi Noah. Sebastian menepuk bahu Max lalu merangkulnya. "Benar. Dia adalah sponsor utama filmku sekaligus sahabatku sejak kecil" sela Sebastian dengan nada bangga.

Setelah itu Sebastian bercerita tentang bagaimana mereka bisa terlibat dalam proyek film yang sama pada Noah. Alice hanya diam mendengarkan percakapan mereka. Ia melirik ke arah Rebecca yang ikut menanggapi percakapan ini sambil menggandeng lengan Max dan sesekali memberikan gestur kepemilikan untuk Alice. Seperti anak kecil yang terus menggenggam permen lollipopnya karena takut diminta oleh orang lain.

Alice tidak menghiraukan tatapan Rebecca. Ia hanya fokus melihat penampilan gadis itu. Malam ini Rebecca menggunakan gaun berwarna merah di atas lutut dengan belahan dada rendah. Rambut panjangnya yang berwarna coklat dibiarkan tergerai, menambah kesan seksi pada dirinya. Alice cukup terkesan dengan penampilannya yang berani.

Seorang pelayan berhenti di depannya dan menawarkan Alice minuman.

"Tidak. Terima kasih" tolaknya halus.

"Kenapa? Kau tidak suka minum?" tanya Max tiba-tiba.

Alice menoleh, ia sedikit terkejut dengan pertanyaan Max. Saat ia akan membuka suara, Noah menyelanya.

"Alice tidak bisa minum karena toleransi alkoholnya sangat rendah" jawab Noah.

Max mengangguk. Alice mengalihkan pandangannya ke sekeliling. Semua orang di ruangan ini terlihat menikmati pesta. Ia bahkan sempat melihat beberapa artis papan atas yang datang dengan pasangannya ke pesta ini. Sepertinya Max memang bukan orang sembarangan.

Ponsel di dalam clutch Alice bergetar. Ia membukanya dan meraihnya. Alice tersentak melihat nama yang tertera di layar screen. Hatinya terasa tidak karuan saat tahu orang yang menghubunginya adalah orang yang telah menghindarinya selama beberapa tahun belakangan ini.

Kenapa dari semua waktu dia harus memilih sekarang untuk menghubunginya? gumam Alice.

"Alice" panggil Noah. Ia menoleh.

"Ya?" jawab Alice.

"Kau kenapa?" tanya Noah khawatir.

"Maksudmu?" 

"Wajahmu terlihat pucat" sahut Sebastian. Alice reflek menyentuh wajahnya.

"Aku tidak apa-apa" kata Alice sambil terus melirik ponselnya yang masih bergetar. "Maaf sepertinya aku harus keluar sebentar untuk mengangkat telepon" pamitnya.

Tanpa mendengar persetujuan dari mereka, Alice buru-buru berjalan menjauhi kerumunan untuk mencari tempat yang sepi. Saat sudah sampai di depan pintu, panggilan itu terputus dan membuat Alice menghela nafas lega. Ia tidak kembali ke pesta dan memutuskan untuk keluar dari rumah Max.

Alice berjalan menuju taman dan duduk di sana sambil termenung menatap ponselnya dalam waktu yang cukup lama. Douglas Handerson. Ia adalah orang yang baru saja menghubunginya. Meskipun Alice benci mengakui hal ini tapi Douglas adalah kakak tirinya sekaligus teman baiknya di sekolah dulu.

Douglas pergi ke Inggris tujuh tahun yang lalu setelah hari kelulusan sekolah. Dan sejak saat itu ia tidak pernah kembali lagi ke rumah dan memutuskan komunikasi mereka secara sepihak.

Walaupun hubungan mereka menjadi renggang, Alice tidak pernah memiliki keberanian untuk menghubungi Douglas terlebih dahulu. Ia hanya menyimpan nomor lelaki itu di ponselnya. Dan setelah hari-hari yang ia lalui selama beberapa tahun dengan penantian panjang, akhirnya lelaki itu menghubunginya lagi. Malam ini. Alice tidak tahu harus senang atau sedih dengan kenyataan ini. 

Ponsel Alice bergetar kembali. Ie meliriknya. Kali ini pesan masuk dari Noah.

'Kau dimana?'

Alice menarik nafas dalam-dalam dan mengetik pesan.

'Maafkan aku Noah, sepertinya aku harus pulang duluan. Sampaikan salamku pada Seb dan Max'

Setelah membalas pesan dari Noah, Alice segera mematikan ponselnya dan berjalan keluar sendirian untuk mencari taksi meskipun ia tahu udara di luar sangat dingin.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Atlet Sekolah Menyebalkan Jadi Suamiku
8.7
Alina hanya ingin lulus tenang dari Horizon International Academy, namun takdir menyeretnya ke hidup Arion Mahendra Kwon. Arion adalah atlet elit berkuasa yang dingin dan ditakuti. Perbedaan status sosial yang kontras tak menghalangi mereka terikat dalam rahasia pernikahan tersembunyi. Di balik kebencian yang membara, muncul benih cinta yang tak terduga. Kini Alina terjebak dalam dilema: bertahan di sisi Arion yang berbahaya atau hancur dalam api asmara mereka.
Sampul Novel Pengantin Sempurna Sang CEO: Kesepakatan dengan Iblis yang Menyamar
8.1
Leyla sering dicap sebagai wanita licik yang pandai menggoda pria demi ambisinya. Namun, publik terkejut saat ia mendadak dinikahi oleh Colton, sang miliarder playboy, setelah pertemuan singkat. Meski awalnya dianggap sebagai kesepakatan bisnis tanpa rasa, dinamika mereka berubah drastis saat Colton menunjukkan kerapuhannya di sebuah pesta. Leyla akhirnya menyadari bahwa seluruh pertemuan dan pernikahan mereka adalah rencana matang yang telah disusun Colton sejak awal.
Sampul Novel Cinta Setelah Menikah
9.4
Bunga, wanita cantik dengan bayang-bayang masa lalu, dipertemukan dengan Rio Xen Zhin. Rio adalah CEO asal Jepang yang kaya, berwibawa, namun sangat dingin. Sosoknya sangat mirip dengan mendiang mantan tunangan Bunga yang telah tiada. Rio memutuskan untuk menikahi Bunga hanya demi membalas sebuah jasa. Di tengah pernikahan tanpa cinta ini, mampukah Bunga merelakan masa lalunya dan menghadapi kenyataan bersama pria yang memiliki wajah serupa?
Sampul Novel GODAAN PAK DOSEN
8.8
Naina Alexandra terjebak dalam dilema besar saat harus menikahi Arhan Bramantio, dosen pembimbing skripsinya yang sangat dingin dan angkuh. Meski membenci sifat kaku sang dosen, Naina tak berdaya menolak wasiat terakhir mendiang ibunya. Pernikahan yang berawal dari keterpaksaan ini pun dipenuhi ketegangan dan tantangan emosional. Mampukah Naina bertahan menjalani rumah tangga bersama pria yang paling ia benci demi sebuah janji masa lalu yang sakral?
Sampul Novel Menikah Demi Perceraian
9.3
Sebastian Alvero Abraham terjebak dalam pernikahan dengan Latasha Revalina Mahendra, gadis yang delapan tahun lebih muda darinya. Meski awalnya Vero merasa seperti pengasuh bagi Reva yang kekanak-kanakan, keceriaan Reva justru membawa kebahagiaan baru yang tak terduga. Namun, saat kemesraan mulai tumbuh, motif asli Reva menikahi Vero terbongkar. Akankah kekecewaan Vero menghancurkan rumah tangga mereka yang baru seumur jagung setelah rahasia itu terungkap?
Sampul Novel Mutiara Istri Yang Dijual
8.5
Kebahagiaan Tiara hancur saat Andre, suaminya sendiri, menjualnya kepada pengusaha bernama Dewa demi melunasi utang. Meski awalnya pahit, benih cinta mulai tumbuh di hati Tiara saat hidup bersama Dewa. Namun, Dewa justru mengusir Tiara yang tengah hamil saat mantan kekasihnya kembali. Bertekad membesarkan bayinya sendirian, Tiara menata hidup baru. Saat kandungannya berusia tujuh bulan, Dewa datang memohon kembali, namun Tiara tak akan menyerah semudah itu.